{"id":8342,"date":"2023-05-16T14:44:15","date_gmt":"2023-05-16T07:44:15","guid":{"rendered":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/?p=8342"},"modified":"2024-12-20T14:39:34","modified_gmt":"2024-12-20T07:39:34","slug":"metode-pruning-dalam-budidaya-kelapa-sawit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/metode-pruning-dalam-budidaya-kelapa-sawit\/","title":{"rendered":"Metode Pruning dalam Budidaya Kelapa Sawit"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kegiatan<\/span> <i><span style=\"font-weight: 400;\">pruning <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">kelapa sawit<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">salah satu metode yang digunakan oleh para petani dalam upaya melakukan budidaya tanaman sawitnya. Dengan kegiatan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">pruning <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">ini maka produktivitas pada pohon kelapa sawit akan meningkat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Meski begitu, kegiatan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">pruning <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">ini tidak bisa Anda lakukan secara sembarangan. Karena produktivitas tanaman kelapa sawit dalam menghasilkan tandan buah segar (TBS) tergantung pada jumlah pelepah yang dimilikinya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jumlah pelepah ideal untuk tanaman kelapa sawit yaitu:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">&#8211; umur 3 &#8211; 6 tahun adalah 56 pelepah per pokok (songgo 3).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">&#8211; umur tanaman 7 &#8211; 13 tahun jumlah pelepah yang harus dipertahankan 48 pelepah per pokok (songgo 2).\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">&#8211; untuk tanaman di atas 13 tahun dipertahankan 40 pelepah per pokok (songgo 1).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu bagaimana cara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">pruning <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">kelapa sawit <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><a href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/terbukti-ini-cara-merawat-bibit-sawit-agar-cepat-besar\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">perawatan sawit<\/span><\/a> <span style=\"font-weight: 400;\">yang benar? Simak penjelasannya di bawah ini!<\/span><\/p>\n<h5 style=\"text-align: justify;\"><b>Pengertian <\/b><b><i>Pruning<\/i><\/b><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pruning <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">pada tanaman kelapa sawit adalah kegiatan untuk memangkas pelepah kelapa sawit yang sudah tidak lagi produktif (tidak mampu lagi menghasilkan asimilat) untuk ditranslokasikan ke titik tumbuh yang berfungsi guna menghasilkan bakal bunga jantan dan betina dalam proses <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">pollination<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Tujuan utama dilakukannya pemangkasan ini adalah agar tak banyak <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">unsur hara <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">yang terbuang pada pelepah daun yang tidak produktif. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Disamping itu juga dapat mengurangi kelembaban di lingkungan pohon kelapa sawit. Serta, setiap pelepah yang di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">pruning<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> maka akan keluar hormon seperti oksin, sitokinin, dan giberelin yang merangsang pembungaan tanaman kelapa sawit. Namun, bila <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">over pruning<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> maka hormon tersebut tidak akan muncul. Bahkan, menimbulkan zat inhibitor yang menghambat keluarnya bunga betina dan munculnya bunga jantan lebih banyak sehingga tanaman tidak dapat menghasilkan TBS.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Demikian juga pelepah yang tidak produktif akan mengambil sebagian nutrisi untuk pertumbuhan pelepah dan anak daun. Sehingga mengurangi jumlah nutrisi yang translokasi ke bakal bunga dan TBS di ketiak pelepah daun pohon sawit.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, untuk menghindari kesia-siaan penyaluran nutrisi tersebut, maka bagian pelepah yang sudah tidak produktif harus dibuang. Dengan begitu, nutrisi akan dapat terdistribusikan ke bagian generatif kelapa sawit.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi perlu Anda pahami bahwa untuk melakukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">pruning <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">pada tanaman sawit tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Pasalnya, pengurangan jumlah pada pelepahnya juga akan berdampak pada pengurangan daya fotosintesisnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kegiatan<\/span> <i><span style=\"font-weight: 400;\">pruning <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">kelapa sawit <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">yang dilakukan dengan cara tidak tepat juga akan mengakibatkan menurunnya produktivitas tanaman kelapa sawit.