{"id":8324,"date":"2023-05-10T14:14:24","date_gmt":"2023-05-10T07:14:24","guid":{"rendered":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/?p=8324"},"modified":"2024-05-20T13:18:26","modified_gmt":"2024-05-20T06:18:26","slug":"apakah-perkebunan-kelapa-sawit-boros-air","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/apakah-perkebunan-kelapa-sawit-boros-air\/","title":{"rendered":"Apakah Perkebunan Kelapa Sawit Paling Boros Air?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perkebunan kelapa sawit<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> termasuk perkebunan yang populer di Indonesia. Hal ini dikarenakan kondisi lingkungan mendukung serta tanah Indonesia yang dapat menyediakan nutrisi baik untuk perkembangan kelapa sawit.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu pertanyaan paling umum yang diajukan oleh para pemilik usaha baru <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">perkebunan kelapa sawit<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> yaitu <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">apakah sawit butuh banyak air<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">? Pasalnya, penggunaan air harus perlu dipertimbangkan untuk <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">kebutuhan kelapa sawit<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, apa yang dimaksud dengan kebutuhan air perkebunan kelapa sawit?<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Untuk memahaminya, simak penjelasan artikel berikut ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<h5 style=\"text-align: justify;\"><b>Penelitian Kebutuhan Air <\/b><b>Perkebunan Kelapa Sawit\u00a0<\/b><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lisma Safitri, S.TP, M.Si melakukan riset tentang kebutuhan air <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">perkebunan kelapa sawit<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Ia menjadi ketua Tim Penelitian <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">water footprint<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (WF) dari kelapa sawit. Riset yang dilakukannya berdasarkan keinginannya sendiri untuk mengetahui apakah perkebunan tersebut mengancam sumber daya air di Indonesia atau tidak. Tidak main-main, Lisma telah melakukan penelitian ini selama 3 tahun yang terhitung dari 2016-2019.\u00a0<\/span><\/p>\n<h5 style=\"text-align: justify;\"><b>Hasil Penelitian Kebutuhan Air untuk <\/b><b>Perkebunan Kelapa Sawit\u00a0<\/b><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dari berbagai tantangan yang dimiliki, Lisma berhasil mendapatkan jawaban dari penelitiannya tentang<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> water footprint.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Didapatkan kesimpulan bahwa perkebunan kelapa sawit tidak mengancam sumber daya air atau tidak boros air.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hal tersebut didukung dengan berbagai bukti berikut ini:\u00a0<\/span><\/p>\n<h6 style=\"text-align: justify;\"><b>1. <\/b><b><i>Water Footprint<\/i><\/b><b> Kelapa Sawit\u00a0<\/b><\/h6>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">water footprint<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di perkebunan Riau memiliki nilai jejak air sebesar 593,61 m<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">3<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\/ton. Diketahui,<\/span> <i><span style=\"font-weight: 400;\">water footprint<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini adalah volume air yang dibutuhkan untuk satu ton tandan buah segar (TBS). Jenisnya terdiri dari 3 bentuk, yaitu:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Green <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">: sumber air hujan.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Blue <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">: sumber air tanah dan permukaan.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Grey <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">: air yang berfungsi untuk melarutkan pupuk, bahan kimia, sampai dengan melarutkan pestisida.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan penelitian ini, didapatkan hasil bahwa kelapa sawit punya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">water footprint<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang rendah dibandingkan dengan tanaman penghasil minyak lainnya. Contohnya seperti bunga matahari, kelapa, dan jarak. Jadi, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">perkebunan kelapa sawit<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> tidak termasuk tanaman yang haus air.\u00a0<\/span><\/p>\n<h6 style=\"text-align: justify;\"><b>2. Objek Penelitian\u00a0<\/b><\/h6>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Objek penelitian ini dilakukan dari berbagai jenis tanah mineral untuk memahami kebutuhan airnya. Adapun jenis tanah yang dipakai jadi objek penelitian yaitu liat hitam dan lempung pasir merah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ada juga gambut dan pemakaian pupuk dengan kadar tertentu di antara dua daerah tersebut. Untuk pupuk di Kalimantan Tengah sebesar 13,41 ton\/ha dan 0,12 ton N\/ha. Sedangkan, pupuk di\u00a0 Riau adalah 22,08 ton\/ha dan 0,11 ton N\/ha.