LSM Indonesia-Eropa Kolaborasi Tanggapai IEU-CPA

'Subsidi' Buat Konglomerat Sawit Sempat Naik 2.000 Persen

Jakarta – Sekitar 50 lembaga swadaya masyarakat (LSM) dari Republik Indonesia dan benua Eropa kolaborasi guna menanggapi Perjanjian Kemitraan Komprehensif Uni Eropa-Indonesia (IEU-CEPA) yang sedang dibahas pemerintah Indonesia dan Uni Eropa.

“Ada lebih dari 50 organisasi nonpemerintah dari Indonesia dan Eropa yang menandatangani pernyataan masyarakat sipil menanggapi IEU-CEPA,” kata Manajer Kampanye Keadilan Iklim Walhi Nasional Yuyun Harmono, dalam jumpa pers yang digelar di Jakarta, Senin (19/2/2018)

Menurut Yuyun Harmono, pernyataan bersama-sama tersebut merupakan basis kerja selanjutnya antarLSM dari kedua kawasan dalam menanggapi perjanjian perdagangan internasional yang sedang dibahas antara pemerintah Republik Indonesia dan Uni Eropa.

Sementara itu, Koordinator Program Keadilan Ekonomi Friends of the Earth Europe Paul de Clerck mengemukakan, perjanjian perdagangan internasional selama ini kerap memiliki dampak yang merugikan terhadap hak-hak warga dan kondisi lingkungan hidup.

“Perjanjian perdagangan internasional biasanya fokus untuk liberalisasi dan privatisasi,” kata Paul.

Pernyataan masyarakat sipil itu menegaskan bahwa IEU-CEPA pertama-tama harus didekati sebagai sarana untuk melayani kepentingan umum, dan hal itu harus dilakukan dengan memastikan bahwa perdagangan dan investasi terhadap pembangunan yang adil dan berkelanjutan.

Selain itu, LSM Indonesia dan Eropa juga menginginkan adanya prasyarat untuk mencakup lingkungan yang sehat, ekonomi yang ramah iklim, kepastian terhadap mata pencaharian dan pekerjaan yang layak untuk semua, serta berkeadilan gender.

Untuk itu, CEPA harus bersyarat kepada ratifikasi dan pelaksanaan undang-undang hak asasi manusia yang paling mendasar, serta kesepakatan iklim global dan dampaknya terhadap lingkungan hidup.

Sejumlah LSM dari Indonesia yang ikut menandatangani pernyataan tersebut antara lain Indonesia for Global Justice (IGJ), Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara), Indonesia AIDS Coalitian (IAC), Koalisi Rakyat untuk Hak Atas Air (Kruha), Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI), Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi).

Sedangkan LSM dari Eropa adalah seperti Africa Europe Faith & Justice Network (AEFJN), Friends of the Earth Europe, Centre for Research on Multinational Corporations (SOMO), Corporate Europe Observatory, European Trade Union Confederation, Keep Ireland Frach Free, Seattle to Brussels Network, Stiftung Asienhaus, dan Transnational Institute.

Sumber: industry.co.id