{"id":8363,"date":"2023-05-19T15:15:06","date_gmt":"2023-05-19T08:15:06","guid":{"rendered":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/?p=8363"},"modified":"2023-12-12T10:26:43","modified_gmt":"2023-12-12T03:26:43","slug":"pengendalian-hama-tikus-di-perkebunan-kelapa-sawit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-tikus-di-perkebunan-kelapa-sawit\/","title":{"rendered":"Pengendalian Hama Tikus di Perkebunan Kelapa Sawit"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hama <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">tikus <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">menjadi musuh besar bagi para petani dan pengelola perkebunan. Namun, karena hama yang berasal dari binatang juga merupakan unsur penting dalam ekosistem dan rantai makanan,<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> maka<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> terdapat aturan dalam <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">pengendalian hama tikus<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> agar tidak mengganggu dan merusak rantai makanan alami.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tikus tidak hanya menyerang lahan persawahan saja, tetapi juga senang menggerogoti akar dan buah dari perkebunan kelapa sawit. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Sebab<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, tikus merupakan binatang pemakan segalanya yang kita kenal dengan istilah omnivora.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terdapat upaya dan solusi yang diterapkan untuk mengendalikan hama tikus di perkebunan kelapa sawit. Upaya ini tentunya telah sesuai dengan peraturan yang berlaku demi terjaganya keseimbangan ekosistem alam di tanah Indonesia.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut ini penjelasan mengenai <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">bagaimana cara pencegahan dan pengendalian hama dan <\/span><a href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/penyakit-yang-sering-terjadi-pada-tanaman-kelapa-sawit\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">penyakit kelapa sawit,<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> serta <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">pengendalian hama tikus<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> secara terpadu<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> secara biologi maupun kimiawi.<\/span><\/p>\n<h5 style=\"text-align: justify;\"><b>Hama Tikus Harus Dibasmi<\/b><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengapa <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">pengendalian hama tikus<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> harus diperhatikan secara khusus<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">? Selain karena faktor utama yang merugikan bagi para pengelola perkebunan kelapa sawit, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">pengendalian hama tikus<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> wajib dibasmi karena <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">proses perkembangbiakannya<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> sangat cepat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Adapun masa bunting tikus betina hanya memakan waktu <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">kurang lebih<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> 21 hari, dan setelah melahirkan pun tikus betina sudah mampu untuk kawin <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">kembali <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">dengan jarak waktu hanya 24 &#8211; 48 jam saja. Hanya membutuhkan 1 &#8211; 2 hari saja untuk tikus betina kembali bunting.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika hal ini dibiarkan, maka populasi <\/span><a href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ciri-dan-jenis-hama-yang-menyerang-pembibitan-kelapa-sawit\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">hama <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">tikus <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">kelapa sawit<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> bisa meningkat drastis hingga 300 ekor selama jangka waktu 6 bulan saja (dengan permisalan 60 ekor per hektarnya). Dengan begitu,\u00a0 produksi <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">TBS <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">lenyap dimakan hama begitu saja hingga menyebabkan kerugian <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">produktivitas <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">sampai <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">15%.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Inilah mengapa pentingnya untuk belajar <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">pengendalian hama tikus<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> secara terpadu<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">guna <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">menjaga pohon kelapa sawit yang sudah ditanam dan dirawat dengan susah payah untuk diambil hasilnya.<\/span><\/p>\n<h5 style=\"text-align: justify;\"><b>Pengendalian Tikus Secara Kimiawi<\/b><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengelola kebun sawit wajib waspada bila terdapat 5 pohon sawit dalam satu hektar lahan yang menunjukan tanda-tanda kerusakan akibat serangan hama <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">tikus di<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> bagian buah dan pelepah <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">pohon kelapa sawit.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengendalian tikus secara kimiawi adalah upaya pengendalian <\/span><a href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ciri-dan-jenis-hama-yang-menyerang-pembibitan-kelapa-sawit\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">hama kelapa sawit<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> dengan metode kimiawi, yakni menggunakan racun dan pestisida yang tentunya ramah lingkungan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Adapun racun dan pestisida yang digunakan tidak boleh sembarangan nama maupun merk. Hal ini agar biota lain tidak ikut tercemar racun, sehingga ekosistem perkebunan tetap terjaga dengan baik.