APROBI: BIODIESEL TAK GANGGU PASOKAN MINYAK GORENG SAWIT

BIODIESEL TAK GANGGU PASOKAN MINYAK GORENG SAWIT

Sawit Notif – Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI) tidak sepakat dengan tuduhan sejumlah pihak yang menganggap bahwa industri biodiesel sawit telah ganggu pasokan minyak goreng domestik.

Mengutip Infosawit.com, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) memperkuat pernyataan bahwa biodiesel tidak mengganggu pasokan minyak goreng sawit, dengan data bulanan yang diterbitkan.

Mengacu pada data per 20 April 2022, stok minyak sawit di dalam negeri dari Januari sampai Februari telah mencapai 5,04 juta ton. Jumlah ini berasal dari stok awal (4,12 juta ton) ditambah produksi CPO/PKO (8,06 juta ton) setelah dikurangi konsumsi lokal (2,88 juta ton) dan ekspor (4,27 juta ton).

Sedangkan, konsumsi lokal, penggunaan sawit untuk pangan (minyak goreng)  sebanyak 1,56 juta ton dan  pemakaian untuk biodiesel sebanyak 2,1 juta ton.

Ketua Harian APROBI, Paulus Tjakrawan mengatakan biodiesel tidak mengganggu penggunaan sawit untuk minyak goreng. Pada 2022, total produksi sawit nasional mencapai 52 juta ton. Sementara itu, kebutuhan sawit untuk biodiesel 8,4 juta ton. Ini artinya, pasokan sawit sangat mencukupi kebutuhan untuk pangan dan energi.

Paulus juga mengatakan optimisnya bahwa program biodiesel berada di jalur positif sepanjang tahun ini dengan adanya komitmen kuat pemerintah dan dukungan pemangku kepentingan industri. Komitmen pemerintah dapat terlihat dari program uji B40 yang tetap berjalan di tahun ini.

Sumber: Infosawit.com