{"id":8200,"date":"2023-04-06T10:40:23","date_gmt":"2023-04-06T03:40:23","guid":{"rendered":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/?p=8200"},"modified":"2023-12-26T10:14:30","modified_gmt":"2023-12-26T03:14:30","slug":"benih-sawit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/benih-sawit\/","title":{"rendered":"Teknik Pembibitan Benih Sawit dengan Benar dan Hasil Maksimal"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Saat ini<\/span><a href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/langkah-langkah-untuk-memulai-bisnis-kelapa-sawit\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">bisnis kelapa sawit<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> di Indonesia cukup maju dan bahkan menjadi eksportir. Hal ini tentu mendorong banyak orang untuk menekuni bisnis tersebut. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi dalam menjalankan bisnis ini, Anda harus paham bagaimana<\/span><a href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/cara-menanam-kelapa-sawit-yang-baik-dan-benar\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">cara menanam kelapa sawit<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> dengan benar. Proses ini dimulai dari bagaimana pembibitan benih yang tepat.<\/span><\/p>\n<h5 style=\"text-align: justify;\"><strong>Begini Teknik Pembibitan Benih Sawit secara Benar<\/strong><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mendapatkan bibit kelapa sawit berkualitas, Anda harus memulainya dari pembenihannya terlebih dahulu. Beberapa langkah yang mesti Anda perhatikan yaitu:<\/span><\/p>\n<h6 style=\"text-align: justify;\"><strong>1. Memperhatikan Lokasi Pembibitan<\/strong><\/h6>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hal pertama yang mesti Anda pertimbangkan yaitu lokasi atau tempat di mana Anda akan melakukan pembibitan. Setidaknya terdapat beberapa persyaratan ideal dalam menentukan lokasi terbaik yaitu:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Usahakan lokasi tersebut ada di tengah-tengah kebun serta mudah mengaksesnya dengan alat transportasi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tersedia sumber air yang permanen sehingga proses penyiraman<\/span><a href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/cara-untuk-memilih-bibit-kelapa-sawit-unggul\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">bibit kelapa sawit unggul<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> berlangsung secara berkesinambungan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mempunyai lapisan tanah atau solum tebal, gembur, dan subur, serta bebas dari inokulum <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ganoderma<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Aman dari berbagai gangguan baik hama pengganggu maupun pencurian.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pilih lokasi yang mudah dalam melakukan pengawasan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h6 style=\"text-align: justify;\"><strong>2. Memilih Kecambah Berkualitas<\/strong><\/h6>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Anda harus memilih kecambah berkualitas yang berasal dari sumber yang bisa dipercaya. Biasanya benih sawit yang berkualitas tersebut sudah mengantongi sertifikat. Anda tidak boleh menggunakan kecambah secara sembarang karena berpotensi menyebabkan kerugian yang akan Anda tanggung minimal 1 siklus hidup tanaman ( 25 &#8211; 30 tahun).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, perhitungkan juga jumlah kecambah yang ingin Anda pesan sesuai kebutuhan dengan memperhatikan luas lahan. Ditambah lagi siapkan kecambah cadangan untuk penyisipan 25%.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi yang memesan kecambah dalam jumlah banyak, perhatikan juga proses pengirimannya menuju alamat Anda. Usahakan jangan terlalu lama sehingga tidak berpengaruh terhadap kualitas kecambah ketika sudah sampai.<\/span><\/p>\n<h6 style=\"text-align: justify;\"><strong>3. Memperhatikan Perlakuan terhadap Kecambah<\/strong><\/h6>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain memilih kecambah berkualitas, Anda juga perlu memperlakukan kecambah tersebut dengan benar. Misalnya kecambah harus Anda letakkan di tempat yang sejuk\u00a0 dan lembab. Serta, lindungi kecambah dari sinar matahari langsung sampai tahap proses penanaman.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian kecambah juga harus Anda tanam sesegera mungkin. Jangan menyimpannya lebih dari 2 hari. Tidak kalah penting, Anda juga harus menyimpannya di tempat dengan suhu ruangan antara 22 sampai 24 derajat celcius.<\/span><\/p>\n<h6 style=\"text-align: justify;\"><strong>4. Memperhatikan Media Tanam<\/strong><\/h6>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Anda sudah menentukan lokasi dan memilih kecambah yang berkualitas. Masih terdapat hal lain untuk Anda perhatikan yaitu media tanam. Benih kelapa sawit akan lebih baik jika ditanam di tanah gembur dan subur yang Anda campur dengan pasir. Untuk perbandingannya yaitu 3:1.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum tanah Anda masukkan ke <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">polybag<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, sebaiknya Anda mengayaknya terlebih dahulu dengan ayakan 2 cm. Kemudian campurkan pupuk MOAF<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><sup>\u00ae<\/sup><\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> dari PKT di setiap 1 m\u00b3 sebelum Anda isi ke <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">polybag<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Kemudian, Anda cukup membiarkannya kurang lebih 1 bulan sebelum mulai menanam kecambah.