Ketahui Hubungan Curah Hujan dan Kelembaban Tanah dengan Pertumbuhan Ganoderma di Perkebunan Kelapa Sawit

curah-hujan

Sawit Notif – Ketika curah hujan tinggi, banyak petani dan pemilik perkebunan sawit yang mulai panik. Alasannya beragam, salah satunya adalah karena di masa itu tanaman lebih rentan terkena ganoderma. Lalu, apakah ada hubungan curah hujan dengan pertumbuhan ganoderma?

Anda bisa mengetahui lebih jauh tentang bagaimana hubungan curah hujan dengan pertumbuhan ganoderma pada penjelasan di bawah ini. Selain tentang hubungannya, akan ada penjelasan tentang bagaimana cara mengendalikan ganoderma sawit saat musim hujan.

Hubungan Curah Hujan dengan Pertumbuhan Ganoderma

Ternyata, ada alasan kenapa infeksi ganoderma begitu parah di musim hujan. Penyakit sawit ini memang sering muncul, namun intensitasnya akan semakin parah ketika curah hujan di perkebunan sawit tinggi. Pada umumnya dari bulan Oktober sampai Maret.

Kenali bagaimana hubungan curah hujan dengan pertumbuhan ganoderma di perkebunan sawit pada penjelasan berikut ini!

1. Jika Curah Hujan Tinggi, Tanah Lebih Lembap dari Biasanya

Pastinya, Anda sudah tahu apa saja dampak dari hujan di perkebunan kelapa sawit. Air hujan tersebut akan jatuh ke tanah dan menambah kelembapannya. Semakin tinggi intensitas dan curahnya, maka semakin tinggi pula kelembapan tanahnya.

2. Jika Kelembapan Tanah Tinggi, Jamur Lebih Mudah Tumbuh

Sebagian besar dari Anda mungkin sudah tahu apa penyebab ganoderma, yaitu infeksi jamur Ganoderma boninense. Sama seperti spesies jamur yang lain, bahkan jamur non-patogen sekalipun, Ganoderma boninense akan tumbuh subur jika dalam kondisi lembab.

Secara garis besar, siklus hidup Ganoderma boninense juga mirip dengan spesies jamur lain. Pada saat masih berbentuk spora, air akan membawanya dari satu tempat ke tempat lainnya. Jamur ini kemudian menyebar dan masuk ke dalam tanah.

Ketika sudah berada di dalam tanah, jamur ini akan segera menginfeksi akar pohon kelapa sawit di dekatnya. Jika kondisi tanahnya lembab, jamur akan lebih mudah tumbuh dan menginfeksi sawit dengan lebih cepat daripada ketika kondisi tanah kering.

Inilah hubungan curah hujan dan kelembaban tanah dengan pertumbuhan ganoderma di kebun sawit. Aliran air hujan bisa membawa spora dengan lebih cepat ke perkebunan, sedangkan kelembapan tanah bisa mempercepat proses pertumbuhan dan infeksi ganoderma.

Dampaknya signifikan, mengingat apa yang dilakukan ganoderma terhadap pohon kelapa sawit. Jamur ini bisa menyebabkan penyakit busuk pangkal batang dan mengganggu produktivitas pohon. Pada kasus yang lebih parah, pohon bisa mati dan tumbang.

Cara Mengatasi Jamur Ganoderma

Mengingat bagaimana hubungan curah hujan dengan pertumbuhan ganoderma di perkebunan sawit, Anda juga harus tahu bagaimana cara mengatasinya. Sebenarnya, cara mengatasi infeksi jamur ganoderma itu tidak terlalu sulit, seperti pada ulasan berikut!

1. Buat Sistem Drainase yang Baik

Pada penjelasan di atas, Anda pasti sudah tahu jamur Ganoderma tumbuh di mana, yaitu umum ditemukan di perkebunan sawit. Sifat fisik tanah yang jenuh air biasanya akan mempercepat laju infeksi pada akar karena tanah lembab sangat ideal untuk jamur ini.

Mengingat hubungan curah hujan dengan pertumbuhan ganoderma sawit tersebut, sebagai langkah pertama Anda bisa melakukan langkah pencegahan. Caranya bisa dengan membuat sistem drainase yang baik agar tidak ada konsentrasi air di tanah yang berlebihan.

