{"id":8339,"date":"2023-05-15T17:03:38","date_gmt":"2023-05-15T10:03:38","guid":{"rendered":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/?p=8339"},"modified":"2025-09-09T14:47:37","modified_gmt":"2025-09-09T07:47:37","slug":"mengenal-sistem-perakaran-kelapa-sawit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-sistem-perakaran-kelapa-sawit\/","title":{"rendered":"Mengenal Sistem Perakaran Kelapa Sawit"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kelapa sawit adalah salah satu komoditas ekspor Indonesia yang terbilang cukup besar. Hal ini menyebabkan banyak para pelaku usaha membudidayakan kebun kelapa sawit untuk mendapatkan penghasilan. Sebelum itu, Anda juga perlu memperhatikan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">sistem perakaran kelapa sawit<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Akar kelapa sawit juga memiliki ciri khas yang berbeda dengan tanaman lain. Sistem perakaran dari kelapa sawit perlu dipelajari agar pengetahuan tentang tanaman ini lebih mendalam sehingga bisa memperoleh keuntungan maksimal.\u00a0<\/span><\/p>\n<h5 style=\"text-align: justify;\"><b>Sistem Perakaran Kelapa Sawit\u00a0<\/b><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada penjelasan pertama akan dijelaskan secara umum tentang <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ciri dan jenis akar kelapa sawit<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Jenis akar kelapa sawit adalah primer, sekunder, tersier, dan kuarter (akar serabut). Selain itu, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">fungsi akar kelapa sawit<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> yaitu sebagai media respirasi pada tanaman.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Akar primer dan sekunder memang sangat cocok untuk pohon besar seperti kelapa sawit. Adanya akar ini membuat batang bisa berdiri tegak karena ditopang dengan baik oleh akar primer dan sekunder. Ciri khas lainnya dari <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">akar kelapa sawit<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah memiliki bentuk anatomi yang runcing di bagian ujungnya dan memiliki warna putih kekuningan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sistem perakaran kelapa sawit<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> dinilai sangat kuat. Alasannya karena akarnya bisa tumbuh ke bawah dan samping sehingga membentuk percabangan. Oleh sebab itu, kelapa sawit memiliki akar primer, sekunder, tersier, dan kuarter (akar serabut). Simak informasi lengkap akar kelapa sawit berikut ini:\u00a0<\/span><\/p>\n<h6 style=\"text-align: justify;\"><b>1. Akar Primer\u00a0<\/b><\/h6>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Akar ini memiliki diameter ukuran antara 5 &#8211; 10 mm. Akar primer tumbuhnya ada di pangkal batang. Lalu, dari pangkal batang, akar tumbuh secara vertikal. Kemudian mengalami percabangan di dalam tanah tumbuh secara horizontal (akar sekunder).\u00a0<\/span><\/p>\n<h6 style=\"text-align: justify;\"><b>2. Akar Sekunder\u00a0<\/b><\/h6>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cabang dari akar primer ini disebut dengan akar sekunder. Akar sekunder termasuk cabang pertama yang tumbuh ke arah samping secara horizontal dari akar primer ini. Ciri dari akar sekunder kelapa sawit adalah punya ukuran diameter yang lebih kecil dari primer yaitu 1 &#8211; 4 mm saja. Pertumbuhannya sejajar dengan permukaan air tanah.\u00a0<\/span><\/p>\n<h6 style=\"text-align: justify;\"><b>3. Akar Tersier\u00a0<\/b><\/h6>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berikutnya adalah <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">sistem perakaran kelapa sawit<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> ketiga yang disebut dengan akar tersier. Diameter dari akar ini hanya berukuran 0,5 &#8211; 1,5 mm. Cabang dari akar tersier akan membentuk akar kuarter.\u00a0<\/span><\/p>\n<h6 style=\"text-align: justify;\"><b>4. Akar <\/b><b>Kuarter<\/b><\/h6>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terakhir, adalah <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">akar kuarter kelapa sawit<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> dengan ciri khasnya yaitu memiliki diameter 0,2 &#8211; 0,5 mm saja. Baik dari akar tersier dan kuarter ini sama-sama memiliki bulu halus. Bulu halus ini dilapisi dengan tudung akar yang berguna untuk menembus lapisan tanah dengan baik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Keberadaan akar ini memiliki fungsi untuk mencari unsur hara untuk kebutuhan tanaman. Hal ini membuatnya lebih mudah untuk menyediakan kebutuhan nutrisi untuk pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman kelapa sawit.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian, strukturnya juga dilapisi bulu halus yang difungsikan untuk menyerap, air, udara, dan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">nutrisi dalam lapisan tanah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">top soil<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> secara lebih maksimal. Akar tersier dan kuarter juga merupakan akar yang paling dekat dengan permukaan tanah.