Analisis Jumlah Panen Sawit Tahun 2018 – 2022

Analisis Jumlah Panen Sawit Tahun 2018 - 2022

Tahukah kalian Indonesia memiliki lahan kelapa sawit yang cukup luas terbentang di sejumlah wilayah dengan jumlah panen sawit tertinggi selama 5 tahun terakhir dari yakni tahun 2018 sampai tahun 2022. 

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi hasil panen kelapa sawit Indonesia sehingga kerap mengalami peningkatan. Faktor diantaranya adalah iklim, luas lahan dan topografi, varietas kelapa sawit, kondisi ekonomi, dan manajemen kebun yang memperhatikan jenis pupuk untuk tanaman kelapa sawit. Simak artikel ini sampai selesai untuk mendapatkan informasi yang lebih banyak!

Analisis Jumlah Panen Kelapa Sawit Tahun 2018 – 2022

Data jumlah panen kelapa sawit selama lima tahun terakhir sangat bervariasi tergantung pada lokasi, faktor iklim, manajemen kebun, dan faktor-faktor lainnya. Selanjutnya, mari kita lihat bagaimana jumlah panen kelapa sawit antara minyak sawit dan inti sawit:

1. Analisis Jumlah Panen Sawit untuk Minyak Sawit

Berikut informasi jumlah hasil panen kelapa sawit per hektare per bulan dalam lima tahun terakhir:

a. Tahun 2018

Dengan mengetahui jumlah hektare yang diperlukan oleh masing-masing jenis perkebunan, kita dapat memperkirakan produktivitas per hektare untuk masing-masingnya. Kemudian, kita dapat mengevaluasi faktor-faktor apa yang menyebabkan peningkatan hasil panen pada tahun 2018 dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Pada tahun 2018 capaian hasil panen sawit dalam 1 hektare secara umum produksi minyak sawit di tahun ini adalah mencapai 15.296.801 ton pada bagian PR (Perkebunan Rakyat). Sementara bagian PBN (Perkebunan Besar Negara) adalah 2.147.136 ton dan PBS (Perkebunan Besar Swasta) adalah 25.439.694 ton. Maka hasil totalnya adalah 42.883.631 ton sawit.

b. Tahun 2019

Data produksi minyak sawit pada tahun 2019 bagian PR (Perkebunan Rakyat) adalah sebesar 14.925.877 ton. Sedangkan, bagian PBN (Perkebunan Besar Negara) mencapai 2.134.367 ton dan untuk bagian PBS (Perkebunan Besar Swasta) yakni 30.060.003 ton. Maka total produksi hasil panen seluruhnya adalah 47.120.247 ton.

c. Tahun 2020

Jika dilihat dari jumlah panen sawit 1 hektare dari tahun ke tahun memang mengalami peningkatan. Seperti pada produksi minyak sawit bagian PR (Perkebunan Rakyat) yakni sebesar 15.495.427 ton. Sementara untuk PBN (Perkebunan Besar Negara) senilai 2.310.612 ton dan bagian PBS (Perkebunan Besar Swasta) 27.935.807. Sehingga jumlah panen sawit yang dihasilkan mencapai 45.741.845 ton.

d. Tahun 2021

Hasil catatan produksi tahun 2021 untuk minyak sawit di bagian PR (Perkebunan Rakyat) mencapai 15.718.617 ton. Sedangkan, untuk PBN (Perkebunan Besar Negara) dan PBS (Perkebunan Besar Swasta) masing-masing 2.397.898 ton dan 28.737. 942 ton. Maka secara keseluruhan jumlah dari produksi tahun ini  mencapai 46.854.457 ton.

e. Tahun 2022

Jumlah panen minyak sawit di tahun 2022 untuk bagian PR (Perkebunan Rakyat) mencapai 16.273.170 ton. Sedangkan untuk PBN (Perkebunan Besar Negara) sebanyak 2.454.384 ton dan bagian PBS (Perkebunan Besar Swasta) sebanyak 29.507. 851 ton. Jika dijumlahkan, hasil panen tahun 2022 untuk minyak sawit telah mencapai 48.235.405 ton. Oleh karena itu, tercatat bahwa produksi tahun ini berhasil memenuhi kebutuhan masyarakat luas.

