Ketahui Dosis dan Kegunaan Furadan untuk Kelapa Sawit

furadan-sawit

Sawit Notif – Furadan untuk sawit terbukti sebagai salah satu insektisida yang memiliki kemampuan melindungi tanaman dari serangan hama tanah. Mengingat, serangan hama tanah sering kali menjadi ancaman yang serius dalam budidaya sawit.

Dampak dari serangan hama tanah bisa berakibat fatal bagi pertumbuhan tanaman. Kerugian yang timbul tidak hanya berupa berkurangnya jumlah tanaman produktif. Namun, juga meningkatnya biaya perawatan akibat penanaman ulang atau pengendalian hama tambahan.

Apa Itu Furadan?

Furadan adalah insektisida dan nematisida yang mengandung bahan aktif karbofuran (carbofuran). Senyawa kimia ini tergolong sebagai karbamat. Produk insektisida ini bekerja secara sistemik dan kontak.

Sederhananya, furadan dapat diserap oleh tanaman untuk memberikan perlindungan dari bagian dalam sekaligus bekerja secara langsung terhadap hama. Selain sawit, furada juga dimanfaatkan di bidang pertanian lain. Misalnya cengkeh, padi, kapuk, hingga lada.

Untuk penggunaannya, petani bisa mengaplikasikan furadan dicampur dengan pupuk MOAF dari PKT. Teknik ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pengaplikasian di perkebunan. Terlebih untuk budidaya tanaman kelapa sawit.

Dengan mencampurkan keduanya, petani sawit dapat memberikan perlindungan dari hama tanah sekaligus menyuburkan tanah dengan unsur mikro. Pupuk dari PKT memiliki kandungan boron, seng, dan mangan yang menjadi kebutuhan tanaman sawit.

Menariknya, banyak petani yang menyebut furadan sebagai pupuk furadan. Penyebutan ini berasal dari proses pengaplikasiannya yang sering kali dibarengi dengan pemupukan. Pada dasarnya, furadan bukanlah bubuk tetapi insektisida dan nematisida.

Fungsi Furadan untuk Kelapa Sawit

Dalam budidaya tanaman kelapa sawit, furadan mempunyai sejumlah fungsi penting. Terutama pada masa pra tanam dan tahun-tahun awal penanaman sawit. Berikut penjelasan lengkap terkait fungsi furadan untuk sawit.

1. Mengendalikan Hama yang Terdapat pada Tanah

Fungsi pertama dari pupuk furadan untuk sawit yakni mengendalikan hama-hama tanah. Misalnya saja ulat tanah, rayap, kumbang tanah, hingga larva-larva serangga yang menyerang bagian akar tanaman sawit.

Hama-hama tersebut dapat merusak akar dan bagian pangkal batang tanaman kelapa sawit muda. Akibatnya, pertumbuhan tanaman menjadi terhambat. Bahkan, menyebabkan kematian tanaman.

Jika serangan hama tanah tidak mendapat pengendalian sejak dini, maka pertumbuhan kelapa sawit akan terganggu. Terutama pada fase awal saat tanaman sedang membangun sistem akar yang kuat. Akar yang rusak menyebabkan tanaman kesulitan menyerap air dan nutrisi.

2. Melindungi Tanaman Sawit dari Serangan Nematoda

Selain efektif melawan hama tanah, furadan juga berfungsi sebagai nematisida yang melindungi tanaman kelapa sawit dari serangan nematoda parasit. Tanaman yang terinfeksi nematoda biasanya menunjukkan beberapa gejala.

Meliputi pertumbuhan yang terhambat, daun menguning, dan kondisi kerdil secara keseluruhan. Dengan aplikasi furadan di sekitar perakaran bersamaan dengan pupuk kelapa sawit, aktivitas nematoda dapat ditekan secara efektif.

Nematoda hidup di dalam tanah dan menyerang akar tanaman dengan cara menembus jaringan akar. Serangan ini menyebabkan pembengkakan atau kerusakan yang mengganggu fungsi akar pada tanaman kelapa sawit.

Manfaat Furadan untuk Kelapa Sawit

Lebih lanjut, terdapat pembahasan mengenai manfaat furadan untuk sawit. Informasi ini sangat berguna bagi petani sawit yang ingin mengendalikan hama tanah di area perkebunan. Simak secara seksama agar lebih memahaminya!

1. Meningkatkan Pertumbuhan dan Daya Tumbuh Bibit Sawit

Furadan memberikan manfaat besar dalam meningkatkan daya tumbuh bibit kelapa sawit. Terutama pada fase awal penanaman sawit. Perlindungan terhadap hama tanah dan nematoda membuat bibit sawit lebih mudah mengembangkan sistem akar yang sehat tanpa gangguan.

Akar yang kuat akan mendukung penyerapan air serta unsur hara dengan optimal. Dengan begitu, pertumbuhan vegetatif tanaman menjadi lebih cepat dan merata. Bibit sawit yang memperoleh perlindungan dari furadan kerap menunjukkan tanda pertumbuhan yang baik.

