{"id":8236,"date":"2023-04-15T13:29:50","date_gmt":"2023-04-15T06:29:50","guid":{"rendered":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/?p=8236"},"modified":"2023-04-15T13:29:50","modified_gmt":"2023-04-15T06:29:50","slug":"sejarah-kelapa-sawit-bermula-dari-empat-biji-kelapa-sawit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/sejarah-kelapa-sawit-bermula-dari-empat-biji-kelapa-sawit\/","title":{"rendered":"Sejarah Kelapa Sawit : Bermula Dari Empat Biji Kelapa Sawit"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sejarah kelapa sawit <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">bisa ditelusuri hingga abad ke-15 ketika tanaman ini pertama kali ditemukan tumbuh liar di wilayah pesisir barat Afrika. Tanaman kelapa sawit kemudian menyebar ke seluruh dunia, termasuk Asia Tenggara.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya, seperti apa asal usul dan sejarah dari tanaman kelapa sawit hingga bisa berkembang seperti sekarang?\u00a0<\/span><\/p>\n<h5 style=\"text-align: justify;\"><b>Asal Usul Kelapa Sawit<\/b><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kelapa sawit (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Elaeis guineensis<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) adalah jenis tumbuhan dari wilayah pesisir barat Afrika, terutama dari wilayah yang kini dikenal sebagai Kamerun, Kongo, Angola, dan Guinea.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tanaman kelapa sawit tumbuh liar di hutan hujan tropis pada wilayah tersebut dan telah dimanfaatkan oleh penduduk setempat selama berabad-abad sebagai sumber makanan. Tanaman ini juga digunakan sebagai bahan baku untuk berbagai produk rumah tangga.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada tahun 1844, kelapa sawit dibawa ke Eropa oleh para pelaut Portugis dan kemudian menyebar ke seluruh dunia, termasuk ke Amerika Selatan dan Asia Tenggara.<\/span><\/p>\n<h5 style=\"text-align: justify;\"><b>Sejarah Kelapa Sawit <\/b><b>di Indonesia<\/b><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kapan kelapa sawit mulai dikenal di Indonesia? Seperti apa sejarahnya? Berikut ini rincian penjelasan tentang <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">sejarah kelapa sawit<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Indonesia<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, yaitu:<\/span><\/p>\n<h6 style=\"text-align: justify;\"><b>1. Awal Mula Masuknya Tanaman Kelapa Sawit di Indonesia\u00a0<\/b><\/h6>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada abad ke-18 kelapa sawit masuk ke Indonesia melalui perdagangan. Saat itu, kelapa sawit dikenal sebagai &#8220;<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">oli\u00ebn<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8221; atau minyak yang berasal dari Afrika. Minyak kelapa sawit kemudian digunakan oleh penduduk pribumi di Indonesia sebagai bahan bakar untuk lampu dan pembuatan sabun. Namun, pada awalnya kelapa sawit tidak ditanam secara komersial di Indonesia.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sejarah kelapa sawit <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">dimulai dari tanaman sawit masuk ke Indonesia hanya berasal dari empat biji saja yang ditanam di Kebun Raya Bogor pada 1848.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Seseorang bernama Dr. D.T. Price yang membawa masuk tanaman ini ke Indonesia. Dua benih kelapa sawit berasal dari Bourbon dan Mauritius, sedangkan dua benih yang lain berasal dari Amsterdam.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tanaman kelapa sawit di Kebun Raya Bogor tumbuh setinggi 12 meter. Pohon tersebut kemudian menjadi pohon kelapa sawit paling tua yang ada di Asia Tenggara. Namun, pada tanggal 5 Oktober 1989, pohon induk tersebut mati.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pohon kelapa sawit yang ditanam di Kebun Raya Bogor dapat menghasilkan buah. Buah tersebut menghasilkan biji-biji yang kemudian disebarluaskan. Salah satu tempat penyebarannya adalah Pulau Sumatera untuk dijadikan sebagai tanaman hias pinggir jalan pada tahun 1875.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">sejarah singkat kelapa sawit di indonesia<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, ternyata tanaman sawit yang dikenal dengan nama &#8220;Deli Dura&#8221; bisa tumbuh subur di Deli, Sumatra Utara.