Sawit Notif – Kementerian Perdagangan (Kemendag) optimistis harga minyak goreng rakyat Minyakita akan berangsur menurun dan mendekati harga eceran tertinggi (HET) menjelang Ramadan 2026. Keyakinan ini disampaikan meskipun harga Minyakita di berbagai daerah saat ini masih berada di atas ketentuan HET.
Dilansir dari sawitindonesia.com, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Iqbal Shoffan Shofwan, menjelaskan bahwa tren penurunan harga diperkirakan terjadi seiring diberlakukannya Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 43 Tahun 2025 yang mulai efektif pada 26 Desember 2025. Ia menargetkan harga Minyakita dapat kembali sesuai HET sebesar Rp15.700 per liter sebelum memasuki bulan puasa, yakni pada akhir Januari atau awal Februari 2026.
Saat ini, harga rata-rata Minyakita tercatat bertahan di kisaran Rp16.800 per liter selama sekitar tiga bulan terakhir, masih lebih tinggi dari HET yang ditetapkan pemerintah.
Permendag 43/2025 sendiri mengatur kewajiban produsen untuk memenuhi domestic market obligation (DMO) minimal 35 persen kepada BUMN Pangan, seperti Bulog dan ID Food. Selain itu, BUMN diwajibkan melaporkan realisasi penyerapan setiap tanggal 10 guna memudahkan pemerintah memantau pelaksanaan kebijakan tersebut.
Berdasarkan data realisasi periode 1–20 Januari 2026, pemenuhan DMO Minyakita ke BUMN Pangan baru mencapai sekitar 14 persen. Meski demikian, Iqbal menyebut pemerintah telah melakukan komunikasi intensif dengan sejumlah produsen. Bahkan, beberapa produsen telah menandatangani kontrak dan menyatakan kesiapan untuk memenuhi kewajiban minimal 35 persen.
Ia menegaskan bahwa kebijakan DMO diharapkan mampu menekan harga Minyakita agar kembali sesuai HET. Namun demikian, kebutuhan minyak goreng nasional tidak semata-mata bergantung pada Minyakita. Pasar domestik juga dipasok oleh minyak goreng premium dengan harga relatif stabil di kisaran Rp22.000–Rp23.000 per liter, serta produk merek kedua yang berada pada rentang Rp19.000–Rp20.000 per liter.
Iqbal menambahkan, Minyakita memang diprioritaskan bagi kelompok masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. Dari sisi pasokan, ia memastikan ketersediaan DMO pada Januari 2026 masih dalam kondisi aman dan proses produksi terus berlangsung. Hingga pekan ketiga Januari, realisasi pasokan DMO tercatat mencapai sekitar 70.000–80.000 ton.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya kenaikan harga minyak goreng kemasan sederhana Minyakita pada pekan ketiga Januari 2026 dibandingkan bulan sebelumnya. Harga Minyakita naik tipis 0,05 persen menjadi Rp17.417 per liter, masih berada di atas HET Rp15.700 per liter. (SD)(DK)

