{"id":8878,"date":"2023-09-14T15:38:49","date_gmt":"2023-09-14T08:38:49","guid":{"rendered":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/?p=8878"},"modified":"2024-05-20T14:39:30","modified_gmt":"2024-05-20T07:39:30","slug":"mengenal-jenis-parasit-nematoda-kelapa-sawit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-jenis-parasit-nematoda-kelapa-sawit\/","title":{"rendered":"Mengenal Jenis Parasit Nematoda yang Menyerang Perkebunan Kelapa Sawit"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nematoda <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">adalah parasit organisme pengganggu tumbuhan (OPT) yang menyerang berbagai jenis tanaman budidaya termasuk kelapa sawit. Kerusakan pada tanaman oleh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nematoda <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dapat menyebabkan kerugian ekonomi.<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">Jika dikaitkan dengan <\/span><a href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/urutan-pemupukan-kelapa-sawit-yang-benar-agar-berbuah-banyak\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">tanaman kelapa sawit<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">maka <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nematoda <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dikenal sebagai <\/span><a href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ciri-dan-jenis-hama-yang-menyerang-pembibitan-kelapa-sawit\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">hama kelapa sawit<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hal tersebut tak lain karena keberadaannya memang banyak merugikan bagi perkembangan tanaman kelapa sawit. Hama kelapa sawit<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">yang satu ini membutuhkan penanganan yang cukup serius karena jika tidak maka akan mempengaruhi kualitas perkembangan tanaman sawit.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi Anda yang penasaran mengenai apa itu <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">parasit <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nematoda<\/span><\/i> <span style=\"font-weight: 400;\">yang menyerang tanaman kelapa sawit, silahkan simak uraian di bawah ini.<\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><b>Apakah <\/b><b><i>Nematoda <\/i><\/b><b>Itu?<\/b><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti yang disinggung secara singkat di atas, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">parasit <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nematoda <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sebenarnya adalah salah satu organisme kecil yang hidup di bawah tanah. Nama lengkap parasit yang menyerang tanaman kelapa sawit ini adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nematoda Rhadinaphelenchus cocophilus<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nematoda <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dapat menyerang akar tanaman kelapa sawit. Gejala serangan yang ditimbulkan yaitu daun muda terbuka, tergulung dan tumbuh tegak kaku. Terjadi perubahan warna daun menjadi kuning dan kering. Tandan bunga sawit akan membusuk sehingga tidak dapat menghasilkan buah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Serangan parasit ini mampu menimbulkan kerusakan dahsyat pada lahan perkebunan sawit. Bagaimana tidak? <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Serangan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nematoda <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">bisa menyeluruh, mulai dari akar hingga ke batang tanaman kelapa sawit. Akibatnya tentu saja sangat fatal karena menyebabkan kerusakan mekanis.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memiliki bentuk fisik yang sangat kecil, membuat <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">parasit <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nematoda<\/span><\/i> <span style=\"font-weight: 400;\">tidak mudah terlihat tanpa bantuan alat khusus (mikroskop). Serangan hama tanaman berukuran mikro akan membuat daun muda rusak dan mengering hingga akhirnya pohon tidak dapat menghasilkan buah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Meski ada cara untuk mengendalikannya namun hal tersebut membutuhkan usaha yang sangat besar. Karena tanaman yang terserang tidak dapat diselamatkan jadi harus diracun. Setelah itu area bekas tanaman kelapa sawit harus dibongkar dan dibuang dari areal pertanaman.<\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><b>Mekanisme Serangan <\/b><b><i>Nematoda<\/i><\/b><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ciri fisik tanaman kelapa sawit yang terserang oleh <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">parasit <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nematoda<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> bisa dilihat pada perubahan fisik tanaman yang mirip dengan serangan jenis hama lainnya. Misalnya pertumbuhan tanaman yang terhambat sehingga tanaman menjadi kerdil dan warna daun menguning bahkan mengering (seperti terbakar).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tentunya butuh pengalaman serta pengamatan yang intensif bagi para petani sawit untuk memahami jika tanamannya terserang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nematoda<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Apalagi parasit ini juga memiliki ukuran yang sulit ditangkap dengan indera mata langsung.