Cara Infeksi Ganoderma Menyebar di Perkebunan Sawit dan Cara Mencegahnya

infeksi-jamur

Sawit Notif – Infeksi Ganoderma menjadi salah satu kendala utama yang sering kali merugikan petani sawit di Indonesia. Serangan penyakit ini dapat menimbulkan kerugian yang besar jika tidak memperoleh penanganan cepat.

Agar lebih paham mengenai infeksi Ganoderma itu apa, cara penyebaran, dan upaya pencegahannya, petani sawit dapat menyimak informasi di bawah ini. Pada dasarnya, Ganoderma tidak hanya menyerang tanaman di lahan gambut saja.

Cara Penyebaran Ganoderma

Sebelum lebih jauh memahami cara penyebarannya, petani sawit perlu tahu tentang definisinya. Infeksi Ganoderma adalah penyakit yang sering menyerang tanaman kelapa sawit di lahan perkebunan.

Penyebabnya terjadi karena serangan jamur Ganoderma boninense yang menyerang jaringan akar dan pangkal batang tanaman sawit. Jamur ini mampu bertahan lama di dalam tanah dan sisa bahan organik berkayu. Oleh sebab itu, penyebarannya terjadi secara perlahan.

1. Kontak Akar

Serangan infeksi Ganoderma dapat terjadi melalui kontak akar di dalam tanah. Model penyebaran ini sering menyebabkan penyakit busuk pangkal batang. Sumber infeksinya berasal dari potongan akar atau batang yang mengandung Ganoderma di dalam tanah.

Tanaman yang sehat berpotensi terserang jika memiliki jarak tanam yang rapat dengan pohon yang sudah terinfeksi. Kondisi ini mengakibatkan penularan terjadi secara cepat dari satu pohon ke pohon lainnya dalam satu blok kebun sawit.

2. Penyebaran Melalui Spora

Penyebab infeksi Ganoderma juga bisa menyebar melalui spora. Bagi yang belum tahu, spora adalah media perkembangbiakan sebuah jamur. Umumnya, basidiospora akan disebarkan sekitar pukul 22.00 sampai 06.00.

Spora jamur Ganoderma bisa saja dilepaskan ke udara, kemudian terbawa angin maupun air hujan. Selanjutnya, spora akan menginfeksi tanaman melalui luka akar atau jaringan tanaman sawit yang lemah.

3. Sisa Kayu Terinfeksi

Infeksi Ganoderma pada tanaman kelapa sawit memiliki kaitan yang erat dengan keberadaan sisa kayu terinfeksi. Mengingat sifat jamur ini yang mampu bertahan selama bertahun-tahun pada sisa akar dan batang busuk.

Keberadaan sisa akar dan batang menjadi sumber inokulum utama di lahan bekas tanaman sakit. Ketika akar tanaman baru tumbuh dan bersentuhan dengan sisa kayu tersebut, maka infeksi pun terjadi.

Bagaimana Cara Mencegah agar Infeksi Ganoderma Tidak Menyebar?

Ganoderma sawit berpotensi menyebar secara cepat jika tidak mendapatkan penanganan yang tanggap. Petani sawit perlu menyiapkan beberapa strategi agar penyebaran infeksi tidak menimbulkan kerugian yang besar.

1. Sanitasi Tanaman dan Lahan

Sanitasi tanaman dan lahan merupakan langkah awal yang penting untung meminimalisir keberadaan jamur penyebab Ganoderma. Mengingat jamur ini dapat bertahan lama pada sisa-sisa tanaman yang terinfeksi.

Upaya sanitasi dapat dilakukan dengan menebang dan memusnahkan tanaman yang terserang berat. Petani sawit juga boleh mencabut akar dan membersihkan tunggul secara menyeluruh. Lahan perkebunan yang bersih akan menurunkan tekanan infeksi.  

2. Rotasi dan Persiapan Lahan yang Baik

Ganoderma juga bisa diminimalisir dengan melakukan rotasi tanaman. Upaya rotasi ini bertujuan untuk memutus siklus hidup Ganoderma di dalam tanah. Petani dapat menanam tanaman non-inang sebelum penanaman ulang kelapa sawit.

Selain melakukan rotasi, persiapan lahan yang baik tidak kalah penting. Meliputi pengolahan tanah, perbaikan drainase, hingga pengapuran. Pasalnya, kondisi tanah yang terlalu lembap sangat mendukung perkembangan Ganoderma.

3. Memakai Bibit Sehat

Lebih lanjut, terjadinya infeksi Ganoderma sawit minim terjadi apabila petani menggunakan bibit yang sehat. Langkah preventif ini mampu meminimalisir risiko infeksi sejak fase pembibitan awal.

