Sawit Notif – Sebagai salah satu jenis tanaman komoditas perkebunan, Kelapa Sawit merupakan primadona karena prospeknya yang cerah. Namun dibalik itu semua ada banyak sekali tantangan yang dihadapi petani Sawit dalam proses perawatannya, salah satunya adalah hama Apogonia.
Perkembangan produktivitas Indonesia ternyata berbarengan dengan meningkatnya permintaan dunia akan produk minyak nabati. Itulah mengapa pemerintah pun langsung secara serius memberi perhatian lebih akan komoditas perkebunan yang satu ini.
Namun sayangnya seiring dengan pengembangan serta perluasan lahan perkebunan, petani Sawit juga mendapatkan tantangan terhadap serangan hama. Nah untuk menambah wawasan, berikut penjelasan mengenai hama Apogonia yang cukup meresahkan para petani Sawit.
Sekilas Tentang Hama Apogonia
Hama Apogonia adalah nama lain dari serangga pengganggu yang menjadi hama bagi tanaman Kelapa Sawit. Hama yang banyak menyerang tanaman Sawit muda ini melakukan aktivitasnya pada saat sore hingga malam hari. Itulah mengapa Apogonia disebut juga sebagai Kumbang Malam.
1. Ciri-ciri Apogonia
Agar lebih paham tentang serangga ini, berikut ciri-ciri hama Apogonia secara umum, yaitu:
- Serangga Apogonia merupakan Kumbang Malam yang banyak terdapat pada areal Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) Kelapa Sawit.
- Kumbang Apagonia akan menyerang daun muda Kelapa Sawit di malam hari segera setelah sinar matahari mulai hilang.
- Apagonia akan memakan daun muda mulai dari bagian pinggir daun sehingga akan menyebabkan munculnya lubang-lubang tak beraturan pada daun.
- Di siang hari Kumbang Apagonia ini akan berada di kedalaman antara 1 hingga 2 cm di bawah permukaan tanah. Kumbang malam ini kadang juga terlihat bersembunyi di bawah polybag tanaman Sawit yang masih muda.
- Tampak fisik Kumbang Apagonia adalah berwarna hitam mengkilat dengan panjang tubuh sekitar 1,2 cm dan tubuhnya mulus tanpa bulu. Pada jenis serangan yang berat, per bibit pohon Sawit muda akan terdapat hingga 15 ekor.
2. Kerusakan yang Ditimbulkan Apogonia
Serangan Kumbang Malam atau Apagonia ini menimbulkan masalah cukup serius dirasakan oleh para petani mengingat dampak kerusakan yang ditimbulkan.
Pasalnya Kumbang Malam Apogonia akan memakan daun-daun muda tanaman Sawit yang mana hal ini akan menyebabkan pertumbuhan tanaman menjadi terhambat. Sehingga pada akhirnya akan berimbas pula pada target waktu panen sekaligus kualitas hasil panen.
Selain itu bekas gigitan dari Kumbang Apogonia akan beresiko menimbulkan infeksi pada daun bibit muda tanaman Sawit. Tentunya hal tersebut akan membuat kecenderungan pembeli terhadap bibit Sawit tersebut menjadi berkurang.
3. Cara Pengendalian Apogonia
Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan sebagai metode pengendalian hama Apogonia, yaitu antara lain adalah:
A. Metode Kimia
Metode pengendalian hama Kumbang Apagonia ini didahului dengan melakukan identifikasi awal akan keberadaan serangga tersebut. Metode identifikasi yang digunakan adalah metode sampling purposive.
Selanjutnya dibuat larutan insektisida dengan bahan aktif Sipermetrin sebanyak 250 EC dengan konsentrasi sebesar 2 ml per liter air.
Nantinya larutan ini diaplikasikan dengan cara menyemprotkannya pada seluruh bibit tanaman Sawit yang ada di lokasi pembibitan Sawit yang mengalami serangan. Kegiatan penyemprotan Sipermetrin ini dilakukan pada malam hari antara pukul 19.00 hingga 22.00 waktu setempat.
Metode kimia dengan melakukan penyemprotan insektisida Sipermetrin ini di malam hari terbukti mampu meningkatkan persentase kematian Apagonia.
Untuk jenis serangan sedang penyemprotan dapat dilakukan seminggu sekali, sedangkan jika serangan lebih serius dapat dilakukan penyemprotan seminggu 2 kali.
Akan tetapi yang perlu dicatat dari metode kimia ini adalah adanya potensi timbulnya resistensi pada hama serta dampaknya bagi lingkungan. Selain itu juga akan timbul resiko resurgensi akibat berkurangnya musuh alami Apagonia karena ikut mati akibat tindakan penyemprotan.
