{"id":8353,"date":"2023-05-19T12:14:52","date_gmt":"2023-05-19T05:14:52","guid":{"rendered":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/?p=8353"},"modified":"2025-02-25T14:43:30","modified_gmt":"2025-02-25T07:43:30","slug":"ciri-ciri-defisiensi-unsur-hara-pada-tanaman-sawit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ciri-ciri-defisiensi-unsur-hara-pada-tanaman-sawit\/","title":{"rendered":"Ciri-ciri Defisiensi Unsur Hara pada Tanaman Sawit"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Unsur hara <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">adalah zat yang dibutuhkan tanaman sawit agar mampu bertahan hidup, sehat, dan memiliki produktivitas yang tinggi. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Zat hara ini merupakan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">zat gizi atau nutrisi yang berguna bagi metabolisme makhluk hidup, termasuk tanaman sawit.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Maka, selain pemilihan <\/span><a href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/cara-untuk-memilih-bibit-kelapa-sawit-unggul\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">bibit kelapa sawit<\/span><\/a> <span style=\"font-weight: 400;\">yang bagus, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">pemberian tambahan zat hara <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">melalui proses pemupukan juga penting untuk dilakukan. Lalu bagaimanakah ciri-ciri umum pohon kelapa sawit yang mengalami defisiensi <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">unsur hara?<\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><b>Pengertian Defisiensi<\/b><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tanaman sawit adalah salah satu jenis tanaman budidaya yang rentan untuk mengalami kekurangan nutrisi. Istilah lain dari <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">kekurangan nutrisi <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">inilah yang disebut dengan istilah defisiensi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Defisiensi ini terjadi akibat tidak tersedianya unsur hara yang dibutuhkan tanaman di dalam tanah dengan jumlah yang cukup, serta akibat tidak terserapnya <a href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/unsur-hara-yang-harus-ada-pada-pupuk-kelapa-sawit\/\">berbagai unsur hara<\/a><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0yang ada di dalam tanah dengan baik. Penyebabnya cukup beragam, umumnya defisiensi terjadi karena area perkebunan yang tergenang air, terjadi erosi, terinfiltrasi ke dalam lapisan tanah hingga persaingan dengan tanaman gulma.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terjadinya defisiensi akan membuat tanaman menjadi kekurangan beberapa jenis nutrisi yang akan dapat menjadi penghambat pertumbuhan tanaman. Tanaman yang mengalami defisiensi biasanya akan terlihat pada ciri-ciri fisiknya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Defisiensi zat hara pada tanaman sawit<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> yang paling umum terjadi adalah kekurangan unsur hara makro seperti Ca, N, P, K, Mg dan hara mikro seperti B. Untuk itu sangat penting bagi para petani sawit agar paham apa saja ciri defisiensi zat hara pada tanaman kelapa sawit miliknya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan memahami ciri-ciri defisiensi, maka petani sawit akan mampu untuk melakukan tindakan penanggulangan sekaligus pencegahannya.<\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><b>Gejala Kekurangan Zat Hara pada Tanaman Kelapa Sawit<\/b><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Agar <\/span><a href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/urutan-pemupukan-kelapa-sawit-yang-benar-agar-berbuah-banyak\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">perawatan sawit<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> dapat dilakukan secara maksimal, ketahui <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ciri atau gejala telah terjadi proses defisiensi <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">unsur hara <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">pada tanaman kelapa sawit berikut:<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><b>1. Defisiensi Nitrogen (N)\u00a0\u00a0<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Defisiensi <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">unsur hara<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> berupa <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">nitrogen<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> biasanya terjadi karena rendahnya ketersediaan unsur nitrogen pada tanah. Selain itu, penyebab umum defisiensi unsur hara ini adalah drainase yang kurang baik atau lahan yang tergenang serta terjadinya persaingan penyerapan unsur N dengan gulma yang tumbuh di area sekitar tanaman, seperti gulma lalang, mikania, dan pakis-pakisan.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-8354 size-full\" src=\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/19113357\/kekurangan-nitrogen.jpg\" alt=\"Gejala Kekurangan Zat Hara pada Tanaman Kelapa Sawit - Defisiensi Nitrogen (N)\u00a0 \" width=\"735\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/19113357\/kekurangan-nitrogen.jpg 735w, https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/19113357\/kekurangan-nitrogen-300x163.