Sawit Notif – Kekurangan unsur mangan (Mn) pada kelapa sawit dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan dan produktivitas. Sebelumnya kami sudah membahas unsur Mangan (Mn) di artikel ini. Namun dalam artikel kali ini kami akan membahas gejala dan dampaknya pada kelapa sawit jika kekurangan unsur hara yang satu ini. Berikut adalah penjelasan mengenai gejala, dampak, dan penanganan:
Gejala Kekurangan Mangan pada Kelapa Sawit
1. Daun muda pucat
Daun muda menunjukkan klorosis (warna kuning) pada bagian tengah, sementara bagian tepi daun tetap hijau.
2. Nekrosis
Jika kekurangan parah, bercak nekrosis (jaringan mati) muncul di antara tulang daun.
3. Pertumbuhan lambat
Tanaman menjadi kerdil, dan pertumbuhan pelepah baru terhambat.
4. Pengguguran daun tua
Daun tua lebih cepat menguning dan gugur sebelum waktunya.
Dampak Kekurangan Mangan pada Kelapa Sawit
1. Penurunan fotosintesis
Mangan berperan penting dalam proses fotosintesis dan pembentukan enzim. Kekurangannya mengurangi efisiensi fotosintesis.
2. Produksi tandan buah segar (TBS) menurun
Buah yang dihasilkan lebih sedikit dan ukurannya kecil.
3. Kualitas minyak berkurang
Kandungan minyak dalam buah sawit menjadi lebih rendah.
4. Kerentanan terhadap penyakit
Tanaman menjadi lebih mudah terserang penyakit kelapa sawit, terutama yang terkait dengan stres lingkungan.
Penanganan Kekurangan Mangan pada Kelapa Sawit
1. Pemupukan Mangan
Aplikasikan pupuk kelapa sawit berbasis mangan, seperti Mangan Sulfat (MnSO₄), secara foliar (semprot daun) atau melalui tanah.
Dosis umum: 10-20 gram MnSO₄ per tanaman atau sesuai dengan hasil analisis tanah dan daun.
2. Perbaikan pH Tanah
Mangan tersedia optimal pada pH tanah 5-6. Jika pH terlalu tinggi (alkalis), gunakan sulfur atau asam fosfat untuk menurunkan pH.
3. Aplikasi Bahan Organik
Tambahkan pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang untuk meningkatkan ketersediaan mangan di tanah.
4. Monitoring dan Analisis Tanah
Lakukan analisis rutin terhadap kandungan Mn dalam tanah dan jaringan daun.
5. Pengelolaan Drainase
Hindari genangan air yang dapat menghambat penyerapan mangan oleh akar.
Catatan:
Penanganan harus dilakukan secara terintegrasi dengan melihat kondisi tanah, iklim, dan praktik agronomi di kebun. Jika masalah terus berlanjut, konsultasikan dengan agronomis atau ahli kelapa sawit.(KR)
Bagi perusahaan yang ingin memulai bisnis kelapa sawit atau memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai seputar perkebunan kelapa sawit, dapat mengunjungi website www.pkt-group.com atau menghubungi whatsapp 0821-2000-6888.