Antisipasi Serangan Jamur Ganoderma pada Kelapa Sawit Saat Musim Hujan

Antisipasi Serangan Jamur Ganoderma pada Kelapa Sawit Saat Musim Hujan

Musim hujan merupakan waktu yang paling ditunggu oleh para pengusaha perkebunan sawit, tetapi sekaligus juga menjadi kekhawatiran tersendiri. Hal ini karena perkembangbiakan Ganoderma di musim hujan sangat aktif, yang disebabkan oleh lingkungan yang sangat lembab. Sehingga spora Ganoderma sawit lebih efektif menyerang pohon sawit yang masih sehat dan akhirnya tanaman kelapa sawit banyak bertumbangan dan mati di musim penghujan. 

Meski demikian, perlu praktisi perkebunan sawit ketahui bahwa Ganoderma dapat menyerang tanaman sawit Anda kapan pun. Artinya, serangan Ganoderma bisa muncul di musim kapan saja. Sehingga, tindakan pencegahan pada musim hujan tidak jauh berbeda dengan musim lainnya.

Ganoderma di Perkebunan Kelapa Sawit

Penyakit Ganoderma kerap menjangkiti tanaman tahunan kelapa sawit. Penyakit ini tumbuh subur pada cuaca yang lembab sehingga para petani perlu lebih waspada ketika musim hujan. Selain menyerang kelapa sawit, Ganoderma bersifat patogen terhadap tanaman bernilai ekonomi tinggi lainnya, seperti kakao, anggur, dan teh.

Tanaman yang terinfeksi Ganoderma akan mengalami pembusukan pada bagian akar dan batang. Jamur ini memiliki peran ekologis dalam ekosistem hutan, yaitu memecahkan senyawa lignin pada jaringan kayu.

Serangan Ganoderma di kelapa sawit mulai menyerang tanaman sawit dari pembibitan, tanaman belum menghasilkan (TBM), sampai tanaman menghasilkan (TM).

Serangan Ganoderma Musim Hujan

Pengusaha perkebunan kelapa sawit harus mengetahui bahaya jamur Ganoderma agar dapat menanganinya secara tepat. 

Pola serangan penyakit Ganoderma di lahan perkebunan bersifat sporadis. Persentasenya terus mengalami kenaikkan seiring bertambahnya usia tanaman kelapa sawit. Serangan Ganoderma musim hujan bahkan menjadi lebih cepat karena cuaca lembab dan kurangnya intensitas cahaya matahari.

Karena dengan cuaca yang lembab pada musim hujan jamur Ganoderma lebih aktif dibandingkan pada musim kemarau. Jika tanaman sawit sehat terinfeksi, maka hanya tinggal menunggu jangka waktu tertentu sampai tanaman lainnya juga ikut terinfeksi, karena terjadinya kontak akar tanaman yang sehat dengan akar tanaman yang terinfeksi spora Ganoderma. Intensitas serangan Ganoderma juga bergantung pada jenis tanah lahan perkebunan. Pada jenis tanah gambut dan tanah pasir, Ganoderma akan berkembang dengan cepat dan meluas. 

Akar dan batang tanaman akan membusuk secara perlahan, jika tidak dikendalikan dengan cepat dan tepat, maka pada akhirnya tanaman akan tumbang. Hal ini mengakibatkan berkurangnya jumlah populasi tanaman sawit per hektar, sehingga akan menurunkan hasil produksi TBS melalui penurunan RJT dan BRT.

Cara Antisipasi Serangan Ganoderma Musim Hujan

Ganoderma memang jamur patogen yang mematikan bagi tanaman sawit, tetapi bukan berarti tidak ada cara untuk mengantisipasinya sama sekali. Bagaimana cara mengantisipasinya?

Berikut ini upaya-upaya pengendalian dan antisipasi serangan Ganoderma agar tidak merusak lahan perkebunan sawit di musim hujan.

1. Pengendalian Hayati

Serangan Ganoderma musim hujan dapat dicegah dengan memberikan mikroorganisme baik ke tanaman kelapa sawit mulai dari fase pembibitan, tanaman belum menghasilkan (TBM), dan tanaman menghasilkan (TM). Dalam hal ini, praktisi perkebunan dapat mengaplikasikan teknologi pengendali hayati CHIPS® 2.1 dari PKT.

CHIPS® 2.1 merupakan musuh alami atau predator Ganoderma yang ramah lingkungan dan mengandung berbagai macam mikroorganisme baik. Keberadaannya bisa menyerang Ganoderma tanpa membahayakan tanaman kelapa sawit. Mengaplikasikan CHIPS® 2.1 di lahan perkebunan sawit perlu dilakukan sebagai upaya pencegahan, sekaligus bisa mengendalikan Ganoderma.

