Mengenal Pentingnya Pembibitan Kelapa Sawit yang Sesuai Standar

Mengenal Pentingnya Pembibitan Kelapa Sawit yang Sesuai Standar

Pada proses pembudidayaan tanaman sawit, pembibitan kelapa sawit menjadi aspek penting yang akan menentukan kualitas hasil panen nantinya. Bahkan, proses penyemaian juga harus Anda lakukan dengan metode yang tepat agar tanaman sawit dapat tumbuh dengan subur dan sehat.

Selain itu, perawatan sawit secara rutin juga menjadi aspek yang tidak kalah penting. Sebelum melakukan perawatan Anda dapat menentukan jenis tanah, ketahanan tanaman terhadap iklim dan cuaca, serta jenis pupuk yang aman untuk tanaman sawit. Kemudian, agar kualitas hasil panen terjaga, simak penjelasan dibawah ini tentang standar metode pembibitan sawit yang benar.

Pentingnya Pembibitan Kelapa Sawit Sesuai Standar

Kesalahan teknis pada proses pembibitan merupakan salah satu penyebab utama terjadinya abnormalitas atau kelainan pada tanaman sawit. Selain karena faktor genetik, memperhatikan proses pembibitan yang sesuai dengan standar juga sangat penting untuk menghindari potensi abnormalitas tanaman sawit yang mencakup:

  • Chimera (kelainan pada proses pembentukan klorofil daun).
  • Titik tumbuh sawit yang tidak berkembang normal, kecil atau malformasi.
  • Pelepah dan anak daun berbentuk tegak dan kurang membuka (bibit erect).
  • Anak daun terlalu rapat (narrow internode).
  • Pelepah daun yang kurang tumbuh (wide internode).
  • Daun berbentuk rumput (grass like leaf).
  • Daun menggulung (rolled leaf).
  • Penyakit tajuk (crown disease).
  • Tajuk tidak normal.
  • Kerdil.
  • Bibit berputar dengan pertumbuhan memutar yang tidak balik.

Tanaman kelapa sawit yang abnormal tersebut banyak juga disebabkan oleh faktor genetik yang tidak dapat disembuhkan. Sehingga, tanaman abnormal tersebut harus diafkir atau dimusnahkan.

Sedangkan untuk tanaman sawit abnormal yang terjadi karena kesalahan teknis dalam proses pembibitan kelapa sawit masih bisa diperbaiki melalui tindakan budidaya dengan mendapatkan perawatan intensif. 

Beberapa faktor yang menyebabkan tanaman sawit menjadi cacat atau abnormal adalah karena kesalahan teknis dalam pembibitan, diantaranya:

  • Bibit yang di Polybag tidak dilakukan penjarangan, sehingga jarak antar Polybag terlalu rapat yang mengakibatkan bibit kelapa sawit mengalami etiolasi.
  • Rotasi wedding manual diatas dan dibawah polybag terlambat rotasi, sehingga mengakibatkan areal pembibitan menjadi semak, dan menjadi inang bagi hama dan penyakit.
  • Adanya bibit yang tumbang terkena angin tetapi terlambat untuk dilakukan konsulidasi pada bibit tersebut sehingga bibit menjadi bengkok dan bisa juga mengakibatkan kematian.
  • Dalam penyemprotan hebrisida pada gulma di bawah polybag tidak ada pelindung diujung stick knapsack seperti mangkuk, sehingga mengakibatkan bibit terkena semprotan bahan kimia.
  • Tidak mengikuti standar pemupukan yang direkomendasikan oleh varietas bibit tersebut. 
  • Kurangnya penyiraman pada pembibitan kelapa sawit.
  • Terlambat melakukan pemindahan bibit kelapa sawit dari Pre Nursery ke Main Nursery sehingga mengakibatkan bibit menjadi stres.
Pembibitan Kelapa Sawit yang Belum Memenuhi Standar

Berikut beberapa pembibitan kelapa sawit yang belum memenuhi standar yang kerap dijumpai di Indonesia. 

1. Tidak Dilaksanakan Secara Dua Tahap

Pembibitan kelapa sawit bisa dilaksanakan dengan satu tahap (single stage) atau dua tahap (double stage). Pembibitan kelapa sawit satu tahap dilakukan dengan cara penanaman kecambah kelapa sawit langsung dilakukan ke pembibitan utama (main nursery).

Sedangkan pembibitan kelapa sawit dua tahap (double stage) dilakukan dengan pembibitan awal (pre nursery) terlebih dahulu selama minimal ±3 bulan pada polybag berukuran kecil dan selanjutnya dipindah ke pembibitan utama (main nursery) dengan polybag berukuran lebih besar.

Pembibitan kelapa sawit satu tahap hanya direkomendasikan apabila bibit yang dikelola kurang dari 2.000 batang. Dan pembibitan kelapa sawit dua tahap ini sangat direkomendasikan dan lebih menjamin kualitas bibit yang dihasilkan karena melalui beberapa tahapan seleksi, baik di pre nursery maupun di main nursery

2. Kesalahan Pemilihan Lokasi Pembibitan

Lokasi pembibitan kelapa sawit tidak direkomendasikan berada di lahan gambut maupun lahan yang mudah tergenang air. Lokasi pembibitan kelapa sawit yang dianjurkan adalah lahan mineral berupa hamparan terbuka dengan topografi yang rata.

Kebun pembibitan kelapa sawit harus memiliki sistem drainase yang baik, dekat dengan sumber air, serta memiliki akses jalan yang baik dan layak. Luas kebun pembibitan juga harus disesuaikan dengan jumlah bibit yang akan diproduksi terdapat jarak tanam untuk ruang pertumbuhan bibit, dan jalan untuk pengawasan/pemeliharaan.

