Infeksi Ganoderma pada Kelapa Sawit dan Cara Pengendaliannya

infeksi-ganoderma

Sawit Notif – Salah satu tantangan bagi petani Sawit dalam pengelolaan perkebunan adalah mencegah terjadinya infeksi Ganoderma. Serangan hama penyakit ini umumnya akan semakin meningkat pada saat berlangsung perubahan iklim dimana kadar kelembaban menjadi tinggi.

Di masa itu selain kapasitas produksi Sawit menurun, petani Sawit juga dihadapkan dengan potensi ancaman Jamur Ganoderma. Serangan Ganoderma yang tak ditindak lanjuti dengan aksi serius akan menimbulkan turunnya volume hasil panen.

Nah pada penjelasan di bawah, Anda akan diajak untuk mempelajari apakah Ganoderma itu, bagaimana gejala dan cara menanggulanginya.

Apa Itu Infeksi Ganoderma?

Jamur Ganoderma Sawit adalah jamur berbahaya yang dapat menginfeksi pohon Kelapa Sawit dan menyebabkan kerusakan serius.  Bahaya jamur Ganoderma sawit ini akan menyebabkan pohon mengalami Busuk Batang Atas dan penyakit busuk pangkal batang pada Kelapa Sawit.

Pada awalnya jamur ini akan menyerang bagian akar pohon Kelapa Sawit lantas mulai menyebar ke bagian atas. Kondisi tersebut pada akhirnya akan menyebabkan terganggunya kemampuan pohon Sawit untuk mengangkut nutrisi dan air di dalam tanah.

Jika hal ini tak segera diatasi dan serangan terus berlanjut, maka lama kelamaan pohon Kelapa Sawit tersebut akan tumbang dan mati. Jamur Ganoderma ini sendiri ada 3 jenis dan yang paling ganas adalah Ganoderma Boninense.

Perlu Anda ketahui, penyakit Ganoderma dapat memberikan dampak serius terhadap produktivitas kelapa sawit, terutama jika tidak terdeteksi sejak dini. Tanaman yang terinfeksi umumnya menghasilkan tandan buah yang lebih kecil dengan jumlah yang semakin berkurang, sehingga hasil panen menurun drastis.

  • Infeksi ringan: Produksi tandan buah mulai menurun, dengan potensi penurunan hasil panen hingga sekitar 38%.
  • Infeksi sedang: Jumlah dan ukuran tandan buah semakin berkurang, sehingga hasil panen dapat turun hingga 80%.
  • Infeksi parah: Tanaman hampir tidak lagi menghasilkan buah, dengan penurunan produksi yang bisa mencapai 97%.

Baca juga: Kenali Berbagai Jenis Ganoderma Sawit yang Perlu Anda Ketahui

Bagaimana Gejala Infeksi Ganoderma pada Kelapa Sawit?

Awal gejala Ganoderma pada Kelapa Sawit yang tampak ada 4 buah, yaitu:

  1. Terjadi kondisi layu pada bagian pelepah daun Sawit bagian bawah.
  2. Setidaknya ada 3 daun tombak dari Kelapa sawit yang tidak mau membuka.
  3. Setelah kedua gejala tersebut ada maka kemudian mulai muncul tubuh Jamur Ganoderma pada batang pohon.
  4. Gejala selanjutnya, semua pelepah daun Kelapa Sawit akan layu dan hanya menyisakan daun tombak. Jika sudah sampai pada tahap ini maka tak lama kemudian tubuh pohon Sawit akan tumbang dan mati.

Infeksi Ganoderma pada kelapa sawit terjadi secara bertahap seiring dengan siklus hidup jamur Ganoderma yang berkembang di dalam tanah dan jaringan akar. Jamur ini menyerang secara perlahan namun pasti, sehingga gejalanya sering kali tidak langsung terlihat di permukaan. Berikut tahapan yang harus diwaspadai:

A. Tahap Awal Infeksi

Infeksi ganoderma

Pada tahap awal, jamur Ganoderma mulai menginfeksi akar tanaman melalui kontak dengan tanah atau sisa akar tanaman yang sudah terinfeksi sebelumnya. Pada fase ini, gejala di atas permukaan tanaman belum terlihat jelas karena jamur masih berkembang di jaringan akar.

Namun, secara perlahan kemampuan akar dalam menyerap air dan unsur hara mulai terganggu. Tanaman sawit biasanya tampak sedikit layu, pertumbuhannya melambat, dan daun bagian bawah mulai menunjukkan perubahan warna menjadi pucat atau kekuningan, meskipun sering kali gejala ini dianggap sebagai kekurangan nutrisi biasa.

B. Tahap Lanjut Infeksi

tahap infeksi ganoderma

Memasuki tahap lanjut, perkembangan Ganoderma di dalam akar dan pangkal batang semakin aktif dan menyebabkan kerusakan jaringan yang lebih luas. Pada fase ini, gejala mulai terlihat lebih jelas, seperti daun menguning tidak merata, pelepah menjadi kaku, dan tajuk tanaman tampak tidak seimbang.

Produksi buah mulai menurun karena distribusi nutrisi terganggu. Jika dilakukan pemeriksaan pada bagian pangkal batang, biasanya akan terlihat jaringan yang membusuk atau berwarna kecokelatan, menandakan jamur sudah berkembang lebih jauh sesuai siklus hidupnya.