\u00a0<\/span><\/p>\n<h6 style=\"text-align: justify;\"><b>3. Nilai Jejak Air <\/b><b><i>Green <\/i><\/b><b>dan <\/b><b><i>Blue\u00a0<\/i><\/b><\/h6>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berikutnya didapatkan hasil jejak air yang dilihat dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">green <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(air hujan)<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0blue<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (air tanah). Hasil menunjukkan bahwa di tempat penelitian yang dilakukan oleh Lisma<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">berkolaborasi dengan Badan Pengelola <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), mengatakan bahwa sumber utama air perkebunan inti sawit adalah dari curah hujan bukan dari air tanah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sedangkan, perkebunan tersebut memiliki nilai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">grey <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sebesar 8,9% yang ternyata persentase ini terbilang rendah dibandingkan dengan tanaman minyak nabati di dunia.\u00a0<\/span><\/p>\n<h6 style=\"text-align: justify;\"><b>4. Tanaman Sawit di Tanah Gambut\u00a0<\/b><\/h6>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dari penelitian tersebut juga menunjukkan beberapa bukti yang menyatakan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">perkebunan kelapa sawit<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> tidak boros air. Diketahui bahwa nilai dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">water footprint<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di tanah gambut punya nilai kecil dan rendah dibandingkan dengan tanah yang mengandung mineral banyak.\u00a0<\/span><\/p>\n<h6 style=\"text-align: justify;\"><b>5. Akar Tanaman Sawit\u00a0<\/b><\/h6>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain dari hasil yang sudah disebutkan di atas, ada lagi beberapa hasil penelitian yang menunjukkan bahwa <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">jenis tanaman kelapa sawit<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> termasuk tanaman yang tidak boros air. Hal ini terlihat dari densitas perakaran dan analisis penggunaan air tanaman.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika dilihat dari perakarannya, tanaman sawit ini hanya menyerap air sebagian besar di bagian atas perakaran tanaman lapisan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">top soil<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sub soil.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Selain itu, penelitian ini juga melihat nilai WF yang bervariasi tergantung dari jenis tanah dan usia tanaman. Nilai ini bisa dipraktikkan sebagai dasar membuat sistem irigasi secara otomatis dengan menggunakan metode <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">water footprint calculator<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk melaksanakan metode ini diperlukan adanya data curah hujan, jenis tanaman, umur, dan produksi tanaman tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<h5 style=\"text-align: justify;\"><b><i>Water Management<\/i><\/b><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tanaman kelapa sawit sangat membutuhkan tata kelola air yang baik untuk mendukung pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman. Khususnya untuk lahan gambut karena kerap mengalami kelebihan air, sehingga permukaan tanah sering tergenang. Untuk mengendalikan permukaan air tanah agar areal gambut tidak tergenang dan tidak mengering di musim kemarau. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Maka, diperlukan pengaturan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Water Management<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dengan membangun benteng tanggul air agar air sungai tidak masuk ke dalam lokasi perkebunan. Kemudian, membuat parit <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">main drain, collection drain, field drain<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, dan pintu air agar muka air tanah dapat dipertahankan 50 &#8211; 80 cm di bawah permukaan tanah. Sedangkan, lahan mineral diperlukan pembuatan kantong-kantong air di dalam blok tanaman seperti rorak untuk menampung air hujan guna mencukupi kebutuhan air sebagai pelarut dalam penyerapan hara oleh perakaran tanaman.\u00a0<\/span><\/p>\n<h5 style=\"text-align: justify;\"><b>Penutup\u00a0<\/b><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa <\/span><a href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/urutan-pemupukan-kelapa-sawit-yang-benar-agar-berbuah-banyak\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">perawatan kelapa sawit<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> termasuk tanaman yang tidak boros air, namun tanaman sawit tetap membutuhkan pengaturan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">water management<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang baik (saat hujan agar tidak banjir dan saat musim kemarau air tetap tersedia di dalam areal pertanaman). Oleh sebab itu, pemilik <\/span><a href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/langkah-langkah-untuk-memulai-bisnis-kelapa-sawit\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">bisnis kelapa sawit<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> tidak perlu memberikan air tanaman secara berlebihan dan tidak perlu mengkonsumsi sumber daya air terlalu banyak.\u00a0\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h5 style=\"text-align: justify;\"><b>FAQ\u00a0<\/b><\/h5>\n<p><b>1. Berapa liter kelapa sawit menyerap air per hari?