\u00a0<\/span><\/p>\n<h5 style=\"text-align: justify;\"><b>Manfaat <\/b><b><i>Pruning<\/i><\/b><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain untuk meningkatkan produktivitas, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">manfaat lain dari melakukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">pruning <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">kelapa sawit<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kebersihan atau sanitasi tanaman dapat terjaga sehingga ikut mengurangi potensi terserang hama atau penyakit.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengurangan pelepah akan memudahkan Anda melakukan sensus (penghitungan) buah serta melakukan pengamatan buah matang ketika masa panen akan tiba.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Proses penyerbukan secara alamiah <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">akan lebih mudah terjadi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mencegah terbuangnya sebagian nutrisi secara sia-sia sekaligus memaksimalkan pemanfaatan unsur hara yang berasal dari tanah dan pemupukan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kegiatan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">pruning <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">pada akhirnya akan memudahkan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">proses pengambilan buah sawit saat panen<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> yang terdapat pada ketiak pelepah sawit.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pruning <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">juga akan mengurangi potensi terjadinya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">losses <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">produksi karena buah sawit yang tersangkut pada pelepah sawit.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h5 style=\"text-align: justify;\"><b>Cara <\/b><b><i>Pruning <\/i><\/b><b>pada Budidaya Kelapa Sawit<\/b><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Agar tidak salah langkah, berikut <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">tahapan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">pruning <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">kelapa sawit<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> yang baik dan benar<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">:<\/span><\/p>\n<h6 style=\"text-align: justify;\"><b>1. Lakukan Perhitungan Pemangkasan<\/b><\/h6>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum melakukan pemotongan maka lakukan perhitungan jumlah spiral yang akan tersisa. Tentukan juga pelepah tua yang mana saja yang akan dilakukan pemotongan. Idealnya jumlah spiral yang tersisa bisa dihitung berdasarkan umur tanaman yang sudah dijelaskan pada kalimat sebelumnya.<\/span><\/p>\n<h6 style=\"text-align: justify;\"><b>2. Lakukan Pemangkasan dengan Tepat<\/b><\/h6>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika telah siap, maka lakukan pemotongan pelepah. Pastikan memotong pelepah sawit sedekat mungkin (mepet) dengan batang pohonnya, namun jangan sampai merusak batang atau tandan lain yang masih produktif.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan melakukan hal itu maka potensi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">losses<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> karena <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">brondolan sawit <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">tersangkut sisa potongan dari pelepah dapat diminimalisir. Selain itu, brondolan yang tersangkut juga akan berpotensi membusuk sehingga mengundang hama untuk datang.<\/span><\/p>\n<h6 style=\"text-align: justify;\"><b>3. Gunakanlah Alat yang Sesuai\u00a0<\/b><\/h6>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Alat untuk memangkas pelepah <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">dari kelapa sawit yang berusia <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">1<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> 3 &#8211; 7\u00a0 tahun adalah dodos. Sedangkan untuk kelapa sawit yang berusia 8 &#8211; 25 tahun tahun dapat memakai egrek. Anda juga bisa menggunakan alat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">pruning <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">pelepah sawit modern yang menggunakan mesin dengan sistem penggerak eksentrik memakai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Camshaft<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<h6 style=\"text-align: justify;\"><b>4. <\/b><b>Memanfaatkan <\/b><b>Limbah Pelepah Tua<\/b><\/h6>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah selesai melakukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">pruning<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, manfaatkanlah pelepah tua tersebut sebagai <\/span><a href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/manfaat-pupuk-organik-untuk-tanaman-kelapa-sawit\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">pupuk kelapa sawit alami<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> yang ditambah dengan pupuk MOAF<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00ae<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> dari PKT dan sudah diformulasi khusus sesuai dengan kebutuhan tanaman. Maka, pertumbuhan akar sawit akan lebih baik karena mendapatkan cukup unsur hara serta kelembaban tanahnya terjaga.