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi serangan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">parasit <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nematoda<\/span><\/i> <span style=\"font-weight: 400;\">dapat digambarkan dengan melihat alur kejadian sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Parasit mulai menyerang area akar serta batang dari tanaman sawit yang terpendam di dalam tanah. Pada fase ini, wujud tanaman belum mengalami perubahan sehingga serangan awal ini tak dapat terdeteksi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nematoda <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">akhirnya akan terus bergerak ke bagian tanaman sawit di atasnya yang menyebabkan kerusakan secara mekanis.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tanaman sawit pun akan terlihat kerdil karena pertumbuhannya terhambat. Daun primer sawit akan mulai mengecil (terutama daun baru). Tahap berikutnya warna daun menguning dan perlahan berpatahan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Karena tak mampu menjalankan metabolismenya, maka tanaman sawit pun akhirnya akan busuk dan mati.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><b>Ciri Tanaman Kelapa Sawit Terserang <\/b><b><i>Nematoda<\/i><\/b><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di bawah ini adalah <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ciri fisik tanaman kelapa sawit yang mengalami serangan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">parasit <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nematoda<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><b>1. Gejala pada Akar Tanaman<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada akar tanaman sawit akan ditemukan hal-hal berikut:<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><b>a. Puru Akar<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Puru akar adalah membengkaknya area perakaran tanaman. Pembengkakan akar ini terjadi karena <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nematoda <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">melakukan pembelahan sel pada jaringan akar tanaman.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><b>b. Busuk Akar<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Serangan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nematoda <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">akan menimbulkan luka pada area akar tanaman sawit. Luka akibat tusukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nematoda <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">ini kemudian menimbulkan infeksi yang mengakibatkan jaringan akar<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">menjadi busuk dan mati sehingga tidak bisa menyerap unsur hara dan air dari dalam tanah.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><b>c. Nekrosis di Permukaan Akar<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ciri lain serangan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nematoda <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">pada bagian tanaman yang terletak di dalam tanah adalah permukaan akar tanaman mengalami nekrosis yaitu sel-sel yang berada pada area permukaan akar tanaman mati.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><b>d. Akar Terluka\u00a0<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ciri lain yang umum ada pada bagian akar dari tanaman yang terserang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nematoda <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">adalah terdapat luka pada bagian perakarannya. Luka ini timbul akibat gigitan atau tusukan hama <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nematoda<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><b>e. Terjadi Percabangan Akar secara Berlebihan\u00a0<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Excessive root branching<\/span><\/i> <span style=\"font-weight: 400;\">juga menjadi konsekuensi fisiologis pada tanaman yang terserang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nematoda<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yaitu munculnya akar-akar kecil pada bagian ujung akar tanaman.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><b>f. Matinya Ujung Akar<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ciri fisik bagian akar tanaman akibat serangan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nematoda <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">adalah bagian ujung akar menjadi mati sehingga pertumbuhan ujung akar akan terhenti. Berikut beberapa gejala spesifik ketika hal ini terjadi, yaitu:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"1\">\n<h5><b><i>Stubby Root<\/i><\/b><\/h5>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Stubby Root<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> terhentinya pertumbuhan pada bagian cabang akar kecil yang kemudian menyebabkan terbentuknya ikatan akar.<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"1\">\n<h5><b><i>Coarse Root<\/i><\/b><\/h5>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Coarse Rose<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah membesarnya sistem perakaran utama tanpa timbulnya akar-akar kecil. Selain itu bagian akar samping juga terhenti pertumbuhannya, atau tetap tumbuh namun ukurannya sangat pendek.<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"1\">\n<h5><b><i>Curly Tipe<\/i><\/b><\/h5>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Curly Tipe<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yaitu terjadinya luka pada bagian ujung akar yang dapat menghambat pertumbuhan akar untuk bertambah panjang. Sebagai akibatnya akar tanaman akan terlihat memuntir.