<\/span><\/p>\n<h6 style=\"text-align: justify;\"><b>2. Perkebunan Kelapa Sawit Pertama<\/b><\/h6>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada awalnya, orang-orang Belanda tidak memperhatikan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">potensi kelapa sawit<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> karena mereka lebih menggunakan minyak dari kelapa. Kemudian, revolusi industri yang berlangsung di Eropa memicu timbulnya kenaikan permintaan minyak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hal inilah yang menjadikan pemerintahan Hindia Belanda akhirnya memberanikan diri mencoba untuk menanam kelapa sawit di beberapa tempat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di tahun 1856 hingga 1870, tanaman kelapa sawit pun akhirnya ditanam di Karesidenan Banyumas. Namun, minyak yang dihasilkan kualitasnya tidak baik walaupun berbuah empat tahun lebih cepat dibandingkan tanaman kelapa sawit yang ditanam di Afrika.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sejarah kelapa sawit <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">dilanjutkan dengan percobaan penanaman kedua pada tahun 1869 di Muara Enim, Palembang pada tahun 1870 di Musi Ulu, serta tahun 1890 di Belitung.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada tahun 1870, pemberlakuan UU Agraria (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Agrarisch Wet<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) mendorong pertumbuhan perusahaan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">perkebunan kelapa sawit <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">asing.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di tahun 1911, perkebunan kelapa sawit berskala besar dibuka untuk pertama kalinya. Perkebunan tersebut dikelola oleh perusahaan milik Adrien Hallet asal Belgia serta K. Schadt di Pantai Timur Sumatra (Deli).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, perkebunan kelapa sawit juga dibuka di Sungailiat, Aceh. Perkebunan tersebut dikelola oleh perusahaan Sungai Liput Cultuur Maatschappij.<\/span><\/p>\n<h6 style=\"text-align: justify;\"><b>3. Bisnis Kelapa Sawit Terus Berkembang<\/b><\/h6>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perkembangan kelapa sawit di Indonesia <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">berjalan sangat pesat. Kelapa sawit menjadi komoditas dagang sehingga menghasilkan banyak olahan, perkebunan, hingga pabrik pengolahan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lahan kelapa sawit sendiri dianggap oleh sebagian orang Indonesia sebagai peluang ekonomi yang sudah mempekerjakan sekitar 2,8 juta tenaga kerja.\u00a0 Kelapa sawit pastinya menjadi industri yang sangat menjanjikan bagi beberapa konglomerat Indonesia.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada 1980-an, Liem Sioe Liong dari Salim Group sudah tertarik dengan industri ini. Eka Tjipta Widjaja juga sukses membangun brand Bimoli sebagai minyak kelapa sawit berkualitas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah tahun 1990-an, <\/span><a href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/langkah-langkah-untuk-memulai-bisnis-kelapa-sawit\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">bisnis kelapa sawit<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> menjadi semakin banyak sehingga sahamnya sempat dianggap sebagai saham terbaik.<\/span><\/p>\n<h5 style=\"text-align: justify;\"><b>Budidaya Kelapa Sawit<\/b><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah mengetahui bagaimana <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">sejarah kelapa sawit <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">secara lengkap, ketahui juga bagaimana <\/span><a href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/cara-menanam-kelapa-sawit-yang-baik-dan-benar\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">cara budidaya kelapa sawit<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pilih lokasi dan siapkan lahan<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kondisi tanah yang cocok untuk pertumbuhan kelapa sawit adalah tanah mineral (PMK), aluvial, lempung berpasir, tanah laterit, tanah latosol dan tanah gambut (organosol) dengan pH sekitar 5 sampai 5,5. Lakukan pembersihan lahan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">(L\/C) <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">dengan memperhatikan teknis-teknis <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">land clearing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (rintis blok, imas tumbang, cincang, dan rumpuk).<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tentukan populasi per hektar dengan jarak tanam disesuaikan tingkat kesuburan tanah.