Meski terlihat sederhana, penggunaan bibit yang terinfeksi mampu menjadi menjadi sumber penyebaran penyakit di perkebunan. Petani sawit perlu menggunakan bibit yang berasal dari sumber terpercaya agar memiliki daya tahan lebih baik.

4. Monitoring Secara Rutin

Gejala Ganoderma pada kelapa sawit umumnya muncul secara perlahan. Petani sawit sebaiknya melakukan monitoring secara rutin untuk mendeteksi beberapa gejala serangan awal. Deteksi dini tentu saja memungkinkan tindakan pengendalian yang lebih cepat.

Dengan begitu, upaya pengendalian dapat dilakukan secara cepat tanpa perlu menunggu penyakit menyebar secara luas. Tanaman sawit yang menunjukkan gejala terinfeksi sebaiknya segera diisolasi atau dilakukan tindakan sanitasi.

5. Penggunaan Produk CHIPS

Salah satu pengendali Ganoderma yang sudah terbukti kualitasnya ialah produk CHIPS dari PKT. Produk ini bekerja dengan cara menekan pertumbuhan jamur Ganoderma di dalam tanah. Petani sawit dapat mengaplikasikannya di sekitar perakaran tanaman.

Penggunaan fungisida untuk infeksi Ganoderma secara konsisten dan sesuai dosis akan membantu mengurangi intensitas serangan. Formulasinya terdiri dari gabungan beberapa jenis dan strain mikroorganisme.

Studi Kasus Bagaimana Produk PKT Bisa Mencegah Penyebaran Ganoderma

Cara mengatasi jamur Ganoderma pada kelapa sawit menjadi informasi penting yang wajib diketahui oleh petani. Serangan Ganoderma pada perkebunan memang bisa mengakibatkan masalah yang serius, seperti penurunan produksi dan kematian pohon.

Dalam kondisi serangan berat, penting bagi petani sawit mengambil tindakan pengendalian secara cepat. Untuk itu, gunakan produk CHIPS dari PKT yang sudah terbukti efektif mencegah penyebaran Ganoderma di perkebunan.

Salah satu studi kasus yang pernah dilakukan, membuktikan bahwa pengaplikasian produk CHIPS mampu memperbaiki kondisi tanaman dalam waktu pengamatan selama 4 bulan. Berikut detail informasi area lahannya.

  • Daerah: Sumatera
  • Tahun tanam: 2012
  • Jenis tanah: PMK
  • Milik: perusahaan sawit swasta

Terlihat perbedaan yang signifikan jika melihat kondisi tanaman sawit pada Oktober 2021 dan Maret 2022. Produksi pohon secara perlahan mulai meningkat dan menunjukkan perkembangan yang baik.

Penutup

Infeksi Ganoderma yang menyebar luas sangatlah merugikan petani sawit. Keberadaannya mengakibatkan tanaman sawit mati jika tidak memperoleh penanganan secara cepat dan tepat. Penyebaran jamur ini bisa terjadi melalui beberapa cara.

Untuk informasi lebih lengkap terkait cara meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit Anda, silahkan hubungi nomor 0821-2000-6888 atau kunjungi website https://pkt-group.com/. Jangan sampai terlambat ketika menangani Ganoderma!

FAQ

Apa Saja Gejala Penyakit Layu Ganoderma?

Ciri-ciri Ganoderma pada tanaman kelapa sawit sering kali ditandai dengan kemunculan daun yang layu. Selain itu, tajuk tanaman juga tampak jarang dengan bagian bawah yang cepat mengering. Setelahnya, produksi tandan buah ikut menurun secara signifikan.

Apakah Jamur Ganoderma Beracun?

Pada dasarnya, jamur Ganoderma merupakan mikroorganisme patogen tanaman yang bersifat merugikan. Serangan jamur ini dapat menyebabkan gangguan penyerapan air dan hama yang berujung pada kematian tanaman sawit.

Keberadaannya bersifat parasit sehingga berbahaya bagi tanaman kelapa sawit. Oleh karena itu, petani sawit perlu melakukan upaya pengendalian secara cepat agar penyebarannya tidak menimbulkan kerugian besar.

Bagaimana Cara Mengatasi Ganoderma?

Upaya pengendalian dapat dimulai dengan melakukan sanitasi lahan dan tanaman. Petani sawit dapat mengaplikasikan vaksin untuk Ganoderma agar penyebarannya tidak meluas. Pilih produk yang benar-benar terbukti efektif. (SD)(DK)