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><b>2. Gejala pada Bagian Atas Tanaman\u00a0<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada bagian yang tak tertutup tanah, maka serangan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">parasit <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nematoda <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">akan menimbulkan gejala fisik sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><b>a. Luka di Bagian Tunas<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Serangan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nematoda <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">akan menyebabkan luka pada bagian titik tumbuh, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">primordial <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">bunga serta di bagian tunas. Selanjutnya tanaman pun akan mengalami hal berikut:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagian tunas akan mati.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selanjutnya batang serta daun mengecil dan terjadi pembengkakan pada biji.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nantinya ketika bunga terbentuk, maka parasit ini akan menyerang bagian bunga hingga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nematoda <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">tumbuh dewasa dan bekembang biak.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hal tersebut mengakibatkan bunga akan membesar karena berisi larva <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nematoda<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><b>b. Luka di Dalam Batang &amp; Daun<\/b><\/h4>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nematoda <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang hidup lalu memakan jaringan batang serta daun akan menyebabkan nekrosis.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nematoda <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">menyerang bagian daun melalui stomata yang kemudian merusak bagian parenkim.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><b>Cara Pengendalian Hama Tanaman <\/b><b><i>Nematoda<\/i><\/b><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Metode umum yang biasanya dilakukan oleh para petani dalam <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">mengendalikan serangan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">parasit <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nematoda<\/span><\/i> <span style=\"font-weight: 400;\">adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Melakukan penanaman tanaman secara bergantian.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Melakukan penerapan pola <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">tumpang sari atau polikultur<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memilih bibit yang berkualitas bebas <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nematoda<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Meningkatkan sanitasi pada area tanaman yang pernah terinfeksi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Melakukan pengolahan lahan secara baik dan benar.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengaplikasikan nematisida, yaitu pestisida kimia untuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nematoda<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><b>Sudah Paham Mengenai Parasit <\/b><b><i>Nematoda<\/i><\/b><b>?<\/b><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam artikel ini, telah kita bahas tentang parasit <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nematoda <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang merupakan ancaman serius bagi perkebunan kelapa sawit. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nematoda <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dapat menyebabkan kerusakan pada akar tanaman, menghambat pertumbuhan, dan mengurangi produktivitas kelapa sawit. Penting bagi petani dan pekebun kelapa sawit untuk memahami cara pengendalian serangan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nematoda<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, gejala yang muncul, dan dampak serangan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nematoda <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">terhadap tanaman.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi perusahaan sawit yang ingin mengetahui keterangan lanjut mengenai pengendalian hama dan penyakit pada tanaman sawit dapat mengunjungi website kami <\/span><a href=\"https:\/\/bit.ly\/3824xcJ\"><b>www.pkt-group.com<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> atau menghubungi whatsapp kami <\/span><a href=\"https:\/\/wa.me\/6282120006888?text=Silahkan%20tuliskan%20pertanyaan%20anda\"><b>+62 821 2000 6888<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><b>FAQ<\/b><\/h2>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><b>1. Mengapa <\/b><b><i>Nematoda <\/i><\/b><b>disebut sebagai hama yang dapat mengundang munculnya penyakit busuk akar?<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nematoda <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dianggap sebagai hama karena mampu menyerang tanaman dari dalam permukaan tanah. Lantas <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nematoda <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">juga tergolong sebagai penyakit karena mampu mengakibatkan penyakit busuk akar.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><b>2. Faktor apa yang berperan di siklus hidup hama <\/b><b><i>Nematoda<\/i><\/b><b>?