Jamur Ganoderma merupakan salah satu jenis jamur yang tumbuh di areal lembab dan panas. Jamur ini biasanya tumbuh di permukaan kayu atau batang tanaman perkebunan termasuk kelapa sawit. Jenis jamur Ganoderma sangat bervariasi dan dapat menyebabkan penyakit busuk pangkal batang pada tanaman kelapa sawit.
Meskipun sering dianggap merugikan bagi industri tanaman perkebunan, jamur Ganoderma rupanya menyimpan berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh apabila dikonsumsi dalam jumlah tertentu. Simak ulasan lengkap mengenai jenis Jamur Ganoderma dan manfaatnya bagi kesehatan untuk manusia.
Apa Itu Jamur Ganoderma
Jamur Ganoderma adalah jenis jamur patogen yang dikenal sebagai penyebab utama penyakit busuk pangkal batang (Basal Stem Rot/BSR) pada tanaman perkebunan, khususnya kelapa sawit.
Jamur ini menyerang jaringan akar dan bagian pangkal batang, lalu merusak sistem pengangkutan air dan nutrisi tanaman secara perlahan. Serangan Ganoderma umumnya bersifat kronis dan sulit terdeteksi pada tahap awal, sehingga sering baru terlihat saat tanaman mulai menunjukkan gejala layu, pertumbuhan terhambat, hingga akhirnya mati.
Secara biologis, Ganoderma termasuk jamur makroskopis yang membentuk tubuh buah keras menyerupai kayu (bracket fungus atau jamur kayu). Jamur ini hidup sebagai organisme saprofit dan patogen, artinya mampu bertahan pada sisa-sisa kayu mati di dalam tanah sekaligus menginfeksi tanaman hidup. Spora Ganoderma dapat menyebar melalui udara, tanah, maupun kontak akar, sehingga penyebarannya di perkebunan relatif cepat jika kondisi lingkungan mendukung.
Dalam klasifikasi ilmiah, jamur Ganoderma termasuk ke dalam kelompok jamur tingkat tinggi dengan susunan taksonomi sebagai berikut:
- Kingdom: Fungi
- Filum: Basidiomycot
- Kelas: Agaricomycetes
- Ordo: Polyporales
- Famili: Ganodermataceae
- Genus: Ganoderma
Jenis Jamur Ganoderma
Jamur Ganoderma atau biasa disebut Ganoderma lingzhi memiliki ciri morfologi berbentuk kipas, memiliki lapisan luar berwarna kekuningan ditepi, dan lapisan dalam berwarna kecoklatan.
Jamur Ganoderma terdiri dari banyak spesies, di antaranya:
1. Ganoderma boninense

Ganoderma boninense merupakan spesies Ganoderma yang paling berbahaya dan paling merugikan bagi tanaman kelapa sawit. Jamur ini adalah penyebab utama penyakit Busuk Pangkal Batang (Basal Stem Rot/BSR). Infeksi dimulai dari akar, kemudian menyebar ke pangkal batang dan merusak jaringan pembuluh tanaman.
Akibatnya, penyerapan air dan unsur hara terganggu, tanaman mengalami penurunan produksi hingga akhirnya mati. Spesies ini mampu bertahan lama di dalam tanah dan sangat sulit dikendalikan, sehingga berdampak besar pada penurunan SPH dan produktivitas kebun.
2. Ganoderma applanatum

Ganoderma applanatum umumnya dikenal sebagai jamur pelapuk kayu yang hidup pada batang atau kayu mati. Jamur ini lebih bersifat saprofit dan jarang menyerang tanaman sawit yang masih hidup. Walaupun dapat ditemukan di sekitar area perkebunan, dampaknya terhadap kelapa sawit relatif rendah dan tidak termasuk patogen utama sawit.
3. Ganoderma brownii

Ganoderma brownii lebih sering ditemukan pada tanaman kehutanan dan pohon berkayu keras. Jamur ini memiliki potensi sebagai patogen, namun kasus serangannya pada kelapa sawit tergolong jarang. Oleh karena itu, pengaruhnya terhadap produktivitas sawit umumnya rendah hingga sedang, tergantung kondisi lingkungan dan kesehatan tanaman.
4. Ganoderma curtisii

