Sawit Notif – Semua petani dan pemilik perkebunan sawit pasti ingin meningkatkan hasil panen dan produktivitas pohon kelapa sawit secara keseluruhan. Karena alasan itulah banyak dari Anda yang tertarik dengan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dari pemerintah.
Jika Anda adalah salah satunya, maka Anda tidak perlu khawatir karena penjelasan lengkap soal apa itu program Peremajaan Sawit Rakyat. Tidak hanya definisinya saja, Anda juga akan belajar tentang manfaat dan dampak dari program pemerintah ini.
Latar Belakang Peluncuran Program PSR oleh Pemerintah
Sama seperti namanya, PSR atau program Peremajaan Sawit Rakyat adalah salah satu program pemerintah untuk peningkatan produktivitas perkebunan sawit rakyat. Tujuan utamanya untuk meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan petani atau pemilik perkebunan.
Caranya dengan proses peremajaan atau replanting sawit, mengganti pohon yang sudah tua dengan bibit baru yang lebih unggul. Program PSR diluncurkan pada era Joko Widodo pada tahun 2017. Hal ini karena produktivitas sawit rakyat yang kian menurun.
Alasan penurunan produktivitas sawit pun sangat beragam, namun kebanyakan karena pohon yang sudah tua. Beberapa alasan lainnya karena pemilihan bibit yang asal dan penyakit sawit. Jadi, jalan keluar yang paling ideal adalah dengan peremajaan kelapa sawit.
Selain untuk meningkatkan produktivitas, program PSR adalah solusi menanam sawit tanpa harus membuka lahan baru karena menggunakan lahan perkebunan lama. Jadi, hasil panen tetap ada dan memenuhi kebutuhan tanpa harus mengorbankan lingkungan.
Manfaat Program PSR di Industri Sawit
Setelah tahu apa yang dimaksud dengan program Peremajaan Sawit Rakyat dan latar belakang peluncurannya, kini saatnya membahas soal manfaatnya. Anda sudah menemukan gambaran umum soal manfaat program PSR di atas, berikut penjelasan lebih lengkapnya!
1. Penggunaan Bibit Unggul Bersertifikat
Pada saat mengikuti program replanting sawit atau PSR, Anda bisa mendapatkan bibit unggul bersertifikat. Tujuannya untuk mencegah penggunaan bibit asalan yang membuat produktivitas sawit tidak efektif dan maksimal seperti pada generasi yang sebelumnya.
Jika Anda bandingkan dengan bibit sawit asalan, bibit sawit unggul bersertifikat bisa menghasilkan panen yang lebih banyak. Proses pertumbuhan pohon kelapa sawit pun akan terasa lebih cepat. Hal ini sangat penting untuk memenuhi tujuan program PSR.
2. Peningkatan Produktivitas Jangka Panjang
Seperti pada penjelasan di atas, bibit sawit unggul bersertifikat bisa meningkatkan produktivitas sawit. Bukan hanya untuk satu kali panen saja, namun untuk jangka panjang. Jadi, petani dan pemilik kebun sawit akan lebih sejahtera daripada batch sebelumnya.
Hanya saja, karena merupakan penanaman sawit ulang di lahan yang sama dengan lahan perkebunan lama, pohon sawit akan lebih rentan terkena penyakit. Khususnya karena eksistensi jamur Ganoderma yang bisa menyebabkan penyakit busuk pangkal batang.
Jadi, agar produktivitas jangka panjang tetap stabil, jangan lupa untuk menjaga pohon sawit dari berbagai jenis penyakit. Salah satunya dengan mengaplikasikan pengendali Ganoderma ketika jamur-jamur tersebut mulai muncul di sekitar pohon kelapa sawit.
Hingga saat ini, pengendali Ganoderma CHIPS PKT masih jadi pilihan terbaik untuk mengatasi penyakit sawit tersebut. Tanpanya, pohon sawit bisa tumbang hanya dalam waktu 7-8 tahun akibat penyakit dan bisa membuat Anda rugi besar.
3. Bantuan Dana atau Pembiayaan
Lalu, manfaat program Peremajaan Sawit Rakyat terakhir yang bisa Anda nikmati adalah bantuan dana atau pembiayaan. Pemerintah akan memberikan dana hibah Peremajaan Sawit Rakyat sebesar Rp60 juta per hektar untuk setiap kepala keluarga sejak tahun 2024.
Anda bisa mengakses aplikasi program Peremajaan Sawit Rakyat untuk bisa mendaftarkan diri dan mendapatkan dana hibah tersebut. Namun, Anda memang harus memenuhi beberapa syarat tertentu untuk ikut serta dalam program replanting sawit ini.
