Sawit Notif – Ketika memutuskan untuk menanam sawit, ada banyak hal yang perlu Anda perhatikan agar pohonnya bisa tumbuh dengan baik dan membawa hasil maksimal. Salah satu di antaranya adalah penggunaan PGPR untuk menjaga kesehatan pohon kelapa sawit tersebut.
Hanya saja, banyak petani atau pemilik perkebunan yang belum tahu apa yang dimaksud dengan PGPR. Jika Anda ingin tahu lebih jauh tentangnya, maka simak penjelasan soal definisi dan konsepnya, cara kerjanya, dan dampaknya di bawah ini!
Apa Itu PGPR dan Konsepnya
Pada dasarnya, PGPR adalah singkatan dari istilah Plant Growth Promoting Rhizobacteria, kelompok bakteri yang bertanggung jawab untuk membuat proses pertumbuhan tanaman lebih baik. Jadi, tanaman bisa tumbuh dengan lebih cepat dan tepat.
Bakteri ini mengkolonisasi lapisan tanah tipis di sekitar zona akar, biasanya memiliki kedalaman antara 1-2 mm. Anda juga akan mengenal lapisan tanah ini sebagai lapisan rhizosfer. Karena alasan itulah nama kelompok bakteri tersebut adalah rhizobacteria.
Jika dalam bahasa Indonesia, Anda akan mengenal bakteri PGPR dengan nama rizobakteri. Jumlahnya pun banyak, tidak hanya berasal dari satu jenis bakteri saja. Mayoritas adalah bakteri gram-negatif yang berasal dari genus Pseudomonas dan Serratia.
Jadi, jika Anda bertanya-tanya rizobakteri apa saja, genus Pseudomonas dan Serratia adalah bakteri yang paling banyak ada di lapisan tanah tersebut. Namun, terkadang ada juga yang berasal dari genus Bacillus, Acetobacter, Azospirillum, Burkholderia, dan Azotobacter.
Cara Kerja Plant Growth Promoting Rhizobacteria
Setelah tahu definisinya, kini saatnya untuk mengetahui lebih jauh bagaimana mekanisme kerja PGPR. Ternyata, bakteri ini bisa mengikat nitrogen yang ada di alam sekaligus melarutkan fosfor atau kalium yang berada di permukaan tanah lapisan rhizosfer.
Setelah itu, bakteri akan mengubah nitrogen dan mineral lain yang berkaitan dengannya menjadi amonia. Setelah berubah, kelompok bakteri pertumbuhan tanaman tersebut akan segera menyalurkan amonia ke tumbuhan melalui jalur akar di bawah tanah.
Beberapa dari Anda pasti sudah tahu apa saja manfaat nitrogen dan fosfor untuk tanaman sawit. Manfaatnya yang paling utama adalah untuk membantu proses pertumbuhan, bahan utama fotosintesis, membantu proses pembentukan sel, dan lain-lain.
Dampak dan Manfaat Plant Growth Promoting Rhizobacteria
Setelah tahu cara kerjanya, kini saatnya membahas dampak dan manfaat Plant Growth Promoting Rhizobacteria. Pada dasarnya, ada beberapa manfaat yang bisa Anda dapatkan saat menggunakan bakteri untuk pohon sawit yang satu ini, yaitu sebagai berikut!
1. Meningkatkan Penyerapan Nutrisi
Penting untuk Anda catat bahwa manfaat PGPR yang pertama adalah untuk meningkatkan penyerapan nutrisi. Para bakteri bisa mengikat nitrogen dengan lebih baik, lalu mengubahnya menjadi amonia dan menyalurkannya ke tanaman dengan lebih cepat.
Ketika penyerapan nutrisi lebih cepat, pertumbuhan tanaman sawit pun akan terlihat maksimal. Anda bisa melihat secara langsung pertambahan tinggi bibit, diameter batang, berat tajuk, berat akar, panjang akar, volume akar, jumlah daun, dan lain-lain.
Namun, pastikan Anda menggunakannya dengan dosis dan intensitas yang tepat agar pertumbuhan tanaman lebih memuaskan. Berdasarkan pada penelitian, konsentrasi rizobakteri yang paling ideal adalah 10 ml/liter karena memiliki hasil akhir paling maksimal.
