Sawit Notif – Pohon sawit tumbang bisa disebabkan berbagai faktor salah satunya ganoderma. Sebagai jamur patogenik, ganoderma sangat membahayakan dan bisa memberi dampak serius untuk perkebunan sawit. Agar tanaman kelapa sawit kembali sehat tanpa gangguan jamur, ada cara menangani paling praktis yang bisa menjadi rujukan tepat.
Bahayanya, jamur dapat menulari tanaman lain, mengakibatkan tanaman tidak dalam kondisi baik-baik saja. Jika dibiarkan, kelapa sawit semakin kekurangan nutrisi dan bisa tumbang lalu mati. Menyedihkannya lagi, produktivitas sawit dapat menurun hingga 97% dan petani akan merugi.
Kendala dalam Menangani Pengendalian Ganoderma
Infeksi jamur ganoderma menjadi penyebab pohon sawit tumbang yang paling utama. Bila dibiarkan tentunya produktivitas semakin menurun, pohon mati dan tidak ada hasil panen. Kerugian dan tantangan menjadi hal yang tidak mudah untuk mencari solusinya. Banyak sekali kendala yang membuat petani harus jeli dan cerdas agar sawit berproduksi kembali. Berikut berbagai kendala yang sering dihadapi petani sawit saat kebun terkena serangan ganoderma:
1. Deteksi Lambat
Ganoderma menyerang jaringan akar sehingga deteksi dini sering terlewatkan. Apabila sudah ketahuan, serangan pada umumnya sudah parah bahkan sebagian pohon sudah tampak akan tumbang.
2. Menyebar dan Menular Lewat Tanah
Penyebaran jamur melalui akar tanaman sawit menyebabkan pemberantasan sulit dilakukan. Serangan ini makin bahaya karena dapat menyerang saat pembibitan hingga masa produksi. Jika sudah terserang, harus cepat mengatasinya sebelum sawit mati.
3. Kondisi Lingkungan
Jamur ganoderma sawit tumbuh dengan leluasa dalam kondisi lembab dan hangat. Jika hujan terus menerus turun, memicu pertumbuhan dan penyebarannya lebih mudah.
Kondisi lingkungan seperti ini akan menyulitkan pengendaliannya dan daya tahan sawit semakin lama menurun.
4. Kendala Biaya
Bagaimanapun juga, pengendalian ganoderma membutuhkan dana tidak sedikit. Biaya yang harus dikeluarkan mencakup penebangan pohon terinfeksi jamur, perawatan tanah dan melakukan penanaman lagi. Parahnya lagi, masa panen juga hilang saat penanggulangannya.
5. Terbatasnya Pilihan Fungisida
Tidak semua fungisida sebagai pengendali ganoderma bisa berfungsi dengan baik untuk menghambat serangan ganoderma. Bahkan, banyak yang tidak efektif sehingga malah membuang banyak waktu.
Meskipun banyak kendala muncul, perlakukan pengendalian tetap harus dilakukan. Pohon kelapa sawit tumbang tetap bisa ditangani secara efisien jika tahu penanganannya dengan benar.
Cara Menangani Pohon Kelapa Sawit Tumbang karena Serangan Jamur Ganoderma
Mengapa pohon sawit tumbang? Dari penjelasan sebelumnya, ganoderma menjadi penyebab utamanya meskipun ada ada faktor lain seperti kultur tanah, kultur teknis bahkan erosi.
Meskipun banyak kendala, selalu ada cara mengatasi dalam menangani pohon sawit tumbang, di antaranya:
1. Menggunakan Bibit Berkualitas
Cara mencegah jamur ganoderma bisa dilakukan sejak pembibitan dengan memilih bibit berkualitas unggul agar lebih tahan hama penyakit. Bibit unggul berkualitas yang sudah memiliki sertifikat resmi dari instansi terkait.
2. Menggunakan Bahan Tanaman Parsial
Memilih bahan tanaman parsial yang sangat toleran pada ganoderma menjadi cara agar sawit tidak mudah terkena jamur ganoderma. Dengan begitu tanaman bisa tumbuh sehat dan resiko tertular infeksi jamur dapat diminimalkan.
3. Secara Kultur Tanah
Pengendalian dengan kultur tanah berkaitan dengan pilihan bibit. Contoh saja untuk lahan gambut sebaiknya memilih bibit sawit dengan karakter tumbuh tinggi melambat. Hal ini akan mengurangi resiko terkena serangan jamur.
4. Persiapkan Lahan dengan Baik
Tanaman tumbuh sehat jika persiapan lahan benar dan sesuai aturan. Lahan dengan persiapan matang akan mengurangi terjadinya serangan ganoderma.
5. Penggunaan Fungisida Hayati
Cara mengatasi jamur ganoderma pada kelapa sawit dengan fungisida hayati. Fungisida adalah salah satu jenis pestisida yang ampuh melawan penyebaran ganoderma. Penggunaan fungisida hayati dipilih karena tidak merusak lingkungan. Hal ini berbeda dengan pengendalian secara kimiawi yang efek jangka panjangnya bisa merusak lingkungan.
Adakah pengendali hayati yang bagus untuk tanaman kelapa sawit? Tidak perlu khawatir karena PKT Grup menyajikan pengendali hayati CHIPS yang sangat ampuh dan berkualitas unggulan. CHIPS sangat handal dalam meningkatkan resistensi tanaman guna mencegah ganoderma menyerang. Jamur tidak mudah menginfeksi tanaman dan sawit lebih tangguh tidak mudah tumbang.
Selain itu CHIPS dapat mengatasi penyakit busuk pangkal batang dengan kandungannya yang alami. Dengan CHIPS ganoderma tidak mudah berkembang biak dengan leluasa. Cara terbaik dalam pengendalian sawit tumbang karena ganoderma adalah dengan menggabungkan berbagai metode pengendalian. Penanganan tepat akan melindungi sawit tumbang dan ganoderma dapat teratasi dengan baik.
Cegah Pohon Sawit Tumbang Segera!
Penyebab pohon sawit tumbang karena berbagai faktor dan salah satunya jamur ganoderma. Untuk mengendalikannya seperti memilih bibit berkualitas unggul, persiapan lahan yang baik hingga menggunakan fungisida hayati seperti CHIPS dari PKT.
Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut atau ingin melakukan konsultasi mengenai produk, jasa, serta hal lain yang berkaitan dengan hama dan penyakit pada tanaman kelapa sawit. Anda dapat mengunjungi website kami www.pkt-group.com atau menghubungi whatsapp kami 0821-2000-6888.
FAQ
Apa penyebab pohon sawit tumbang?
Pohon sawit tumbang karena berbagai faktor seperti bibit tidak berkualitas, kultur tanah, kultur teknis erosi dan jamur ganoderma. Penyebab paling utama adalah karena sawit terkena infeksi jamur ganoderma.
Apa kendala dalam menangani jamur ganoderma?
Kendala penanganan ganoderma karena deteksi lambat, faktor lingkungan, penyebarannya dari bawah tanah, butuh biaya tinggi dan jenis fungisida terbatas.
Bagaimana cara menangani pohon kelapa sawit tumbang karena ganoderma?
Cara menanggulangi dengan memilih bibit berkualitas unggul, menggunakan bahan tanaman parsial, kultur teknis tepat, kultur tanah terbaik, persiapan lahan yang baik dan menggunakan fungisida hayati.(AD)(SD)(NR)