\u00a0<\/span><\/p>\n<h6 style=\"text-align: justify;\"><b>5. Akar Napas\u00a0<\/b><\/h6>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">sistem perakaran kelapa sawit<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> yang sudah disebutkan sebelumnya, tanaman ini juga punya akar tambahan yang disebut dengan akar napas. Akar napas ini adalah akar yang keluar dari permukaan tanah atau di air tanah. Untuk penyebarannya sendiri umumnya ada di wilayah lapisan tanah bagian atas<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> (top soil)<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<h5 style=\"text-align: justify;\"><b>Bagian Akar Kelapa Sawit\u00a0<\/b><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apa itu morfologi kelapa sawit?<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Dalam <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">sistem perakaran kelapa sawit<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, terjadi proses pertumbuhan dengan beberapa tahapan. Pertumbuhan ini harus Anda ketahui, agar lebih mengenal <\/span><a href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/tanaman-kelapa-sawit\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">tanaman kelapa sawit<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Akar sawit ini mulanya tumbuh dari biji yang mengalami perkecambahan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Akar yang pertama kali muncul dari kelapa sawit ini disebut sebagai akar muda atau radikula. Panjang akar yang tumbuh ini bisa mencapai 15 m. Akar radikula dapat bertahan dalam kurun waktu 6 bulan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah muncul radikula, terjadi tahapan pertumbuhan akar selanjutnya yaitu akar primer. Akar primer ini yang tumbuh dari bawah batang dan semakin berkembang ke arah samping secara horizontal (sekunder) pada lapisan tanah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">top soil.<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selanjutnya, akar sekunder membentuk percabangan seperti akar tersier dan kuarter yang bisa tumbuh dan menjalar sampai 2,5 m sampai 4,5 m dari batang tanaman. Bahkan, ada juga yang panjangnya punya jarak sampai 6 m dari pangkal tumbuhan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Adanya akar tersier dan kuarter ini membuat tanaman kelapa sawit bisa menyerap air dan unsur hara dari dalam tanah dengan baik. Jadi, kedua akar tersebut termasuk bagian penting dan berperan besar dalam <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">sistem perakaran kelapa sawit<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<h5 style=\"text-align: justify;\"><b>Proses Perakaran Kelapa Sawit\u00a0<\/b><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada pembahasan berikutnya akan dijelaskan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">proses perakaran kelapa sawit<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Ketika akar berada di dalam tanah, sel di lapisan tudung akar akan berubah menjadi sel baru dari meristem apikal. Ciri dari meristem ini aktif membelah diri sehingga menghasilkan sel baru.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Karena pembentukan sel baru ini membuatnya mengalami pemanjangan sel. Selanjutnya, terbagi menjadi zona diferensiasi yang membentuk jaringan xilem dan floem. Terbentuk sel di bagian luar akar yang kemudian disebut sebagai lapisan epidermis. Lapisan akar terluar ini ditumbuhi bulu-bulu akar yang berguna untuk jaringan perpanjangan sel sehingga jika sudah tua akan menyusun tanaman secara permanen.\u00a0<\/span><\/p>\n<h5 style=\"text-align: justify;\"><b>Penutup\u00a0<\/b><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Demikian penjelasan lengkap tentang <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">sistem perakaran kelapa sawit<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> mulai dari bagian-bagian akar dan proses perakaran yang unik. Kehadiran dari akar ini dapat menunjang pertumbuhan tanaman kelapa sawit.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perlu juga kamu ketahui, akar pada kelapa sawit kerap terserang penyakit busuk pangkal batang. Salah satu penyebabnya adalah jamur akar merah. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/jamur-akar-merah-pada-sawit\/\">Jamur akar merah<\/a> pada sawit<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> berdampak buruk terhadap perkembangan tanaman. Hal ini karena dapat menyebabkan jaringan akar dan batang membusuk. Untuk <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">mengendalikan penyakit ini, Anda bisa mengaplikasikan pengendali hayati <\/span><a href=\"https:\/\/pkt-group.com\/product\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">CHIPS<sup>\u00ae<\/sup><\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> 2.1 yang disertai dengan pupuk MOAF<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><sup>\u00ae<\/sup><\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> formulasi khusus oleh PT. PKT. Hubungi <\/span><a href=\"https:\/\/pkt-group.com\/contact\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">kontak PKT<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap mengenai hal ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Baca juga: <\/span><a href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/manfaat-pupuk-organik-untuk-tanaman-kelapa-sawit\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Manfaat Pupuk Organik untuk Tanaman Kelapa Sawit<\/span><\/a><\/p>\n<h5 style=\"text-align: justify;\"><b>FAQ<\/b><\/h5>\n<h6 style=\"text-align: justify;\"><b>1. Apa fungsi akar sawit?\u00a0<\/b><\/h6>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Akar pada tanaman sawit<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> memiliki fungsi untuk menyerap kebutuhan tanaman yaitu unsur hara dan air dalam tanah. Serta, bermanfaat untuk organ respirasi atau pernafasan tanaman kelapa sawit. Akar kelapa sawit juga bermanfaat untuk menopang pohon agar kokoh.