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cara pemanfaatan limbah pelepah sawit <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">adalah:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Potonglah setiap pelepah sawit menjadi dua bagian.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian tumpuklah pelepah sawit yang sudah dipotong diantara pokok dalam barisan tanaman yang disusun rapi (potongan pelepah disusun pada gawangan mati yang sejajar dengan barisan tanaman).<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h5 style=\"text-align: justify;\"><b>Jenis <\/b><b><i>Pruning<\/i><\/b><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah paham langkah melakukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">pruning<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, maka pastikan Anda juga mengerti beberapa jenis atau tahapan dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">pruning <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">kelapa sawit.<\/span><\/p>\n<h6 style=\"text-align: justify;\"><b>1. <\/b><b><i>Pruning <\/i><\/b><b>Sanitasi<\/b><\/h6>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pruning <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sanitasi <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ini bertujuan untuk membersihkan pelepah sawit yang sudah kering dimana pelepah ini merupakan pelepah bawaan dari proses pembibitan. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pruning <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">jenis ini idealnya dilakukan pada saat menjelang panen perdana.\u00a0<\/span><\/p>\n<h6 style=\"text-align: justify;\"><b>2. <\/b><b><i>Pruning <\/i><\/b><b>Rutin<\/b><\/h6>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pruning <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">rutin merupakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">pruning <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang dilakukan secara rutin dengan rotasi minimal 1,3 kali per tahun. Tujuan dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">pruning <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">rutin ini adalah menjaga ketersedian pelepah ideal sekaligus menghindari terjadinya kelembaban berlebih akibat jumlah pelepah yang tidak ideal dan dapat mengundang berbagai macam <a href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/penyakit-yang-sering-terjadi-pada-tanaman-kelapa-sawit\/\">penyakit kelapa sawit<\/a>.\u00a0<\/span><\/p>\n<h5 style=\"text-align: justify;\"><b>Penutup<\/b><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam menjalankan praktik budidaya, penting untuk memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan sosial sehingga budidaya kelapa sawit dapat berkelanjutan serta memberikan manfaat optimal. Itulah beberapa penjelasan mengenai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">pruning <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">kelapa sawit<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain metode <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">pruning<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, ada beberapa praktik budidaya lainnya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas kelapa sawit, seperti pemupukan yang tepat, pengendalian hama dan penyakit, serta pemilihan bibit unggul yang sesuai dengan kondisi lingkungan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Baca juga: <\/span><a href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/cara-menghitung-kebutuhan-pupuk-pada-tanaman-kelapa-sawit\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cara Menghitung Dosis Pupuk Kelapa Sawit<\/span><\/a><\/p>\n<h5 style=\"text-align: justify;\"><b>FAQ<\/b><\/h5>\n<h6 style=\"text-align: justify;\"><b>1. Kapan <\/b><b><i>pruning <\/i><\/b><b>sawit dilakukan?<\/b><\/h6>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pruning <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sawit dapat dilakukan menjelang kegiatan panen perdana (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">pruning<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sanitasi) dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">pruning <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">rutin 1,3 kali.<\/span><\/p>\n<h6 style=\"text-align: justify;\"><b>2. Mengapa perlu dilakukan <\/b><b><i>pruning <\/i><\/b><b>pada tanaman kelapa sawit?<\/b><\/h6>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tanaman sawit perlu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">pruning <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">agar proses panen lebih mudah serta memaksimalkan unsur hara hanya bagi pelepah yang produktif saja.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b style=\"font-size: 1rem;\">3. Berapa jumlah ideal pelepah sawit setelah <\/b><b style=\"font-size: 1rem;\"><i>pruning<\/i><\/b><b style=\"font-size: 1rem;\">?