2. Analisis Jumlah Panen Inti Sawit

Dari catatan produksi, panen sawit untuk minyak sawit dengan inti sawit punya rincian yang tidak sama. Lalu berapa banyak inti sawit yang dihasilkan? Yuk simak penjelasannya di bawah ini:

a. Tahun 2018

Tahun 2018 jumlah produksi minyak inti sawit untuk PR (Perkebunan Rakyat) adalah sebesar 3.059.360 ton. Sedangkan untuk bagian PBN (Perkebunan Besar Negara) adalah sebesar 429.427 ton dan PBS (Perkebunan Besar Swasta) adalah sebesar 5.087.939 ton. Maka jika hasil panen ini dijumlahkan akhirnya menjadi 8.576.726 ton.

b. Tahun 2019

Minyak inti sawit yang berhasil diproduksi pada tahun 2019 tergolong cukup banyak yakni untuk PR (Perkebunan Rakyat) 2.600.329 ton, sedangkan untuk PBN (Perkebunan Besar Negara) sebanyak 426.873 ton. Pada bagian PBS (Perkebunan Besar Swasta) sebanyak 6.012.001 ton dan jika dijumlahkan hasil produksi minyak inti sawit adalah 9.039.203 ton.

c. Tahun 2020

Pada tahun 2020 produksi minyak inti sawit mencapai 9.148.369 ton. Angka tersebut mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya yang diperoleh dari data  statistik dimana PR (Perkebunan Rakyat) senilai 3.099.085 ton, PBN (Perkebunan Besar Negara) senilai 462.122 ton dan PBS (Perkebunan Besar Swasta) senilai 5.587.161 ton. 

d. Tahun 2021

Jumlah panen inti sawit di tahun 2021 memiliki jumlah produksi inti sawit sebanyak 9.370.891 ton. Jumlah tersebut terdiri dari PR (Perkebunan Rakyat) 3.143.723 ton, PBN (Perkebunan Besar Negara) 479.580 ton dan yang terakhir PBS (Perkebunan Besar Swasta) 5.747.588. Maka jika dilihat dari jumlahnya, inti sawit mengalami peningkatan hasil panen.

E. Tahun 2022

Catatan dari hasil panen sawit tahun 2022 memiliki jumlah yang meningkat dari tahun sebelumnya yakni berada di nominal 9.647.081 ton. Jumlah tersebut meliputi berat PR (Perkebunan Rakyat) mencapai 3.254.634 ton, PBN (Perkebunan Besar Negara) senilai 490.877 ton dan PBS (Perkebunan Besar Swasta)  senilai 5.901.570 ton.

Faktor Penyebab Meningkatnya Jumlah Panen Sawit

Kalian perlu tahu juga bahwa jumlah produksi sawit di Indonesia dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Meliputi luas lahan, tenaga kerja, pemberian pupuk hingga pestisida. Lalu bagaimana penjelasan detailnya? Yuk baca pembahasan di bawah ini:

1. Luas Lahan 

Banyaknya hasil panen sawit yang ada di Indonesia nyatanya juga ditunjang oleh luas lahan yang dimiliki. Semakin luas lahan, maka kemungkinan besar hasil panen juga semakin banyak.

2. Jenis Pupuk 

Pemberian pupuk sangat berpengaruh pada hasil panen yang akan diperoleh praktisi perkebunan kelapa sawit. Maka perlu untuk memilih jenis pupuk yang tepat dosis dan sesuai kebutuhan masing-masing tanaman. Salah satu jenis pupuk yang tepat dosis adalah pupuk MOAF® dari PKT.  

Kandungan pupuk MOAF® diformulasi secara khusus untuk tiap tanaman dan lahan yang berbeda. Selain itu, pupuk MOAF® mengandung unsur hara makro & mikro yang lengkap dan seimbang yang bertujuan untuk mendorong peningkatan hasil produksi, berat tandan, serta mengatasi defisiensi unsur hara. Sehingga praktisi perkebunan tidak perlu khawatir dosis dan kandungan pupuk MOAF® yang akan diaplikasikan pada masing-masing tanaman kelapa sawit.