Ganoderma curtisii dikenal sebagai jamur pelapuk yang menyerang pohon berkayu. Pada perkebunan kelapa sawit, spesies ini tidak banyak dilaporkan sebagai penyebab utama penyakit. Perannya lebih sering sebagai organisme pengurai kayu mati dibanding patogen aktif pada sawit.
5. Ganoderma zonatum

Ganoderma zonatum merupakan salah satu spesies yang perlu diwaspadai karena diketahui dapat menyerang tanaman dari kelompok palem. Walaupun tingkat keganasannya tidak setinggi Ganoderma boninense, jamur ini tetap berpotensi menimbulkan gangguan pada akar dan batang sawit, terutama pada kondisi lahan yang kurang sehat.
6. Ganoderma megaloma

Ganoderma megaloma umumnya hidup sebagai jamur saprofit pada kayu mati atau sisa tanaman. Spesies ini jarang dilaporkan menyebabkan penyakit serius pada kelapa sawit, sehingga dampaknya terhadap tanaman sawit relatif tidak signifikan.
7. Ganoderma martinicense

Ganoderma martinicense lebih banyak berperan sebagai jamur pelapuk alami. Keberadaannya di perkebunan sawit biasanya berkaitan dengan dekomposisi bahan organik, bukan sebagai penyebab utama penyakit tanaman sawit.
8. Ganoderma lobatum

Ganoderma lobatum ditemukan pada berbagai jenis pohon berkayu dan bersifat umum sebagai jamur pelapuk. Hingga saat ini, spesies ini tidak dikenal sebagai patogen utama kelapa sawit dan memiliki dampak yang rendah terhadap kesehatan tanaman sawit.
9. Ganoderma chalceum

Ganoderma chalceum lebih sering tumbuh pada kayu mati dan lingkungan hutan. Peranannya di perkebunan kelapa sawit relatif kecil, dan jarang dikaitkan dengan serangan langsung yang menyebabkan penurunan produksi sawit.
10. Ganoderma colossus

Ganoderma colossus memiliki tubuh buah berukuran besar dan keras, serta umumnya ditemukan pada tunggul atau kayu mati. Jamur ini bersifat saprofit dan tidak dikenal sebagai penyebab utama penyakit kelapa sawit, sehingga dampaknya sangat rendah.
11. Ganoderma fornicatum

Ganoderma fornicatum merupakan jamur pelapuk kayu yang jarang menyerang tanaman hidup secara agresif. Pada kebun kelapa sawit, spesies ini tidak termasuk ancaman utama dan lebih sering ditemukan pada sisa-sisa kayu.
12. Ganoderma miniatocinctum

Ganoderma miniatocinctum tergolong spesies yang jarang ditemukan dan masih terbatas informasinya terkait infeksi pada kelapa sawit. Hingga kini, tidak banyak bukti yang menunjukkan dampak signifikan jamur ini terhadap tanaman sawit.
13. Ganoderma tornatum