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 735px) 100vw, 735px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gejala umum yang akan terlihat pada tanaman sawit yang mengalami kekurangan zat ini antara lain adalah:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Warna hijau pucat hingga kekuningan pada helai daunnya.\u00a0\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tulang daun berwarna oranye terang atau oranye kecoklatan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk kasus yang sudah parah, maka helaian anak daun akan menggulung.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terjadinya kekurangan unsur nitrogen akan menghambat proses fisiologi tanaman dan produksi hormon auksin sehingga tumbuh kembang tanaman sawit juga ikut terhambat. Akibatnya, tanaman sawit akan gagal menghasilkan bunga betina yang menjadi cikal bakal dari pembentukan TBS.<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><b>2. Defisiensi Fosfor (P)\u00a0<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyebab tanaman sawit mengalami kekurangan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">unsur hara<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Fosfor adalah kurang tersedianya unsur fosfor di dalam tanah, serta terjadinya erosi dan infiltrasi di bagian lapisan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">top soil<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dari lahan perkebunan.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-8355 size-full\" src=\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/19113726\/kekurangan-fosfor.jpg\" alt=\"Gejala Kekurangan Zat Hara pada Tanaman Kelapa Sawit - Defisiensi Fosfor (P)\u00a0\" width=\"735\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/19113726\/kekurangan-fosfor.jpg 735w, https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/19113726\/kekurangan-fosfor-300x163.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 735px) 100vw, 735px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut gejala yang terlihat pada sawit yang kekurangan unsur hara fosfor, yaitu:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tanaman sawit tumbuh secara kerdil.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memiliki pelepah anak daun yang memendek.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pertumbuhan pada bagian batangnya mengecil ke bagian atas layaknya piramida.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Indikasi lainnya adalah disekitar lingkungan tanaman baik dipiringan dan gawangan tumbuh banyak gulma senduduk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">(Melastoma malabathricum) <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">atau alang-alang dengan warna ungu.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada kasus defisiensinya bersamaan antara zat hara P disertai unsur K secara berbarengan, maka tanaman sawit akan mengalami pembentukan bunga jantan lebih banyak dan gagal membentuk bunga betina. Warna tanaman juga terlihat kusam tidak mengkilat. Selain itu tandan buah segar mengecil dan memiliki kadar minyak yang rendah.<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><b>3. Defisiensi Kalium (K)\u00a0\u00a0<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kekurangan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">unsur hara<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">Kalium<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah masalah umum yang terjadi pada lahan gambut dan<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">tanah berpasir yang bersifat asam.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-8356 size-full\" src=\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/19114135\/kekurangan-kalium.jpg\" alt=\"Gejala Kekurangan Zat Hara pada Tanaman Kelapa Sawit - Defisiensi Kalium (K)\u00a0\u00a0\" width=\"735\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/19114135\/kekurangan-kalium.jpg 735w, https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/19114135\/kekurangan-kalium-300x163.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 735px) 100vw, 735px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengapa hal tersebut dapat terjadi? Karena berbagai jenis tanah tersebut, Kapasitas Tukar Kation (KTK) yang ada di dalam tanah sangat rendah. Berikut gejala yang terlihat pada tanaman sawit yang mengalami kekurangan kalium:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Timbul bintik kuning dan oranye pada permukaan daun, pada gejala yang parah daun akan mengering (nekrosis).<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada kedua belah daun, di bagian tulang rusuk tengahnya akan muncul garis putih lurus (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">white strip<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">). Hal ini terjadi karena ketidakseimbangan antara unsur N dan K.\u00a0\u00a0\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><b>4. Defisiensi Magnesium (Mg)\u00a0<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tanaman sawit yang mengalami kekurangan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">unsur hara<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">magnesium<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> biasanya terjadi pada lahan perkebunan bertekstur pasir, tanah sulfat masam, dan lapisan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">top soil<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang tipis, dan dapat juga dijumpai pada tanah yang berkapur, serta tanah yang mengandung K sangat tinggi.