B. Metode Mekanis
Pengendalian serangga Apogonia juga dapat dilakukan dengan metode fisika melalui pembuatan alat perangkap atau trap. Beberapa alat dan bahan untuk perangkap hama Apogonia adalah:
- Lampu berjenis LED.
- Insektisida berbahan aktif Lamda Sihalotrin.
- Ember dan plastik sebagai pelindung lampu LED.
Tujuan utama dari pembuatan perangkap serangga Apogonia ini adalah untuk mengatasi serangan hama kumbang tanpa melakukan penyemprotan pada tanaman. Dengan begitu maka diharapkan akan dapat meminimalisir dampak negatif dari pengaplikasian bahan kimia.
Selain itu dengan mengatasi Apagonia menggunakan perangkap maka akan dapat mengurangi besaran biaya serta tenaga yang timbul karena penyemprotan. Untuk cara pengaplikasian perangkap Kumbang Apagonia adalah sebagai berikut:
- Membuat larutan insektisida dari Lamda Sihalotrin dengan komposisi 2m per 1 liter air.
- Larutan kimia dimasukkan ke dalam ember.
- Di atas wadah ember digantungkan lampu LED dengan harapan kumbang Apagonia akan mendatangi lampu lantas jatuh ke dalam larutan insektisida.
Dari uji di lapangan, sayangnya metode ini tidak efektif karena hanya sedikit Kumbang Malam Apogonia yang masuk ke dalam jebakan tersebut.
c. Metode Biologis
Metode ketiga untuk penanganan Kumbang Apagonia adalah dengan menggunakan pengendali hayati yang merupakan musuh alaminya. Predator yang merupakan musuh alami Kumbang Malam antara lain:
- Lalat Tachinid.
- Kutu Pembunuh dan Kutu Bau Predator.
- Burung dan Kumbang Kosi atau Kumbang Kepik.
Mengenal Pengendali Hayati CHIPS
Selain serangan hama Apogonia, tanaman Kelapa Sawit juga sangat rentan mengalami berbagai serangan hama lainnya, misalnya hama bibit Kelapa Sawit. Oleh karena itu para petani Sawit harus memiliki pengetahuan apa dan bagaimana cara terbaik untuk mengatasinya.
PT PKT (Plantation Key Technology) memiliki produk bioteknologi yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana pengendalian hama. Produk tersebut adalah pengendali hayati CHIPS dan pupuk MOAF.
Berbagai permasalahan yang kerap terjadi di perkebunan Sawit mulai dari serangan hama penyakit hingga kekurangan nutrisi dapat dibantu dengan kedua produk tersebut. Dengan pengaplikasian CHIPS dan pupuk MOAF maka produktivitas Sawit akan meningkat.
Apalagi kedua produk ini juga dibuat dari bahan-bahan alami sehingga aman dan ramah bagi lingkungan. Yang mana hal ini akan mendukung keberlangsungan lingkungan perkebunan yang berkesinambungan.
Waspada Terhadap Hama Apogonia!
Demikianlah penjelasan mengenai apa itu hama Apogonia, ciri-ciri berikut beberapa metode yang dapat dilakukan untuk mengendalikannya, semoga bermanfaat.
Kalau kamu atau perusahaanmu mau mulai bisnis kelapa sawit atau punya pertanyaan seputar perkebunan sawit, langsung aja cek website www.pkt-group.com atau hubungi WhatsApp 0821-2000-6888.
FAQ
Apakah yang dimaksud dengan Apagonia Sp.?
Apogonia Sp. adalah nama hama yang menyerang daun tanaman muda Kelapa Sawit. Hama ini merupakan kumbang yang aktif menyerang di waktu malam hari sehingga dinamakan sebagai Kumbang Malam.
Apa saja jenis pengendalian hama tanaman Sawit?
Metode pengendalian hama Sawit adalah cara mekanis misalnya dengan menggunakan perangkap lampu LED untuk Kumbang Malam. Cara Biologis yaitu dengan memanfaatkan keberadaan musuh alami serta cara kimia dengan menggunakan bahan insektisida.
Apakah metode pengendalian hama terbaik?
Metode pengendalian hama terbaik adalah menggunakan pengendali hayati yang ramah lingkungan. Dengan cara ini selain hama dapat dikendalikan, lingkungan juga terjaga kelestariannya tanpa terkontaminasi berbagai bahan kimia.(AD)(SD)(DK)(NR)