C. Tahap Akhir Infeksi

infeksi kelapa sawit

Pada tahap akhir, Ganoderma telah berkembang sempurna dan merusak sebagian besar sistem perakaran serta pangkal batang. Tanaman tidak lagi mampu menyerap air dan nutrisi, sehingga daun mengering, tajuk roboh, dan tanaman akhirnya mati.

Pada fase ini sering ditemukan tubuh buah Ganoderma (jamur berbentuk kipas atau bracket) di sekitar pangkal batang, yang menandakan jamur telah memasuki fase reproduksi dan siap menyebarkan spora ke lingkungan sekitar. Pada kondisi ini, tanaman umumnya tidak dapat diselamatkan dan berpotensi menjadi sumber infeksi bagi tanaman sawit lainnya.

Cara Mengendalikan Ganoderma yang Menginfeksi Kelapa Sawit

Berikut beberapa cara mengatasi Jamur Ganoderma pada Kelapa Sawit yang dapat diupayakan, yaitu:

A. Memahami Tingkat Penyebaran

Langkah pertama adalah memahami bagaimana tingkat serangan jamur tersebut. Upaya itu dapat dilakukan dengan mengadakan sensus secara menyeluruh terhadap semua pohon Sawit yang terdapat pada areal yang terserang.

B. Pengendalian Kultur Teknis

Pengendalian kultur teknis merupakan langkah pencegahan yang dilakukan melalui pengelolaan kebun yang baik dan benar. Cara ini meliputi menjaga kebersihan kebun dengan melakukan sanitasi rutin, seperti membersihkan gulma, membuang sisa tanaman sakit, serta mengelola sisa kayu atau tunggul yang dapat menjadi sumber penyakit.

Selain itu, pengaturan jarak tanam yang tepat, penggunaan bibit sehat, dan sistem drainase yang baik juga sangat penting. Dengan menerapkan kultur teknis yang benar, lingkungan kebun menjadi kurang ideal bagi perkembangan hama dan penyakit, sehingga risiko serangan dapat ditekan sejak awal.

C. Pengendalian Kimiawi

Pengendalian kimiawi dilakukan dengan menggunakan pestisida atau fungisida untuk mengendalikan hama dan penyakit yang populasinya sudah tinggi atau serangannya cukup berat. Metode ini bersifat cepat dan efektif, namun harus digunakan secara hati-hati.

Penggunaan bahan kimia wajib mengikuti dosis dan aturan yang dianjurkan agar tidak mencemari lingkungan, merusak tanah, maupun membunuh musuh alami hama. Oleh karena itu, pengendalian kimiawi sebaiknya digunakan sebagai langkah terakhir setelah pengendalian lain tidak memberikan hasil yang optimal.

D. Pengendalian Hayati

Pengendalian hayati adalah metode yang memanfaatkan organisme hidup untuk menekan perkembangan hama dan penyakit secara alami. Cara ini lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan untuk jangka panjang. Dalam cara mencegah Jamur Ganoderma pada kelapa sawit, petani dapat menggunakan Pengendali hayati CHIPS sebagai solusi hayati.

CHIPS bekerja dengan memanfaatkan mikroorganisme antagonis yang mampu menghambat pertumbuhan jamur Ganoderma di dalam tanah. Selain menekan penyebaran penyakit, penggunaan CHIPS juga membantu memperbaiki kesehatan tanah dan sistem perakaran tanaman, sehingga kebun sawit menjadi lebih sehat dan produktif secara alami.

Penutup

Pada akhirnya ada banyak usaha yang harus dilakukan oleh para petani Sawit dalam mengupayakan pencegahan infeksi Ganoderma. Hal tersebut harus dilakukan secara konsisten sejak dari awal pemilihan bibit hingga perawatan pada saat tanaman Sawit telah dewasa.

Semoga informasi dan penjelasan tentang Jamur Ganoderma di atas dapat membantu, selamat berkarya!

Bagi pihak perkebunan sawit yang ingin mendapatkan informasi lebih lengkap silahkan hubungi  0821-2000-6888 atau kunjungi website www.pkt-group.com

FAQ

Apa itu penyakit Ganoderma pada Kelapa Sawit?

Penyakit Ganoderma adalah serangan penyakit yang menimpa tanaman Kelapa Sawit yang disebabkan oleh Jamur Ganoderma. Jamur ini merupakan patogen yang penularannya melalui media tanah sehingga menyerang akar dan batang dari pohon Kelapa Sawit.

Apa ciri-ciri serangan Jamur Ganoderma pada Sawit?

Daun Sawit akan berubah warna menjadi kuning, buram dan cenderung gelap serta terdapat bercak kuning (nekrosis). Selain itu daun tombak tidak mau membuka, pelepah daun patah dan mengering hingga pada serangan serius pohon Sawit akan roboh dan mati.

Bagaimana cara mencegah serangan Jamur Ganoderma?

Beberapa cara untuk mencegah serangan Jamur Ganoderma adalah menggunakan bibit varietas unggul dan menjaga aman jarak tanam. Selain itu dilakukan pemantauan rutin untuk deteksi gejala serangan sejak dini.(DK)(AD)(SD)(NR)