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pembuatan lubang tanam<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jumlah lubang tanam disesuaikan dengan jumlah populasi per hektar tanaman yang diinginkan.<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Persiapan bibit<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bibit yang baik berusia sekitar 9-12 bulan serta telah melalui seleksi yang ketat pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">pre nursery<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">main nursery<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penanaman bibit<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum bibit ditanam di dalam lubang tanam diberi CHIPS<sup>\u00ae <\/sup><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">2.1 sebanyak 1,2 kg di dasar lubang tanam. Kemudian, bibit yang telah dikoyak <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">polybag<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">nya di masukan ke dalam lubang tanam dan dipadatkan dengan tanah agar posisi bibit tumbuh tegak secara vertikal. Pastikan bibit berada pada posisi yang tepat dan tidak terlalu dalam maupun terlalu dangkal. Sehingga pertumbuhan vegetatif tanaman seperti pucuk, jumlah daun, dan perkembangan pertumbuhan bonggol pangkal batang bisa lebih maksimal. Sehingga pada saat tanaman berproduksi bisa menghasilkan RJT dan BRT yang maksimal.<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perawatan tanaman<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lakukan pemupukan secara rutin. Pupuk yang diberikan harus mengandung unsur hara makro dan mikro, seperti Kalsium, Nitrogen, Fosfor, Kalium, Magnesium, Boron, Tembaga, dan Seng. Salah satu pupuk berkualitas yang bisa digunakan yaitu pupuk MOAF<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><sup>\u00ae<\/sup><\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> yang disediakan oleh <\/span><a href=\"https:\/\/pkt-group.com\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">PKT<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pupuk MOAF<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><sup>\u00ae<\/sup><\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> dapat digunakan untuk meningkatkan pH tanah, dan mengandung unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman, serta diformulasi khusus untuk perkebunan kelapa sawit yang ramah lingkungan dan menghasilkan produksi yang tinggi dan berkelanjutan.<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengendalian gulma<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lakukan pengendalian gulma secara berkala untuk menghilangkan gulma dan tanaman liar yang tumbuh di sekitar tanaman kelapa sawit, agar tidak terjadi kompetisi dalam penyerapan unsur hara, air, dan sinar matahari dengan tanaman kelapa sawit. Gulma utama pada perkebunan kelapa sawit adalah jenis lalang, mikania, gulma berkayu, gulma berdaun lebar dan sempit.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengendalian hama dan penyakit<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyakit utama pada perkebunan kelapa sawit adalah serangan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ganoderma<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, dimana serangan penyakit ini menyebabkan batang kelapa sawit membusuk yang akhirnya tumbang dan mati. Sehingga perlu melakukan tindakan preventif terhadap penyakit ini dengan menggunakan teknologi pengendali hayati CHIPS<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><sup>\u00ae<\/sup> <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">dari PKT yang bermanfaat <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">untuk <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">mengendalikan penyakit yang disebabkan oleh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ganoderma<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, serta hama lainnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hama utama pada perkebunan kelapa sawit adalah serangan hama ulat api dan ulat kantong, karena serangan hama ini mampu menurunkan produksi hingga 70%. Selain itu, juga ada serangan hama <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Oryctes rhinoceros <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan rayap. Serangan hama ini juga mampu menurunkan produksi. Hama ini dapat dikendalikan dengan teknologi pengendali hayati berupa CHIPS<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><sup>\u00ae<\/sup><\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> 3.1 dan CHIPS<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><sup>\u00ae<\/sup><\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> 3.2.