Dampak Kekurangan Unsur Hara Boron Terhadap Kesehatan Tanaman Sawit dan Cara Mengatasinya

Dampak Kekurangan Unsur Hara Boron Terhadap Kesehatan Tanaman Sawit dan Cara Mengatasinya

Tanaman sawit memiliki peran penting bagi pembangunan perkebunan di Indonesia, dimana pangsa pasarnya juga cukup luas hingga secara global dapat memberikan keuntungan besar bagi negara.

Maka itu, perlu untuk memperhatikan perawatan dan pemberian nutrisi unsur hara pada tanaman sawit Anda. Khususnya unsur hara boron agar TBS sawit yang dihasilkan berkualitas baik dan tanaman tumbuh dengan sehat. 

Mungkin Anda belum mengetahui bahwa unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman kelapa sawit dibagi menjadi dua yakni unsur hara makro dan mikro. Lalu, apa yang terjadi jika tanaman kekurangan unsur hara boron

Pada artikel ini kita akan membahas informasi pentingnya unsur hara boron untuk tanaman kelapa sawit dan tanda-tanda yang harus diwaspadai saat tanaman kekurangan unsur hara boron. Jadi, mari baca artikel ini hingga akhir, ya!

Apa Itu Unsur Hara Boron?

Unsur hara terbagi menjadi 2, yakni unsur hara makro seperti Ca, N, P, K, Mg dan unsur hara mikro seperti B. Unsur hara boron (B) termasuk dalam jenis unsur hara mikro yang berguna untuk pembentukan karbohidrat, protein, dan pertumbuhan anak daun dan titik tumbuh (meristem) pada tanaman kelapa sawit.

Unsur boron (B) memiliki peran penting pada kegiatan fotosintesis tanaman sawit. Boron juga membantu proses fisiologis tanaman seperti perkembangan akar, pembungaan, pembuahan, dan pembentukan buah serta biji.

Unsur ini dapat diserap tanaman dalam bentuk asam borat (H3BO3) atau ion borat (H4BO72-, H2BO3-, HBO32-, BO33-).

Selain itu, pupuk kelapa sawit yang memiliki kandungan unsur hara boron dapat membantu mengatasi gejala daun bengkok dan keriting, infertilitas buah pada tandan sawit, sehingga translokasi gula pada daun tidak terganggu dan produksi tanaman sawit dapat meningkat. 

Dampak Kekurangan Unsur Hara Boron pada Tanaman Sawit

Apa yang terjadi jika tanaman sawit kekurangan unsur hara boron? Unsur hara boron pada tanaman memiliki peran yang sangat penting. Maka dari itu, jika tanaman sawit kekurangan unsur hara boron akibatnya adalah ujung daun tanaman sawit menjadi keriting (berkerut) dan rapuh. Pada gejala serangan berat daun menjadi kering, ujung daun akan terlipat berbentuk seperti mata pancing (hook leaf), dan produksi tanaman sawit akan menurun.  

Kekurangan unsur boron berdampak buruk pada pertumbuhan tanaman sawit secara vegetatif dan fungsi boron sebagai aktivator maupun inaktivator hormon auksin, sitokinin, dan giberelin dalam pembelahan dan pembesaran sel akan terhambat. Inilah yang menjadi penyebab tumbuhnya pucuk-pucuk daun dan bakal bunga jantan serta bunga betina pada tanaman sawit. 

Namun, kelebihan unsur hara boron juga tidak terlalu baik karena akan memberikan dampak negatif. Sebab, boron yang berlebih pada tanaman dapat berubah menjadi racun bagi tanaman sawit dan mengakibatkan depresi secara fisiologis pada tanaman yang menyebabkan kerusakan pada protoplasma dan mengganggu aktivitas metabolisme tanaman. 

Jika protoplasma pada tanaman rusak, maka membran plasma yang mengalami kerusakan akan membuat aktivitas H+-ATPase menjadi terhambat. Hal ini dapat mempengaruhi aktivitas H+-ATPase untuk menginisiasi perkecambahan dan pertumbuhan tabung serbuk sari.

Maka itu, kebutuhan unsur hara boron untuk tanaman sawit wajib disesuaikan dengan jenis varietas tanaman kelapa sawit dan kebutuhan tanaman, serta ketersediaan unsur hara boron pada lahan media tumbuhnya.

Pupuk MOAF® salah satu pupuk kelapa sawit terbaik yang memiliki kandungan unsur hara makro dan mikro yang lengkap dan seimbang adalah pupuk MOAF® dari Plantation Key Technology (PKT). Pupuk MOAF® juga bermanfaat untuk meningkatkan hasil produksi, berat tandan, jumlah tandan, memperbaiki vegetatif tanaman, serta menjaga keseimbangan unsur hara dan mikroorganisme yang ada di dalam tanah. 

