{"id":8686,"date":"2023-08-09T16:57:21","date_gmt":"2023-08-09T09:57:21","guid":{"rendered":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/?p=8686"},"modified":"2023-12-12T10:29:15","modified_gmt":"2023-12-12T03:29:15","slug":"pengendalian-hama-ulat-kantong-kelapa-sawit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-ulat-kantong-kelapa-sawit\/","title":{"rendered":"Pengendalian Hama Ulat Kantong pada Tanaman Kelapa Sawit"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap tanaman pasti memiliki risiko terserang oleh hama. Salah satu hama yang dapat menyerang tanaman kelapa sawit adalah <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">hama ulat kantong<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Hama ini bisa merusak daun tanaman kelapa sawit dan pada kerusakan parah dapat menurunkan produksi hingga 70%.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><b>Mengenal <\/b><b>Hama Ulat Kantong<\/b><b>\u00a0<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Serangan hama ulat ini sering terjadi pada semua kondisi cuaca dan bisa mengakibatkan kematian pada tanaman muda (TBM), dan bisa menurunkan produksi pada tanaman tua (TM). Hal tersebut dapat terjadi karena tanaman kehilangan anak daun pada pelepah sehingga menghambat proses fotosintesis dan pembentukan karbohidrat pada daun yang akhirnya tanaman tidak mendapat nutrisi untuk pertumbuhan vegetatif dan generatif.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengendalian <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">hama ulat kantong<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> dapat dikatakan sudah terlambat apabila sudah dijumpai fase imago. Kemudian saat telur menetas, maka akan menjadi larva atau ulat. Larva ini memiliki fase hidup 30 &#8211; 40 hari. Selama fase larva, hama ulat kantong membutuhkan 100 cm<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00b2<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> luas daun untuk makan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada saat telur menetas akan banyak ulat-ulat kecil yang menyerang daun tanaman kelapa sawit untuk makan dan sebagai rumah untuk perlindungannya. Di fase ini yang harus dilakukan pengendalian <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">hama ulat kantong<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> agar tidak merusak tanaman sawit secara meluas.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><b>Tanda-tanda Serangan<\/b> <b>Hama Ulat Kantong<\/b><b>\u00a0<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mengetahui tanda serangan hama ulat kantong pada tanaman <\/span><a href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/penyakit-yang-sering-terjadi-pada-tanaman-kelapa-sawit\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">kelapa sawit<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, mari simak beberapa ciri yang umum terjadi yang bisa dilihat dari fisik tanaman kelapa sawit:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Daun berlubang akibat bekas dimakan oleh ulat kantung, terdapat kantong-kantong yang berisi ulat pada bagian bawah daun.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Daun yang terserang menjadi kering dan bisa mengakibatkan matinya tanaman belum menghasilkan (TBM) dan tanaman menghasilkan (TM), biasanya serangan pada tanaman tua seluruh daun spiral bawah akan mengering akibat serangan hama ulat kantong.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><b>Upaya Pencegahan <\/b><b>Hama Ulat Kantong<\/b><b>\u00a0<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mencegah hama dari ulat kantong ini terjadi, Anda dapat melakukan upaya sebagai berikut:\u00a0<\/span><\/p>\n<h5 style=\"text-align: justify;\"><b>1. Monitoring Serangan Hama Ulat Kantong\u00a0<\/b><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lakukan monitoring serangan hama ulat kantong secara rutin (minimal 1 kali dalam sebulan) untuk memantau perkembangan serangan hama ulat kantong. Tidak perlu dilakukan pengendalian jika tingkat serangan masih dalam batas wajar (di bawah ambang ekonomi).<\/span><\/p>\n<h5 style=\"text-align: justify;\"><b>2. Pengendalian Menggunakan Insektisida Ramah Lingkungan<\/b><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika serangan hama ulat kantong di atas ambang ekonomi perlu dilakukan pengendalian dengan menggunakan insektisida yang ramah lingkungan dan ramah terhadap predator alami hama pemakan daun kelapa sawit.<\/span><\/p>\n<h5 style=\"text-align: justify;\"><b>3. Menanam <\/b><b><i>Beneficial Plant<\/i><\/b><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Beneficial plant<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah tanaman inang atau sumber makanan predator hama ulat kantong atau hama pemakan daun kelapa sawit. Tanaman ini akan menghasilkan aroma dan serbuk sari sebagai sumber makanan bagi predator hama ulat kantong. Kehadiran predator ulat kantong akan menekan serangan ulat kantong terhadap tanaman kelapa sawit.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><b>Penutup\u00a0<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam upaya menjaga keberlangsungan perkebunan kelapa sawit, pengendalian hama ulat kantong merupakan langkah yang penting. Ulat kantong menjadi salah satu hama utama yang dapat merusak tanaman kelapa sawit secara signifikan. Melalui pengendalian yang efektif, kita dapat meminimalisir kerugian yang disebabkan oleh ulat kantong dan menjaga produktivitas tanaman kelapa sawit.