Ganoderma tornatum lebih sering ditemukan sebagai jamur saprofit yang hidup pada kayu mati. Risiko serangannya pada tanaman kelapa sawit sangat kecil dan tidak menjadi faktor utama penyebab penurunan produksi.
Semua spesies Ganoderma ini merupakan musuh para petani dan pengusaha perkebunan kelapa sawit karena dapat menyebabkan kerugian akibat rendahnya standar pohon per hektar (SPH) dan penurunan produksi. Hama kelapa sawit ini sulit teridentifikasi sejak dini karena serangannya baru bisa terlihat ketika sudah menunjukkan gejala yang parah dengan ditumbuhi basidiokarp Ganoderma pada pangkal batang tanaman kelapa sawit.
Dampak Negatif Jamur Ganoderma Pada Kelapa Sawit
Serangan jamur Ganoderma pada perkebunan kelapa sawit merupakan salah satu masalah paling serius karena menyebabkan pembusukan pada batang, khususnya di bagian pangkal batang. Infeksi umumnya dimulai dari akar melalui kontak dengan tanah atau sisa-sisa kayu terinfeksi, kemudian jamur berkembang secara perlahan menuju jaringan batang.
Jamur Ganoderma merusak jaringan pembuluh tanaman yang berfungsi menyalurkan air dan unsur hara, sehingga proses metabolisme tanaman terganggu. Akibatnya, batang sawit mengalami pembusukan dari dalam, kekuatannya menurun, dan tanaman menjadi tidak stabil.
Seiring perkembangan infeksi, jaringan kayu pada batang kelapa sawit berubah menjadi rapuh dan mudah hancur, meskipun dari luar awalnya tampak normal. Pada tahap lanjut, pembusukan ini menyebabkan tanaman menunjukkan gejala seperti daun menguning, pertumbuhan terhambat, tajuk menipis, hingga akhirnya tanaman roboh atau mati. Salah satu tanda khas serangan Ganoderma yang sudah parah adalah munculnya tubuh buah (basidiokarp) jamur Ganoderma di pangkal batang.
Kondisi ini menandakan bahwa proses pembusukan telah berlangsung lama dan tingkat kerusakan di dalam batang sudah cukup berat, sehingga sangat berpengaruh terhadap produktivitas dan umur ekonomis tanaman kelapa sawit.
Penyebaran penyakit yang disebabkan oleh jamur ini dapat terjadi secara cepat melalui kontak akar tanaman yang sakit dengan tanaman sehat. Anda bisa memberikan teknologi pengendali hayati berupa CHIPS® untuk meningkatkan daya tahan tanaman yang kuat terhadap serangan hama dan penyakit, terutama akibat serangan jamur Ganoderma ini.
Gejala Serangan Jamur Ganoderma
Gejala serangan jamur Ganoderma pada kelapa sawit umumnya muncul secara perlahan dan bertahap, sehingga sering sulit dikenali pada fase awal. Proses infeksi biasanya dimulai dari:
- Infeksi dimulai dari tanah dan akar
Jamur Ganoderma berasal dari spora atau sisa akar/kayu terinfeksi di dalam tanah. Jamur masuk ke tanaman melalui akar sawit, kemudian berkembang menuju pangkal batang. - Kerusakan awal terjadi di dalam tanah (tidak terlihat)
Pada fase awal, tidak ada gejala visual yang jelas di atas permukaan. Jamur mulai merusak jaringan akar dan pembuluh tanaman yang berfungsi menyerap air dan unsur hara. - Penyerapan air dan nutrisi terganggu
Akibat kerusakan jaringan pembuluh, tanaman mengalami kekurangan air dan nutrisi meskipun pemupukan dan pengairan tetap dilakukan. - Daun bagian bawah mulai menguning
Gejala awal yang mulai terlihat adalah perubahan warna daun, terutama daun tua yang menguning dan layu secara bertahap. - Pertumbuhan tanaman terhambat
Pelepah menjadi lebih pendek, tajuk tidak berkembang sempurna, dan pertumbuhan tanaman tampak melambat dibanding tanaman sehat di sekitarnya. - Penurunan produksi
Jumlah dan ukuran tandan buah segar (TBS) menurun, serta kualitas buah ikut terdampak akibat kondisi tanaman yang semakin lemah. - Pembusukan pangkal batang
Pada tahap lanjut, bagian dalam pangkal batang mengalami pembusukan sehingga struktur batang menjadi rapuh dan daya topang tanaman berkurang. - Muncul basidiokarp (tubuh buah Ganoderma)