<\/span><\/p>\n<h6 style=\"text-align: justify;\"><strong>5. Proses Pembibitan Awal<\/strong><\/h6>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sekarang waktunya melakukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">pre nursery<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau proses pembibitan awal. Beberapa hal yang mesti diperhatikan dalam pembibitan benih sawit ini yaitu:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk ukuran bedengan Anda buat 10 x 1,2 meter dengan posisi utara selatan. Kemudian Anda buatkan naungan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk bagian dasar bedengan sebaiknya Anda buat lebih tinggi dari permukaan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Anda juga bisa menambahkan papan yang akan menjadi pemisah kelompok persilangan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h6 style=\"text-align: justify;\"><strong>6. Penanaman Kecambah<\/strong><\/h6>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Langkah-langkah dalam proses penanaman kecambah yaitu:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama, Anda keluarkan kantong kecambah dari kotak. Keluarkan dengan hati-hati lalu tempatkan pada baki dangkal yang sebelumnya sudah Anda isi air. Tujuannya agar kecambah tetap dingin. Ingat, kecambah pada kantong tidak boleh terkena air.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua, Anda buka kantong lalu percikkan air dengan tujuan memberi kelembaban setiap kali Anda menanam kecambah, terutama ketika kondisi cuaca sedang panas.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ketiga, buat lubang tanam pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">polybag <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dengan kedalaman 2 cm.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berikutnya, kecambah harus Anda tanam di dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">polybag <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dengan akar (radikula) dan posisinya menghadap ke bawah. Kedalamannya sekitar 2 cm sehingga nantinya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">plumula<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> menghadap ke atas.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan menanam kecambah yang patah, abnormal, busuk, atau bahkan berpenyakit.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Langkah selanjutnya, Anda tutup lalu ratakan dengan tanah di sekeliling kecambah. Namun jangan terlalu kuat menekan tanah.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Benih sawit harus segera Anda siram ketika Anda tanam.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berikutnya, Anda juga perlu melakukan pemetaan pembibitan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h6 style=\"text-align: justify;\"><strong>7. Pemeliharaan terhadap Pembibitan Awal<\/strong><\/h6>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah proses penanaman kecambah telah Anda laksanakan, maka berikutnya proses pemeliharaannya. Proses ini akan berpengaruh terhadap kualitas dari kecambah yang ditanam.<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kecambah yang ditanam di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">polybag <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">tersebut memerlukan waktu 3 bulan untuk mencapai daun 3 sampai 4 helai.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Anda perlu melakukan penyiraman secara rutin, pagi dan sore. Kecuali curah hujan 10 mm per hari tidak dilakukan penyiraman.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengendalian gulma bisa Anda lakukan secara manual. Waktunya yaitu cukup 2 minggu sekali. Sebaiknya tidak memakai herbisida pada proses pembibitan ini.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Proses pemupukan Anda lakukan seminggu sekali. Pupuk yang Anda gunakan adalah pupuk MOAF<\/span><strong><span style=\"font-weight: 400;\"><sup>\u00ae<\/sup><\/span><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"> dari PKT yang diformulasikan secara khsusus dari tahap pembibitan, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">main nursery<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, TBM, sampai dengan TM.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengendalian hama perlu Anda lakukan ketika terdapat serangan. Pengendalian hama yang tepat adalah menggunakan teknologi pengendali hayati CHIPS<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><sup>\u00ae <\/sup><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">dari PKT, serta sudah melalui riset dan penelitian mendalam yang telah dilakukan Dr. Supeno Surija, Ph.D tentang solusi pencegahan hama dan penyakit jamur <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ganoderma<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Teknologi CHIPS<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><sup>\u00ae<\/sup><\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> secara konsisten berhasil menangani banyak tanaman terjangkit pada perkebunan kelapa sawit milik swasta dan negeri hingga saat ini.