\u00a0<\/span><\/p>\n<h6 style=\"text-align: justify;\"><b>2. Penyakit apa yang menyerang akar pada tanaman kelapa sawit?\u00a0<\/b><\/h6>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Akar pada kelapa sawit juga seringkali terserang penyakit. Salah satunya adalah jamur akar merah. Jamur akar merah pada sawit berdampak buruk terhadap perkembangan tanaman. Hal ini karena dapat menyebabkan akar menjadi busuk. Di akar tanaman akan terdapat miselium warna putih dan lama-kelamaan akan berubah menjadi merah tua. Penyebab jamur ini karena <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ganoderma<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Jika terus dibiarkan, patogen sekunder ini akan menyerang tanaman lainnya lewat kontak antara akar yang sakit dengan akar sehat. Bisa juga karena penyebaran spora <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ganoderma <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">melalui angin.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagi perusahaan yang memiliki masalah yang sama dan ingin bertanya lebih lanjut mengenai cara meningkatkan produktivitas tanaman kelapa sawit dan mengendalikan penyakit <em>Ganoderma<\/em>, dapat mengunjungi website kami <b><a href=\"https:\/\/bit.ly\/3wIJgRj\"><strong>www.pkt-group.com\u00a0<\/strong><\/a><\/b>atau menghubungi whatsapp\u00a0<b><strong><a href=\"https:\/\/wa.me\/6282120006888?text=Silahkan%20tuliskan%20pertanyaan%20anda\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">+62 821 2000 6888<\/a><\/strong>.<\/b><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kelapa sawit adalah salah satu komoditas ekspor Indonesia yang terbilang cukup besar. Hal ini menyebabkan banyak para pelaku usaha membudidayakan kebun kelapa sawit untuk mendapatkan penghasilan. Sebelum itu, Anda juga perlu memperhatikan sistem perakaran kelapa sawit.\u00a0<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":8340,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mengenal Sistem Perakaran Kelapa Sawit<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Sistem perakaran kelapa sawit yang berperan penting dalam penyerapan unsur hara dan mineral tanah yaitu di bagian akar tertier dan akar kuarter.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-sistem-perakaran-kelapa-sawit\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenal Sistem Perakaran Kelapa Sawit\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sistem perakaran kelapa sawit yang berperan penting dalam penyerapan unsur hara dan mineral tanah yaitu di bagian akar tertier dan akar kuarter.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-sistem-perakaran-kelapa-sawit\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-05-15T10:03:38+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-09-09T07:47:37+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/15170257\/04.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"735\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Writer04\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Writer04\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-sistem-perakaran-kelapa-sawit\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-sistem-perakaran-kelapa-sawit\/\"},\"author\":{\"name\":\"Writer04\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/d996ef615537d0b84d853d1ea534370a\"},\"headline\":\"Mengenal Sistem Perakaran Kelapa Sawit\",\"datePublished\":\"2023-05-15T10:03:38+00:00\",\"dateModified\":\"2025-09-09T07:47:37+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-sistem-perakaran-kelapa-sawit\/\"},\"wordCount\":1025,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-sistem-perakaran-kelapa-sawit\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/15170257\/04.jpg\",\"articleSection\":[\"Kelapa Sawit\"],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-sistem-perakaran-kelapa-sawit\/\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-sistem-perakaran-kelapa-sawit\/\",\"name\":\"Mengenal Sistem Perakaran Kelapa Sawit\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-sistem-perakaran-kelapa-sawit\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-sistem-perakaran-kelapa-sawit\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/15170257\/04.jpg\",\"datePublished\":\"2023-05-15T10:03:38+00:00\",\"dateModified\":\"2025-09-09T07:47:37+00:00\",\"description\":\"Sistem perakaran kelapa sawit yang berperan penting dalam penyerapan unsur hara dan mineral tanah yaitu di bagian akar tertier dan akar kuarter.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-sistem-perakaran-kelapa-sawit\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-sistem-perakaran-kelapa-sawit\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-sistem-perakaran-kelapa-sawit\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/15170257\/04.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/15170257\/04.jpg\",\"width\":735,\"height\":400,\"caption\":\"Mengenal Sistem Perakaran Kelapa Sawit\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-sistem-perakaran-kelapa-sawit\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengenal Sistem Perakaran Kelapa Sawit\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\",\"name\":\"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia\",\"description\":\"Sawitnotif adalah blog informatif mengenai kelapa sawit dan jamur ganoderma yang bisa menambah pengetahuan Anda tentang kelapa sawit\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization\",\"name\":\"PT. Propadu Konair Tarahubun\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png\",\"width\":823,\"height\":563,\"caption\":\"PT. Propadu Konair Tarahubun\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/d996ef615537d0b84d853d1ea534370a\",\"name\":\"Writer04\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4212b4b7101aa5d9a5edb7637d72ab82?