Sekarang ini penyakit Ganoderma bisa ditemukan di berbagai wilayah Indonesia, seperti Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Bangka Belitung, dan Papua. Sebab itu, serangan Ganoderma menjadi permasalahan serius dan kompleks bagi para praktisi perkebunan sawit. Solusi yang tepat untuk permasalahan ini adalah dengan mengaplikasikan CHIPS® 2.1 sebagai teknologi pengendali hayati yang ramah lingkungan.

2. Perbaikan Tanaman Terinfeksi Ganoderma

Tanaman yang sudah terinfeksi penyakit Ganoderma, pertumbuhan vegetatif dan generatif akan terhambat. Selain itu, tanaman yang terinfeksi akan mengalami penurunan produktivitas, karena rusaknya jaringan tanaman (akar dan batang), dan mengakibatkan tanaman tidak mampu menyerap unsur hara dari dalam tanah. 

Oleh karena itu, perlu mengaplikasikan CHIPS® yang bermanfaat untuk menumbuhkan akar dan mengendalikan Ganoderma. Setelah itu, aplikasikan pupuk MOAF® pada tanaman untuk memberikan unsur hara. Pupuk MOAF® dibuat dari material organik yang ramah lingkungan, tidak memberikan efek samping bila digunakan dalam waktu yang lama, dan diformulasi khusus sesuai dengan kebutuhan tanaman. Sehingga, mampu diserap secara maksimal oleh akar dan didistribusikan ke seluruh jaringan tanaman (batang dan daun). Sehingga, pertumbuhan vegetatif menjadi lebih baik dan produktivitas tanaman akan meningkat (berat tandan dan jumlah tandan buah). 

3. Gunakan Bibit Sawit yang Toleran

Penggunaan bibit yang toleran terhadap penyakit kelapa sawit termasuk bentuk antisipasi terhadap Ganoderma Boninense. Semua produsen kecambah saat ini telah memproduksi kecambah atau bibit yang toleran terhadap Ganoderma. Pilihlah kecambah dengan ketahanan yang baik, tidak gampang terinfeksi Ganoderma. Namun demikian, karena penularan penyakit Ganoderma dapat melalui tular tanah, walaupun digunakan bibit yang toleran terhadap infeksi Ganoderma masih ada kemungkinan tanaman sawit terinfeksi karena lapisan tanah top soil sudah terdapat spora Ganoderma. Maka perlu dilakukan pencegahan melalui pemberian fungisida ganoderma CHIPS® 2.1 dalam lubang tanam agar bibit tersebut aman terhadap serangan Ganoderma.

4. Pemusnahan Inokulum Ganoderma

  • Untuk tanaman TBM dan TM muda sebelum waktunya replanting sebaiknya semua inokulum Ganoderma yang ada di areal pertanaman dan ditumbuhi basidiokarp Ganoderma harus disingkirkan dari areal pertanaman guna perawatan tanaman kelapa sawit. Sedangkan, pohon-pohon yang mati akibat serangan Ganoderma harus dibongkar tunggul pangkal batang dan batang pohon sawit yang tumbang harus di chipping dengan ketebalan 5 cm, agar inokulum Ganoderma tidak menyebar keseluruh areal pertanaman dan lubang yang sudah dibongkar tunggul harus ditimbun kembali dengan tanah yang ada di gawangan mati. Kemudian, dibuat lubang tanam ukuran 60 x 60 x 50 cm. Lalu, lubang tersebut dibiarkan 6 bulan tidak ditanami agar terkena cahaya matahari dan hujan. Sehingga, dapat diminimalisir keberadaan spora Ganoderma di dalam lubang tanam, setelah 6 bulan baru dilakukan penyisipan dengan bibit umur 18 bulan. Sebelum dilakukan penanaman perlu di aplikasi biofungisida CHIPS® 2.1 ke dalam lubang tanam dengan dosis 1,2 kg per pokok. Sehingga bibit tersebut terhindar dari serangan Ganoderma. Maka, dalam waktu 3 tahun sudah bisa menghasilkan produksi di dalam blok areal pertanaman tersebut.
  • Untuk tanaman yang sudah tua (umur 25 tahun) segera dilakukan replanting dengan cara melakukan pengolahan tanah, melakukan penumbangan pohon sawit, serta membongkar tunggul dilanjutkan dengan chipping dengan ketebalan 10 cm. Hasil chipping tersebut ditabur di gawangan. Lalu, lakukan kegiatan pembuatan lubang tanam pada titik tanam yang sudah ditentukan. Kemudian, dilanjutkan penanaman kacangan pada seluruh areal replanting. Setelah kacangan menutup permukaan tanah dan hasil chipping membusuk, baru dilanjutkan penanaman bibit kelapa sawit umur 18 bulan. Sebelum bibit ditanam sebaiknya di aplikasi biofungisida CHIPS® 2.1 dengan dosis 1,2 kg per pokok agar bibit yang ditanam tersebut dapat dicegah serangan penyakit Ganoderma. Bila hal ini dilakukan maka penyakit Ganoderma di areal replanting dapat dikendalikan dengan baik. Sehingga pada umur 30 bulan tanaman sawit sudah bisa menghasilkan produksi tandan buah segar (TBS).
Kegiatan sebelum melakukan chipping