2. Memberikan Efek Perlindungan Awal (Efek Sistemik Sementara)

Furadan memiliki efek sistemik sementara, yakni dapat diserap oleh jaringan tanaman dan memberikan perlindungan dari dalam terhadap serangan hama. Efek ini sangat bermanfaat dalam fase awal pertumbuhan kelapa sawit.

Meski efek furadan pada sawit hanya berlangsung sementara, manfaatnya cukup signifikan dalam mencegah kerusakan awal pada jaringan tanaman sawit. Hal ini sangat penting karena serangan hama pada fase awal bisa berdampak panjang di kemudian hari.

3. Menurunkan Frekuensi Penyemprotan Pestisida Jenis Lain

Dengan penggunaan furadan yang efektif dalam mengendalikan hama tanah, kebutuhan untuk melakukan penyemprotan pestisida tambahan otomatis berkurang secara signifikan. Petani sawit tidak perlu melakukan penyemprotan berulang untuk mengendalikan hama.

Selain itu, pengurangan frekuensi penyemprotan pestisida juga berdampak positif terhadap lingkungan di sekitar kebun sawit. Risiko pencemaran udara dan air menjadi lebih rendah sehingga tidak membahayakan lingkungan sekitar.

Dosis dan Waktu Pemberian Furadan untuk Kelapa Sawit

Cara menggunakan furadan untuk sawit membutuhkan kehati-hatian agar produk bekerja secara maksimal. Furadan untuk tanaman sawit biasanya tersedia dalam bentuk butiran (granular). Untuk dosis dan waktu pemberiannya, petani bisa menyimak penjelasan berikut.

1. Dosis

Sama halnya ketika menginginkan manfaat pupuk organik, petani sawit perlu memberikan furadan sesuai dosis agar manfaatnya terbukti dengan optimal. Dosis furadan untuk sawit berkisar antara 10 hingga 20 gram untuk setiap tanaman.

Penentuan dosis juga perlu mempertimbangkan usia tanaman sawit dan tingkat serangan hama yang terjadi di perkebunan. Untuk bibit atau tanaman muda, dosis yang lebih rendah sudah cukup efektif karena jaringan akar masih belum terlalu luas.

2. Waktu Pemberian

Cara pakai furadan juga wajib disesuaikan dengan waktu pemberian secara tepat. Waktu pemberian furadan yang paling ideal yakni di tahun-tahun awal pertumbuhan kelapa sawit. Khususnya 1 hingga 3 tahun pertama.

Pemberian furadan bisa berlangsung secara berkala setiap 3 hingga 4 bulan sekali. Tergantung dengan kondisi kebun dan potensi serangan hama di lokasi tersebut. Selain saat masa tanam, furadan juga boleh diaplikasikan bersamaan dengan kegiatan pemupukan.

Penutup

Demikian penjelasan mengenai pengertian, fungsi, manfaat, dan pengaplikasian furadan untuk sawit. Untuk merasakan manfaatnya, petani hanya perlu menaburkan furadan di sekitar piringan tanaman sawit.

 

Bagi pihak perkebunan sawit yang ingin mendapatkan informasi lebih lengkap silahkan hubungi  0821-2000-6888 atau kunjungi website www.pkt-group.com

FAQ

Setelah memahami cara aplikasi furadan untuk sawit lengkap dengan dosis dan waktu pemberiannya. Petani sawit juga bisa menambah wawasan lebih dalam dengan membaca beberapa pertanyaan dan jawaban di bawah ini.

1. Apakah Furadan Bisa untuk Sawit?

Saat ini, kegunaan furadan untuk kelapa sawit sudah terbukti efisien mengendalikan hama tanah. Insektisida ini bekerja dengan cara melindungi tanaman dari serangan ulat tanah, belatung akar, kumbang tanah, hingga rayap.

2. Apakah Bisa Furadan Disemprotkan?

Furadan yang umum ada di pasaran berbentuk butiran sehingga proses pengaplikasiannya dilakukan dengan cara menaburkannya ke media tanam. Untuk penyemprotan, petani memerlukan furadan cair yang relatif jarang ada di pasaran.

3. Berapa Lama Efek Furadan?

Efek furadan dalam tanah umumnya bertahan selama 2 hingga 4 minggu. Kondisi ini bergantung pada dosis, jenis tanah, kelembaban, dan curah hujan. Dalam kondisi tanah yang lembab dan tidak terlalu porous, efektivitas furadan bisa lebih lama.

Sebaliknya, di tanah berpasir atau ketika musim hujan, efektivitasnya bisa lebih cepat berkurang. Bahan aktif yang terdapat pada furadan lebih mudah larut dan tercuci ke lapisan tanah yang lebih dalam. (AD)(SD)(DK)(NR)