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Racun yang boleh digunakan untuk <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">pengendalian hama tikus<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> secara terpadu<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> di perkebunan kelapa sawit adalah jenis <\/span><i>anticoagulant<\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, yang tidak akan meracuni binatang lainnya yang hidup di area perkebunan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hal-hal yang perlu diperhatikan oleh pengelola perkebunan kelapa sawit saat akan menebar racun pengendali <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">hama <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">tikus <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengelola kebun wajib berhati-hati dalam menempatkan atau menebar racun di lahan agar tepat sasaran.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sisa racun tidak boleh dibawa pulang.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penggunaan racun setiap harinya wajib dilakukan pencatatan, sekaligus penghitungan pemakaian per hektarnya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengelola kebun wajib memberikan\/memasang tanda \u201cAWAS RACUN TIKUS BERBAHAYA\u201d di lokasi tempat ditaburnya racun tikus.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Agar penebaran racun sebagai<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> pengendalian tikus secara kimiawi <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">menjadi lebih efektif, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lahan yang ditabur racun harus dilakukan selama 3 &#8211; 4 hari berturut-turut.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rotasi penebaran racun diikuti dengan rotasi penggantian racun dengan selang waktu 7 hari.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hanya racun yang hilang atau telah dimakan oleh tikus yang perlu diganti dengan racun yang baru.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penebaran racun <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">harus sesuai dengan serangan hama tikus dalam areal blok pertanaman.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Disarankan juga untuk menebar racun tikus di tepi lahan yang terkena serangan hama walaupun belum ada tanda-tanda pohon <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">yang terserang <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">hama. Hal ini dilakukan untuk mencegah tikus menyebrang ke lahan lain sehingga menyebabkan kerusakan baru.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h5 style=\"text-align: justify;\"><b>Pengendalian Tikus Secara Biologi<\/b><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain pencegahan dan pengendalian <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">hama <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">tikus pada pohon <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">kelapa sawit<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> secara kimiawi, ada juga upaya pencegahan dan pengendalian tikus yang dilakukan secara biologis yakni dengan memanfaatkan binatang\/hewan lain yang menjadi predator tikus tersebut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengendalian hama tikus secara biologi<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> dilakukan dengan pemeliharaan burung hantu <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">sebagai hewan yang suka memangsa tikus di area lahan perkebunan kelapa sawit.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Adapun jenis burung hantu yang dimanfaatkan untuk <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">pengendalian hama tikus<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> di perkebunan kelapa sawit adalah jenis <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tyto <\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">a<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">lba.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Burung hantu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tyto <\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">a<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">lb<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">a dipilih sebagai hewan pengendali tikus di area<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">l<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> perkebunan karena memiliki sifat yang mendukung penanganan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Burung hantu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tyto <\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">a<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">lba<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> aktif di malam hari (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">nocturnal<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">), yang mana 99% makanan utamanya adalah tikus dan 1% sisanya adalah serangga. Burung hantu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tyto <\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">a<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">lba<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> memiliki kemampuan berburu yang sangat baik.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Per harinya burung hantu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tyto <\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">a<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">lba<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> mampu memangsa 2 &#8211; 5 tikus, sehingga sangat cocok dan cukup untuk dijadikan sebagai hewan pengendali tikus di lahan perkebunan kelapa sawit.