Panduan Perawatan Sawit Tanaman Menghasilkan (TM) untuk Produktivitas Maksimal

perawatan-sawit

Sawit Notif –  Memiliki pohon atau perkebunan kelapa sawit bukan hanya sekadar menanam bibit. Anda juga perlu melakukan perawatan sawit agar hasil panen lebih maksimal. Hal ini berlaku untuk semua fase, termasuk saat fase perawatan tanaman menghasilkan kelapa sawit.

Jika Anda belum tahu apa saja perawatan tanaman menghasilkan kelapa sawit, maka Anda bisa mempelajarinya di sini. Tapi sebelum itu, Anda perlu tahu dulu apa definisi tanaman menghasilkan (TM) kelapa sawit dan mengapa perawatannya penting.

Mengenal Lebih Dekat Apa Itu Tanaman Menghasilkan Kelapa Sawit

Tahukah Anda apa yang dimaksud dengan tanaman menghasilkan kelapa sawit? Secara garis besar, tanaman menghasilkan adalah tanaman sawit yang sudah cukup dewasa. Umurnya sekitar 3 tahun atau lebih tua dan sudah menghasilkan Tandan Buah Segar (TBS).

Karena sudah menghasilkan TBS, artinya waktu panen hanya tinggal menghitung minggu. Pada umumnya, panen bisa Anda lakukan saat TBS berumur 10-14 hari dan bisa langsung Anda kirim untuk proses pengolahan menjadi minyak dan produk lain.

Selain tanaman menghasilkan (TM), Anda juga akan mengenal istilah tanaman belum menghasilkan (TBM). Istilah ini merujuk pada tanaman sawit yang masih muda dan belum berbuah. Namun, meskipun belum menghasilkan TBS, Anda tetap harus merawatnya.

Mengapa Harus Melakukan Perawatan Tanaman Menghasilkan Kelapa Sawit

Ada banyak alasan mengapa pemeliharaan kelapa sawit itu penting, terutama pada fase TM. Tujuan utamanya adalah untuk memaksimalkan hasil panen sawit. Hal ini karena perawatan yang tepat di fase TM dapat meningkatkan produktivitas sawit di perkebunan.

Ketika produktivitas di perkebunan sawit meningkat dan hasil panen maksimal, Anda bisa memproduksi berbagai jenis produk sawit dengan lebih lancar. Hasil akhirnya pasti akan memuaskan karena Anda bisa mendapatkan keuntungan yang maksimal.

Kegiatan Perawatan Rutin pada Sawit TM

Penting untuk Anda catat bahwa cara pemeliharaan TBM dan TM kelapa sawit ada yang sama dan ada yang berbeda. Khusus untuk Anda yang ingin tahu bagaimana cara perawatan tanaman menghasilkan kelapa sawit, berikut adalah penjelasannya!

1. Thinning Out

Cara perawatan tanaman menghasilkan kelapa sawit pertama yang wajib Anda lakukan adalah thinning out. Secara garis besar, thinning out kelapa sawit adalah proses menyingkirkan tanaman yang punya ciri-ciri kelainan genetika selama masa pertumbuhannya.

Anda bisa melihat kelainannya dari batang, daun, dan bunganya. Pasalnya, pohon sawit dengan kelainan genetik punya batang yang lebih besar dari pohon-pohon lain, pelepah daun yang mengerucut dan berwarna hijau gelap, serta tidak pernah berbunga.

2. Pruning

Lalu, proses pemeliharaan tanaman kelapa sawit lain yang perlu Anda lakukan adalah pruning. Pada tahap ini, Anda harus membuang daun berlebihan yang tumbuh di pohon sawit. Tujuannya agar daun bisa berfungsi dengan optimal karena jumlah totalnya ideal.

Pada umumnya di tahap pruning kelapa sawit Anda perlu mempertahankan 50-56 pelepah jika usia tanaman kurang dari 8 tahun. Namun jika umurnya sudah lebih dari 8 tahun, Anda perlu mempertahankan lebih sedikit daun pada tanaman, sekitar 42-48 pelepah.

3. Pemupukan

Ada juga tahapan perawatan tanaman menghasilkan kelapa sawit lain yang tidak boleh Anda lupakan, yaitu pemupukan. Anda perlu memilih pupuk kelapa sawit yang tepat untuk memenuhi kebutuhan unsur hara yang nantinya akan mendukung pertumbuhannya.

