Rantai Penjualan Panjang Sebabkan Harga TBS Rendah

Harga Kelapa Sawit

Singkil – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani di Kabupaten Aceh Singkil hingga kemarin berkisar Rp 800 per kg atau selisih Rp 400 dengan pabrik kelapa sawit (PKS) Rp 1.120 sampai Rp 1.270 per kg.

Rendahnya harga sawit itu memukul perekonomian penduduk Aceh Singkil. Sebab mayoritas warga menggantungkan hidup dari komoditas kelapa sawit.

Kepala Dinas Perkebunan Aceh Singkil Abd Haris kemarin mengatakan Pemkab telah mengambil langkah dengan memanggil perusahaan pabrik kelapa sawit, pengusaha timbangan kelapa sawit dan pemilik surat pengantar (SP) jual beli TBS sawit.

Menurut Haris dalam pertemuan terungkap rendahnya harga sawit di level petani, antara lain akibat terjadi selisih cukup besar dengan harga pabrik. Faktornya lantaran terjadi rantai penjualan sawit yangcukup panjang dari petani ke pabrik.

“Rendah di petani, karena rantai penjualan ke perusahaan panjang. Dari petani lewat agen, kemudian ke pemegang SP dan timbangan baru ke perusahaan,” jelasnya. Memangkas rantai penjualan agar tidak terlalu panjang, Haris menyebutkan telah menyarankan petani menjalin kemitraan langsung dengan perusahaan.

“Solusinya petani bermitra langsung dengan perusahaan, agar bisa jual langsung ke pabrik. Solusi lain petani kerja sama dengan BUMDes, nanti BUMDes yang langsung berhubungan dengan pabrik,” ujarnya.

Pada bagian lain, Haris menyebutkan penetapan harga sawit berada di tingakt provinsi. Sehingga Pemkab tidak bisa menaikan harga sawit. Sementara itu informasi lain harga sawit di tingkat petani rendah juga ditentukan kualitas TBS, berat serta jarak kebun ke pabrik. Penyebab lain sejauh ini pabrik kelapa sawit semuanya milik swasta.

sumber: tribunnews.com