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hal-hal yang perlu dilakukan untuk mengendalikan hama tikus <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">di perkebunan adalah<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> dengan memanfaatkan burung hantu<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Tyto<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\"> a<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">lba<\/span><\/i> <span style=\"font-weight: 400;\">yang <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">diuraikan sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ukuran <\/span>kandang penangkaran<span style=\"font-weight: 400;\"> yang digunakan adalah 4 m x 5 m x 4 m, serta <\/span>kandang dalam<span style=\"font-weight: 400;\"> (<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ber<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">bentuk seperti kandang ayam) dengan ukuran 1 m x 2,5 m x 50 cm.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kandang penangkaran\/kandang luar berfungsi sebagai tempat mengembang<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">biak<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">kan anak burung hantu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tyto <\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">a<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">lba<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Selain itu, untuk menjaga sifat asli <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tyto <\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">a<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">lba <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang senang berkumpul pada sore hari sebelum melakukan perburuan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kandang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">(dupont) <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dalam berfungsi sebagai rumah dan tempat burung hantu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tyto <\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">a<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">lba <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">untuk <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">beristirahat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk pengenalan, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tyto <\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">a<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">lba<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> akan dikurung selama 2 minggu dengan diberi makan berupa tikus hidup untuk memancing nalurinya dalam berburu tikus di area perkebunan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika burung hantu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tyto <\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">a<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">lba <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">telah mengalami proses anakan, maka pengelola kebun wajib mengevakuasi atau memisahkan induk dan anak <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">agar <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">nantinya ditangkar dan dilatih sebagai pengendali hama di perkebunan kelapa sawit.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengelola kebun juga wajib melakukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">monitoring<\/span><\/i> <span style=\"font-weight: 400;\">selama <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">dua minggu sekali untuk melihat burung hantu yang aktif dan nonaktif di area<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">l<\/span> <i><span style=\"font-weight: 400;\">a<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">fdeling <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">daerah <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">sarang burung hantu dibuat.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h5 style=\"text-align: justify;\"><b>Manfaat Burung Hantu <\/b><b><i>Tyto alba<\/i><\/b><b>\u00a0<\/b><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengendalian hama tikus dengan cara memanfaatkan burung hantu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tyto alba<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dapat membantu meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit. Lantaran, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tyto alba<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah predator yang potensial untuk mengendalikan tikus secara biologi di perkebunan kelapa sawit dan dapat memangsa 2 &#8211; 5 ekor tikus setiap harinya. Selain itu, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tyto alba<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> juga bermanfaat untuk menurunkan kerusakan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">dari <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">20% &#8211; 30% menjadi 5% pada tanaman muda kelapa sawit.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam pemanfaatan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tyto alba<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, dibutuhkan sarang burung hantu (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dupont<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) yang ideal dalam sebuah lahan perkebunan kelapa sawit yaitu satu sarang burung hantu di setiap 20 hektar areal perkebunan kelapa sawit, dengan kata lain sepasang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tyto alba<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk 20 hektar areal. Namun, jika hama tikus pada perkebunan kelapa sawit meningkat <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">maka <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">perlu dilakukan peningkatan jumlah kandang untuk meningkatkan populasi <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">burung hantu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tyto alba <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">juga dapat mengendalikan serangan tikus secara alami dan mengurangi penggunaan rodentisida. Oleh karena itu, pemanfaatan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tyto alba<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dinilai lebih aman karena dapat mengurangi penggunaan bahan kimia dalam pengendalian hama tikus.