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-8357 size-full\" src=\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/19115344\/kekurangan-magnesium.jpg\" alt=\"Gejala Kekurangan Zat Hara pada Tanaman Kelapa Sawit - Defisiensi Magnesium (Mg)\u00a0\" width=\"735\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/19115344\/kekurangan-magnesium.jpg 735w, https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/19115344\/kekurangan-magnesium-300x163.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 735px) 100vw, 735px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gejala umum yang tampak pada tanaman sawit yang mengalami kekurangan zat hara berjenis magnesium adalah:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gejala defisiensi Mg dapat terlihat pada pelepah spiral ke 4, 5, 6 dan seterusnya (pelepah tua yang terpapar sinar matahari langsung).<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Warna pelepah berubah menjadi kuning terang dan kelamaan akan mengering.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><b>5. Defisiensi Boron (B)\u00a0\u00a0<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyebab terjadinya kekurangan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">unsur hara<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">boron<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah kurang tersedianya unsur boron di dalam tanah, pada umumnya terjadi pada tanah berpasir, tanah pasir, dan tanah gambut.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-8358 size-full\" src=\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/19115825\/kekurangan-boron.jpg\" alt=\"Gejala Kekurangan Zat Hara pada Tanaman Kelapa Sawit - Defisiensi Boron (B)\u00a0\u00a0\" width=\"735\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/19115825\/kekurangan-boron.jpg 735w, https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/19115825\/kekurangan-boron-300x163.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 735px) 100vw, 735px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gejala umum yang terlihat pada tanaman sawit karena defisiensi unsur hara ini antara lain:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagian ujung daun akan terlipat berbentuk seperti mata pancing (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">hook leaf<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">).<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagian ujung daun tanaman sawit juga menjadi keriting (berkerut) dan rapuh. Pada gejala serangan berat daun menjadi kering.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Komplikasi yang menyebabkan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">kemandulan tanaman sawit <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">adalah jika defisiensi unsur B disertai dengan kekurangan unsur N dalam waktu yang sama. Atau bisa juga terjadi penyimpangan gen yang terlihat seakan disebabkan oleh serangan virus.<\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><b>Penutup<\/b><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah untuk mencegah berbagai defisiensi zat hara tersebut, maka lakukanlah pengamatan dengan jeli serta segera lakukan pemupukan yang sesuai dan tepat dosis. Mengatasi permasalah kekurangan unsur hara, PKT memiliki solusi yang tepat berupa pupuk MOAF<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00ae<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> yang diformulasi khusus dan sesuai dengan kebutuhan tanaman Anda.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pupuk MOAF<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00ae<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> ini memiliki kandungan unsur makro dan mikro yang lengkap dan dapat menjaga keseimbangan unsur hara dan mikroorganisme yang ada di dalam tanah. Tunggu apa lagi? Silahkan kunjungi website <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">kami <\/span><a href=\"https:\/\/bit.ly\/3824xcJ\"><b>www.pkt-group.com<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> atau menghubungi whatsapp kami <\/span><a href=\"https:\/\/wa.me\/6282120006888?text=Silahkan%20tuliskan%20pertanyaan%20anda\"><b>+62 821 2000 6888<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><b>FAQ<\/b><\/h2>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><b>1. Sebutkan beberapa faktor yang dapat mempengaruhi ketersediaan unsur hara tanaman kelapa sawit!<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa faktor yang memberi pengaruh ketersediaan unsur hara antara lain adalah jumlah unsur hara dalam tanah, pH tanah, daya serap akar, serta dosis dan cara penaburan pupuk yang tidak tepat (penggunaan pupuk tidak sesuai dengan kebutuhan dan umur tanaman).\u00a0<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><b>2. Bagaimana cara untuk mengetahui kekurangan unsur hara pada tanaman kelapa sawit?<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cara untuk mengetahui terjadinya defisiensi unsur hara pada sawit adalah dengan melihat kondisi fisik tanaman sawit secara langsung. Pahami apa saja yang dialami tanaman sawit lalu bandingkan dengan teori gejala yang ada sesuai jenis kekurangan unsur haranya.