\u00a0<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengutip <\/span><a href=\"https:\/\/www.liputan6.com\/citizen6\/read\/2335106\/6-fakta-mengerikan-mengapa-indonesia-sebaiknya-tak-menanam-sawit\"><b><i>liputan6.com,<\/i><\/b><\/a> <span style=\"font-weight: 400;\">setiap pohon sawit mampu menyerap sampai 12 liter zat hara dan air di dalam tanah.\u00a0<\/span><\/p>\n<h6 style=\"text-align: justify;\"><b>2. Apakah kelapa sawit merusak tanah?\u00a0<\/b><\/h6>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Adanya perkebunan sawit memberikan manfaat yang besar bagi perekonomian di Indonesia. Hal ini karena <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">kelapa sawit di Indonesia<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> tumbuh dengan subur. Namun, jika dilihat dari segi lingkungan, apakah merusak tanah? Justru sebaliknya, kehadiran kelapa sawit ini berguna dalam konservasi tanah. Keuntungan lain dalam menanam kelapa sawit yaitu tidak membuat tanah menjadi kering. Hal ini karena biomassa di tanaman sawit ini dapat menyuburkan tanah. Bahkan, menghasilkan oksigen yang bermanfaat untuk makhluk hidup.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa yang dimaksud dengan kebutuhan air perkebunan kelapa sawit? Untuk memahaminya, simak penjelasan artikel berikut ini!<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":8325,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Apakah Perkebunan Kelapa Sawit Paling Boros Air?<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Perkebunan kelapa sawit nyatanya tidak habiskan banyak air dibandingkan dengan jenis penghasil minyak lain. Hal ini terbukti dari penelitian Lisma.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/apakah-perkebunan-kelapa-sawit-boros-air\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apakah Perkebunan Kelapa Sawit Paling Boros Air?\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Perkebunan kelapa sawit nyatanya tidak habiskan banyak air dibandingkan dengan jenis penghasil minyak lain. Hal ini terbukti dari penelitian Lisma.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/apakah-perkebunan-kelapa-sawit-boros-air\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-05-10T07:14:24+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-05-20T06:18:26+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/10141038\/01-2.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"735\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Writer04\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Writer04\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/apakah-perkebunan-kelapa-sawit-boros-air\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/apakah-perkebunan-kelapa-sawit-boros-air\/\"},\"author\":{\"name\":\"Writer04\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/d996ef615537d0b84d853d1ea534370a\"},\"headline\":\"Apakah Perkebunan Kelapa Sawit Paling Boros Air?\",\"datePublished\":\"2023-05-10T07:14:24+00:00\",\"dateModified\":\"2024-05-20T06:18:26+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/apakah-perkebunan-kelapa-sawit-boros-air\/\"},\"wordCount\":877,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/apakah-perkebunan-kelapa-sawit-boros-air\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/10141038\/01-2.jpg\",\"articleSection\":[\"Kelapa Sawit\"],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/apakah-perkebunan-kelapa-sawit-boros-air\/\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/apakah-perkebunan-kelapa-sawit-boros-air\/\",\"name\":\"Apakah Perkebunan Kelapa Sawit Paling Boros Air?\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/apakah-perkebunan-kelapa-sawit-boros-air\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/apakah-perkebunan-kelapa-sawit-boros-air\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/10141038\/01-2.jpg\",\"datePublished\":\"2023-05-10T07:14:24+00:00\",\"dateModified\":\"2024-05-20T06:18:26+00:00\",\"description\":\"Perkebunan kelapa sawit nyatanya tidak habiskan banyak air dibandingkan dengan jenis penghasil minyak lain. Hal ini terbukti dari penelitian Lisma.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/apakah-perkebunan-kelapa-sawit-boros-air\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/apakah-perkebunan-kelapa-sawit-boros-air\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/apakah-perkebunan-kelapa-sawit-boros-air\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/10141038\/01-2.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/10141038\/01-2.jpg\",\"width\":735,\"height\":400,\"caption\":\"Apakah Perkebunan Kelapa Sawit Paling Boros Air?\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/apakah-perkebunan-kelapa-sawit-boros-air\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apakah Perkebunan Kelapa Sawit Paling Boros Air?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\",\"name\":\"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia\",\"description\":\"Sawitnotif adalah blog informatif mengenai kelapa sawit dan jamur ganoderma yang bisa menambah pengetahuan Anda tentang kelapa sawit\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization\",\"name\":\"PT. Propadu Konair Tarahubun\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png\",\"width\":823,\"height\":563,\"caption\":\"PT. Propadu Konair Tarahubun\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/d996ef615537d0b84d853d1ea534370a\",\"name\":\"Writer04\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4212b4b7101aa5d9a5edb7637d72ab82?