<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Suhu adalah faktor utama yang berperan pada panjang atau pendeknya umur <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nematoda<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Semakin tinggi suhu udara maka secara umum akan semakin memperpendek siklus hidup <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nematoda<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Akan tetapi pada batas tertentu, suhu juga seringkali membawa pengaruh besar akan jumlah telur yang dihasilkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nematoda <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">betina.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nematoda adalah parasit organisme pengganggu tumbuhan (OPT) yang menyerang berbagai jenis tanaman budidaya termasuk kelapa sawit. Kerusakan pada tanaman oleh Nematoda dapat menyebabkan kerugian ekonomi. Jika dikaitkan dengan tanaman kelapa &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":8879,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[83],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mengenal Parasit Nematoda yang Menyerang Kelapa Sawit<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Parasit Nematoda adalah jenis mikroorganisme yang ada di tanah dan mampu membuat kerusakan mekanis pada tanaman sawit. Simak agar terhindar!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-jenis-parasit-nematoda-kelapa-sawit\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenal Parasit Nematoda yang Menyerang Kelapa Sawit\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Parasit Nematoda adalah jenis mikroorganisme yang ada di tanah dan mampu membuat kerusakan mekanis pada tanaman sawit. Simak agar terhindar!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-jenis-parasit-nematoda-kelapa-sawit\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-09-14T08:38:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-05-20T07:39:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/14153643\/8.-Mengenal-Jenis-Parasit-Nematoda-yang-Menyerang-Perkebunan-Kelapa-Sawit-.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"830\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"466\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Writer04\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Writer04\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-jenis-parasit-nematoda-kelapa-sawit\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-jenis-parasit-nematoda-kelapa-sawit\/\"},\"author\":{\"name\":\"Writer04\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/d996ef615537d0b84d853d1ea534370a\"},\"headline\":\"Mengenal Jenis Parasit Nematoda yang Menyerang Perkebunan Kelapa Sawit\",\"datePublished\":\"2023-09-14T08:38:49+00:00\",\"dateModified\":\"2024-05-20T07:39:30+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-jenis-parasit-nematoda-kelapa-sawit\/\"},\"wordCount\":1102,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-jenis-parasit-nematoda-kelapa-sawit\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/14153643\/8.-Mengenal-Jenis-Parasit-Nematoda-yang-Menyerang-Perkebunan-Kelapa-Sawit-.jpeg\",\"articleSection\":[\"Hama &amp; Penyakit\"],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-jenis-parasit-nematoda-kelapa-sawit\/\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-jenis-parasit-nematoda-kelapa-sawit\/\",\"name\":\"Mengenal Parasit Nematoda yang Menyerang Kelapa Sawit\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-jenis-parasit-nematoda-kelapa-sawit\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-jenis-parasit-nematoda-kelapa-sawit\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/14153643\/8.-Mengenal-Jenis-Parasit-Nematoda-yang-Menyerang-Perkebunan-Kelapa-Sawit-.jpeg\",\"datePublished\":\"2023-09-14T08:38:49+00:00\",\"dateModified\":\"2024-05-20T07:39:30+00:00\",\"description\":\"Parasit Nematoda adalah jenis mikroorganisme yang ada di tanah dan mampu membuat kerusakan mekanis pada tanaman sawit. Simak agar terhindar!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-jenis-parasit-nematoda-kelapa-sawit\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-jenis-parasit-nematoda-kelapa-sawit\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-jenis-parasit-nematoda-kelapa-sawit\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/14153643\/8.-Mengenal-Jenis-Parasit-Nematoda-yang-Menyerang-Perkebunan-Kelapa-Sawit-.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/14153643\/8.-Mengenal-Jenis-Parasit-Nematoda-yang-Menyerang-Perkebunan-Kelapa-Sawit-.jpeg\",\"width\":830,\"height\":466,\"caption\":\"Mengenal Jenis Parasit Nematoda yang Menyerang Perkebunan Kelapa Sawit\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-jenis-parasit-nematoda-kelapa-sawit\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengenal Jenis Parasit Nematoda yang Menyerang Perkebunan Kelapa Sawit\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\",\"name\":\"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia\",\"description\":\"Sawitnotif adalah blog informatif mengenai kelapa sawit dan jamur ganoderma yang bisa menambah pengetahuan Anda tentang kelapa sawit\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization\",\"name\":\"PT. Propadu Konair Tarahubun\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png\",\"width\":823,\"height\":563,\"caption\":\"PT. Propadu Konair Tarahubun\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/d996ef615537d0b84d853d1ea534370a\",\"name\":\"Writer04\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4212b4b7101aa5d9a5edb7637d72ab82?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4212b4b7101aa5d9a5edb7637d72ab82?