Sawit Notif – Buah sawit yang busuk menjadi salah satu permasalahan merugikan bagi pengelola perkebunan kelapa sawit. Penyebab sawit busuk harus segera diketahui dan diatasi jika tidak ingin mengalami kerugian yang lebih besar bagi produktivitas perkebunan.
Pilihan upaya untuk mengatasi buah sawit busuk sebenarnya cukup beragam. Di antara banyaknya pilihan tersebut, pastikan untuk memilih tindakan yang paling tepat berdasarkan hasil identifikasi penyebab buah kelapa sawit busuk.
Apa Penyebab Sawit Busuk?
Penyebab utama buah sawit busuk bahkan sebelum masak atau matang adalah serangan jamur patogen bernama Marasmius palmivorus. Serangan jamur patogen yang satu ini dapat semakin meluas ketika kondisi lingkungan mendukung penyebarannya.
Berikut ini beberapa faktor lingkungan yang dapat menyebabkan buah sawit mengalami pembusukan lebih parah, yaitu:
1. Kondisi Lingkungan Lembab
Kondisi lingkungan yang terlalu lembab seperti pada musim hujan akan membuat jamur Marasmius lebih cepat tumbuh dan berkembang. Kelembaban yang terlalu tinggi memang dapat membuat tanah tidak terhidrasi dengan baik.
Akibatnya, jamur tumbuh cepat dan membuat proses pembusukan buah sawit pun dapat berlangsung lebih cepat serta menyebar semakin luas.
2. Sanitasi dan Kebersihan yang Buruk
Jamur Marasmius kelapa sawit juga dapat berkembang dan menyebar lebih cepat pada lahan sawit dengan sanitasi buruk. Kondisi seperti ini ditandai dengan adanya buah-buah sawit busuk yang dibuang begitu saja di area perkebunan sawit.
Padahal keberadaan buah sawit busuk tersebut dapat menjadi sarang atau lokasi utama pertumbuhan jamur Marasmius Jika berdekatan dengan pohon sawit sehat, maka jamur Marasmius akan mudah menyebar dan menginfeksi buah sawit segar di pohon lainnya.
3. Jarak Tanam Yang Terlalu Rapat
Penyebab sawit busuk lainnya berupa kerapatan jarak tanam yang tinggi di lahan perkebunan. Artinya, jarak antara satu pohon sawit dengan pohon lainnya tidak ideal atau terlalu rapat.
Kondisi kerapatan jarak tanam sawit seperti ini akan membuat lingkungan di sekitar pohon kelapa sawit sulit atau jarang terkena sinar matahari secara langsung. Akibatnya, kondisi lingkungan sekitar tempat tumbuh pohon sawit menjadi lebih lembab daripada seharusnya.
Kondisi lingkungan lembab inilah yang membuat jamur Marasmius lebih mudah tumbuh dan menyebar pada lahan kelapa sawit dengan jarak tanam terlalu rapat.
Selain itu, jarak tanam yang terlalu rapat juga akan membuat sawit kekurangan nutrisi karena harus berbagi dengan tanaman sawit lainnya. Kekurangan nutrisi pada pohon sawit dapat membuatnya lebih mudah terinfeksi jamur Marasmius
4. Terlambatnya Rotasi Pemanenan Tandan Sawit
Faktor penyebab buah sawit busuk lainnya adalah manajemen pengelolaan perkebunan yang kurang baik. Manajemen yang buruk dapat membuat proses rotasi pemanenan tandan sawit segar mengalami keterlambatan.
Buah sawit yang sudah siap panen, tetapi belum dipanen akan lebih mudah terserang jamur penyebab buah sawit busuk. Hal ini karena jaringan pada buah sawit matang sudah melemah dan lebih mudah membusuk ketika terinfeksi jamur Marasmius
Gejala Serangan Buah Sawit Busuk
Gejala serangan jamur Marasmius sebenarnya dapat dideteksi sejak awal dengan melihat beberapa ciri seperti di bawah ini, yaitu:
- Terdapat miselium berupa benang-benang jamur dengan warna putih mengkilat di atas permukaan tandan buah sawit.
- Miselium jamur Marasmius pada awalnya terlihat lebih jelas pada pangkal tandan atau lebih tepatnya melekat di bagian pangkal pelepah daun.
Gejala serangan jamur Marasmius dapat semakin parah ketika tidak segera diatasi. Jamur Marasmius akan menggerogoti bagian daging buah sawit, sehingga buah sawit yang busuk terlihat lebih jelas.
Cara Mengatasi Buah Sawit Busuk
Penyebab sawit busuk harus segera diatasi agar produktivitas kelapa sawit tidak mengalami penurunan signifikan bahkan kerugian besar. Berikut ini Cara mengatasi buah sawit busuk karena serangan jamur Marasmius, yaitu:
1. Memperbaiki Sanitasi Lingkungan
Cara pertama yang dapat dilakukan untuk membantu mengatasi serangan jamur Marasmius penyebab buah sawit busuk adalah memperbaiki sanitasi lingkungan.
Upaya yang dapat dilakukan berupa membuang seluruh bunga pasca antesis serta buah sawit yang sudah terlanjur busuk. Tujuannya tentu saja agar tidak mengkontaminasi buah sawit segar lainnya.
2. Melakukan Penjarangan
Jika jarak tanam kelapa sawit terlalu rapat, maka sebaiknya dilakukan upaya penjarangan pohon sawit. Tindakan penjarangan di perkebunan sawit akan membuat jarak tanam menjadi lebih ideal bagi pertumbuhan dan perkembangan kelapa sawit.
Kondisi jarak tanam ideal juga akan membuat tanaman sawit mendapat lebih banyak sinar matahari, sehingga kondisi lingkungan tidak terlalu lembab. Akibatnya, jamur Marasmius tidak dapat tumbuh dan menyerang buah sawit.
3. Melakukan Rotasi Pemanenan Yang Tepat
Upaya lainnya yang sebaiknya dilakukan adalah menerapkan rotasi pemanenan buah sawit yang tepat (empat atau tiga kali dalam sebulan). Artinya, jangan sampai buah sawit dibiarkan terlalu lama di pohon padahal sudah siap untuk dipanen.
Perbaikan manajemen pengelola perkebunan sawit dapat dilakukan untuk membuat rotasi permainan berjalan dengan tepat sesuai yang telah direncanakan.
FAQ
Apa Penyebab Buah Sawit Busuk?
Penyebab sawit busuk sebelum masak adalah serangan dari jamur patogen Marasmius Serangan jamur patogen tersebut dapat menyebar semakin luas dan cepat ketika kondisi lingkungan terlalu lembab, kerapatan jarak tanam tinggi, hingga sanitasi buruk.
Mengapa Buah Sawit Busuk Sebelum Masak?
Buah sawit dapat mengalami pembusukan bahkan sebelum masak atau matang ketika terjangkit penyakit akibat serangan jamur patogen, seperti Marasmius Jika tidak segera diatasi, maka seluruh buah sawit dalam satu tandan akan busuk dan tidak bisa dipanen.
Bagaimana Cara Mengobati Busuk Buah?
Cara mengatasi penyebab sawit busuk dapat dilakukan melalui upaya pengendalian hayati. Selain itu, perbaikan terhadap sanitasi, rotasi pemanenan, hingga penjarangan juga harus dilakukan.
Apakah Buah Busuk Bisa Menjadi Pupuk?
Buah sawit yang sudah terlanjur busuk dapat diolah lebih lanjut untuk menjadi pupuk organik agar tidak terbuang begitu saja.(AD)(SD)(DK)(NR)