<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jumlah pelepah pohon sawit yang ideal setelah melakukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">pruning <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">adalah saat tanaman sawit diatas 15 tahun sebanyak 40 hingga 48 pelepah. Sedangkan untuk tanaman sawit yang berusia di bawah 15 tahun maka jumlah ideal pelepahnya adalah 48 hingga 56 pelepah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagi perusahaan yang memiliki\u00a0 ingin bertanya lebih lanjut mengenai cara meningkatkan produktivitas dan budidaya tanaman kelapa sawit yang tepat, dapat mengunjungi website kami\u00a0<b><a href=\"https:\/\/bit.ly\/3wIJgRj\"><strong>www.pkt-group.com\u00a0<\/strong><\/a><\/b>atau menghubungi whatsapp\u00a0<b><strong><a href=\"https:\/\/wa.me\/6282120006888?text=Silahkan%20tuliskan%20pertanyaan%20anda\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">+62 821 2000 6888<\/a><\/strong><\/b>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kegiatan pruning kelapa sawit adalah salah satu metode yang digunakan oleh para petani dalam upaya melakukan budidaya tanaman sawitnya. Dengan kegiatan pruning ini maka produktivitas pada pohon kelapa sawit akan meningkat.<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":8343,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Metode Pruning dalam Budidaya Kelapa Sawit<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pruning kelapa sawit adalah metode wajib untuk mempertahankan produktivitas dari tanaman Sawit. Dengan pruning maka produktivitas dapat meningkat.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/metode-pruning-dalam-budidaya-kelapa-sawit\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Metode Pruning dalam Budidaya Kelapa Sawit\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pruning kelapa sawit adalah metode wajib untuk mempertahankan produktivitas dari tanaman Sawit. Dengan pruning maka produktivitas dapat meningkat.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/metode-pruning-dalam-budidaya-kelapa-sawit\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-05-16T07:44:15+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-12-20T07:39:34+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/16144403\/05.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"735\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Writer04\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Writer04\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/metode-pruning-dalam-budidaya-kelapa-sawit\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/metode-pruning-dalam-budidaya-kelapa-sawit\/\"},\"author\":{\"name\":\"Writer04\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/d996ef615537d0b84d853d1ea534370a\"},\"headline\":\"Metode Pruning dalam Budidaya Kelapa Sawit\",\"datePublished\":\"2023-05-16T07:44:15+00:00\",\"dateModified\":\"2024-12-20T07:39:34+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/metode-pruning-dalam-budidaya-kelapa-sawit\/\"},\"wordCount\":1001,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/metode-pruning-dalam-budidaya-kelapa-sawit\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/16144403\/05.jpg\",\"articleSection\":[\"Kelapa Sawit\"],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/metode-pruning-dalam-budidaya-kelapa-sawit\/\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/metode-pruning-dalam-budidaya-kelapa-sawit\/\",\"name\":\"Metode Pruning dalam Budidaya Kelapa Sawit\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/metode-pruning-dalam-budidaya-kelapa-sawit\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/metode-pruning-dalam-budidaya-kelapa-sawit\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/16144403\/05.jpg\",\"datePublished\":\"2023-05-16T07:44:15+00:00\",\"dateModified\":\"2024-12-20T07:39:34+00:00\",\"description\":\"Pruning kelapa sawit adalah metode wajib untuk mempertahankan produktivitas dari tanaman Sawit. Dengan pruning maka produktivitas dapat meningkat.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/metode-pruning-dalam-budidaya-kelapa-sawit\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/metode-pruning-dalam-budidaya-kelapa-sawit\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/metode-pruning-dalam-budidaya-kelapa-sawit\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/16144403\/05.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/16144403\/05.jpg\",\"width\":735,\"height\":400,\"caption\":\"Metode Pruning dalam Budidaya Kelapa Sawit\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/metode-pruning-dalam-budidaya-kelapa-sawit\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Metode Pruning dalam Budidaya Kelapa Sawit\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\",\"name\":\"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia\",\"description\":\"Sawitnotif adalah blog informatif mengenai kelapa sawit dan jamur ganoderma yang bisa menambah pengetahuan Anda tentang kelapa sawit\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization\",\"name\":\"PT. Propadu Konair Tarahubun\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png\",\"width\":823,\"height\":563,\"caption\":\"PT. Propadu Konair Tarahubun\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/d996ef615537d0b84d853d1ea534370a\",\"name\":\"Writer04\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4212b4b7101aa5d9a5edb7637d72ab82?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4212b4b7101aa5d9a5edb7637d72ab82?