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4212b4b7101aa5d9a5edb7637d72ab82?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Writer04\"},\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/author\/admin4\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apakah Perkebunan Kelapa Sawit Paling Boros Air?","description":"Perkebunan kelapa sawit nyatanya tidak habiskan banyak air dibandingkan dengan jenis penghasil minyak lain. Hal ini terbukti dari penelitian Lisma.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/apakah-perkebunan-kelapa-sawit-boros-air\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Apakah Perkebunan Kelapa Sawit Paling Boros Air?","og_description":"Perkebunan kelapa sawit nyatanya tidak habiskan banyak air dibandingkan dengan jenis penghasil minyak lain. Hal ini terbukti dari penelitian Lisma.","og_url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/apakah-perkebunan-kelapa-sawit-boros-air\/","og_site_name":"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia","article_published_time":"2023-05-10T07:14:24+00:00","article_modified_time":"2024-05-20T06:18:26+00:00","og_image":[{"width":735,"height":400,"url":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/10141038\/01-2.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Writer04","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Writer04","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/apakah-perkebunan-kelapa-sawit-boros-air\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/apakah-perkebunan-kelapa-sawit-boros-air\/"},"author":{"name":"Writer04","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/d996ef615537d0b84d853d1ea534370a"},"headline":"Apakah Perkebunan Kelapa Sawit Paling Boros Air?","datePublished":"2023-05-10T07:14:24+00:00","dateModified":"2024-05-20T06:18:26+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/apakah-perkebunan-kelapa-sawit-boros-air\/"},"wordCount":877,"publisher":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/apakah-perkebunan-kelapa-sawit-boros-air\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/10141038\/01-2.jpg","articleSection":["Kelapa Sawit"],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/apakah-perkebunan-kelapa-sawit-boros-air\/","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/apakah-perkebunan-kelapa-sawit-boros-air\/","name":"Apakah Perkebunan Kelapa Sawit Paling Boros Air?","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/apakah-perkebunan-kelapa-sawit-boros-air\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/apakah-perkebunan-kelapa-sawit-boros-air\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/10141038\/01-2.jpg","datePublished":"2023-05-10T07:14:24+00:00","dateModified":"2024-05-20T06:18:26+00:00","description":"Perkebunan kelapa sawit nyatanya tidak habiskan banyak air dibandingkan dengan jenis penghasil minyak lain. Hal ini terbukti dari penelitian Lisma.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/apakah-perkebunan-kelapa-sawit-boros-air\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id-ID","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/apakah-perkebunan-kelapa-sawit-boros-air\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/apakah-perkebunan-kelapa-sawit-boros-air\/#primaryimage","url":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/10141038\/01-2.jpg","contentUrl":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/10141038\/01-2.jpg","width":735,"height":400,"caption":"Apakah Perkebunan Kelapa Sawit Paling Boros Air?"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/apakah-perkebunan-kelapa-sawit-boros-air\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apakah Perkebunan Kelapa Sawit Paling Boros Air?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/","name":"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia","description":"Sawitnotif adalah blog informatif mengenai kelapa sawit dan jamur ganoderma yang bisa menambah pengetahuan Anda tentang kelapa sawit","publisher":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization","name":"PT. Propadu Konair Tarahubun","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png","contentUrl":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png","width":823,"height":563,"caption":"PT. Propadu Konair Tarahubun"},"image":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/d996ef615537d0b84d853d1ea534370a","name":"Writer04","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4212b4b7101aa5d9a5edb7637d72ab82?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4212b4b7101aa5d9a5edb7637d72ab82?s=96&d=mm&r=g","caption":"Writer04"},"url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/author\/admin4\/"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/10141038\/01-2.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8324"}],"collection":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8324"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8324\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9802,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8324\/revisions\/9802"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8325"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8324"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8324"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8324"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}