Tak Hanya Minyak Nabati, Kelapa Sawit Juga Berperan Terhadap Penyediaan Pakan Ternak Global

minyaknabati-minyaksawit

Sawit Notif – Industri kelapa sawit tidak hanya berkontribusi terhadap penyediaan minyak nabati global, tetapi juga turut membantu keberlanjutan industri pakan ternak dunia.

Pakan menjadi faktor produksi yang penting dalam budidaya hewan ternak. Pakan konsentrat yang bersifat suplemen merupakan salah satu input produksi yang penting untuk meningkatkan produksi hewan ternak (PASPI, 2019).

Negara Uni Eropa merupakan salah satu negara yang menjadi pilihan FAO sebagai negara produsen hewan ternak, bersama dengan Brasil, China, dan Amerika Serikat, dikarenakan potensi ketersediaan pakan (FAO, 2018). Hal ini sesuai dengan fakta bahwa Uni Eropa merupakan produsen pakan konsentrat ternak terbesar di dunia (FEFAC, 2018).

Seiring dengan peningkatan produksi dan konsumsi produk ternak dunia, kebutuhan akan pakan konsentrat juga mengalami peningkatan. The European Feed Manufacturers Federation (FEFAC) mencatat, produksi pakan konsentrat dunia mengalami peningkatan produksi yakni dari 726 juta ton (2010) menjadi 1,05 miliar ton (2017).

Dalam sumber yang sama, FEFAC (2018) juga mencatatkan bahwa tiga produsen utama pakan konsentrat ternak dunia adalah Uni Eopa dengan pangsa 24 persen, disusul China dengan pangsa 18 persen, dan Amerika Serikat dengan pangsa 16 persen.

PASPI (2018) dalam jurnal berjudul Peran Industri Sawit dalam Industri Pakan EU memaparkan, industri pakan ternak konsentrat Uni Eropa sudah menjadi industri padat modal karena untuk memproduksi pakan ternak konsentrat yang bermutu membutuhkan pemanfaatan teknologi yang tinggi.

Dengan memanfaatkan teknologi mutakhir, industri ini mampu bergerak dengan metode demand driven, di mana produk pakan konsentrat yang dihasilkan merupakan cerminan dari permintaan konsumen.

Berdasarkan data FEFAC (2018) disebutkan, produksi pakan ternak Uni Eropa terus mengalami pertumbuhan dari tahun ke tahun yakni dari 189 juta ton (2010) menjadi 250 juta ton (2017). Negara sentra produksi pakan konsentrat Uni Eropa adalah Jerman, Spanyol, Perancis, dan Belanda. Dalam sumber yang sama, FEFAC memperkirakan terjadi peningkatan produksi pakan ternak setiap tahunnya.

Bahan Baku Pakan Konsentrat

Berdasarkan data FEFAC (2018) dalam Feed and Food Statistical Yearbook 2017 dijelaskan, tiga jenis bahan baku utama industri pakan ternak Uni Eropa adalah feed cereals (50 persen), oil cake and meal (26 persen), dan co-product industri pangan dan bioethanol (12 persen). Sedangkan menurut Rabo Bank (2017), bahan baku utama industri pakan ternak Uni Eropa adalah grain (71 persen) dan oil meal (24 persen).

Grain atau biji-bijian yang dimaksud mencakup gandum (32 persen), jagung (30 persen), barley (25 persen), dan biji-bijian lainnya (13 persen). Sementara itu, oils meal terdiri dari soybean meal (31,6 persen), rapeseed meal (13 persen), sunseed meal (7,5 persen), palm kernel meal (2,6 persen), dan oils meal lainnya (1,4 persen).

Sebagian bahan baku yang dibutuhkan oleh industri pakan konsentrat Uni Eropa diperoleh dari impor dengan tren impornya menunjukkan peningkatan dari 41,7 juta ton (2011) menjadi 47,1 juta ton (2017). Bahan baku pakan yang banyak diimpor oleh Uni Eropa adalah oils cake and meal (54 persen) dan cereal/grain (31 persen).

Palm kernel meal (PKM) merupakan salah satu feedstuffs yang banyak digunakan oleh industri pakan konsentrat untuk menghasilkan pakan ternak maupun ikan. Sebagian PKM yang diimpor oleh Uni Eropa berasal dari Indonesia dan Malaysia. Hal ini dikarenakan, kedua negara tersebut merupakan produsen kelapa sawit terbesar di dunia serta produsen bungkil palm kernel terbesar di dunia (PASPI, 2018).

Berdasarkan data USDA (2019) yang diolah PASPI, diketahui bahwa selama periode 2011-2018, ekspor PKM Indonesia tercatat meningkat dari 3,37 juta ton menjadi 4,87 juta ton. Begitu pula dengan Malaysia yang juga mengalami peningkatan ekspor PKM yakni dari 2,28 juta ton menjadi 2,45 juta ton.

Sedangkan ekspor PKM Nigeria dan Pantai Gading (Côte d’Ivoire) relatif stabil yakni masing-masing sebesar 75 ribu ton dan 40 ribu ton.

Fakta di atas menunjukkan bahwa industri perkebunan kelapa sawit tidak hanya berkontribusi terhadap penyediaan minyak nabati global saja, tetapi juga turut membantu keberlanjutan industri pakan ternak dunia, terutama di Uni Eropa melalui penyediaan PKM (co-product palm oil) sebagai bahan baku pakan.(AD)(SD)(NR)