Pupuk MOAF® juga membantu perkembangan pada struktur akar sehingga penyerapan air dan unsur hara makro & mikro bisa lebih optimal. Karena penyerapan air dan unsur hara memiliki peran penting dalam proses fotosintesis serta hasil panen tanaman kelapa sawit maka praktisi perkebunan dapat langsung mengaplikasikan pupuk MOAF®.

3. Tenaga Kerja

Tenaga kerja atau pegawai yang profesional dan paham betul mengenai sawit tentu berbeda dengan yang awam. Tenaga kerja yang sudah ahli menangani tanaman sawit, maka bisa memberikan solusi atas masalah tanaman sawit sesegera mungkin.

4. Mengendalikan Hama dan Penyakit

Sebagai perusahaan yang ahli dalam tanaman kelapa sawit, PKT (Plantation Key Technology) juga menyediakan produk yang dapat mengendalikan hama dan penyakit pada tanaman kelapa sawit secara efektif dan ramah lingkungan. PKT adalah perusahaan research & solution terintegrasi, mulai dari mendiagnosa masalah, hingga menyediakan solusi nyata. PKT memiliki jaringan riset, laboratorium produksi dan pabrik untuk menghasilkan produk berkualitas untuk tanaman kelapa sawit.

PKT menyediakan pengendali hayati CHIPS® yang membantu mengatasi berbagai permasalahan perkebunan sawit mulai dari serangan hama dan penyakit pada tanaman. Dengan mengaplikasikan produk unggul dari PKT pihak perkebunan akan memperoleh produktivitas tinggi dari pohon sawit yang sehat.

Berapa Perkiraan Jumlah Panen Sawit per Hektare?

Jumlah panen sawit per hektare bisa bervariasi tergantung pada beberapa faktor seperti kondisi pertanaman, varietas tanaman, perawatan, dan iklim. Namun, perkiraan umumnya adalah sekitar 15-25 ton tandan buah segar (TBS) per hektare per tahun untuk perkebunan sawit yang sudah dewasa dan dikelola dengan baik.

Penutup

Itu tadi sekilas informasi terkait jumlah panen sawit dari tahun 2018 hingga 2022. Dari analisis yang dilakukan diketahui bahwa dari tahun ke tahun produksi sawit mengalami peningkatan. Hal tersebut dipengaruhi beberapa faktor seperti tenaga kerja dan lainnya.

Kalian sedang butuh vaksin tambahan untuk mengendalikan kondisi hayati pertumbuhan sawit? Yuk pakai pengendali hayati CHIPS® dari PKT sebagai solusi yang ramah lingkungan untuk Ganoderma!

Kunjungi website kami www.pkt-group.com jika memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai pupuk yang tepat untuk tanaman kelapa sawit di lahan mineral maupun lahan gambut, atau menghubungi whatsapp kami 0821-2000-6888.

FAQ
1. Berapa banyak hasil produksi minyak sawit tahun 2018?

Hasil produksi minyak sawit pada tahun 2018 terbagi menjadi tiga yakni PR (Perkebunan Rakyat) senilai 15.296.801 ton, PBN (Perkebunan Besar Negara) senilai 2.147.136 ton, dan PBS (Perkebunan Besar Swasta) senilai 25.439.694 ton. Dengan begitu total hasil panen minyak sawit tahun 2018 adalah 42.883.631 ton sawit.

2. Berapa banyak produksi inti sawit di tahun 2018?

Hasil produksi inti sawit pada tahun 2018 adalah PR (Perkebunan Rakyat) sebesar 3.059.360 ton. Sedangkan untuk bagian PBN (Perkebunan Besar Negara) sebesar 429.427 ton dan untuk PBS (Perkebunan Besar Swasta) 5.087.939 ton. Semuanya jika dijumlahkan akhirnya menjadi 8.576.726 ton.

3. Apa saja faktor yang mampu meningkatkan jumlah panen pada tanaman kelapa sawit?

Faktor yang bisa meningkatkan jumlah panen pada tanaman kelapa sawit adalah luas lahan, jenis pupuk, tenaga kerja, dan metode yang diaplikasikan untuk mengendalikan hama dan penyakit.