Sadar tidak sadar, sistem drainase bisa membuat kelembapan tanah lebih ideal untuk pertumbuhan pohon kelapa sawit daripada pertumbuhan jamur Ganoderma. Anda bisa memulai dengan membuat parit di sekitar perkebunan untuk mengalirkan air hujan.

2. Kontrol Gulma di Perkebunan Kelapa Sawit

Jika sistem drainase sudah baik tapi kondisi tanah masih terlalu lembap, Anda bisa melihat-lihat ke sekitar perkebunan sawit. Cek apakah ada gulma yang tumbuh di semua area perkebunan. Apabila ada, maka Anda perlu segera membersihkannya saat itu juga.

Alasannya karena gulma juga punya pengaruh besar dalam meningkatkan tingkat kelembapan di perkebunan kelapa sawit. Jadi, Anda perlu mengontrolnya agar perkebunan bebas gulma. Hal ini akan membuat tingkat kelembapan kembali ke titik normal.

3. Pastikan Jumlah Pelepah Daun Kelapa Sawit Selalu Seimbang

Pada pohon-pohon lain, daun yang lebat adalah tanda yang baik. Tapi khusus untuk pohon kelapa sawit, jumlahnya harus seimbang agar pohon bisa tumbuh dan berkembang dengan optimal. Jika ternyata berlebihan, Anda perlu memotongnya dari pohon.

Jumlah daun yang direkomendasikan untuk pohon kelapa sawit akan berbeda-beda tergantung pada umurnya. Pada pohon muda di bawah 8 tahun, jumlahnya 48 – 56 helai. Pada pohon tua di atas 15 tahun, hanya 40 helai. Jika di antaranya, cukup 40 – 48 helai.

Tujuan mengapa daun pelepah harus seimbang adalah agar sinar matahari bisa masuk ke perkebunan dengan baik. Hal ini bisa membuat kondisinya lebih ideal untuk pertumbuhan pohon kelapa sawit, entah itu dari segi kondisi fotosintesis, kelembapan tanah, dan lainnya.

4. Gunakan Pengendali Ganoderma

Karena kini sudah masuk musim hujan dan mengingat hubungan curah hujan dengan pertumbuhan ganoderma kelapa sawit, perkebunan Anda mungkin sudah terlanjur terinfeksi oleh jamur ini. Karena itu, Anda juga perlu tahu bagaimana cara mengatasi ganoderma.

Lalu kira-kira, apa yang membunuh ganoderma hingga bisa hilang dari area perkebunan? Ternyata, Anda bisa memakai pengendali Ganoderma CHIPS PKT untuk mengatasinya. Biopestisida ini dapat menghambat pertumbuhan ganoderma dan membunuhnya.

Jadi, eksistensinya bisa membantu Anda untuk menyingkirkan parasit perusak tanaman kelapa sawit yang satu ini. Aktivitas ini bisa Anda lakukan jika sudah ada jamur yang terlanjur muncul. Tapi, Anda tetap harus melakukan pencegahan di atas.

Sudah Paham tentang Hubungan Curah Hujan dengan Ganoderma?

Itulah hubungan curah hujan dengan pertumbuhan ganoderma yang penting untuk Anda ketahui. Selain informasi di atas, ada banyak informasi lain terkait cara meningkatkan produktivitas sawit dengan menghubungi nomor 0821-2000-6888 atau kunjungi PKT Group!

FAQ

Kenapa ganoderma menjamur saat curah hujan tinggi?

Alasannya karena curah hujan tinggi membuat tingkat kelembapan tanah di perkebunan sawit ikut naik. Sedangkan tanah yang lembab adalah lingkungan hidup favorit jamur Ganoderma, sehingga proses infeksi dan pertumbuhannya akan semakin cepat.

Perkebunan kelapa sawit butuh curah hujan dengan intensitas berapa agar bisa tumbuh optimal tanpa risiko ganoderma?

Idealnya perkebunan mendapatkan curah hujan sekitar 2.000 – 2.500 mm per tahun agar bisa tumbuh dengan optimal. Jika terlalu rendah atau terlalu tinggi, maka pertumbuhan tanaman sawit bisa terhambat dan berpengaruh pada hasil panen di masa depan.

Bagaimana cara mengatasi ganoderma di perkebunan kelapa sawit?

Anda bisa membuat sistem drainase yang baik, menyingkirkan gulma di area perkebunan, dan melakukan pruning atau memangkas daun kelapa sawit berlebihan sebagai pencegahan. Untuk pengobatan, bisa pakai pengendali ganoderma CHIPS PKT.