Tumpang sari Pada Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat Sebagai Penambah Pendapatan dan Melestarikan Lingkungan  

tumpang-sari

Sawit Notif – Tumpang sari atau tanaman sela adalah teknik budidaya yang mengkombinasikan dua atau lebih jenis tanaman pada lahan yang sama untuk meningkatkan efisiensi penggunaan lahan, sumber daya, dan meningkatkan hasil panen. Dalam konteks kelapa sawit, tumpang sari dilakukan dengan menanam tanaman sela di antara barisan kelapa sawit, terutama pada masa awal pertumbuhan sawit (umur 0-3 tahun). Selain itu tumpang sari juga mampu meningkatkan kesuburan tanah yaitu dengan membantu memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan kandungan bahan organik.

Sistem monokultur atau satu jenis tanaman yang sering diterapkan dalam budidaya sawit memiliki beberapa kelemahan, seperti penurunan kesuburan tanah, kerentanan terhadap hama dan penyakit, serta pemanfaatan lahan yang kurang optimal. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini adalah penerapan tumpang sari atau tumpang sari. Dengan diversifikasi tanaman, risiko kegagalan panen akibat serangan hama atau fluktuasi harga komoditas utama dapat diminimalkan.

Beberapa perusahaan besar perkebunan kelapa sawit mulai menerapkan tumpang sari pada kelapa sawit yang usia 3 tahun ke bawah, namun belum menjadi praktik umum di seluruh industri. Untuk saat ini tumpang sari masih menjadi lebih banyak dipraktikkan pada perkebunan kelapa sawit rakyat karena didorong oleh efisiensi penggunaan lahan, serta kebutuhan untuk meningkatkan nilai ekonomi dan ekologi dari perkebunan kelapa sawit. Berikut kita akan membahas manfaat tumpang sari dan teknik penerapan tumpang sari.

 

Manfaat Tumpang sari pada Kelapa Sawit

  1. Optimalisasi Pemanfaatan Lahan

Pada masa awal pertumbuhan, kelapa sawit belum sepenuhnya menaungi lahan sehingga cahaya matahari, air, dan nutrisi di tanah dapat dimanfaatkan oleh tanaman sela.

  1. Diversifikasi Pendapatan Petani

Tumpang sari memungkinkan petani memperoleh pendapatan tambahan dari hasil panen tanaman sela seperti jagung, kacang-kacangan, singkong, atau sayuran.

  1. Perbaikan Kesuburan Tanah

Tumpang sari dapat membantu mereka memenuhi standar keberlanjutan, seperti yang ditetapkan oleh RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil), dengan meningkatkan keanekaragaman hayati dan kesuburan tanah. Beberapa tanaman sela, seperti kacang tanah atau kedelai, mampu meningkatkan kandungan nitrogen di tanah melalui proses fiksasi nitrogen. Akar dari berbagai jenis tanaman tumpang sari di atas dapat membantu memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan kandungan bahan organic dan dapat membantu menjaga keanekaragaman hayati dan mengurangi erosi tanah.

  1. Pengendalian Gulma dan Erosi Tanah

Tumpang sari yang tumbuh rapat dapat mengurangi pertumbuhan gulma dan melindungi tanah dari erosi akibat air hujan. Tanaman seperti : jagung, kacang tanah, kedelai, ubi kayu, cabai, tomat, dan terung dapat membantu menekan pertumbuhan hama kelapa sawit yaitu gulma.

  1. Pengelolaan Risiko Pertanian/Perkebunan

Diversifikasi hasil panen melalui tumpang sari dapat mengurangi ketergantungan perusahaan pada harga minyak kelapa sawit (CPO) yang fluktuatif. Dengan menanam tanaman lain di sela-sela tanaman sawit, petani dapat memperoleh penghasilan tambahan dari hasil panen tanaman sela.

 

Jenis Tanaman untuk Tumpang sari dengan Kelapa Sawit

Pemilihan tanaman sela harus mempertimbangkan kebutuhan ruang, cahaya, dan nutrisi yang tidak terlalu bersaing dengan kelapa sawit. Beberapa tanaman yang umum digunakan untuk tumpang sari dengan sawit antara lain:  cabai, tomat, terong, jagung, kacang tanah, kedelai, dan ubi kayu.

Teknik Penerapan Tumpang sari

  1. Penyiapan Lahan

Lahan yang akan ditanam harus dibersihkan dari berbagai jenis hama dan diratakan sebelum penanaman. Tanaman sela ditanam di antara barisan kelapa sawit dengan jarak tanam yang disesuaikan. Atur jarak tanam yang tepat agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman sawit.

  1. Pemilihan Varietas

Gunakan varietas tanaman sela yang sesuai dengan kondisi tanah, iklim, dan kebutuhan petani. Baiknya pilih varietas tanaman sela yang cocok dengan kondisi tanah dan iklim setempat.

  1. Pengelolaan Nutrisi

Pastikan kebutuhan nutrisi untuk kelapa sawit dan tanaman sela tercukupi melalui pemupukan yang terencana.

  1. Pengendalian Hama dan Penyakit

Monitor kesehatan tanaman secara berkala untuk menghindari penyebaran hama atau penyakit yang dapat menyerang baik kelapa sawit maupun tanaman sela. Kegiatan pengendalain ham aini wajib dilakukan secara terpadu untuk mencegah kerugian hasil panen.

  1. Pemupukan secara berkala

Berikan pupuk yang cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi semua tanaman.

 

Kesimpulan :

Tumpang sari pada kelapa sawit adalah solusi yang efektif untuk meningkatkan produktivitas lahan, memperbaiki kesuburan tanah, dan menambah pendapatan petani. Dengan perencanaan dan pengelolaan yang baik, sistem ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi petani dan lingkungan. Dukungan pemerintah, penyuluh pertanian, dan penelitian lebih lanjut sangat penting untuk mendorong adopsi teknik ini secara luas. Tantangan dalam penerapan tumpang sari saat ini adalah peningkatan kompleksitas pengelolaan lahan dan kurangnya pengetahuan petani tentang teknik tumpang sari yang tepat.(DK)(AD)

 

Bagi perusahaan yang ingin memulai bisnis kelapa sawit atau memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai seputar perkebunan kelapa sawit, dapat mengunjungi website www.pkt-group.com atau menghubungi whatsapp 0821-2000-6888.

Jika ingin meningkatkan hasil produksi panennya dapat menggunakan produk PKT (Plantation Key Technology) yaitu :

Pupuk MOAF® yang sangat mendukung untuk pengendalian berbagai jenis penyakit yang menyerang kelapa sawit. Pupuk MOAF® adalah aplikasi pupuk kelapa sawit yang tepat sasaran, dimana dapat diserap oleh pohon secara maksimal dan juga tidak menyebabkan kerusakan tanah, serta membantu perkembangan mikroorganisme tanah.

Selain itu juga dapat menggunakan, aplikasi pengendali hayati CHIPS® sebagai vaksin Ganoderma yang ramah lingkungan dan berfungsi untuk menekan laju perkembangan berbagai penyakit pada kelapa sawit, sehingga sawit tetap sehat dan berproduksi secara maksimal.