5. Mengaplikasikan Pupuk Ramah Lingkungan dan Tidak Menimbulkan Efek samping pada Kehidupan Mikroorganisme di dalam lapisan Tanah Top Soil

Penggunaan pupuk kimia sepenuhnya dapat merusak kualitas tanah, mematikan mikroorganisme, dan cacing tanah Jika ingin mempertahankan kualitas tanah dan kelangsungan hidup mikroorganisme dalam lapisan tanah top soil dianjurkan untuk mengaplikasikan pupuk MOAF® yang ramah lingkungan dan menjamin kelangsungan hidup mikroorganisme, dan cacing tanah. 

Pupuk MOAF® yang diformulasi khusus untuk memperbaiki pertumbuhan vegetatif dan meningkatkan produksi tanaman kelapa sawit, serta membantu kelangsungan hidup mikroorganisme dalam tanah, salah satunya adalah predator alami Ganoderma yang terdapat pada tanah. Mikroorganisme di dalam tanah alami tersebut akan membantu mengendalikan Ganoderma pada pangkal batang tanaman sawit Anda. 

Untuk lahan yang sudah terlanjur terserang Ganoderma, dapat menggunakan teknologi pengendali hayati CHIPS® 2.1 dari PKT sebelum mengaplikasikan pupuk MOAF®. CHIPS® 2.1 memiliki fungsi sebagai vaksin Ganoderma dan bermanfaat menekan laju perkembanganbiakan Ganoderma yang ada di pohon maupun segala serangan infeksi dari luar pohon di areal kebun, sehingga tanaman sawit tetap sehat dan dapat berproduksi maksimal dan berkelanjutan. Aplikasi CHIPS® 2.1 saat musim hujan harus disertai dengan kegiatan mounding pada pangkal batang yang sudah diaplikasikan CHIPS® 2.1 agar tidak terbawa air hujan (hanyut).

Sudah Berhasil Mengendalikan Jamur Ganoderma Saat Hujan?

Pengendalian hayati Ganoderma dapat dilakukan tahap demi tahap secara konsisten. Cara tersebut dilakukan sejak pembibitan hingga persiapan lahan replanting. Cara ini juga bisa mengatasi kemungkinan serangan Ganoderma ketika musim hujan datang maupun musim kemarau.

FAQ

Berikut ini beberapa pertanyaan tentang Ganoderma di tanaman kelapa sawit, yaitu:

1. Apa yang dimaksud dengan penyakit Ganoderma?

Ganoderma merupakan jamur patogen yang menyebabkan pembusukan akar dan batang tanaman, kelapa sawit. Infeksi Ganoderma pada kelapa sawit dapat terjadi pada musim kemarau dan musim hujan. Namun, di musim hujan, tingkat serangan Ganoderma lebih tinggi. Sedangkan, di musim kemarau tingkat serangan Ganoderma lebih rendah.

2. Bagaimana jamur Ganoderma menyerang kelapa sawit?

Ganoderma dapat menyerang kelapa sawit yang mengalami defisiensi unsur hara makro dan mikro. Selain itu Ganoderma juga bisa menyerang tanaman sawit, jika mikroorganisme predator alami Ganoderma musnah. Serta, Ganoderma dapat menyerang ketika lingkungan dalam kondisi lembab, dan pH tanah asam. Situasi ini mempercepat lajunya perkembangan Ganoderma dalam blok areal pertanaman untuk menginfeksi seluruh tanaman yang sehat di dalam satu lokasi perkebunan tersebut.

Sekilas informasi dari kami, jika Anda berencana untuk mengendalikan Ganoderma, Anda bisa berkonsultasi dengan PT. Propadu Konair Tarahubun (PT. PKT) sebagai perusahaan produksi pupuk di Indonesia atau menghubungi whatsapp kami 0821-2000-6888Semoga bermanfaat!