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Writer04\"},\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/author\/admin4\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengenal Parasit Nematoda yang Menyerang Kelapa Sawit","description":"Parasit Nematoda adalah jenis mikroorganisme yang ada di tanah dan mampu membuat kerusakan mekanis pada tanaman sawit. Simak agar terhindar!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-jenis-parasit-nematoda-kelapa-sawit\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Mengenal Parasit Nematoda yang Menyerang Kelapa Sawit","og_description":"Parasit Nematoda adalah jenis mikroorganisme yang ada di tanah dan mampu membuat kerusakan mekanis pada tanaman sawit. Simak agar terhindar!","og_url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-jenis-parasit-nematoda-kelapa-sawit\/","og_site_name":"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia","article_published_time":"2023-09-14T08:38:49+00:00","article_modified_time":"2024-05-20T07:39:30+00:00","og_image":[{"width":830,"height":466,"url":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/14153643\/8.-Mengenal-Jenis-Parasit-Nematoda-yang-Menyerang-Perkebunan-Kelapa-Sawit-.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Writer04","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Writer04","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-jenis-parasit-nematoda-kelapa-sawit\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-jenis-parasit-nematoda-kelapa-sawit\/"},"author":{"name":"Writer04","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/d996ef615537d0b84d853d1ea534370a"},"headline":"Mengenal Jenis Parasit Nematoda yang Menyerang Perkebunan Kelapa Sawit","datePublished":"2023-09-14T08:38:49+00:00","dateModified":"2024-05-20T07:39:30+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-jenis-parasit-nematoda-kelapa-sawit\/"},"wordCount":1102,"publisher":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-jenis-parasit-nematoda-kelapa-sawit\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/14153643\/8.-Mengenal-Jenis-Parasit-Nematoda-yang-Menyerang-Perkebunan-Kelapa-Sawit-.jpeg","articleSection":["Hama &amp; Penyakit"],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-jenis-parasit-nematoda-kelapa-sawit\/","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-jenis-parasit-nematoda-kelapa-sawit\/","name":"Mengenal Parasit Nematoda yang Menyerang Kelapa Sawit","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-jenis-parasit-nematoda-kelapa-sawit\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-jenis-parasit-nematoda-kelapa-sawit\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/14153643\/8.-Mengenal-Jenis-Parasit-Nematoda-yang-Menyerang-Perkebunan-Kelapa-Sawit-.jpeg","datePublished":"2023-09-14T08:38:49+00:00","dateModified":"2024-05-20T07:39:30+00:00","description":"Parasit Nematoda adalah jenis mikroorganisme yang ada di tanah dan mampu membuat kerusakan mekanis pada tanaman sawit. Simak agar terhindar!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-jenis-parasit-nematoda-kelapa-sawit\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id-ID","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-jenis-parasit-nematoda-kelapa-sawit\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-jenis-parasit-nematoda-kelapa-sawit\/#primaryimage","url":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/14153643\/8.-Mengenal-Jenis-Parasit-Nematoda-yang-Menyerang-Perkebunan-Kelapa-Sawit-.jpeg","contentUrl":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/14153643\/8.-Mengenal-Jenis-Parasit-Nematoda-yang-Menyerang-Perkebunan-Kelapa-Sawit-.jpeg","width":830,"height":466,"caption":"Mengenal Jenis Parasit Nematoda yang Menyerang Perkebunan Kelapa Sawit"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-jenis-parasit-nematoda-kelapa-sawit\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengenal Jenis Parasit Nematoda yang Menyerang Perkebunan Kelapa Sawit"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/","name":"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia","description":"Sawitnotif adalah blog informatif mengenai kelapa sawit dan jamur ganoderma yang bisa menambah pengetahuan Anda tentang kelapa sawit","publisher":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization","name":"PT. Propadu Konair Tarahubun","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png","contentUrl":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png","width":823,"height":563,"caption":"PT. Propadu Konair Tarahubun"},"image":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/d996ef615537d0b84d853d1ea534370a","name":"Writer04","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4212b4b7101aa5d9a5edb7637d72ab82?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4212b4b7101aa5d9a5edb7637d72ab82?s=96&d=mm&r=g","caption":"Writer04"},"url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/author\/admin4\/"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/14153643\/8.-Mengenal-Jenis-Parasit-Nematoda-yang-Menyerang-Perkebunan-Kelapa-Sawit-.jpeg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8878"}],"collection":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8878"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8878\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9834,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8878\/revisions\/9834"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8879"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8878"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8878"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8878"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}