Sawit Notif – Riset kelapa sawit nasional menorehkan capaian penting dalam penguatan fondasi ilmiah industri sawit Indonesia. Melalui dukungan Grant Riset Sawit dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP), tim peneliti IPB University bersama PT Smart Tbk dan Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) berhasil memetakan sekuens genom lengkap dua sumber genetik utama kelapa sawit, yakni Dura liar asal Kamerun (Eg-DCM) dan leluhur Deli Dura yang tersimpan di Kebun Raya Bogor (Eg-DBG).
Dilansir dari infosawit.com, Hasil riset yang dipublikasikan dalam jurnal internasional DNA Research ini disebut sebagai terobosan besar karena berhasil membuka “black box” genom kelapa sawit. Temuan tersebut mengungkap keragaman genetik yang selama ini tersembunyi pada tanaman penghasil minyak nabati paling penting di dunia.
Kelapa sawit (Elaeis guineensis) dikenal sebagai komoditas minyak nabati paling efisien, menyumbang sekitar 39 persen kebutuhan minyak nabati global hanya dari 6,6 persen total lahan pertanian dunia. Namun, di balik keunggulan tersebut, varietas sawit modern menghadapi tantangan serius berupa penyempitan keragaman genetik. Mayoritas tanaman sawit budidaya saat ini diketahui berasal dari hanya empat bibit yang ditanam di Kebun Raya Bogor pada abad ke-19, sehingga meningkatkan kerentanan terhadap hama, penyakit, dan perubahan iklim.
Berdasarkan keterangan BPDP, Minggu (10/1/2026), riset genom ini menghasilkan sekuens berkualitas tinggi dengan tingkat kelengkapan lebih dari 97 persen. Tim peneliti mengidentifikasi sekitar 39 ribu gen pada Eg-DBG dan 35 ribu gen pada Eg-DCM. Yang paling signifikan, ditemukan lebih dari 1.700 gen ketahanan (resistance genes/R genes) pada masing-masing genom, termasuk kelompok RLK, RLP, dan CNL yang berpotensi menjadi sumber ketahanan alami terhadap penyakit utama sawit, termasuk Ganoderma.
Ketua peneliti proyek PAN-Genome sawit, Sudarsono, menjelaskan bahwa pemetaan genom ini memungkinkan pemulihan alel dan sifat genetik yang hilang selama proses domestikasi. “Dengan terbukanya genom progenitor Deli Dura dan sawit liar, kita memiliki dasar ilmiah yang kuat untuk mengembangkan varietas sawit berproduksi tinggi, lebih tahan penyakit, dan adaptif terhadap tekanan lingkungan,” ujarnya.
Temuan ini membuka peluang strategis bagi pemuliaan sawit modern. Identifikasi gen ketahanan memberikan pendekatan baru dalam menghadapi patogen perusak tanaman, termasuk upaya mengurangi ketergantungan pada fungisida ganoderma melalui pengembangan varietas toleran secara genetik. Selain itu, akses terhadap alel unggul berpotensi meningkatkan perkembangan mesokarp dan kandungan minyak, serta memperkuat ketahanan terhadap kekeringan dan suhu ekstrem.
Riset ini juga menegaskan pentingnya konservasi sawit liar dan plasma nutfah leluhur sebagai sumber daya genetik jangka panjang. Dengan integrasi data genom ke dalam seleksi berbasis penanda dan pemuliaan genomik, pengembangan kultivar sawit generasi baru dapat dipercepat secara berkelanjutan.
Penelitian tersebut melibatkan peneliti IPB University, termasuk Diny Dinarti, bersama tim dari PT Smart Tbk dan PPKS Medan, serta memanfaatkan teknologi sekuensing mutakhir seperti Oxford Nanopore.
Dengan fondasi genomik yang semakin kuat, masa depan industri sawit Indonesia dinilai memiliki peluang lebih besar untuk berkembang secara produktif, tangguh menghadapi Ganoderma Boninense, bahaya ganoderma, dan berkelanjutan di tengah tantangan global.(SD)(DK)