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Writer04\"},\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/author\/admin4\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Metode Pruning dalam Budidaya Kelapa Sawit","description":"Pruning kelapa sawit adalah metode wajib untuk mempertahankan produktivitas dari tanaman Sawit. Dengan pruning maka produktivitas dapat meningkat.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/metode-pruning-dalam-budidaya-kelapa-sawit\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Metode Pruning dalam Budidaya Kelapa Sawit","og_description":"Pruning kelapa sawit adalah metode wajib untuk mempertahankan produktivitas dari tanaman Sawit. Dengan pruning maka produktivitas dapat meningkat.","og_url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/metode-pruning-dalam-budidaya-kelapa-sawit\/","og_site_name":"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia","article_published_time":"2023-05-16T07:44:15+00:00","article_modified_time":"2024-12-20T07:39:34+00:00","og_image":[{"width":735,"height":400,"url":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/16144403\/05.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Writer04","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Writer04","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/metode-pruning-dalam-budidaya-kelapa-sawit\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/metode-pruning-dalam-budidaya-kelapa-sawit\/"},"author":{"name":"Writer04","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/d996ef615537d0b84d853d1ea534370a"},"headline":"Metode Pruning dalam Budidaya Kelapa Sawit","datePublished":"2023-05-16T07:44:15+00:00","dateModified":"2024-12-20T07:39:34+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/metode-pruning-dalam-budidaya-kelapa-sawit\/"},"wordCount":1001,"publisher":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/metode-pruning-dalam-budidaya-kelapa-sawit\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/16144403\/05.jpg","articleSection":["Kelapa Sawit"],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/metode-pruning-dalam-budidaya-kelapa-sawit\/","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/metode-pruning-dalam-budidaya-kelapa-sawit\/","name":"Metode Pruning dalam Budidaya Kelapa Sawit","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/metode-pruning-dalam-budidaya-kelapa-sawit\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/metode-pruning-dalam-budidaya-kelapa-sawit\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/16144403\/05.jpg","datePublished":"2023-05-16T07:44:15+00:00","dateModified":"2024-12-20T07:39:34+00:00","description":"Pruning kelapa sawit adalah metode wajib untuk mempertahankan produktivitas dari tanaman Sawit. Dengan pruning maka produktivitas dapat meningkat.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/metode-pruning-dalam-budidaya-kelapa-sawit\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id-ID","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/metode-pruning-dalam-budidaya-kelapa-sawit\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/metode-pruning-dalam-budidaya-kelapa-sawit\/#primaryimage","url":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/16144403\/05.jpg","contentUrl":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/16144403\/05.jpg","width":735,"height":400,"caption":"Metode Pruning dalam Budidaya Kelapa Sawit"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/metode-pruning-dalam-budidaya-kelapa-sawit\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Metode Pruning dalam Budidaya Kelapa Sawit"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/","name":"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia","description":"Sawitnotif adalah blog informatif mengenai kelapa sawit dan jamur ganoderma yang bisa menambah pengetahuan Anda tentang kelapa sawit","publisher":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization","name":"PT. Propadu Konair Tarahubun","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png","contentUrl":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png","width":823,"height":563,"caption":"PT. Propadu Konair Tarahubun"},"image":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/d996ef615537d0b84d853d1ea534370a","name":"Writer04","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4212b4b7101aa5d9a5edb7637d72ab82?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4212b4b7101aa5d9a5edb7637d72ab82?s=96&d=mm&r=g","caption":"Writer04"},"url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/author\/admin4\/"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/16144403\/05.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8342"}],"collection":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8342"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8342\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10892,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8342\/revisions\/10892"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8343"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8342"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8342"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8342"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}