Tanda paling khas dari serangan Ganoderma adalah munculnya tubuh buah jamur di pangkal batang. Hal ini menandakan infeksi sudah parah dan berlangsung lama. - Tanaman mudah roboh dan mati
Jika tidak ditangani, tanaman sawit dapat roboh atau mati, serta menjadi sumber penyebaran jamur Ganoderma ke tanaman di sekitarnya.
Kandungan Senyawa Jamur Ganoderma
Jamur Ganoderma dikenal luas bukan hanya sebagai jamur patogen pada tanaman, tetapi juga sebagai jamur herbal yang telah lama dimanfaatkan untuk konsumsi manusia, terutama pada beberapa spesies seperti Ganoderma lucidum. Manfaat kesehatan jamur Ganoderma berasal dari berbagai senyawa bioaktif yang terkandung di dalam tubuh buahnya.
Senyawa utama yang paling banyak diteliti adalah polisakarida, khususnya beta-glukan, yang berperan dalam mendukung sistem imun dan membantu menjaga daya tahan tubuh. Selain itu, Ganoderma juga mengandung triterpenoid (seperti asam ganoderat) yang dikenal memiliki sifat antioksidan dan membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Selain dua senyawa utama tersebut, jamur Ganoderma juga mengandung sterol, peptida, dan berbagai senyawa fenolik yang berkontribusi terhadap aktivitas biologisnya. Kandungan antioksidan dalam Ganoderma membantu menangkal stres oksidatif, sementara senyawa bioaktif lainnya berperan dalam menjaga keseimbangan fungsi tubuh. Jamur ini juga mengandung vitamin dan mineral dalam jumlah tertentu, seperti kalium, magnesium, dan unsur mikro yang mendukung metabolisme tubuh.
Kombinasi berbagai senyawa alami tersebut menjadikan jamur Ganoderma sering dimanfaatkan sebagai bahan suplemen herbal dan minuman kesehatan. Kandungan inilah yang menjadi dasar berbagai klaim dan penelitian mengenai manfaat jamur Ganoderma untuk kesehatan tubuh, seperti menjaga daya tahan tubuh, membantu kebugaran, dan mendukung kesehatan secara menyeluruh.
Manfaat Jamur Ganoderma
Kandungan senyawa aktif dan mineral serta vitamin yang ada pada jamur Ganoderma memberikan berbagai macam manfaat bagi kesehatan tubuh apabila dikonsumsi dalam jumlah tertentu. Berikut beberapa manfaat yang bisa Anda peroleh dari mengkonsumsi obat Ganoderma.
1. Meningkatkan Kekebalan Tubuh
Manfaat utama dari jamur Ganoderma adalah mampu meningkatkan sistem imun atau kekebalan tubuh. Jamur Ganoderma juga dapat mempengaruhi gen di dalam sel darah putih di mana sel ini merupakan bagian penting dari sistem kekebalan tubuh.
Beberapa orang bahkan menggunakannya sebagai stimulan daya tahan tubuh bagi penderita kanker dan HIV karena adanya kandungan beta glukan yang mampu merangsang pertumbuhan imun untuk melawan penyakit.
2. Mencegah Risiko Kanker
Jamur Ganoderma lucidum juga dikenal sebagai salah satu zat yang bersifat melawan kanker karena dapat menyebabkan kematian sel kanker di dalam tubuh. Senyawa Triterpenoid di dalamnya juga bersifat antikanker yang dapat membantu pelepasan radikal bebas dan meningkatkan regenerasi sel hati.
Selain itu, minyak dari jamur ini juga dapat mencegah pertumbuhan tumor dan dapat menghilangkan mual setelah kemoterapi dan radioterapi untuk menghilangkan sel kanker.
3. Mengatasi Depresi
Menariknya, jamur Ganoderma dapat membantu Anda dalam mengatasi kelelahan hingga depresi. Anda bisa mengkonsumsi suplemen jamur Ganoderma untuk mengurangi kelelahan, kecemasan, dan meningkatkan kebahagiaan hingga kualitas hidup seseorang.
Adanya sifat adaptogen di dalam jamur ini juga dapat melawan stress dan sakit kepala serta iritabilitas pada tubuh sehingga kondisi tubuh menjadi jauh lebih baik setelah mengkonsumsinya.
4. Menjaga Kesehatan Jantung
Jenis jamur Ganoderma applanatum dapat meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dan menurunkan trigliserida atau kolesterol jahat. Hal ini akan berakibat baik bagi kesehatan jantung.
