Sawit Notif – Pemupukan menjadi salah satu tahapan budidaya kelapa sawit yang penting karena memberikan tambahan nutrisi termasuk nitrogen bagi tumbuhan. Namun, tidak semua nitrogen terserap karena terjadinya proses volatilisasi atau penguapan.
Hasilnya, tanaman sawit tidak mendapat nitrogen dengan optimal dan tentu saja bisa mempengaruhi tumbuh kembangnya. Solusi untuk meminimalisirnya bisa dilakukan dengan memahami dulu faktor yang menyebabkan penguapan pupuk di kebun kelapa sawit.
Apa Itu Volatilisasi?
Volatilisasi adalah proses penguapan berupa perubahan nitrogen yang semula berbentuk padat atau terlarut dalam pupuk kelapa sawit menjadi gas amonia (NH₃) yang kemudian lepas ke atmosfer.
Proses penguapan seperti ini paling sering terjadi pada pupuk nitrogen berbasis urea yang diaplikasikan di permukaan tanah. Hal ini karena biasanya karena kondisi lingkungan tropis seperti suhu tinggi dan paparan sinar matahari langsung.
Penguapan nitrogen terjadi melalui reaksi kimia dan biologis di dalam tanah. Nitrogen yang dimiliki pupuk akan terurai dan berubah menjadi amonium (NH₄⁺). Setelah itu, amonium itulah yang akan berubah menjadi gas amonia dan akhirnya menguap ke udara.
Tidak hanya sampai di situ, penguapan pupuk juga berpengaruh pada keseimbangan nutrisi lainnya di dalam lahan perkebunan sawit. Jadi, ketika nitrogen berkurang, penyerapan unsur hara lain baik makro maupun mikro juga tidak bisa optimal. Kondisi inilah yang bisa menimbulkan ketidakseimbangan nutrisi untuk tanaman kelapa sawit.
Jadi dalam jangka panjang, ini kondisi bisa menyebabkan pertumbuhan terhambat, daun menguning, dan produktivitas tandan buah segar menurun.
Faktor Penyebab Penguapan atau Volatilisasi Pupuk di Kebun Sawit
Apa penyebab pupuk menguap? Pupuk yang sudah diaplikasikan di lahan perkebunan sawit bisa saja mengalami penguapan karena beberapa faktor di bawah ini, yaitu:
1. Suhu Tinggi
Suhu tinggi mempercepat reaksi kimia di dalam tanah. Di wilayah perkebunan sawit yang memiliki suhu harian cukup panas, nitrogen lebih cepat berubah menjadi gas amonia. Artinya, semakin tinggi suhu, semakin besar potensi kehilangan nitrogen.
2. Kemasaman atau pH Tanah
Volatilisasi juga dapat terjadi karena pengaruh dari tingkat keasaman atau pH tanah di lahan perkebunan sawit. Tanah dengan pH netral hingga basa cenderung meningkatkan risiko penguapan nitrogen.
Pada kondisi ini, amonium lebih mudah berubah menjadi amonia. Jika pH tanah tidak dikelola dengan baik, maka efisiensi pupuk nitrogen akan terus menurun.
3. Kelembapan
Kelembapan tanah di kebun sawit yang rendah dan permukaan tanah yang terbuka mempercepat pelepasan gas amonia. Pemupukan tanpa diikuti hujan atau irigasi ringan juga bisa memperbesar risiko kehilangan nitrogen.
4. Jenis Pupuk dan Cara Aplikasinya
Sebenarnya ada beberapa jenis pupuk yang memang lebih mudah mengalami penguapan. Selain itu, cara aplikasi pupuk yang salah di kebun sawit juga bisa menjadi faktor penyebab penguapan atau volatilisasi terjadi lebih cepat.
Misalnya, pupuk kelapa sawit diaplikasikan dengan cara hanya disebar di permukaan tanah, maka otomatis pupuk akan lebih mudah terpapar langsung sinar matahari dan akhirnya menguap begitu saja.
Dampak Kerugian Ekonomi Akibat Penguapan Pupuk
Penguapan pupuk nitrogen bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga berdampak langsung pada kondisi ekonomi perkebunan kelapa sawit. Seperti apa dampaknya? Jika belum tahu maka, berikut beberapa bentuk kerugian ekonomi yang sering terjadi, yaitu:
- Pemborosan biaya pembelian pupuk. Nitrogen yang menguap ke udara berarti pupuk yang sudah dibeli tidak sepenuhnya dimanfaatkan tanaman. Semakin tinggi tingkat volatilisasi, semakin besar pula biaya yang terbuang tanpa memberikan hasil nyata bagi tanaman sawit.
- Efisiensi pemupukan menurun. Ketika unsur hara utama seperti nitrogen tidak terserap optimal, efektivitas program pemupukan menjadi rendah. Artinya, biaya yang dikeluarkan tidak sebanding dengan peningkatan pertumbuhan dan produksi sawit.
