Sawit Notif – Hampir semua komoditas pertanian dan perkebunan memang tidak bisa lepas dari hama. Hal ini juga berlaku untuk tanaman belum menghasilkan (TBM) kelapa sawit. Meskipun masih muda dan belum berbuah, Anda tetap perlu tahu soal pengendalian hama TBM.
Khusus untuk Anda yang belum tahu bagaimana cara pengendalian hama TBM, penjelasan lengkapnya ada di sini. Tapi, sebelum membahas cara mengendalikan hama, Anda perlu tahu alasan mengapa sawit muda sangat rentan akan serangan hama.
Kerentanan Sawit Muda terhadap Serangan Hama pada Fase TBM
Beberapa dari Anda mungkin belum paham dengan apa itu TBM di kebun sawit. Istilah ini mengacu pada “tanaman belum menghasilkan”, yaitu pohon muda yang belum mencapai usia pemanenan. Rata-rata sebelum panen pertama di usia 30-36 bulan.
Waktu-waktu sebelum panen ini sangat penting bagi sawit, sehingga Anda perlu memeliharanya dengan baik. Pasalnya, jika TBM terkena hama atau penyakit lain, proses panen akan terhambat. Perkebunan Anda bahkan bisa gagal panen karena hal ini.
Jadi, Anda perlu melakukan pemeliharaan TBM dengan maksimal agar proses panen lancar dan hasilnya memuaskan. Salah satu caranya adalah dengan menerapkan cara pengendalian hama TBM, mengingat di fase-fase tersebut pohon sawit rentan kena hama.
Alasan mengapa jumlah hama pada TBM sawit relatif banyak pun sangat beragam, namun biasanya karena kondisi pohon yang masih segar. Beberapa hama lainnya tidak pandang bulu, mengingat mereka bisa menyerang kelapa sawit muda ataupun yang sudah tua.
Jenis-Jenis Hama pada Tanaman Belum Menghasilkan Kelapa Sawit
Sebelum membahas jalan keluar untuk pengendalian hama TBM dan penyakit kelapa sawit, Anda perlu mengenal dulu apa saja jenis-jenis hamanya. Ada beberapa jenis hama kelapa sawit yang perlu Anda waspadai, seperti pada penjelasan lengkap di bawah ini!
1. Kumbang Tanduk
Hama ini seringkali menyerang pohon kelapa sawit dari awal penanaman hingga tanaman berusia tua. Jadi, Anda perlu selalu waspada karena ancaman serangan hama kumbang tanduk pada kelapa sawit selalu ada, bahkan di fase tanaman belum menghasilkan.
Ciri-ciri serangannya cukup mudah untuk Anda kenali, karena kumbang tanduk hampir selalu meninggalkan tanda berupa tanda “V” di daun sawit. Pelepah sawit juga akan melintir atau tumbuh ke samping dan titik tumbuh atau pupus sawit akan mati.
2. Ulat Kelapa Sawit
Jenis hama yang menyerang pada tanaman muda kelapa sawit adalah ulat, biasanya berupa ulat api dan ulat kantong. Sama seperti ulat lainnya, ulat kelapa sawit juga seringkali menyerang daun. Anda akan menemukan ulat paling sering di pohon yang masih muda.
Karena menyerang daun, Anda bisa melihat ciri serangan ulat ketika ada daun sawit yang bolong-bolong. Hal ini bisa berakibat fatal karena proses fotosintesis pada pohon sawit jadi tidak efektif. Lama kelamaan kondisi ini bisa menyebabkan kematian pohon.
3. Jamur Ganoderma
Selain berupa hewan, hama sawit juga bisa berasal dari jamur. Salah satunya adalah jamur Ganoderma yang bisa menyebabkan penyakit busuk pangkal. Jika tidak segera Anda kendalikan, serangan jamur ini bisa membuat pohon kelapa sawit mati dengan cepat.
Sama seperti kedua hama lainnya, Anda bisa melihat ciri-ciri sawit terkena jamur Ganoderma dari daunnya. Pasalnya, daun akan terlihat menguning karena tanaman sawit kurang nutrisi. Anda juga bisa melihat eksistensi jamur di dekat akar pohon sawit.