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, agar produktivitas tanaman kelapa sawit terus meningkat Anda dapat mengaplikasikan pupuk formulasi khusus yakni pupuk MOAF<sup>\u00ae<\/sup><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0dari PKT (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Plantation Key Technology<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">). Pupuk MOAF<sup>\u00ae<\/sup><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0adalah pupuk lengkap khusus yang dapat diformulasi sesuai kebutuhan tanaman dan kondisi perkebunan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi perusahaan yang memiliki masalah yang sama dan ingin bertanya lebih lanjut mengenai cara mengendalikan serangan hama dan penyakit lainnya, dapat mengunjungi website kami <\/span><a href=\"https:\/\/pkt-group.com\/\"><b>www.pkt-group.com<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> atau menghubungi whatsapp kami <\/span><a href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send?phone=6282120006888&amp;text=Silahkan%20tuliskan%20pertanyaan%20anda&amp;source=&amp;data=\"><b>0821-2000-6888<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><b>FAQ <\/b><\/h4>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><b style=\"font-size: 1rem;\">1. Mengapa pengendalian hama ulat kantong penting bagi tanaman kelapa sawit?<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengendalian hama ulat kantong penting untuk melindungi tanaman kelapa sawit dari kerusakan yang dapat menghambat pertumbuhan dan produksi. Serangan ulat kantong dapat merusak daun dan pucuk tanaman serta menyebabkan penurunan produksi buah sawit sampai 70%.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b style=\"font-size: 1rem;\">2. Bagaimana cara mengidentifikasi serangan ulat kantong pada tanaman kelapa sawit?<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Serangan ulat kantong dapat diidentifikasi dengan adanya kantung berbentuk tabung atau kerucut yang tergantung di antara daun-daun kelapa sawit. Kantung ini berisi ulat yang memakan daun dan bagian pucuk tanaman. Gejala lain yang dapat dilihat adalah daun yang rusak dan berlubang. Pemeriksaan rutin pada tanaman kelapa sawit penting untuk mendeteksi serangan ulat kantong sejak dini.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b style=\"font-size: 1rem;\">3. Apakah pengendalian hama ulat kantong memerlukan tindakan pencegahan?<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ya, tindakan pencegahan merupakan langkah penting dalam pengendalian hama ulat kantong pada tanaman kelapa sawit. Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan menanam tanaman <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">beneficial plant <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">untuk sebagai sumber makanan bagi predator hama ulat kantong serta menggunakan Bio-pestisida yang ramah terhadap lingkungan. <\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengendalian hama ulat kantong dapat dikatakan sudah terlambat apabila sudah dijumpai fase imago. Kemudian saat telur menetas, maka akan menjadi larva atau ulat. Larva ini memiliki fase hidup 30 &#8211; 40 hari. Selama fase larva, hama ulat kantong membutuhkan 100 cm\u00b2 luas daun untuk makan.<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":8688,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[83],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pengendalian Hama Ulat Kantong pada Tanaman Kelapa Sawit<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pengendalian hama ulat kantong dapat dikatakan sudah terlambat apabila sudah dijumpai fase imago. Kemudian saat telur menetas, maka akan menjadi larva atau ulat. Larva ini memiliki fase hidup 30 - 40 hari.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-ulat-kantong-kelapa-sawit\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengendalian Hama Ulat Kantong pada Tanaman Kelapa Sawit\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pengendalian hama ulat kantong dapat dikatakan sudah terlambat apabila sudah dijumpai fase imago. Kemudian saat telur menetas, maka akan menjadi larva atau ulat. Larva ini memiliki fase hidup 30 - 40 hari.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-ulat-kantong-kelapa-sawit\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-08-09T09:57:21+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-12-12T03:29:15+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/09165506\/10.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"735\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Writer04\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Writer04\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-ulat-kantong-kelapa-sawit\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-ulat-kantong-kelapa-sawit\/\"},\"author\":{\"name\":\"Writer04\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/d996ef615537d0b84d853d1ea534370a\"},\"headline\":\"Pengendalian Hama Ulat Kantong pada Tanaman Kelapa Sawit\",\"datePublished\":\"2023-08-09T09:57:21+00:00\",\"dateModified\":\"2023-12-12T03:29:15+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-ulat-kantong-kelapa-sawit\/\"},\"wordCount\":690,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-ulat-kantong-kelapa-sawit\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/09165506\/10.jpg\",\"articleSection\":[\"Hama &amp; Penyakit\"],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-ulat-kantong-kelapa-sawit\/\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-ulat-kantong-kelapa-sawit\/\",\"name\":\"Pengendalian Hama Ulat Kantong pada Tanaman Kelapa Sawit\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-ulat-kantong-kelapa-sawit\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-ulat-kantong-kelapa-sawit\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/09165506\/10.jpg\",\"datePublished\":\"2023-08-09T09:57:21+00:00\",\"dateModified\":\"2023-12-12T03:29:15+00:00\",\"description\":\"Pengendalian hama ulat kantong dapat dikatakan sudah terlambat apabila sudah dijumpai fase imago. Kemudian saat telur menetas, maka akan menjadi larva atau ulat. Larva ini memiliki fase hidup 30 - 40 hari.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-ulat-kantong-kelapa-sawit\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-ulat-kantong-kelapa-sawit\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-ulat-kantong-kelapa-sawit\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/09165506\/10.