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyakit yang biasanya menyerang bibit sawit yaitu busuk pucuk. Ada juga cendawan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Helminthosporium <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sp. Penyakit ini dikendalikan jamur dan dimulai di stadia 6 daun.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyiraman tidak boleh dilakukan selama 12 jam pasca penyemprotan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pilih bibit di periode ini dengan cara memisahkan bibit yang tidak normal dari bedengan. Dengan begitu, bibit yang abnormal tersebut tidak sampai terangkut pada tahap selanjutnya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bibit normal di usia 3 bulan sudah mempunyai daun 3 sampai 4 helai.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h6 style=\"text-align: justify;\"><strong>8. Proses Pembibitan Utama <i>(Main Nursery)<\/i><\/strong><\/h6>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sekarang waktunya pembibitan utama pada benih sawit atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">main nursery<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Pada proses ini, beberapa persiapan yang perlu Anda perhatikan yaitu:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Areal yang sudah dibuka lalu dibersihkan serta diratakan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pembuatan saluran drainase harus Anda sesuaikan dengan lahan setempat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lakukan proses pemancangan yang jarak tanamnya 90 x 90 x 90 cm.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk masing-masing petak harus Anda susun 5 baris, 40 maupun 50 pokok, sedangkan di baris keenam bisa Anda kosongkan untuk jalan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h6 style=\"text-align: justify;\"><strong>9. Pemindahan Bibit Sawit ke Pembibitan Utama<\/strong><\/h6>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hal yang perlu Anda lakukan yakni:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sehari sebelum Anda memindahkan bibit, kondisi tanah pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">polybag <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sudah harus Anda siram.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tanah di perakaran harus dalam kondisi lembab selama proses pemindahan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bibit juga harus segera Anda siram ketika pemindahan selesai.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lubang tanam di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">polybag <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">besar harus Anda buat sesuai ukuran <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">polybag <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">kecil. Lalu Anda beri pupuk MOAF<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><sup>\u00ae<\/sup><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h6 style=\"text-align: justify;\"><strong>10. Pemeliharaan Pembibitan Utama<\/strong><\/h6>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hal yang perlu Anda lakukan yakni:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Biarkan bibit sawit di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">polybag <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sampai berumur 12 bulan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Siram sebanyak 2 kali sehari (pagi dan sore) ketika tidak turun hujan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lakukan pengendalian gulma secara manual, untuk gulma yang ada di sekitar <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">polybag<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> lakukan pengendalian secara hati-hati.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pemupukan Anda lakukan dengan menaburkan secara merata ke sekeliling bibit. Jaraknya ke pangkal batang sekitar 5 cm.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h6 style=\"text-align: justify;\"><strong>11. Penanaman di Lapangan<\/strong><\/h6>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hal yang perlu Anda lakukan yakni:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bibit yang telah berusia 12 bulan telah siap untuk Anda pindahkan ke lapangan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum Anda pindahkan, kurang lebih 3 atau 4 minggu sebelumnya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">polybag <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">tersebut Anda putar 180 derajat sehingga nanti akar yang menembus <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">polybag <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">akan terputus.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bibit yang tingginya melebihi 1,5 m harus Anda pangkas hingga 1,2 meter.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pastikan menyiram bibit dengan baik.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h5 style=\"text-align: justify;\"><strong>Sudah Paham Teknik Pembibitan Benih Sawit?<\/strong><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah beberapa teknik dalam pembibitan benih sawit. Dengan memahami setiap langkah di atas, bibit yang Anda tanam kemungkinan besar memiliki kualitas di atas rata-rata. Semoga bermanfaat.