Serangan Ganoderma Pada Tandan Buah Segar Tanaman Kelapa Sawit Menghasilkan Tahun Pertama

Serangan Ganoderma Pada Tandan Buah Segar Tanaman Kelapa Sawit Menghasilkan Tahun Pertama

Penggunaan bahan kimia yang terus menerus di perkebunan kelapa sawit seperti pestisida dan pupuk konvensional sebagai cara membasmi jamur Ganoderma telah merusak lingkungan hidup dari tanaman. Tanah tercemar dengan logam-logam berat, pH menjadi rendah, mikroorganisme yang menjaga keseimbangan lingkungan hidup menjadi musnah, demikian juga air tercemar pestisida yang meracuni mikroorganisme tanah, serta musnahnya cacing-cacing tanah yang selama ini dapat memperbaiki struktur dan sifat fisik tanah serta kemampuan tanah mengikat air dan ketersediaan oksigen oleh tanah.

Akibat terganggunya lingkungan hidup tanaman yang ikut merusak agroekosistem tanah, maka berkembanglah patogen-patogen yang merusak tanaman, seperti munculnya penyakit Ganoderma yang dapat mematikan tanaman. Perkembangan Ganoderma terus berevolusi dan muncul generasi baru yang lebih ganas dari generasi pendahulu.

Seperti yang kita ketahui, saat ini serangan Ganoderma hanya menyerang pangkal batang, daerah perakaran hingga pada pertengahan batang yang bisa mengakibatkan pohon patah pinggang. Namun yang lebih mengejutkan lagi Ganoderma bisa menyerang TBS mentah pada tanaman TM-1.

Ganoderma bisa menyerang TBS mentah pada tanaman TM-1

Hal ini dapat menimbulkan masalah yang sangat serius terhadap produksi TBS pada 6 bulan ke depan. Basidiokarp Ganoderma dapat membusuki buah dan bunga yang ada di sekitar ketiak pelepah, apabila hal ini tidak ditindaklanjuti dengan pengendalian Ganoderma di TBM dan TM-1, maka dipastikan tanaman kelapa sawit tidak bisa menghasilkan produksi TBS secara maksimal lagi, karena TBS banyak yang busuk, tidak bisa diolah di PKS karena ALB (Asam Lemak Bebas) nya tinggi. Semua ini terjadi akibat kurangnya kepedulian terhadap infeksi Ganoderma di areal pertanaman yang endemik Ganoderma.

praktisi kebun menganggap penggunaan pupuk konvensional

Banyak praktisi kebun menganggap penggunaan pupuk konvensional dan pestisida adalah cara yang baik untuk melakukan perawatan dengan biaya yang murah tanpa memikirkan akibat yang ditimbulkan oleh residu bahan kimia.

Residu bahan kimia dari tanah telah menyebabkan Ganoderma berevolusi menghasilkan generasi Ganoderma yang bisa mempertahankan hidupnya pada lingkungan yang ekstrem, sehingga kondisi ini memperburuk pertumbuhan tanaman bahkan tanaman dalam waktu 4 tahun akan tumbang secara perlahan yang akhirnya SPH tinggal 50% dari populasi awal tanaman. Kondisi seperti ini akan menjadikan kebangkrutan perusahan sehingga tidak mampu untuk membiayai biaya operasional lagi.

Jangan biarkan Ganoderma menyerang TBS anda !
Segera selamatkan kebun anda !

Strategi pengendalian penyakit Ganoderma yang paling baik adalah dengan melakukan pengendalian terpadu yang merupakan kombinasi dari pupuk dan pengendali hayati seperti yang disarankan oleh PKT (Plantation Key Technology) yaitu pupuk MOAF® dan pengendali hayati CHIPS® yang diformulasi spesifik sesuai dengan kebutuhan kebun. (lebih lengkap hubungi (0821-2000-6888 / www.pkt-group.com)