Ancaman Kemarau dan Kekeringan pada Produktivitas Kelapa Sawit

lahan-kering

Sawit Notif – Hampir semua petani dan pemilik perkebunan kelapa sawit pasti merasa khawatir saat musim kemarau datang, sama seperti komoditas tani dan kebun lain. Pasalnya, ketika musim kemarau tiba, potensi kekeringan kelapa sawit pun akan semakin besar.

Jika Anda penasaran informasi lengkap tentang topik ini, semua penjelasannya bisa Anda temukan di sini. Anda akan paham bagaimana dampak kekeringan terhadap perkebunan kelapa sawit lengkap dengan bagaimana proses adaptasi sawit terhadap kekeringan.

Mengenal Apa Itu Kekeringan dengan Lebih Dekat

Sebelum membahas lebih jauh tentang kekeringan di perkebunan kelapa sawit, Anda perlu tahu dulu apa definisinya. Secara garis besar, kekeringan adalah kondisi ketika suatu hal atau suatu tempat mengalami defisit air, biasanya lebih dari 200 mm.

Artinya, air yang tersedia untuk hal tertentu atau di tempat tertentu sama sekali tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan makhluk hidup di sekitarnya. Jika defisit air 200 mm, maka Anda butuh tambahan sebesar 200 mm untuk memenuhi apa yang dibutuhkan.

Ciri-ciri kekeringan cukup mudah untuk Anda kenali, salah satunya adalah curah hujan yang jarang. Jika curah hujan kurang dari 1250 mm/tahun, maka kemungkinan daerah tersebut mengalami kekeringan. Hal ini sangat vital karena pohon sawit butuh banyak air.

Dampak Defisit Air pada Perkebunan Kelapa Sawit

Pada dasarnya, pohon kelapa sawit adalah salah satu pohon yang memerlukan banyak pasokan air. Tujuannya agar pertumbuhan dan produktivitas pohon sawit memenuhi harapan. Jadi, pohon bisa tumbuh dengan baik tanpa ada halangan atau hambatan yang berarti.

Jika pasokan air kurang atau mengalami defisit air, Anda akan melihat beberapa dampak langsung dan tidak langsung di perkebunan sawit Anda, yaitu:

1. Daun Mengering, Menguning, dan Mudah Patah

Salah satu dampak kekeringan kelapa sawit adalah daun pohon yang mulai mengering dan menguning. Jadi, jika Anda penasaran soal apa penyebab ujung daun kering pada pohon sawit, kurangnya pasokan air bisa jadi pemicunya.

Pada beberapa kasus, sinar matahari di musim kemarau juga bisa menjadi salah satu penyebab daun kelapa sawit kering selain karena kurangnya pasokan air. Dua kondisi ini bisa membuat pohon kelapa sawit kering dengan lebih cepat daripada biasanya.

Jika daun kelapa sawit kering, pelepah daun tersebut akan lebih rentah patah. Semakin banyak defisit air, maka akan semakin rentan patah pula daunnya. Khususnya untuk daun-daun yang relatif sudah tua.

Pada kondisi defisit air 200-300 mm, maka jumlah pelepah daun yang patah hanya sekitar 1-8 saja. Namun jika defisitnya lebih dari 500 mm, maka ada sekitar 14-18 pelepah daun kelapa sawit yang bisa patah di setiap tahunnya. Hal ini terjadi karena kelapa sawit stress.

2. Hasil Panen Kelapa Sawit Berkurang dengan Drastis

Pada penjelasan di atas, Anda pasti tahu apa penyebab kekeringan kelapa sawit, salah satunya karena defisit air. Jika pasokan air kurang dan daun-daun mulai berguguran, maka secara otomatis hasil panen di pohon kelapa sawit tersebut pasti berkurang.

Karena alasan tersebut, sebagian petani dan pemilik perkebunan sawit menyimpulkan jika musim kemarau ganggu produktivitas sawit. Persentase penurunan hasil panen pun akan tergantung pada jumlah defisit air yang terjadi di musim kemarau pada tahun tersebut.

