IEU CEPA Perkuat Posisi RI sebagai Pasar Alternatif bagi Uni Eropa

IEU-CEPA

Sawit Notif – Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) menilai rampungnya perundingan Kesepakatan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU CEPA) memperkuat posisi Indonesia sebagai pasar alternatif strategis bagi Uni Eropa (UE).

Dilansir dari antaranews.com, Juru Bicara PCO, Philips Vermonte, mengatakan situasi perdagangan global, termasuk potensi gesekan tarif dengan Amerika Serikat, menjadi salah satu pendorong UE untuk mempercepat penyelesaian kesepakatan yang telah dinegosiasikan hampir 10 tahun tersebut.

“Uni Eropa melihat Indonesia sebagai mitra yang dapat mengisi ruang kosong akibat pemberlakuan tarif AS. Maka, ketika mereka membutuhkan Indonesia, dan Indonesia membutuhkan mereka, tercapailah IEU CEPA,” kata Philips di sela diskusi diplomasi bersama Kementerian Luar Negeri di Jakarta, Rabu (14/8).

Menurut Philips, pasar UE memiliki daya beli setara Amerika Serikat dan berpotensi menyerap ekspor Indonesia secara signifikan. Kesepakatan ini dinilai membuka peluang kerja sama ekonomi yang lebih luas di masa depan.

Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengumumkan rampungnya negosiasi IEU CEPA pada 13 Juli di Brussels, Belgia. Dalam kesempatan itu, kedua pemimpin memastikan seluruh poin inti kesepakatan telah disetujui.

Presiden Komisi Eropa menegaskan, masih banyak potensi kemitraan ekonomi yang bisa dijajaki kedua pihak. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya menyatakan dokumen legal IEU CEPA ditargetkan rampung dan disahkan pada September mendatang. (AD)(SD)(DK)(NR)