Cara Pengaplikasian Pupuk MOAF®

Sebagai pupuk yang mengandung unsur hara boron, pupuk MOAF® dapat diaplikasi pada tanaman sawit dengan cara:

  • Siapkan pupuk MOAF® sesuai dengan dosis dan umur tanaman sawit. Untuk tanaman yang berusia 0 hingga 3 tahun dapat diberikan pupuk MOAF® yang diformulasi khusus oleh PKT dengan dosis 1 – 2 kg per tanaman (2 kali dalam setahun) sedangkan untuk tanaman yang berusia di atas 3 tahun adalah sekitar 2 hingga 2,5 kg (2 – 3 kali dalam setahun).
  • Jarak antar tanaman kelapa sawit yang diberikan pupuk MOAF® berkisar 30 – 50 cm pada tanaman belum menghasilkan (TBM). Sedangkan, pada tanaman menghasilkan (TM) jarak berkisar 0,75 – 2 meter dari pangkal batang sampai ke pinggir piringan. 
  • Cara pengaplikasian pupuk MOAF® adalah dengan cara ditaburkan secara merata di permukaan pinggiran pohon tanaman sawit.
  • Pupuk yang ditaburkan wajib bertekstur remah/gempur, jangan sampai menggumpal agar unsur hara boron bisa terserap dengan baik.

Adapun kegunaan dan manfaat unsur hara boron untuk tanaman sawit adalah sebagai berikut:

  • Membantu tumbuh kembang serta produktivitas tanaman sawit secara optimal.
  • Berguna untuk pembentukan karbohidrat, protein, dan pertumbuhan ujung dan anak daun.
  • Unsur hara boron juga bermanfaat untuk tanaman sawit yang baru tanam, karena dapat mendukung kesehatan akar dan keberhasilan pembentukan bunga serta perkecambahan biji kelapa sawit.
  • Boosting kinerja populasi mikroorganisme yang hidup pada tanah media tumbuh tanaman, begitupun dengan memaksimalkan aktivitasnya.
  • Unsur boron juga ramah lingkungan sehingga keberadaannya dengan takaran/konsentrasi yang tepat dapat menjaga kondisi kesehatan tanah, air, serta menjaga dari zat-zat tanah yang berbahaya.
  • Sebagai suplai unsur boron tambahan yang sangat penting bagi pertumbuhan tanaman sawit.

Sudah Paham Mengenai Unsur Hara Boron pada Tanaman Kelapa Sawit?

Sekian pembahasan artikel kali ini mengenai unsur hara boron dan pengaruhnya bagi tanaman sawit, serta pengaplikasiannya pada tanah media tanam. Kekurangan unsur hara boron dapat memiliki dampak yang serius terhadap kesehatan tanaman sawit. Tanaman sawit yang kekurangan boron rentan terhadap berbagai gangguan pertumbuhan, penyakit, dan produktivitas yang rendah. Maka dari itu, Anda perlu mengetahui cara pengaplikasian pupuk MOAF® yang mengandung unsur hara boron yang benar pada kelapa sawit. 

Maka itu, bagi praktisi perkebunan kelapa sawit yang ingin mengaplikasikan pupuk MOAF® dari PKT. Anda dapat mengunjungi website kami www.pkt-group.com atau menghubungi whatsapp kami +62 821 2000 6888

FAQ 

1. Apa Keistimewaan dari Unsur Hara Boron?

Keistimewaan unsur hara boron adalah sebagai unsur mikro tanaman kelapa sawit yang bermanfaat  untuk pembentukan karbohidrat, protein, dan pertumbuhan ujung dan anak daun. Namun, jika diaplikasikan pada tanaman sawit dengan dosis yang berlebihan bisa menyebabkan depresi secara fisiologis pada tanaman sawit tersebut. Maka itu, kandungan boron dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit oleh tanaman kelapa sawit.

2. Bagaimana Cara Menghitung Dosis Pupuk Kelapa Sawit?

Untuk menghitung dosis tepat pupuk kelapa sawit membutuhkan survei, analisa lab, pengecekan sanitasi tanaman, serta pengukuran kadar mineral pada tanah media tanam.

3. Bagaimana Ciri-Ciri defisiensi Unsur Hara Boron pada Tanaman Sawit?

Gejala umum yang terlihat pada tanaman sawit karena defisiensi unsur hara ini adalah bagian ujung daun akan terlipat berbentuk seperti mata pancing (hook leaf) dan bagian ujung daun tanaman sawit juga menjadi keriting (berkerut) dan rapuh. Pada gejala serangan berat daun menjadi kering.