<\/span><\/p>\n<h5 style=\"text-align: justify;\"><b>FAQ<\/b><\/h5>\n<h6 style=\"text-align: justify;\"><b style=\"font-size: 1rem;\">1. Pupuk apa yang bagus untuk tanaman sawit?<\/b><\/h6>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pupuk MOAF<sup>\u00ae<\/sup><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0merupakan pupuk yang disarankan untuk bibit sawit, di mana pupuk ini terbukti dapat meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman kelapa sawit menjadi lebih baik pada masa pembibitan.<\/span><\/p>\n<h6 style=\"text-align: justify;\"><b style=\"font-size: 1rem;\">2. Berapa lama bibit sawit dapat dipupuk?<\/b><\/h6>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pemupukan Anda lakukan ketika benih berusia 4 minggu setelah ditanam. Cirinya bibit tersebut mempunyai satu helai daun yang berwarna hijau tua.<\/span><\/p>\n<h6 style=\"text-align: justify;\"><b style=\"font-size: 1rem;\">3. Berapa bulan sekali harus memupuk benih sawit?<\/b><\/h6>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">main nursery<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pemupukan benih dapat dilakukan tiap satu bulan dua kali. <\/span><\/p>\n<h6 style=\"text-align: justify;\"><b style=\"font-size: 1rem;\">4. Berapa kali bibit kelapa sawit disiram?<\/b><\/h6>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyiraman sebanyak 2 kali sehari (pagi dan sore) jika tidak ada hujan.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saat ini bisnis kelapa sawit di Indonesia cukup maju dan bahkan menjadi eksportir. Hal ini tentu mendorong banyak orang untuk menekuni bisnis tersebut. Akan tetapi dalam menjalankan bisnis ini, Anda harus paham bagaimana cara menanam kelapa sawit dengan benar. Proses ini dimulai dari bagaimana pembibitan benih yang tepat.<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":8201,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[84],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Teknik Pembibitan Benih Sawit dengan Benar dan Hasil Maksimal -<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Mempelajari teknik penanaman benih sawit secara benar akan menentukan seberapa kualitas benih tersebut dan berpengaruh terhadap nilai jualnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/benih-sawit\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Teknik Pembibitan Benih Sawit dengan Benar dan Hasil Maksimal -\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Mempelajari teknik penanaman benih sawit secara benar akan menentukan seberapa kualitas benih tersebut dan berpengaruh terhadap nilai jualnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/benih-sawit\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-04-06T03:40:23+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-12-26T03:14:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/06103920\/2.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"735\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Writer04\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Writer04\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/benih-sawit\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/benih-sawit\/\"},\"author\":{\"name\":\"Writer04\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/d996ef615537d0b84d853d1ea534370a\"},\"headline\":\"Teknik Pembibitan Benih Sawit dengan Benar dan Hasil Maksimal\",\"datePublished\":\"2023-04-06T03:40:23+00:00\",\"dateModified\":\"2023-12-26T03:14:30+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/benih-sawit\/\"},\"wordCount\":1227,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/benih-sawit\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/06103920\/2.jpg\",\"articleSection\":[\"Pupuk\"],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/benih-sawit\/\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/benih-sawit\/\",\"name\":\"Teknik Pembibitan Benih Sawit dengan Benar dan Hasil Maksimal -\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/benih-sawit\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/benih-sawit\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/06103920\/2.jpg\",\"datePublished\":\"2023-04-06T03:40:23+00:00\",\"dateModified\":\"2023-12-26T03:14:30+00:00\",\"description\":\"Mempelajari teknik penanaman benih sawit secara benar akan menentukan seberapa kualitas benih tersebut dan berpengaruh terhadap nilai jualnya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/benih-sawit\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/benih-sawit\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/benih-sawit\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/06103920\/2.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/06103920\/2.jpg\",\"width\":735,\"height\":400,\"caption\":\"Teknik Pembibitan Benih Sawit dengan Benar dan Hasil Maksimal\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/benih-sawit\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Teknik Pembibitan Benih Sawit dengan Benar dan Hasil Maksimal\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\",\"name\":\"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia\",\"description\":\"Sawitnotif adalah blog informatif mengenai kelapa sawit dan jamur ganoderma yang bisa menambah pengetahuan Anda tentang kelapa sawit\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization\",\"name\":\"PT. Propadu Konair Tarahubun\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png\",\"width\":823,\"height\":563,\"caption\":\"PT. Propadu Konair Tarahubun\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/d996ef615537d0b84d853d1ea534370a\",\"name\":\"Writer04\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4212b4b7101aa5d9a5edb7637d72ab82?