- Kenaikan biaya operasional jangka panjang. Untuk menutup kekurangan nutrisi, pihak pengelola kebun sawit sering menambah dosis pupuk pada aplikasi berikutnya. Jadi, total biaya pemupukan dari tahun ke tahun bertambah tanpa menyelesaikan penyebab utama kehilangan nutrisi.
- Penurunan produktivitas tanaman. Kekurangan nitrogen bisa menjadi penyebab defisiensi unsur hara, sehingga berkurangnya pertumbuhan vegetatif dan hasil tandan buah segar. Artinya, pendapatan perkebunan sawit juga akan berkurang.
- Risiko ketidakseimbangan nutrisi tanah. Kehilangan satu unsur hara utama karena penguapan pupuk mempengaruhi serapan unsur lainnya. Akibatnya, tanah jadi tidak sehat dan lahan sawit pun perlu biaya untuk memperbaikinya.
Secara keseluruhan, pengelolaan pupuk di perkebunan sawit yang kurang tepat menjadikan penguapan nitrogen sebagai kerugian yang pasti memengaruhi keberlanjutan ekonomi bagi perkebunan kelapa sawit.
Bagaimana Cara Mengatasi Volatilisasi di Kebun Sawit?
Risiko volatilisasi amonia di perkebunan kelapa sawit sebenarnya bisa diminimalkan dampaknya. Lantas, apa solusinya? Pihak pengelola kebun sawit bisa memilih memakai jenis pupuk MOAF yang memang dirancang untuk meningkatkan daya serap nutrisi oleh tanaman sawit.
Pupuk ramah lingkungan dari PKT ini bekerja dengan cara memperlambat pelepasan nitrogen dan menjaga stabilitasnya di dalam tanah. Jadi, risiko kehilangan nitrogen ke udara dapat ditekan, bukan? Sementara itu, tanaman sawit juga memperoleh pasokan nutrisi secara bertahap dalam jangka waktu lebih panjang untuk memenuhi kebutuhannya.
Penggunaan Pupuk MOAF juga membantu menjaga keseimbangan unsur hara pada pupuk kelapa sawit dan mendukung pertumbuhan tanaman yang lebih stabil dalam jangka panjang.
Atasi Kekurangan Hara Sawit dengan Pupuk MOAF!
Masalah volatilisasi bisa menjadi tantangan nyata dalam budidaya kelapa sawit karena menyebabkan hilangnya nitrogen. Permasalahan ini bahkan bisa terjadi signifikan karena pengaruh faktor suhu, pH tanah, dan kondisi kelembapan yang tidak ideal.
Dampaknya tidak hanya menurunkan efektivitas pupuk, tetapi juga memicu defisiensi unsur hara bahkan dalam jangka panjang juga bisa menyebabkan kerugian ekonomi. Jadi, sangat penting memahami mekanisme penguapan pupuk.
Selain itu, perlu juga menerapkan strategi pemupukan yang tepat, termasuk penggunaan pupuk MOAF. Bagi pihak perkebunan sawit yang ingin mendapatkan informasi lebih lengkap silahkan hubungi 0821-2000-6888 atau kunjungi website https://pkt-group.com/.
FAQ
Ingin lebih memahami tentang penguapan pupuk di perkebunan sawit? Berikut ini beberapa pertanyaan dan jawaban penjelas yang masih berkaitan dengan volatilisasi di kebun sawit, yaitu:
Apa Pentingnya Nitrogen Bagi Tanaman?
Unsur hara makro yang satu ini memang memiliki banyak manfaat bagi tanaman sawit. Misalnya, membentuk klorofil hingga enzim dalam proses fotosintesis. Pertumbuhan vegetatif sawit juga sangat dipengaruhi unsur nitrogen.
Apakah NPK Mudah Menguap?
Ya, pada dasarnya unsur hara pada pupuk kelapa sawit memiliki kandungan nitrogen yang bersifat labil, mudah tercuci atau larut oleh air, dan mudah untuk menguap. Namun, sebenarnya penguapan pupuk NPK ini masih bisa diminimalisir dengan cara tertentu.
Kenapa Pupuk Urea Menguap?
Faktanya, terdapat beberapa faktor yang membuat pupuk di kebun sawit mudah menguap. Misalnya, ketika suhu lingkungan terlalu tinggi terutama di musim kemarau, penggunaan pupuk yang tidak tepat seperti hanya disebar di atas tanah, dan faktor lainnya.
Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan Sebelum Pupuk Urea Menguap?
Jika pupuk urea diaplikasikan dengan cara yang salah di kebun sawit, maka kandungan nitrogennya akan lebih mudah menguap bahkan dalam waktu beberapa hari saja. Namun, tetap dipengaruhi faktor lingkungan lain seperti suhu, kemasaman tanah, dan lainnya bisa mempercepat penguapan.(SD)(DK)