Kandungan antioksidannya juga akan mengurangi resiko penyempitan pembuluh darah dan menjaga sel pelapis pembuluh darah agar tidak terjadi kerusakan.
5. Mencegah Kerusakan Sel
Jamur ini dapat meningkatkan status antioksidan dalam tubuh. Antioksidan ini mampu membantu mencegah terjadinya kerusakan sel pada tubuh. Oleh sebab itu, mengkonsumsi jamur Ganoderma dalam jumlah terbatas dapat membantu menjaga sel-sel dalam tubuh.
6. Menjaga Kesehatan Saraf
Ekstrak jamur Ganoderma memiliki efek pelindung saraf dan mampu mendukung produksi faktor pertumbuhan saraf seperti protein di mana protein termasuk zat yang sangat penting untuk menjaga fungsi saraf yang sehat.
Efek Samping Konsumsi Jamur Ganoderma
Di samping banyaknya manfaat yang bisa Anda dapatkan dari spesies jamur Ganoderma ini, Anda juga perlu memperhatikan efek samping yang mungkin terjadi apabila mengkonsumsi jamur ini tanpa aturan yang jelas dan resep dokter.
Berikut beberapa efek samping yang bisa terjadi pada Anda setelah mengkonsumsi jamur Ganoderma antara lain sakit perut, ruam kulit, insomnia, mual, gatal-gatal, diare kronis, mimisan, hingga toksisitas hati.
Toksisitas hati termasuk efek samping yang paling berbahaya yang dapat berakibat pada kematian. Hal ini dapat terjadi ketika Anda mengkonsumsi bubuk jamur Ganoderma selama lebih dari 1 bulan. Penting bagi Anda untuk memeriksa label produk suplemen jamur ini untuk mengetahui anjuran dosisnya.
Kandungan di dalam suplemen juga memungkinkan berinteraksi dengan obat lain yang dapat memperburuk kondisi kesehatan. Sebab itu, alangkah baiknya Anda melakukan konsultasi terlebih dahulu terhadap dokter.
Demikian informasi seputar jenis jamur Ganoderma dan berbagai manfaat yang bisa Anda dapatkan setelah mengkonsumsi suplemen atau ekstrak Ganoderma dengan dosis dan aturan tertentu. Semoga bermanfaat!
Jika Anda memiliki perkebunan sawit yang terserang jamur Ganoderma, silahkan kunjungi website kami www.pkt-group.com atau menghubungi whatsapp kami 0821-2000-6888.
FAQ
1. Apa saja jenis tanaman jamur Ganoderma yang memiliki manfaat bagi kesehatan?
Jenis tanaman jamur Ganoderma umumnya ada tiga spesies yaitu Ganoderma lucidum, Ganoderma applanatum, dan Ganoderma atrum.
2. Jamur Ganoderma tumbuh dimana saja?
Jamur Ganoderma umumnya tumbuh di kayu yang lapuk dan berada di wilayah yang panas dan lembab. Selain itu, Ganoderma kerap tumbuh di tanaman kelapa sawit, dan tumbuh subur pada tanaman tahunan yang memiliki peran ekologis sangat penting dalam ekosistem hutan.
3. Apakah Ganoderma bisa dikonsumsi?
Ganoderma dilihat dari manfaatnya, dapat dikonsumsi dan bermanfaat bagi kesehatan, yang termasuk untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Namun, mengkonsumsi Ganoderma tidak dapat dilakukan sembarangan, lebih baik konsultasikan terlebih dahulu ke dokter.
4. Apa ciri-ciri jamur Ganoderma?
Ciri utama jamur Ganoderma adalah berwarna coklatan kemerahan, dan berbentuk menyerupai kipas, serta dapat menempel di permukaan batang tanaman berkayu, salah satunya tanaman pohon kelapa sawit.
5. Bagaimana jamur Ganoderma menyerang kelapa sawit?
Jamur Ganoderma dapat menyerang tanaman pohon kelapa sawit melalui kontak akar tanaman yang terinfeksi dengan tanaman yang sehat, lalu spora diterbangkan oleh angin, serta serangga vektor yang hinggap di pohon sawit membawa spora Ganoderma, bisa juga melalui kotoran ternak sebagai tempat berkembang biak Ganoderma, dan juga aliran air yang membawa spora Ganoderma.
Kehadiran inokulum Ganoderma di dalam areal pertanaman mempercepat penyebaran Ganoderma ke seluruh areal perkebunan. Dalam waktu 4 sampai 8 tahun tanaman mulai tumbang dan mati yang menyebabkan SPH rendah, serta penurunan produksi secara tajam apabila tidak dikendalikan dengan benar.

