Sulawesi Barat Ekspor 3.800 Ton Bungkil Sawit ke Thailand

Sawit Notif – Karantina pertanian Mamuju di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) kembali memfasilitasi ekspor bungkil kelapa sawit ke Thailand senilai Rp 8, 4 miliar.

Mengutip Republika.coKepala Karantina Pertanian Mamuju, Agus Karyono mengatakan Sulbar berhasil mengukir sejarah karena berhasil mengekspor bungkil kelapa sawit dan meningkatkan jangkauan ekspor produk pertanian di Sulawesi Barat.

Pada prosesi pelepasan ekspor bungkil sawit, dipimipin langsung oleh Penjabat Gubernur Sulbar, Akmal Malik dengan didampingi Kepala Karantina Pertanian Mamuju bersama sejumlah pimpinan Forkopimda dan OPD di daerah itu.

Menurut Agus pelepasan ekspor bungkil sawit ke Thailand merupkan sinyal baik untuk mengawali 2023 dengan performa ekspor yang lebih positif. Agus juga mengatakan setelah berhasil membukukan nilai ekspor komoditas pertanian senilai Rp 4,7 triliun pada 2022, kami akan optimistis komoditas bungkil sawit dapat mendongkrak performa ekspor ditahun ini.

Meski begitu, ekspor komoditas bungkil sawit wajib dilengkapi sertifikat fitosanitari untuk memastikan komoditas terbebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) yang bisa mengancam kualitas bungkil sawit.

Sebab itu, sebelum di ekspor Pelabuhan Belang-Belang melakukan serangkaian tindakan karantina. Seperti pemeriksaan kelengkapan dokumen dan pengawasan proses fumigasi atau penyucian hama sebagai persyaratan negara tujuan.

Penjabat Gubernur Sulbar Akmal Malik juga menyampaikan apresiasi kepada Karantina Pertanian Mamuju yang telah menyelenggarakan pelepasan ekspor bungkil sawit. Menurutnya momentum ini dapat membangkitkan semangat pelaku usaha, dan melahirkan eksportir baru yang turut meramaikan pasar ekspor.

Sumber: Republika.co