<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><b>3. Bagaimanakah pengaruh kadar pH tanah bagi ketersediaan zat hara?<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">pH tanah yang tak sesuai akan membuat tanaman tidak mampu menyerap unsur hara yang tersedia di dalam tanah. Apabila kadar pH tanah di bawah angka 6, maka unsur hara akan terikat secara kuat oleh partikel logam-logam berat yang ada di dalam tanah. Akibatnya unsur hara pun tak akan tersedia bagi tanaman sawit yang ditanam di atasnya.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Unsur hara adalah zat yang dibutuhkan tanaman sawit agar mampu bertahan hidup, sehat, dan memiliki produktivitas yang tinggi. Zat hara ini merupakan zat gizi atau nutrisi yang berguna bagi metabolisme makhluk hidup, termasuk tanaman sawit. Lalu bagaimanakah ciri-ciri umum pohon kelapa sawit yang mengalami defisiensi unsur hara?<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":8361,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Ciri-ciri Defisiensi Unsur Hara pada Tanaman Sawit<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Selain bibit bagus, pemberian unsur hara juga penting. Kekurangan unsur hara akan terlihat pada kondisi tanaman berupa gejala defisiensinya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ciri-ciri-defisiensi-unsur-hara-pada-tanaman-sawit\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ciri-ciri Defisiensi Unsur Hara pada Tanaman Sawit\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Selain bibit bagus, pemberian unsur hara juga penting. Kekurangan unsur hara akan terlihat pada kondisi tanaman berupa gejala defisiensinya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ciri-ciri-defisiensi-unsur-hara-pada-tanaman-sawit\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-05-19T05:14:52+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-02-25T07:43:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/19120718\/08.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"735\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Writer04\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Writer04\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ciri-ciri-defisiensi-unsur-hara-pada-tanaman-sawit\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ciri-ciri-defisiensi-unsur-hara-pada-tanaman-sawit\/\"},\"author\":{\"name\":\"Writer04\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/d996ef615537d0b84d853d1ea534370a\"},\"headline\":\"Ciri-ciri Defisiensi Unsur Hara pada Tanaman Sawit\",\"datePublished\":\"2023-05-19T05:14:52+00:00\",\"dateModified\":\"2025-02-25T07:43:30+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ciri-ciri-defisiensi-unsur-hara-pada-tanaman-sawit\/\"},\"wordCount\":1072,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ciri-ciri-defisiensi-unsur-hara-pada-tanaman-sawit\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/19120718\/08.jpg\",\"articleSection\":[\"Kelapa Sawit\"],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ciri-ciri-defisiensi-unsur-hara-pada-tanaman-sawit\/\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ciri-ciri-defisiensi-unsur-hara-pada-tanaman-sawit\/\",\"name\":\"Ciri-ciri Defisiensi Unsur Hara pada Tanaman Sawit\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ciri-ciri-defisiensi-unsur-hara-pada-tanaman-sawit\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ciri-ciri-defisiensi-unsur-hara-pada-tanaman-sawit\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/19120718\/08.jpg\",\"datePublished\":\"2023-05-19T05:14:52+00:00\",\"dateModified\":\"2025-02-25T07:43:30+00:00\",\"description\":\"Selain bibit bagus, pemberian unsur hara juga penting. Kekurangan unsur hara akan terlihat pada kondisi tanaman berupa gejala defisiensinya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ciri-ciri-defisiensi-unsur-hara-pada-tanaman-sawit\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ciri-ciri-defisiensi-unsur-hara-pada-tanaman-sawit\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ciri-ciri-defisiensi-unsur-hara-pada-tanaman-sawit\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/19120718\/08.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/19120718\/08.jpg\",\"width\":735,\"height\":400,\"caption\":\"Ciri-ciri Defisiensi Unsur Hara pada Tanaman Sawit\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ciri-ciri-defisiensi-unsur-hara-pada-tanaman-sawit\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ciri-ciri Defisiensi Unsur Hara pada Tanaman Sawit\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\",\"name\":\"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia\",\"description\":\"Sawitnotif adalah blog informatif mengenai kelapa sawit dan jamur ganoderma yang bisa menambah pengetahuan Anda tentang kelapa sawit\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization\",\"name\":\"PT. Propadu Konair Tarahubun\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png\",\"width\":823,\"height\":563,\"caption\":\"PT. Propadu Konair Tarahubun\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/d996ef615537d0b84d853d1ea534370a\",\"name\":\"Writer04\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4212b4b7101aa5d9a5edb7637d72ab82?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4212b4b7101aa5d9a5edb7637d72ab82?