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/09165506\/10.jpg\",\"width\":735,\"height\":400,\"caption\":\"Pengendalian Hama Ulat Kantong pada Tanaman Kelapa Sawit\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-ulat-kantong-kelapa-sawit\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pengendalian Hama Ulat Kantong pada Tanaman Kelapa Sawit\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\",\"name\":\"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia\",\"description\":\"Sawitnotif adalah blog informatif mengenai kelapa sawit dan jamur ganoderma yang bisa menambah pengetahuan Anda tentang kelapa sawit\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization\",\"name\":\"PT. Propadu Konair Tarahubun\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png\",\"width\":823,\"height\":563,\"caption\":\"PT. Propadu Konair Tarahubun\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/d996ef615537d0b84d853d1ea534370a\",\"name\":\"Writer04\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4212b4b7101aa5d9a5edb7637d72ab82?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4212b4b7101aa5d9a5edb7637d72ab82?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Writer04\"},\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/author\/admin4\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengendalian Hama Ulat Kantong pada Tanaman Kelapa Sawit","description":"Pengendalian hama ulat kantong dapat dikatakan sudah terlambat apabila sudah dijumpai fase imago. Kemudian saat telur menetas, maka akan menjadi larva atau ulat. Larva ini memiliki fase hidup 30 - 40 hari.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-ulat-kantong-kelapa-sawit\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Pengendalian Hama Ulat Kantong pada Tanaman Kelapa Sawit","og_description":"Pengendalian hama ulat kantong dapat dikatakan sudah terlambat apabila sudah dijumpai fase imago. Kemudian saat telur menetas, maka akan menjadi larva atau ulat. Larva ini memiliki fase hidup 30 - 40 hari.","og_url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-ulat-kantong-kelapa-sawit\/","og_site_name":"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia","article_published_time":"2023-08-09T09:57:21+00:00","article_modified_time":"2023-12-12T03:29:15+00:00","og_image":[{"width":735,"height":400,"url":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/09165506\/10.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Writer04","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Writer04","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-ulat-kantong-kelapa-sawit\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-ulat-kantong-kelapa-sawit\/"},"author":{"name":"Writer04","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/d996ef615537d0b84d853d1ea534370a"},"headline":"Pengendalian Hama Ulat Kantong pada Tanaman Kelapa Sawit","datePublished":"2023-08-09T09:57:21+00:00","dateModified":"2023-12-12T03:29:15+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-ulat-kantong-kelapa-sawit\/"},"wordCount":690,"publisher":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-ulat-kantong-kelapa-sawit\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/09165506\/10.jpg","articleSection":["Hama &amp; Penyakit"],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-ulat-kantong-kelapa-sawit\/","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-ulat-kantong-kelapa-sawit\/","name":"Pengendalian Hama Ulat Kantong pada Tanaman Kelapa Sawit","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-ulat-kantong-kelapa-sawit\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-ulat-kantong-kelapa-sawit\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/09165506\/10.jpg","datePublished":"2023-08-09T09:57:21+00:00","dateModified":"2023-12-12T03:29:15+00:00","description":"Pengendalian hama ulat kantong dapat dikatakan sudah terlambat apabila sudah dijumpai fase imago. Kemudian saat telur menetas, maka akan menjadi larva atau ulat. Larva ini memiliki fase hidup 30 - 40 hari.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-ulat-kantong-kelapa-sawit\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id-ID","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-ulat-kantong-kelapa-sawit\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-ulat-kantong-kelapa-sawit\/#primaryimage","url":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/09165506\/10.jpg","contentUrl":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/09165506\/10.jpg","width":735,"height":400,"caption":"Pengendalian Hama Ulat Kantong pada Tanaman Kelapa Sawit"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-ulat-kantong-kelapa-sawit\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pengendalian Hama Ulat Kantong pada Tanaman Kelapa Sawit"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/","name":"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia","description":"Sawitnotif adalah blog informatif mengenai kelapa sawit dan jamur ganoderma yang bisa menambah pengetahuan Anda tentang kelapa sawit","publisher":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization","name":"PT. Propadu Konair Tarahubun","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png","contentUrl":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png","width":823,"height":563,"caption":"PT. Propadu Konair Tarahubun"},"image":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/d996ef615537d0b84d853d1ea534370a","name":"Writer04","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4212b4b7101aa5d9a5edb7637d72ab82?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4212b4b7101aa5d9a5edb7637d72ab82?s=96&d=mm&r=g","caption":"Writer04"},"url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/author\/admin4\/"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/09165506\/10.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8686"}],"collection":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8686"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8686\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8689,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8686\/revisions\/8689"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8688"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8686"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8686"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8686"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}