Sawit Notif – Busuk pangkal batang kelapa sawit merupakan salah satu jenis penyakit mematikan yang membutuhkan penanggulangan secara tepat. Nama ilmiah penyakit busuk pangkal batang kelapa sawit sering kali disebut sebagai ganoderma.
Lantas, apakah pohon sawit yang terinfeksi penyakit ini dapat selamat? Jawabannya sangat bergantung pada tingkat keparahan infeksi dan kecepatan tindakan pengendalian. Simak penjelasan di bawah ini agar lebih memahami hal tersebut!
Peluang Pemulihan Tanaman Sawit Berdasarkan Tingkat Keparahan Infeksi Ganoderma
Pada stadium awal, peluang pemulihan masih terbuka melalui deteksi dini, sanitasi jaringan terinfeksi, dan penerapan pengendalian terpadu. Namun, tanaman yang sudah terinfeksi lanjut hanya memiliki peluang pemulihan terbatas.
Tidak jarang, petani sawit memilih untuk melakukan tindakan eliminasi untuk meminimalisir penyebaran penyakit busuk pangkal batang kelapa sawit. Baca informasi berikut ini hingga selesai agar tidak keliru saat menerapkan upaya pengendalian!
1. Menggunakan Pengendalian Kultur Teknis
Upaya pengendalian penyakit busuk pangkal batang kelapa sawit secara kultur teknis berfokus pada perbaikan kondisi lingkungan tumbuh tanaman. Tujuannya agar lingkungan tumbuh tidak mendukung perkembangan patogen.
Pada fase awal infeksi, penerapan kultur teknis yang tepat mampu memperlambat laju penyakit dan meningkatkan peluang pemulihan tanaman sawit. Terdapat beberapa tindakan kultur teknis yang umum diterapkan.
Misalnya saja membuang sisa-sisa tanaman sakit, pengelolaan drainase, dan pengaturan jarak tanaman. Meski tidak mampu menyembuhkan tanaman yang terinfeksi berat, metode ini sangat efektif sebagai langkah pencegahan.
2. Memanfaatkan Pengendalian Kimiawi
Cara mengatasi jamur ganoderma pada kelapa sawit juga bisa dilakukan dengan menggunakan fungisida. Pemakaian fungisida khusus ganoderma berfungsi untuk menekan perkembangan patogen di dalam jaringan tanaman maupun di sekitar perakaran.
Umumnya, proses pengaplikasian bahan kimia ini berlangsung melalui injeksi batang, penyiraman tanah, atau pelapisan area pangkal batang. Namun, efektivitas pengendalian kimiawi sangat bergantung pada ketepatan waktu, jenis bahan, dan tingkat keparahan infeksi.
Penggunaan bahan kimia memerlukan tingkat kehati-hatian tinggi karena berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan mikroorganisme yang menguntungkan. Petani sawit sawit sebaiknya mempertimbangkan dahulu hal ini.
3. Menggunakan Pengendalian Hayati
Pengendali hayati menjadi salah satu alternatif untuk menangani kemandulan gejala dari penyakit busuk pangkal batang kelapa sawit. Metode ini memanfaatkan mikroorganisme antagonis yang mampu menekan pertumbuhan ganoderma boninense.
Agen hayati seperti Trichoderma spp. dan Gliocladium spp. terbukti efektif dalam menghambat perkembangan patogen di zona perakaran. Untuk memaksimalkan hasilnya, petani sawit perlu mengaplikasikan pengendali hayati sesegera mungkin.
Pengaplikasian agen hayati umumnya berlangsung ketika gejala awal mulai teridentifikasi. Misalnya kemunculan daun menguning, pertumbuhan terhambat, dan munculnya pembusukan jaringan pangkal batang.
Teknik Sanitasi (Pembedahan Batang)
Cukup banyak petani yang menerapkan teknik sanitasi untuk mengatasi serangan ganoderma sawit, khususnya pada fase-fase awal. Pada fase tersebut, infeksi ganoderma belum merusak seluruh jaringan pembuluh, sehingga peluang menekan perkembangan patogen masih besar.
1. Waktu dan Kondisi yang Tepat
Teknis sanitasi berupa pembedahan batang sebaiknya dilakukan pada saat gejala penyakit busuk pangkal batang kelapa sawit baru muncul. Gejala ini umumnya memiliki beberapa tanda, seperti kemunculan daun menguning tidak merata dan pelepah yang mengering.
Selain memperhatikan tingkat gejala yang muncul di tanaman, kondisi lapangan juga sangat menentukan pembedahan batang. Idealnya, petani sawit melakukan pembedahan batang pada musim kering atau saat curah hujan rendah.
2. Peralatan untuk Melakukan Sanitasi
Penyakit busuk pangkal batang pada kelapa sawit disebabkan oleh jamur menjadi ancaman yang serius bagi petani maupun pengelola kebun. Untuk mengatasinya, petani dapat mempertimbangkan teknis sanitasi berupa pembedahan batang.