Pastikan Anda melakukan pemupukan kelapa sawit secara rutin sesuai dengan dosis dan kebutuhan yang dianjurkan. Kebanyakan perkebunan butuh dua kali pemupukan per tahun, biasanya terjadi antara bulan Maret-April dan antara bulan Juli-Agustus.

Namun, pada beberapa kasus, Anda bisa membutuhkan pemupukan di perkebunan dengan frekuensi yang lebih banyak atau sedikit. Hal ini bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan, apakah perkebunan Anda membutuhkan unsur hara tambahan atau tidak.

4. Pengendalian Gulma atau Hama

Terakhir, proses perawatan tanaman menghasilkan kelapa sawit yang bisa Anda lakukan adalah dengan mengendalikan gulma dan hama. Cara ini tidak jauh berbeda dengan pemeliharaan tanaman kelapa sawit belum menghasilkan karena sama-sama rentan.

Gulma adalah rumput atau tumbuhan lain yang tumbuh di sekitar pohon kelapa sawit. Anda perlu menyingkirkan gulma karena tanaman ini membutuhkan air dan nutrisi di dalam tanah untuk hidup. Jadi, mereka akan berkompetisi dengan pohon kelapa sawit untuk itu.

Sedangkan hama adalah hewan, jamur, atau organisme lain yang hidup di sekitar pohon kelapa sawit dan dapat merugikan tanaman. Hama bisa mencuri nutrisi dan menyebabkan berbagai penyakit. Pada beberapa kasus bahkan bisa membuat pohon mati.

Jadi, memberantas hama dan gula adalah cara merawat tanaman kelapa sawit yang tidak boleh Anda lupakan. Khusus untuk gulma, singkirkan secara manual dengan cara mencabutnya dari tanah. Anda bisa mempertahankan tanaman penutup tanah dan rumput lunak.

Namun untuk hama, menyingkirkannya secara manual terasa kurang efektif. Terlebih jika jumlah hama terlalu banyak, sehingga Anda perlu alternatif lain. Jika hama berupa ulat atau kumbang tanduk, biasanya petani sawit memilih memakai insektisida.

Pilihan lain yang lebih aman adalah dengan menggunakan pengendali hayati. Misalnya seperti pengendali Ganoderma untuk mengatasi serangan hama jamur Ganoderma. Pengendali hayati CHIPS PKT adalah salah satu produk terbaik untuk Anda.

Masih Butuh Bantuan?

Itulah penjelasan tentang perawatan tanaman menghasilkan kelapa sawit, lengkap dengan definisinya dan manfaat melakukan pemeliharaannya. Anda perlu merawatnya agar proses pertumbuhan kelapa sawit ideal dan hasil panennya melimpah.

Bagi pihak perkebunan sawit yang ingin mendapatkan informasi lebih lengkap silahkan hubungi  0821-2000-6888 atau kunjungi website www.pkt-group.com

 

FAQ

Tanaman menghasilkan kelapa sawit itu apa dan bagaimana ciri-cirinya?

Istilah ini merujuk pada tanaman yang siap menghasilkan buah, biasanya berusia lebih dari 3 tahun. Pohon kelapa sawit tersebut biasanya sudah dewasa dan menghasilkan Tandan Buah Segar (TDS) yang siap panen dalam waktu beberapa minggu (biasanya 10-14 hari).

Apa saja tahapan pemeliharaan tanaman menghasilkan di perkebunan kelapa sawit?

Lakukan thinning out dan pruning agar kondisi pohon kelapa sawit ideal dan bisa tumbuh dengan lebih baik. Lalu, jangan lupa pupuk tanaman sekitar dua kali dalam setahun. Jika ada gulma dan serangan hama, segera singkirkan dan kendalikan kondisinya.

Apa saja faktor-faktor yang menyebabkan daun pohon kelapa sawit menguning dan kering?

Kondisi daun biasanya terkait dengan kekurangan nutrisi dan serangan hama. Anda bisa memeriksa unsur hara di dalam tanah dan memberikan pupuk jika ada yang kurang. Jika berupa serangan jamur Ganoderma, segera beri pengendali hayati di sana. (SD)(AD)