<\/span><\/p>\n<h5 style=\"text-align: justify;\"><b>Penutup<\/b><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah penjelasan mengenai cara pengendalian hama <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">tikus <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">di kebun kelapa sawit yang bisa <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">di<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">praktek<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">an<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> di perkebunan sawit Anda. Diperlukan kesabaran dan keuletan dalam melakukan pencegahan dan pengendalian serangan hama <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">tikus <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">agar hasilnya sukses dan sesuai dengan harapan yang diinginkan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sekian pembahasan mengenai artikel <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">pengendalian hama tikus<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> di perkebunan kelapa sawit yang bisa dilakukan baik secara kimiawi maupun biologi. Keduanya tetap ramah lingkungan sehingga aman bagi keberlangsungan ekosistem lahan. Semoga bermanfaat!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagi Anda yang ingin mengendalikan hama dan penyakit pada tanaman sawit, silahkan kunjungi <span style=\"font-weight: 400;\">website kami <\/span><a href=\"https:\/\/pkt-group.com\/\"><b>www.pkt-group.com<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> atau menghubungi whatsapp kami<\/span> <a href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send?phone=6282120006888&amp;text=Silahkan%20tuliskan%20pertanyaan%20anda&amp;source=&amp;data=\"><b>0821-2000-6888<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<h5 style=\"text-align: justify;\"><b>FAQ\u00a0<\/b><\/h5>\n<h6 style=\"text-align: justify;\"><b>1. Bagaimana Pengendalian Hama yang Baik?\u00a0<\/b><\/h6>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan memperhatikan dampak pengendalian hama bagi habitat sekitar. Pastikan bahan \/ alat yang digunakan untuk mengendalikan hama tidak berbahaya dan aman untuk keberlangsungan ekosistem <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">di<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> lahan perkebunan sawit.<\/span><\/p>\n<h6 style=\"text-align: justify;\"><b>2. Bagaimana Cara <\/b><b>Membasmi Hama<\/b><b> Tikus Agar Tidak Kembali Lagi?\u00a0<\/b><\/h6>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama, basmi <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">menggunakan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">racun tikus di area<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">l yang<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> terdampak hama. Selanjutnya, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">dapat melakukan pengendalian secara alami dengan memanfaatkan burung hantu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tyto alba <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang membantu meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Terdapat upaya dan solusi yang diterapkan untuk mengendalikan hama tikus di perkebunan kelapa sawit. Upaya ini tentunya telah sesuai dengan peraturan yang berlaku demi terjaganya keseimbangan ekosistem alam di tanah Indonesia. Berikut ini penjelasan mengenai bagaimana cara pencegahan dan pengendalian hama dan penyakit kelapa sawit, serta pengendalian hama tikus secara terpadu secara biologi maupun kimiawi.<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":8364,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[83],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pengendalian Hama Tikus di Perkebunan Kelapa Sawit<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Yuk, kenali cara pengendalian hama tikus secara biologis maupun kimiawi yang tentunya tetap ramah lingkungan. Selengkapnya baca di sini.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-tikus-di-perkebunan-kelapa-sawit\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengendalian Hama Tikus di Perkebunan Kelapa Sawit\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Yuk, kenali cara pengendalian hama tikus secara biologis maupun kimiawi yang tentunya tetap ramah lingkungan. Selengkapnya baca di sini.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-tikus-di-perkebunan-kelapa-sawit\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-05-19T08:15:06+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-12-12T03:26:43+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/19150255\/09.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"735\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Writer04\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Writer04\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-tikus-di-perkebunan-kelapa-sawit\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-tikus-di-perkebunan-kelapa-sawit\/\"},\"author\":{\"name\":\"Writer04\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/d996ef615537d0b84d853d1ea534370a\"},\"headline\":\"Pengendalian Hama Tikus di Perkebunan Kelapa Sawit\",\"datePublished\":\"2023-05-19T08:15:06+00:00\",\"dateModified\":\"2023-12-12T03:26:43+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-tikus-di-perkebunan-kelapa-sawit\/\"},\"wordCount\":1213,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-tikus-di-perkebunan-kelapa-sawit\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/19150255\/09.jpg\",\"articleSection\":[\"Hama &amp; Penyakit\"],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-tikus-di-perkebunan-kelapa-sawit\/\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-tikus-di-perkebunan-kelapa-sawit\/\",\"name\":\"Pengendalian Hama Tikus di Perkebunan Kelapa Sawit\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-tikus-di-perkebunan-kelapa-sawit\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-tikus-di-perkebunan-kelapa-sawit\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/19150255\/09.jpg\",\"datePublished\":\"2023-05-19T08:15:06+00:00\",\"dateModified\":\"2023-12-12T03:26:43+00:00\",\"description\":\"Yuk, kenali cara pengendalian hama tikus secara biologis maupun kimiawi yang tentunya tetap ramah lingkungan. Selengkapnya baca di sini.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-tikus-di-perkebunan-kelapa-sawit\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-tikus-di-perkebunan-kelapa-sawit\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-tikus-di-perkebunan-kelapa-sawit\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/19150255\/09.