Peralatan yang diperlukan untuk pembedahan batang adalah parang tajam, pahat, gergaji tangan, dan alat pembersih untuk mengerok jaringan busuk. Ketajaman dan kebersihan memegang peran penting agar pemotongan berjalan efektif.
3. Proses Sanitasi
Pada tahap awal, petani sawit perlu membuka bagian pangkal batang yang menunjukkan tanda pembusukan akibat serangan ganoderma. Jaringan batang yang berwarna gelap, lunak, dan berbau harus dibuang seluruhnya.
Petani sawit hanya perlu menyisakan jaringan keras berwarna cerah. Proses ini bertujuan untuk mengurangi sumber inokulum jamur penyebab ganoderma pada tanaman kelapa sawit. Setelah membersihkan jaringan terinfeksi, lanjutkan dengan strategi pengendalian lain.
Pentingnya Aplikasi Pengendali Hayati untuk Menekan Laju Infeksi
Penyakit ganoderma pada kelapa sawit tergolong sebagai penyakit tular tanah yang berkembang secara perlahan. Jamur penyebab ganoderma pada kelapa sawit dapat bertahan lama di dalam tanah dan sisa jaringan tanaman terinfeksi.
Kondisi ini menyebabkan pengendalian penyakit tidak cukup hanya dengan tindakan fisik atau kimia. Oleh sebab itu, petani sawit juga perlu melakukan upaya pengendalian berbasis hayati.
Selain menekan patogen, pengendalian hayati juga berperan dalam memperbaiki keseimbangan mikroorganisme tanah. Lingkungan tumbuh yang sehat akan meningkatkan ketahanan tanaman sawit terhadap ancaman infeksi lanjutan.
Panduan Sanitasi Tanaman yang Sudah Terlalu Parah agar Tidak Menjadi Sumber Inokulum
Tanaman sawit yang sudah terserang busuk pangkal batang pada tingkat lanjut umumnya memiliki peluang pemulihan kecil. Sebab, kondisi jaringan batang dan akar telah rusak parah akibat aktivitas jamur penyebab penyakit busuk pangkal batang kelapa sawit.
Jika dibiarkan saja, tanaman terinfeksi akan menjadi sumber inokulum utama yang mempercepat penyebaran penyakit busuk pangkal batang. Untuk itu, petani sawit perlu melakukan sanitasi tanaman secara tegas.
Upaya sanitasi akan membuahkan hasil yang maksimal jika petani sawit juga mengaplikasikan produk pengendali ganoderma dari PKT. Kombinasi keduanya dapat menekan keberadaan patogen yang tersisa di area kebun sawit.
Gunakan Produk CHIPS!
Tanaman yang baru menunjukkan gejala awal serangan busuk pangkal batang kelapa sawit memiliki peluang pulih lebih besar. Sementara, tanaman yang sudah terinfeksi parah mempunyai peluang pulih lebih minim.
Selamat atau tidaknya tanaman sawit sangat bergantung dengan tingkat keparahan infeksi. Bagi pihak perkebunan sawit yang ingin mendapatkan informasi lebih lengkap silahkan hubungi 0821-2000-6888 atau kunjungi website https://pkt-group.com/.
FAQ
Dibawah ini terdapat informasi tambahan mengenai pengelolaan sawit, termasuk gejala ganoderma pada kelapa sawit. Untuk memaksimalkan pengelolaan, petani perlu memahami penyebab, gejala, hingga cara mengobatinya.
Apa Penyebab Penyakit Busuk Pangkal Batang Kelapa Sawit?
Penyakit ini muncul akibat jamur ganoderma boninense yang menyerang akar dan pangkal batang tanaman sawit. Penyebarannya dapat terjadi melalui kontak spora di udara ataupun kontak langsung antar akar tanaman.
Bagaimana Cara Mengobati Busuk Batang?
Pengobatan busuk pangkal batang pada tanaman kelapa sawit sangat bergantung dengan tingkat keparahannya. Petani sawit perlu menyesuaikan upaya pengendalian yang sesuai dengan kondisi tanaman di area perkebunan.
Apa Saja Gejala Penyakit Busuk Batang?
Gejala yang muncul umumnya sulit terdeteksi pada tahap awal infeksi penyakit. Namun, petani sawit perlu waspada jika menjumpai beberapa gejala berikut. Mulai dari daun yang menguning tidak merata, tajuk tampak kurang segar, dan lambatnya pertumbuhan tanaman.
Seiring perkembangan penyakit ganoderma, pelepah sawit akan mengering dan posisi daun menjadi tidak normal. Segera terapkan upaya pengendalian agar serangan ganoderma tidak menyebar ke tanaman lain. (SD)(DK)