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Panen<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kelapa sawit siap dipanen setelah mencapai usia 3tahun. Panen dilakukan dengan cara memotong tandan buah kelapa sawit menggunakan dodos (usia 3 sampai 8 tahun) dan egrek (diatas 8 tahun). Tandan dikumpulkan dan diangkut ke pabrik untuk diolah menjadi minyak kelapa sawit.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Manajemen panen harus ditata dengan baik untuk menghindari terjadinya kehilangan produksi, baik berupa brondolan maupun berupa tandan buah segar (TBS). Buah yang sudah dipanen pada hari itu harus segera dimuat dan diangkut ke pabrik secepatnya untuk mendapatkan kadar CPO yang maksimal dan kadar ALB yang rendah.<\/span><\/p>\n<h5 style=\"text-align: justify;\"><b>Tertarik Menjadi Pebisnis Kelapa Sawit?<\/b><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Demikian sejarah adanya kelapa sawit yang perlu Anda ketahui, sejarah kelapa sawit menunjukkan betapa pentingnya tanaman ini dalam menggerakkan perekonomian dan menciptakan lapangan kerja di berbagai negara.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika Anda tertarik menjalankan bisnis ini, maka Anda perlu mengenal banyak hal mengenai kelapa sawit. Anda bisa membaca beberapa artikel mengenai kelapa sawit yang tersedia pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">website<\/span><\/i><a href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">PKT<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Mulai dari pupuk yang sangat direkomendasikan untuk meningkatkan hasil produktivitas tanaman sawit, cara efektif mengendalikan hama dan penyakit tanaman sawit, dan berbagai hal yang berhubungan dengan kelapa sawit.<\/span><\/p>\n<h5 style=\"text-align: justify;\"><b>FAQ<\/b><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut ini beberapa pertanyaan tentang sejarah dari tanaman kelapa sawit, yaitu:<\/span><\/p>\n<h6 style=\"text-align: justify;\">1. Siapa Penemu Kelapa Sawit Pertama Kali?<\/h6>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Seorang pelaut portugis yang berlayar ke Afrika pada tahun 1466 silam yang melihat tanaman kelapa sawit dimanfaatkan oleh penduduk sekitar.<\/span><\/p>\n<h6 style=\"text-align: justify;\"><b>2. Dari Mana Asal Kelapa Sawit?<\/b><\/h6>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kelapa sawit berasal wilayah pesisir barat Afrika. Pada tahun 1844, kelapa sawit dibawa ke Eropa oleh para pelaut Portugis dan kemudian menyebar ke seluruh dunia, termasuk ke Amerika Selatan dan Asia Tenggara.<\/span><\/p>\n<h6 style=\"text-align: justify;\"><b>3. Sejak Kapan Tanaman Kelapa Sawit Berada di Indonesia?<\/b><\/h6>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada tahun 1848, Dr. D.T. Price membawa empat biji kelapa sawit ke Indonesia. Biji kelapa sawit yang dibawanya dari Afrika kemudian ditanam di Kebun Raya Bogor. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Sejarah kelapa sawit <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">melalui perjalanan panjang dari Afrika hingga menyebar ke berbagai belahan dunia termasuk Indonesia. Awalnya kelapa sawit hanya dimanfaatkan sebagai sumber minyak nabati oleh penduduk pribumi di Indonesia. Sejak perkebunan kelapa sawit didirikan oleh Belanda pada akhir abad ke-19, kelapa sawit menjadi salah satu komoditas pertanian terpenting di Indonesia dan di dunia. Hingga sekarang bisnis kelapa sawit terus berkembang.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebenarnya, seperti apa asal usul dan sejarah dari tanaman kelapa sawit hingga bisa berkembang seperti sekarang?\u00a0Yuk, Baca Selengkapnya!<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":8237,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Sejarah Kelapa Sawit : Bermula Dari Empat Biji Kelapa Sawit<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Sejarah kelapa sawit dimulai pada abad ke-15 di Afrika kemudian menyebar ke seluruh dunia, termasuk Asia Tenggara. Informasi lengkapnya di sini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/sejarah-kelapa-sawit-bermula-dari-empat-biji-kelapa-sawit\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sejarah Kelapa Sawit : Bermula Dari Empat Biji Kelapa Sawit\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sejarah kelapa sawit dimulai pada abad ke-15 di Afrika kemudian menyebar ke seluruh dunia, termasuk Asia Tenggara. Informasi lengkapnya di sini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/sejarah-kelapa-sawit-bermula-dari-empat-biji-kelapa-sawit\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-04-15T06:29:50+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/15132836\/01-2.