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/19150255\/09.jpg\",\"width\":735,\"height\":400,\"caption\":\"Pengendalian Hama Tikus di Perkebunan Kelapa Sawit\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-tikus-di-perkebunan-kelapa-sawit\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pengendalian Hama Tikus di Perkebunan Kelapa Sawit\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\",\"name\":\"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia\",\"description\":\"Sawitnotif adalah blog informatif mengenai kelapa sawit dan jamur ganoderma yang bisa menambah pengetahuan Anda tentang kelapa sawit\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization\",\"name\":\"PT. Propadu Konair Tarahubun\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png\",\"width\":823,\"height\":563,\"caption\":\"PT. Propadu Konair Tarahubun\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/d996ef615537d0b84d853d1ea534370a\",\"name\":\"Writer04\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4212b4b7101aa5d9a5edb7637d72ab82?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4212b4b7101aa5d9a5edb7637d72ab82?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Writer04\"},\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/author\/admin4\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengendalian Hama Tikus di Perkebunan Kelapa Sawit","description":"Yuk, kenali cara pengendalian hama tikus secara biologis maupun kimiawi yang tentunya tetap ramah lingkungan. Selengkapnya baca di sini.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-tikus-di-perkebunan-kelapa-sawit\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Pengendalian Hama Tikus di Perkebunan Kelapa Sawit","og_description":"Yuk, kenali cara pengendalian hama tikus secara biologis maupun kimiawi yang tentunya tetap ramah lingkungan. Selengkapnya baca di sini.","og_url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-tikus-di-perkebunan-kelapa-sawit\/","og_site_name":"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia","article_published_time":"2023-05-19T08:15:06+00:00","article_modified_time":"2023-12-12T03:26:43+00:00","og_image":[{"width":735,"height":400,"url":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/19150255\/09.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Writer04","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Writer04","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-tikus-di-perkebunan-kelapa-sawit\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-tikus-di-perkebunan-kelapa-sawit\/"},"author":{"name":"Writer04","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/d996ef615537d0b84d853d1ea534370a"},"headline":"Pengendalian Hama Tikus di Perkebunan Kelapa Sawit","datePublished":"2023-05-19T08:15:06+00:00","dateModified":"2023-12-12T03:26:43+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-tikus-di-perkebunan-kelapa-sawit\/"},"wordCount":1213,"publisher":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-tikus-di-perkebunan-kelapa-sawit\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/19150255\/09.jpg","articleSection":["Hama &amp; Penyakit"],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-tikus-di-perkebunan-kelapa-sawit\/","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-tikus-di-perkebunan-kelapa-sawit\/","name":"Pengendalian Hama Tikus di Perkebunan Kelapa Sawit","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-tikus-di-perkebunan-kelapa-sawit\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-tikus-di-perkebunan-kelapa-sawit\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/19150255\/09.jpg","datePublished":"2023-05-19T08:15:06+00:00","dateModified":"2023-12-12T03:26:43+00:00","description":"Yuk, kenali cara pengendalian hama tikus secara biologis maupun kimiawi yang tentunya tetap ramah lingkungan. Selengkapnya baca di sini.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-tikus-di-perkebunan-kelapa-sawit\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id-ID","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-tikus-di-perkebunan-kelapa-sawit\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-tikus-di-perkebunan-kelapa-sawit\/#primaryimage","url":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/19150255\/09.jpg","contentUrl":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/19150255\/09.jpg","width":735,"height":400,"caption":"Pengendalian Hama Tikus di Perkebunan Kelapa Sawit"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-tikus-di-perkebunan-kelapa-sawit\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pengendalian Hama Tikus di Perkebunan Kelapa Sawit"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/","name":"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia","description":"Sawitnotif adalah blog informatif mengenai kelapa sawit dan jamur ganoderma yang bisa menambah pengetahuan Anda tentang kelapa sawit","publisher":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization","name":"PT. Propadu Konair Tarahubun","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png","contentUrl":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png","width":823,"height":563,"caption":"PT. Propadu Konair Tarahubun"},"image":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/d996ef615537d0b84d853d1ea534370a","name":"Writer04","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4212b4b7101aa5d9a5edb7637d72ab82?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4212b4b7101aa5d9a5edb7637d72ab82?s=96&d=mm&r=g","caption":"Writer04"},"url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/author\/admin4\/"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/19150255\/09.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8363"}],"collection":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8363"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8363\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8433,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8363\/revisions\/8433"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8364"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8363"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8363"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8363"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}