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4212b4b7101aa5d9a5edb7637d72ab82?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Writer04\"},\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/author\/admin4\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Teknik Pembibitan Benih Sawit dengan Benar dan Hasil Maksimal -","description":"Mempelajari teknik penanaman benih sawit secara benar akan menentukan seberapa kualitas benih tersebut dan berpengaruh terhadap nilai jualnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/benih-sawit\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Teknik Pembibitan Benih Sawit dengan Benar dan Hasil Maksimal -","og_description":"Mempelajari teknik penanaman benih sawit secara benar akan menentukan seberapa kualitas benih tersebut dan berpengaruh terhadap nilai jualnya.","og_url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/benih-sawit\/","og_site_name":"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia","article_published_time":"2023-04-06T03:40:23+00:00","article_modified_time":"2023-12-26T03:14:30+00:00","og_image":[{"width":735,"height":400,"url":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/06103920\/2.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Writer04","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Writer04","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/benih-sawit\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/benih-sawit\/"},"author":{"name":"Writer04","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/d996ef615537d0b84d853d1ea534370a"},"headline":"Teknik Pembibitan Benih Sawit dengan Benar dan Hasil Maksimal","datePublished":"2023-04-06T03:40:23+00:00","dateModified":"2023-12-26T03:14:30+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/benih-sawit\/"},"wordCount":1227,"publisher":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/benih-sawit\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/06103920\/2.jpg","articleSection":["Pupuk"],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/benih-sawit\/","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/benih-sawit\/","name":"Teknik Pembibitan Benih Sawit dengan Benar dan Hasil Maksimal -","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/benih-sawit\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/benih-sawit\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/06103920\/2.jpg","datePublished":"2023-04-06T03:40:23+00:00","dateModified":"2023-12-26T03:14:30+00:00","description":"Mempelajari teknik penanaman benih sawit secara benar akan menentukan seberapa kualitas benih tersebut dan berpengaruh terhadap nilai jualnya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/benih-sawit\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id-ID","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/benih-sawit\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/benih-sawit\/#primaryimage","url":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/06103920\/2.jpg","contentUrl":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/06103920\/2.jpg","width":735,"height":400,"caption":"Teknik Pembibitan Benih Sawit dengan Benar dan Hasil Maksimal"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/benih-sawit\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Teknik Pembibitan Benih Sawit dengan Benar dan Hasil Maksimal"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/","name":"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia","description":"Sawitnotif adalah blog informatif mengenai kelapa sawit dan jamur ganoderma yang bisa menambah pengetahuan Anda tentang kelapa sawit","publisher":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization","name":"PT. Propadu Konair Tarahubun","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png","contentUrl":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png","width":823,"height":563,"caption":"PT. Propadu Konair Tarahubun"},"image":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/d996ef615537d0b84d853d1ea534370a","name":"Writer04","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4212b4b7101aa5d9a5edb7637d72ab82?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4212b4b7101aa5d9a5edb7637d72ab82?s=96&d=mm&r=g","caption":"Writer04"},"url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/author\/admin4\/"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/06103920\/2.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8200"}],"collection":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8200"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8200\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9426,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8200\/revisions\/9426"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8201"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8200"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8200"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8200"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}