Jika defisit air sekitar 200-300 mm, maka tingkat kekeringan kelapa sawit tidak akan terlalu parah. Biasanya hasil panen hanya menurun kurang dari 15% dari situasi normal. Sedangkan bila defisit airnya mencapai 500 mm, hasil panen menurun 15-100%.

3. Proses Pertumbuhan Kelapa Sawit yang Terganggu

Alasan terakhir mengapa Anda perlu menghindari kekeringan pohon kelapa sawit adalah karena proses pertumbuhan bisa terganggu. Tidak hanya pembentukan buah saja yang membuat hasil panen menurun, namun juga pembentukan bunga dan lainnya.

Hal ini terjadi karena pasokan air yang minim dan kekurangan nutrisi. Jika daun mengering, menguning, dan patah, proses fotosintesis pun akan terganggu. Tanpa proses fotosintesis yang tepat, pohon kelapa sawit pun tidak akan tumbuh dengan baik.

Adaptasi Pohon Kelapa Sawit terhadap Kekeringan

Lalu, apakah ada cara memulihkan pohon kelapa sawit yang mulai mengering karena defisit air dan berbagai penyebab lain? Anda tidak perlu khawatir karena pohon kelapa sawit ternyata bisa beradaptasi dengan kekeringan dengan beberapa cara berikut!

1. Pilih Bibit Sawit yang Lebih Tahan Cuaca Kering

Pertama, ada cara mengatasi kekeringan kelapa sawit yang paling mudah, yaitu dengan memilih bibit sawit yang tepat. Pasalnya, kini teknologi pertanian dan perkebunan sudah canggih. Teknologi ini bisa Anda gunakan untuk menemukan bibit unggah.

Contohnya seperti bibit SD14 dan SD63, dua varietas pohon kelapa sawit yang tahan kekeringan. Selain dua bibit unggul tersebut, ada 12 varietas lain yang bisa tahan lebih baik di cuaca ekstrem saat musim kemarau, sehingga bisa Anda pilih sesuai kebutuhan.

2. Beri Pupuk dengan Rutin

Selain memilih bibit unggul yang tepat, Anda juga bisa menjaga produktivitas pohon sawit dengan memberi pupuk secara rutin. Contohnya seperti pupuk MOAF PKT yang bisa menambah unsur hara di dalam tanah dan menjaga kesuburannya saat kemarau tiba.

Eksistensi pupuk ini bisa membuat pohon kelapa sawit tumbuh dengan lebih baik dan memberi hasil panen yang lebih maksimal. Karena itu, jangan lupa untuk memberi pupuk ini sesuai dengan dosis dan aturan pakainya agar pohon sawit bisa kembali sehat.

Penutup

Itulah semua informasi yang perlu Anda ketahui tentang kekeringan kelapa sawit, termasuk dampak dan caranya untuk beradaptasi. Jika ingin informasi lebih lengkap terkait perkebunan kelapa sawit, Anda bisa hubungi 0821-2000-6888 atau kunjungi PKT Group.

FAQ

Apa penyebab kekeringan kelapa sawit?

Kebanyakan kasus kekeringan kelapa sawit terjadi karena defisit air, biasanya kurang dari 200 mm. Alasannya karena curah hujan tahunan yang rendah (di bawah 1250 mm per tahun), bulan kering lebih dari 3 bulan, dan deret hari tidak hujan di atas 20 hari.

Apa dampak kekeringan kelapa sawit?

Pada umumnya pohon sawit akan mulai mengering, terutama di daerah daun. Hal ini memicu proses fotosintesis yang tidak optimal. Hasilnya, proses pertumbuhan pohon kelapa sawit terhambat dan jumlah hasil panen kelapa sawit yang menurun secara drastis.

Apakah ada cara memulihkan pohon kelapa sawit yang mengalami kekeringan?

Jika pohon masih relatif muda, Anda bisa rajin memberikan pupuk MOAF untuk menambah unsur hara di dalam tanah. Namun, jika pohonnya sudah tua, Anda bisa melakukan peremajaan atau replanting sawit dan menggantinya dengan bibit yang tahan kekeringan. (SD)(AD)