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Writer04\"},\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/author\/admin4\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ciri-ciri Defisiensi Unsur Hara pada Tanaman Sawit","description":"Selain bibit bagus, pemberian unsur hara juga penting. Kekurangan unsur hara akan terlihat pada kondisi tanaman berupa gejala defisiensinya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ciri-ciri-defisiensi-unsur-hara-pada-tanaman-sawit\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Ciri-ciri Defisiensi Unsur Hara pada Tanaman Sawit","og_description":"Selain bibit bagus, pemberian unsur hara juga penting. Kekurangan unsur hara akan terlihat pada kondisi tanaman berupa gejala defisiensinya.","og_url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ciri-ciri-defisiensi-unsur-hara-pada-tanaman-sawit\/","og_site_name":"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia","article_published_time":"2023-05-19T05:14:52+00:00","article_modified_time":"2025-02-25T07:43:30+00:00","og_image":[{"width":735,"height":400,"url":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/19120718\/08.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Writer04","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Writer04","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ciri-ciri-defisiensi-unsur-hara-pada-tanaman-sawit\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ciri-ciri-defisiensi-unsur-hara-pada-tanaman-sawit\/"},"author":{"name":"Writer04","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/d996ef615537d0b84d853d1ea534370a"},"headline":"Ciri-ciri Defisiensi Unsur Hara pada Tanaman Sawit","datePublished":"2023-05-19T05:14:52+00:00","dateModified":"2025-02-25T07:43:30+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ciri-ciri-defisiensi-unsur-hara-pada-tanaman-sawit\/"},"wordCount":1072,"publisher":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ciri-ciri-defisiensi-unsur-hara-pada-tanaman-sawit\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/19120718\/08.jpg","articleSection":["Kelapa Sawit"],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ciri-ciri-defisiensi-unsur-hara-pada-tanaman-sawit\/","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ciri-ciri-defisiensi-unsur-hara-pada-tanaman-sawit\/","name":"Ciri-ciri Defisiensi Unsur Hara pada Tanaman Sawit","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ciri-ciri-defisiensi-unsur-hara-pada-tanaman-sawit\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ciri-ciri-defisiensi-unsur-hara-pada-tanaman-sawit\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/19120718\/08.jpg","datePublished":"2023-05-19T05:14:52+00:00","dateModified":"2025-02-25T07:43:30+00:00","description":"Selain bibit bagus, pemberian unsur hara juga penting. Kekurangan unsur hara akan terlihat pada kondisi tanaman berupa gejala defisiensinya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ciri-ciri-defisiensi-unsur-hara-pada-tanaman-sawit\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id-ID","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ciri-ciri-defisiensi-unsur-hara-pada-tanaman-sawit\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ciri-ciri-defisiensi-unsur-hara-pada-tanaman-sawit\/#primaryimage","url":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/19120718\/08.jpg","contentUrl":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/19120718\/08.jpg","width":735,"height":400,"caption":"Ciri-ciri Defisiensi Unsur Hara pada Tanaman Sawit"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ciri-ciri-defisiensi-unsur-hara-pada-tanaman-sawit\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ciri-ciri Defisiensi Unsur Hara pada Tanaman Sawit"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/","name":"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia","description":"Sawitnotif adalah blog informatif mengenai kelapa sawit dan jamur ganoderma yang bisa menambah pengetahuan Anda tentang kelapa sawit","publisher":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization","name":"PT. Propadu Konair Tarahubun","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png","contentUrl":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png","width":823,"height":563,"caption":"PT. Propadu Konair Tarahubun"},"image":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/d996ef615537d0b84d853d1ea534370a","name":"Writer04","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4212b4b7101aa5d9a5edb7637d72ab82?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4212b4b7101aa5d9a5edb7637d72ab82?s=96&d=mm&r=g","caption":"Writer04"},"url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/author\/admin4\/"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/19120718\/08.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8353"}],"collection":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8353"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8353\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11340,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8353\/revisions\/11340"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8361"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8353"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8353"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8353"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}