3. Penanaman Yang Terlalu Dangkal

Penanaman bibit yang terlalu dangkal dapat menyebabkan bibit mudah rebah. Kecambah kelapa sawit dianjurkan ditanam pada kedalaman ± 1,5 cm dari permukaan tanah.

4. Kesalahan Posisi Bakal Daun dan Bakal Akar Saat Penanaman

Pada saat penanaman perlu diperhatikan posisi dan arah kecambah yaitu bakal daun (plumula) menghadap ke atas dan bakal akar (radikula) menghadap ke bawah. Ciri-ciri bakal daun adalah bentuknya yang agak menajam dan berwarna kuning muda, sedangkan bentuk bakal akar agak tumpul dan berwarna lebih kuning dari bakal daun.

5. Keterlambatan Penanaman Kecambah

Keterlambatan penanaman akan mengakibatkan kerusakan atau kelainan pada kecambah tersebut, seperti bakal akar dan daun akan menjadi panjang sehingga mudah patah dan mempersulit penanaman. 

Kecambah juga akan mengalami kerusakan karena lebih rentan terserang jamur dan menjadi tidak segar, kecambah akan terlihat mati/kering karena kekurangan air ataupun menjadi busuk pada akar atau daun.

6. Jarak Tanam Terlalu Rapat

Jarak tanam antar polybag di main nursery yang dianjurkan adalah minimal 70 cm x 70 cm. Karena Jarak tanam yang terlalu rapat dapat menyebabkan tanaman mengalami etiolasi dan lebih mudah menyebarkan patogen yang merupakan penyebab penyakit daun kelapa sawit.

7. Gulma Yang Tidak Terkendali

Kebersihan lahan dari gulma merupakan hal yang sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit daun pada tanaman kelapa sawit. Hal ini disebabkan karena gulma dapat bertindak sebagai inang alternatif bagi Curvularia (penyebab penyakit bercak daun) dan Anthracnose (penyebab penyakit busuk daun).

Kedua patogen ini menjadi penyebab penyakit daun pada tanaman kelapa sawit tersebut yang bersifat airborne pathogen sehingga harus diwaspadai ketika terjadi hujan dan ketika adanya hembusan angin kuat yang akan memindahkan spora dari sumbernya ke pertanaman kelapa sawit.

8. Kesalahan Dalam Aplikasi Herbisida

Herbisida digunakan untuk mengendalikan gulma di sekitar polybag di main nursery kelapa sawit, tetapi  pengaplikasian herbisida harus sangat hati-hati karena daun yang terkena percikan herbisida dapat mengalami kerusakan seperti terbakar. Jenis dan dosis herbisida yang digunakan juga perlu diperhatikan dengan menyesuaikan gulma yang ada di kebun pembibitan.

9. Kesalahan Dalam Teknik Penyiraman

Penyiraman langsung yang terlalu banyak (terlalu deras) dapat menyebabkan akar benih terbongkar. Penyiraman yang kurang merata juga menyebabkan pertumbuhan tanaman menjadi tidak normal. Bibit akan tumbuh normal apabila kebutuhan airnya terpenuhi. Volume air yang dibutuhkan untuk tanaman kelapa sawit di pre nursery adalah 300 ml air per batang per hari, sedangkan di main nursery adalah 3 liter air per batang per hari.

10. Dosis Pemupukan yang Tidak Sesuai

Pemupukan dilakukan berdasarkan jenis, dosis dan jadwal yang direkomendasikan oleh masing-masing pemilik varietas, sehingga tidak dijumpai gejala kekurangan unsur hara pada tanaman. Jika dosis pemupukan tidak sesuai, akibatnya akan mempengaruhi pertumbuhan pada bibit sawit menjadi tidak berkualitas.

11. Waktu Pemindahan Bibit Dari Pre Nursery Ke Main Nursery yang Tidak Tepat

Pemindahan bibit dari pre nursery ke main nursery yang terlalu cepat dapat menimbulkan efek hangus (scorching), sedangkan pemindahan bibit dari pre nursery ke main nursery yang terlalu lambat akan menyebabkan etiolasi. Waktu yang tepat untuk pemindahan bibit kelapa sawit dari pre nursery ke main nursery yaitu saat bibit berumur ± 12 minggu (3 bulan) setelah tanam.

Sudah Siap Pembibitan Kelapa Sawit yang Sesuai Standar?

Nah, itulah pentingnya melakukan pembibitan yang harus dilakukan sesuai standar. ada beberapa kesalahan yang juga perlu kamu perhatikan ketika melakukannya. Mulai dari kesalahan pemilihan lokasi pembibitan, penanaman kecambah, dan lain-lain. 

Kesalahan dalam pembibitan kelapa sawit akan menyebabkan abnormalitas yang akan merugikan petani sawit. Oleh karena itu, untuk mencegah abnormalitas dan meningkatkan kualitas bibit kelapa sawit diharapkan untuk menerapkan standar teknis pembibitan kelapa sawit sesuai standar.

Anda juga bisa membaca Peraturan Menteri Pertanian Nomor 03 Tahun 2022 Tentang Pengembangan Sumber Daya Manusia, Penelitian dan Pengembangan, Peremajaan, Serta Sarana dan Prasarana Perkebunan Kelapa Sawit

Atau jika masih bingung, Anda bisa melakukan konsultasi atau berdiskusi mengenai hal ini dengan mengunjungi website kami www.pkt-group.com atau hubungi whatsapp kami 0821-2000-6888 sekarang.