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4212b4b7101aa5d9a5edb7637d72ab82?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Writer04\"},\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/author\/admin4\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengenal Sistem Perakaran Kelapa Sawit","description":"Sistem perakaran kelapa sawit yang berperan penting dalam penyerapan unsur hara dan mineral tanah yaitu di bagian akar tertier dan akar kuarter.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-sistem-perakaran-kelapa-sawit\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Mengenal Sistem Perakaran Kelapa Sawit","og_description":"Sistem perakaran kelapa sawit yang berperan penting dalam penyerapan unsur hara dan mineral tanah yaitu di bagian akar tertier dan akar kuarter.","og_url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-sistem-perakaran-kelapa-sawit\/","og_site_name":"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia","article_published_time":"2023-05-15T10:03:38+00:00","article_modified_time":"2025-09-09T07:47:37+00:00","og_image":[{"width":735,"height":400,"url":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/15170257\/04.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Writer04","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Writer04","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-sistem-perakaran-kelapa-sawit\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-sistem-perakaran-kelapa-sawit\/"},"author":{"name":"Writer04","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/d996ef615537d0b84d853d1ea534370a"},"headline":"Mengenal Sistem Perakaran Kelapa Sawit","datePublished":"2023-05-15T10:03:38+00:00","dateModified":"2025-09-09T07:47:37+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-sistem-perakaran-kelapa-sawit\/"},"wordCount":1025,"publisher":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-sistem-perakaran-kelapa-sawit\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/15170257\/04.jpg","articleSection":["Kelapa Sawit"],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-sistem-perakaran-kelapa-sawit\/","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-sistem-perakaran-kelapa-sawit\/","name":"Mengenal Sistem Perakaran Kelapa Sawit","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-sistem-perakaran-kelapa-sawit\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-sistem-perakaran-kelapa-sawit\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/15170257\/04.jpg","datePublished":"2023-05-15T10:03:38+00:00","dateModified":"2025-09-09T07:47:37+00:00","description":"Sistem perakaran kelapa sawit yang berperan penting dalam penyerapan unsur hara dan mineral tanah yaitu di bagian akar tertier dan akar kuarter.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-sistem-perakaran-kelapa-sawit\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id-ID","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-sistem-perakaran-kelapa-sawit\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-sistem-perakaran-kelapa-sawit\/#primaryimage","url":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/15170257\/04.jpg","contentUrl":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/15170257\/04.jpg","width":735,"height":400,"caption":"Mengenal Sistem Perakaran Kelapa Sawit"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-sistem-perakaran-kelapa-sawit\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengenal Sistem Perakaran Kelapa Sawit"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/","name":"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia","description":"Sawitnotif adalah blog informatif mengenai kelapa sawit dan jamur ganoderma yang bisa menambah pengetahuan Anda tentang kelapa sawit","publisher":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization","name":"PT. Propadu Konair Tarahubun","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png","contentUrl":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png","width":823,"height":563,"caption":"PT. Propadu Konair Tarahubun"},"image":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/d996ef615537d0b84d853d1ea534370a","name":"Writer04","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4212b4b7101aa5d9a5edb7637d72ab82?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4212b4b7101aa5d9a5edb7637d72ab82?s=96&d=mm&r=g","caption":"Writer04"},"url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/author\/admin4\/"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/15170257\/04.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8339"}],"collection":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8339"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8339\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12499,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8339\/revisions\/12499"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8340"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8339"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8339"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8339"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}