Ini Alasan Pemerintah Terapkan Bea Keluar Produk Sawit

Ini Alasan Pemerintah Terapkan Bea Keluar Produk Sawit

Sawit Notif – Sejak diterapkannya bea keluar produk pertanian, termasuk kelapa sawit, sejumlah pihak bertanya-tanya dan tak sedikit menimbulkan pro dan kontra terhadap kebijakan tersebut. Merujuk pada PMK No. 166/PMK.10/2020, kelapa sawit, CPO dan produk turunannya menjadi segelintir komoditas yang dikenai bea keluar. Namun, produk turunan oleokimia yang sebagian besar merupakan produk hilir, seperti fatty alcohol, fatty amine, dan glycerol tidak dikenai bea keluar. 

Read More
Memajukan Sawit RI Dengan Peningkatan Penelitian dan Pemeliharaan

Memajukan Sawit RI Dengan Peningkatan Penelitian dan Pemeliharaan

Salah satu jamur yang sering menyerang dan telah menjadi momok pemicu kerugian bagi banyak perkebunan kelapa sawit adalah Ganoderma. Untuk mengatasi Ganoderma, berikanlah pupuk yang tepat sasaran dan mudah  diserap oleh pohon secara maksimal dan juga tidak menyebabkan kerusakan tanah serta membantu perkembangan mikroorganisme tanah, seperti dilakukan PKT (Plantation Key Technology) dalam formulasi pupuk MOAF® yang sangat sesuai dalam pengendalian Ganoderma.

Read More
WTO Banjir Gugatan Akibat Aturan Minyak Sawit Uni Eropa

WTO Banjir Gugatan Akibat Aturan Minyak Sawit Uni Eropa

Sawit Notif – Sejak awal, kebijakan Uni Eropa terkait aturan minyak sawit menjadikan sejumlah negara penghasil sawit, termasuk Indonesia merasa gerah. Dampak yang ditimbulkan tentunya banjir gugatan yang akan dihadapi oleh Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO). Hingga saat ini, Uni Eropa telah banyak mendapat gugatan dari negara-negara penghasil sawit dunia, termasuk Indonesia dan Malaysia. 

Read More
Transisi Iklim Berpeluang Tambah Nilai Industri Sawit Indonesia

Transisi Iklim Berpeluang Tambah Nilai Industri Sawit Indonesia

Sawit Notif – Di tengah kondisi iklim yang diprediksi terus mengalami transisi, industri sawit Indonesia bisa mendapat tambahan nilai dengan menerapkan model produksi bisnis yang berkelanjutan. Mark menambahkan, kemampuan produsen sawit untuk mengelola risiko akan ditentukan oleh kemampuan menghasilkan panen, kemampuan adaptasi pada perubahan, baik lingkungan atau perubahan lain, akses modal, serta efisiensi operasional. 

Read More