Pengendalian Hama pada Tanaman Belum Menghasilkan Kelapa Sawit
Setelah tahu jenis-jenis hamanya, kini saatnya untuk mengetahui bagaimana cara pengendalian hama TBM dan penyakit tanaman kelapa sawit. Secara garis besar, ada dua cara paling efektif untuk mengusir dan membunuh hama pada tanaman sawit, yaitu:
1. Insektisida
Jika Anda penasaran soal bagaimana cara pengendalian Oryctes rhinoceros atau kumbang tanduk, maka insektisida adalah jawabannya. Hal yang sama juga bisa Anda lakukan jika ingin mengusir ulat api dan ulat kantong dari tanaman kelapa sawit di kebun Anda.
Pilih insektisida untuk hama khusus yang terkenal efektif dan aman untuk pohon sawit. Hal ini karena insektisida untuk pengendalian hama TBM biasanya terbuat dengan campuran bahan kimia. Jadi, Anda harus hati-hati saat memakainya agar sawit tetap aman.
Sebagai tips, selalu ikuti dosis dan cara pakai yang dianjurkan di kemasan karena pemakaian insektisida berlebihan tidak baik untuk pohon sawit. Namun, apabila dosisnya kurang, akan terasa kurang efektif dalam mengendalikan dan mengatasi hama.
2. Pengendali Hayati
Selain insektisida yang terbuat dari bahan kimia, Anda juga bisa menggunakan pengendali hayati atau biopestisida untuk mengatasi hama sawit. Misalnya untuk pengendalian hama TBM Ganoderma akibat serangan jamur dengan nama yang sama.
Salah satu pengendali Ganoderma yang bisa Anda coba adalah pengendali ganoderma CHIPS PKT. Pengendali hayati ini bisa menghambat pertumbuhan jamur Ganoderma sekaligus membunuhnya. Hal ini bisa mencegah sawit terkena berbagai penyakit sawit.
Pengaplikasian pengendali hayati harus termasuk ke dalam perawatan sawit rutin yang wajib Anda lakukan. Terutama jika serangan jamur Ganoderma muncul. Atasi dengan cepat karena jamur Ganoderma dan hama lainnya bisa menginfeksi pohon yang masih sehat.
Penutup
Itulah segala hal tentang pengendalian hama TBM yang perlu Anda ketahui, dari seberapa rentan tanaman muda terhadap hama hingga cara mengendalikannya. Ada juga jenis-jenis hama yang paling umum menyerang sawit muda.
Untuk informasi lebih lengkap terkait cara meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit Anda, silahkan hubungi 0821-2000-6888 atau kunjungi website www.pkt-group.com
FAQ
Apa itu pemeliharaan TBM di kebun sawit?
Proses pengurusan tanaman kelapa sawit yang belum siap panen. Anda perlu memastikan bahwa pohon tersebut selalu sehat agar panen bisa tepat waktu dan hasilnya maksimal. Salah satunya dengan cara mengendalikan hama yang menyerang tanaman.
Apa saja metode pengendalian hama di perkebunan sawit?
Metode yang paling efektif adalah dengan insektisida dan pengendali hayati. Namun Anda juga bisa menemukan alternatif lain seperti membuat perangkap, memotong daun yang terinfeksi hama, membersihkan area akar secara rutin, dan alternatif cara lain.
Kapan waktu yang tepat untuk pengendalian hama di kebun sawit?
Semakin cepat semakin baik untuk mencegah penyebaran hama ke pohon sawit yang masih sehat. Jika jumlah hama terlalu banyak dalam batas yang sudah tidak terkendali, pertimbangkan replanting sawit.
Menyemprot hama di perkebunan sawit jam berapa?
Tidak ada aturan pasti soal jam, namun waktu yang paling ideal adalah di pagi dan sore hari. Terutama jika Anda ingin menggunakan pestisida atau insektisida, karena terik matahari saat siang bisa membuatnya cepat menguap. (SD)(AD)