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"735\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Writer04\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Writer04\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/sejarah-kelapa-sawit-bermula-dari-empat-biji-kelapa-sawit\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/sejarah-kelapa-sawit-bermula-dari-empat-biji-kelapa-sawit\/\"},\"author\":{\"name\":\"Writer04\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/d996ef615537d0b84d853d1ea534370a\"},\"headline\":\"Sejarah Kelapa Sawit : Bermula Dari Empat Biji Kelapa Sawit\",\"datePublished\":\"2023-04-15T06:29:50+00:00\",\"dateModified\":\"2023-04-15T06:29:50+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/sejarah-kelapa-sawit-bermula-dari-empat-biji-kelapa-sawit\/\"},\"wordCount\":1411,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/sejarah-kelapa-sawit-bermula-dari-empat-biji-kelapa-sawit\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/15132836\/01-2.jpg\",\"articleSection\":[\"Kelapa Sawit\"],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/sejarah-kelapa-sawit-bermula-dari-empat-biji-kelapa-sawit\/\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/sejarah-kelapa-sawit-bermula-dari-empat-biji-kelapa-sawit\/\",\"name\":\"Sejarah Kelapa Sawit : Bermula Dari Empat Biji Kelapa Sawit\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/sejarah-kelapa-sawit-bermula-dari-empat-biji-kelapa-sawit\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/sejarah-kelapa-sawit-bermula-dari-empat-biji-kelapa-sawit\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/15132836\/01-2.jpg\",\"datePublished\":\"2023-04-15T06:29:50+00:00\",\"dateModified\":\"2023-04-15T06:29:50+00:00\",\"description\":\"Sejarah kelapa sawit dimulai pada abad ke-15 di Afrika kemudian menyebar ke seluruh dunia, termasuk Asia Tenggara. Informasi lengkapnya di sini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/sejarah-kelapa-sawit-bermula-dari-empat-biji-kelapa-sawit\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/sejarah-kelapa-sawit-bermula-dari-empat-biji-kelapa-sawit\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/sejarah-kelapa-sawit-bermula-dari-empat-biji-kelapa-sawit\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/15132836\/01-2.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/15132836\/01-2.jpg\",\"width\":735,\"height\":400,\"caption\":\"Sejarah Kelapa Sawit : Bermula Dari Empat Biji Kelapa Sawit\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/sejarah-kelapa-sawit-bermula-dari-empat-biji-kelapa-sawit\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Sejarah Kelapa Sawit : Bermula Dari Empat Biji Kelapa Sawit\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\",\"name\":\"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia\",\"description\":\"Sawitnotif adalah blog informatif mengenai kelapa sawit dan jamur ganoderma yang bisa menambah pengetahuan Anda tentang kelapa sawit\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization\",\"name\":\"PT. Propadu Konair Tarahubun\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png\",\"width\":823,\"height\":563,\"caption\":\"PT. Propadu Konair Tarahubun\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/d996ef615537d0b84d853d1ea534370a\",\"name\":\"Writer04\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4212b4b7101aa5d9a5edb7637d72ab82?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4212b4b7101aa5d9a5edb7637d72ab82?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Writer04\"},\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/author\/admin4\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sejarah Kelapa Sawit : Bermula Dari Empat Biji Kelapa Sawit","description":"Sejarah kelapa sawit dimulai pada abad ke-15 di Afrika kemudian menyebar ke seluruh dunia, termasuk Asia Tenggara. Informasi lengkapnya di sini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/sejarah-kelapa-sawit-bermula-dari-empat-biji-kelapa-sawit\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Sejarah Kelapa Sawit : Bermula Dari Empat Biji Kelapa Sawit","og_description":"Sejarah kelapa sawit dimulai pada abad ke-15 di Afrika kemudian menyebar ke seluruh dunia, termasuk Asia Tenggara. Informasi lengkapnya di sini!","og_url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/sejarah-kelapa-sawit-bermula-dari-empat-biji-kelapa-sawit\/","og_site_name":"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia","article_published_time":"2023-04-15T06:29:50+00:00","og_image":[{"width":735,"height":400,"url":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/15132836\/01-2.