2. Mendukung Pertumbuhan Akar
Seperti penjelasan di atas, salah satu dampak rizobakteri pada tanaman sawit adalah untuk mendukung pertumbuhan akar. Ketika memakai dengan konsentrasi ideal, berat, panjang, dan volume akar pohon kelapa sawit pun perlahan akan mulai bertambah.
Misalnya, dengan konsentrasi rizobakteri sebanyak 10 ml/liter dalam jangka waktu 3 bulan, pertumbuhannya sangat lumayan. Tanpa bantuan rizobakteri, berat segar akar setelah 3 bulan hanya bertambah 17,13p saja. Namun dengan rizobakteri, beratnya bertambah 20,75p.
Hal yang sama juga berlaku pada panjang akar. Panjang akar bertambah 54,18p tanpa bantuan rizobakteri dan 55,06p dengan bantuan rizobakteri. Lalu, volume akar bertambah masing-masing 21,25p tanpa rizobakteri dan 26,50p dengan rizobakteri pada periode sama.
3. Mengurangi Ketergantungan pada Agen dan Pupuk Kimia
Terakhir, Anda bisa menggunakan produk PGPR untuk mengurangi ketergantungan pada agen pupuk kimia. Pasalnya, cara pemupukan kelapa sawit yang terlalu banyak menggunakan produk kimia tidak akan berakhir baik karena paparan zat yang berbahaya.
Sebagai gantinya, Anda bisa memakai pupuk MOAF yang bisa menambah unsur hara tanah tanpa tambahan produk kimia. Pupuk ini bisa menambah kesuburan tanah dan memperbanyak unsur nitrogen serta mineral penting lainnya di perkebunan dan sekitar tanaman.
Nantinya, rizobakteri lah yang akan mengikat nitrogen dan mineral lain tersebut, setelah itu mengubahnya menjadi amonia. Amonia inilah yang menjadi sumber energi untuk menambah nutrisi tanaman, mendukung pertumbuhan, dan menjaga kesuburan.
Jika menggunakan bakteri ini, Anda tidak perlu lagi memakai pupuk kimia karena kebutuhan tanaman sudah terpenuhi. Hasil panen pun akan lebih baik karena tanah yang penuh unsur hara dan subur. Anda pun tidak perlu khawatir soal beberapa penyakit sawit.
Hubungi Tim PKT!
Itulah segala hal penting yang wajib Anda ketahui tentang Plant Growth Promoting Rhizobacteria, mulai dari definisi dan konsepnya, cara kerjanya, hingga dampak positifnya bagi tanaman. Dampaknya pun sangat signifikan bagi pertumbuhan pohon kelapa sawit.
Selain soal PGPR, Anda juga bisa mendapatkan informasi lebih lengkap terkait cara meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit. Bagi pihak perkebunan sawit yang ingin mendapatkan informasi lebih lengkap silahkan hubungi 0821-2000-6888 atau kunjungi website www.pkt-group.com
FAQ
Apa itu Plant Growth Promoting Rhizobacteria?
Kelompok bakteri yang hidup di lapisan tanah rhizosfer dan bertugas untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Bakteri ini akan mengikat nitrogen dan mineral lainnya dan mengubahnya menjadi amonia yang jadi salah satu sumber energi utama bagi tanaman.
Apa saja bahan pembuatan Plant Growth Promoting Rhizobacteria agar hasilnya maksimal?
Hal paling penting yang harus Anda miliki adalah biang rizobakteri. Selain itu, siapkan juga 20 liter air, 1 sendok makan air kapur sirih, terasi, dan ½ kg dedak atau bekatul. Bahan-bahan tersebut cukup untuk campuran 1 liter biang rizobakteri.
Bagaimana cara membuat dan cara pengaplikasian Plant Growth Promoting Rhizobacteria yang benar?
Tambahkan campuran bahan-bahan di atas dengan konsentrasi 10 ml PGPR per 1 liter air untuk hasil terbaik. Lalu, semprotkan di bagian akar secukupnya, biasanya sekitar 400 ml – 600 ml per pohon. Lakukan untuk setiap pohon hingga proses penyemprotan selesai.
Apa saja manfaat Plant Growth Promoting Rhizobacteria?
Ada banyak dampak positif yang bisa Anda rasakan ketika menggunakan bakteri yang satu ini. Namun, manfaat yang paling menonjol adalah meningkatkan penyerapan nutrisi, mendukung pertumbuhan akar pohon sawit, dan mengurangi pemakaian pupuk kimia. (SD)(DK)