Beberapa syarat program Peremajaan Sawit Rakyat yang perlu Anda penuhi untuk mendapatkan dana hibah ini adalah sebagai berikut!
- Surat Permohonan Dana Bantuan yang berasal dari kelembagaan pekebun/petani sawit.
- Data anggota yang ikut serta dalam kelembagaan, lengkap dengan profil petani/pekebun sawit.
- Informasi lengkap tentang lahan sawit yang ikut serta dalam program peremajaan.
- Peta lokasi perkebunan sawit.
- Akta pendirian dan dokumen legalitas yang lainnya.
- Surat Perjanjian Kerjasama Kemitraan Usaha dan Surat Perjanjian Kerjasama Kerja.
- Surat pernyataan bahwa Anda akan memakai teknik tumbang serempak sebagai metode peremajaan kelapa sawit.
- Struktur organisasi kelembagaan.
- Surat perjanjian bahwa Anda sudah memilih bibit bersertifikat, atau surat keterangan yang diterbitkan oleh pemerintah kabupaten.
- Surat Kesediaan Bank (Indicative Letter) yang berisi bahwa pihak bank siap mendukung program.
- Informasi rekening petani/pekebun sawit.
- KTP dan KK petani/pekebun sawit.
- Surat Penyelesaian STDB dan kartu anggota kelembagaan perkebunan sawit.
- Buku tabungan asli.
- Surat Kuasa.
Dampak Program PSR
Pada dasarnya, pengurusan PSR memang cukup ribet karena perlu banyak syarat. Namun, dampaknya sangat signifikan bagi kesejahteraan petani atau pekebun sawit. Pasalnya, Anda akan mendapatkan bibit unggul bersertifikat sekaligus dana hibah dari pemerintah.
Selain itu, kualitas minyak sawit nasional pun akan meningkat karena bibit yang berkualitas dan produktivitas sawit yang maksimal. Jadi, sangat wajar rasanya jika ada banyak petani atau pemilik perkebunan sawit yang tertarik untuk ikut program pemerintah ini.
Tingkatkan Produktivitas dengan CHIPS!
Untuk mendukung keberhasilan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), diperlukan strategi yang tepat tidak hanya pada tahap peremajaan, tetapi juga dalam perawatan tanaman pascatanam.
Salah satu solusinya adalah dengan menggunakan produk CHIPS (Crop Health Improvement Program Solution), yang diformulasikan untuk membantu meningkatkan kesehatan tanaman kelapa sawit, mengoptimalkan penyerapan nutrisi, memperkuat sistem perakaran, serta mendorong pertumbuhan yang lebih seragam dan produktif.
Dengan penerapan CHIPS secara tepat dan berkelanjutan, tanaman hasil PSR dapat tumbuh lebih optimal, memiliki daya tahan yang lebih baik terhadap tekanan lingkungan, dan berpotensi menghasilkan produktivitas yang lebih tinggi dalam jangka panjang.
Itulah segala hal yang perlu Anda ketahui tentang Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) beserta solusi pendukung untuk meningkatkan hasil kebun. Untuk informasi lebih lengkap terkait cara meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit Anda, silahkan hubungi 0821-2000-6888 atau kunjungi website www.pkt-group.com
FAQ
Apa itu proses peremajaan dalam konteks perkebunan sawit?
Secara garis besar, peremajaan adalah penggantian pohon sawit lama dengan yang baru. Jika Anda punya perkebunan sawit dengan pohon-pohon yang sudah tua, Anda bisa menebangnya. Lalu, ganti dengan bibit unggul bersertifikat di tempat yang sama.
Peremajaan sawit umur berapa?
Masalah umur biasanya akan sangat variatif, kisaran 20-25 tahun. Anda bisa tahu apakah peremajaan perlu atau tidak dengan melihat produktivitas sawit. Jika pohon sawit sudah tidak produktif dan hasil panen turun drastis, artinya perlu peremajaan.
Apa tujuan peremajaan kelapa sawit?
Tujuan utamanya adalah menanam pohon sawit baru dengan bibit unggul di tempat yang sama tanpa harus membuka lahan baru. Hal ini agar produktivitas pohon sawit terjaga dan hasil panen maksimal. Kualitas produksi kelapa sawit pun akan meningkat.
Berapa dana PSR per hektar?
Pada saat peluncuran program di tahun 2017, Anda bisa mendapatkan dana Rp30 juta per hektar. Namun, sejak tahun 2024, jumlah dana hibahnya dari menjadi Rp60 juta per hektar. Syaratnya harus memilih bibit sawit unggul bersertifikat saat akan replanting. (SD)(AD)