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Writer04","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Writer04","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/sejarah-kelapa-sawit-bermula-dari-empat-biji-kelapa-sawit\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/sejarah-kelapa-sawit-bermula-dari-empat-biji-kelapa-sawit\/"},"author":{"name":"Writer04","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/d996ef615537d0b84d853d1ea534370a"},"headline":"Sejarah Kelapa Sawit : Bermula Dari Empat Biji Kelapa Sawit","datePublished":"2023-04-15T06:29:50+00:00","dateModified":"2023-04-15T06:29:50+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/sejarah-kelapa-sawit-bermula-dari-empat-biji-kelapa-sawit\/"},"wordCount":1411,"publisher":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/sejarah-kelapa-sawit-bermula-dari-empat-biji-kelapa-sawit\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/15132836\/01-2.jpg","articleSection":["Kelapa Sawit"],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/sejarah-kelapa-sawit-bermula-dari-empat-biji-kelapa-sawit\/","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/sejarah-kelapa-sawit-bermula-dari-empat-biji-kelapa-sawit\/","name":"Sejarah Kelapa Sawit : Bermula Dari Empat Biji Kelapa Sawit","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/sejarah-kelapa-sawit-bermula-dari-empat-biji-kelapa-sawit\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/sejarah-kelapa-sawit-bermula-dari-empat-biji-kelapa-sawit\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/15132836\/01-2.jpg","datePublished":"2023-04-15T06:29:50+00:00","dateModified":"2023-04-15T06:29:50+00:00","description":"Sejarah kelapa sawit dimulai pada abad ke-15 di Afrika kemudian menyebar ke seluruh dunia, termasuk Asia Tenggara. Informasi lengkapnya di sini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/sejarah-kelapa-sawit-bermula-dari-empat-biji-kelapa-sawit\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id-ID","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/sejarah-kelapa-sawit-bermula-dari-empat-biji-kelapa-sawit\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/sejarah-kelapa-sawit-bermula-dari-empat-biji-kelapa-sawit\/#primaryimage","url":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/15132836\/01-2.jpg","contentUrl":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/15132836\/01-2.jpg","width":735,"height":400,"caption":"Sejarah Kelapa Sawit : Bermula Dari Empat Biji Kelapa Sawit"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/sejarah-kelapa-sawit-bermula-dari-empat-biji-kelapa-sawit\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Sejarah Kelapa Sawit : Bermula Dari Empat Biji Kelapa Sawit"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/","name":"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia","description":"Sawitnotif adalah blog informatif mengenai kelapa sawit dan jamur ganoderma yang bisa menambah pengetahuan Anda tentang kelapa sawit","publisher":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization","name":"PT. Propadu Konair Tarahubun","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png","contentUrl":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png","width":823,"height":563,"caption":"PT. Propadu Konair Tarahubun"},"image":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/d996ef615537d0b84d853d1ea534370a","name":"Writer04","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4212b4b7101aa5d9a5edb7637d72ab82?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4212b4b7101aa5d9a5edb7637d72ab82?s=96&d=mm&r=g","caption":"Writer04"},"url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/author\/admin4\/"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/15132836\/01-2.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8236"}],"collection":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8236"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8236\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8238,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8236\/revisions\/8238"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8237"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8236"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8236"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8236"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}