{"id":8059,"date":"2023-03-10T11:15:07","date_gmt":"2023-03-10T04:15:07","guid":{"rendered":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/?p=8059"},"modified":"2024-09-19T09:41:09","modified_gmt":"2024-09-19T02:41:09","slug":"pupuk-hayati","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pupuk-hayati\/","title":{"rendered":"Mengenal Pupuk Hayati dan Pemanfaatannya untuk Perkebunan Sawit"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pupuk hayati<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">yang memiliki nama lain <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">biofertilizer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">ini sering dianggap sebagai pupuk organik. Padahal, Kementerian Pertanian mengkategorikan pupuk ini sebagai pembenah tanah. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Biofertilizer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">ini merupakan jenis pembenah tanah organik. Secara umum, pembenah tanah ini juga bisa dalam bentuk non organik. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">So<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, mari simak penjelasan lengkap dibawah ini mengenai pupuk hayati!<\/span><\/p>\n<h5 style=\"text-align: justify;\"><strong>Apa Itu Pupuk Hayati?<\/strong><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pupuk hayati merupakan pupuk yang mengandung mikroba dan bermanfaat untuk membantu dan mendorong pertumbuhan tanaman, dan termasuk pada<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">jenis pembenah tanah dalam bentuk organik. Pada peraturan Menteri Pertanian Nomor 2 Tahun 2006, pupuk organik merupakan sekumpulan material organik yang terdiri dari zat hara berupa nutrisi bagi tanaman.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Khusus untuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">biofertilizer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> seperti pupuk MOAF<sup>\u00ae<\/sup><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0sendiri merupakan pupuk yang diformulasi khusus sesuai kebutuhan tanaman dan kondisi perkebunan. Pupuk MOAF<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><sup>\u00ae<\/sup><\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> ini mampu membantu akar menyerap air dan mempertahankan kelembaban tanah di sekitar bibit sawit dan memberikan nutrisi unsur hara makro dan mikro pada tanaman.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena itu, pupuk MOAF<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><sup>\u00ae<\/sup><\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> ini dikembangkan dengan kandungan spesifik yang memiliki kebutuhan utama dari nutrisi tanaman yaitu nitrogen, fosfat, kalium, magnesium, dan kalsium. Pupuk MOAF<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><sup>\u00ae<\/sup><\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> ini juga berfungsi meningkatkan pH tanah, membantu penyerapan unsur hara lebih baik, dan meningkatkan hasil produksi panen sawit.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum pengaplikasian pupuk MOAF<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><sup>\u00ae<\/sup><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, PKT terlebih dahulu melakukan<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> survey<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, untuk menganalisa akar, tanah dan daun, agar mengetahui unsur hara yang dibutuhkan. Sehingga tanaman yang menyerap pupuk MOAF<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><sup>\u00ae<\/sup><\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> mendapatkan nutrisi yang tepat sasaran.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, pupuk hayati biasanya memiliki harga yang lebih tinggi ketimbang pupuk biasa. Namun, petani dan pengusaha tanaman sawit tidak perlu khawatir, karena pupuk MOAF<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><sup>\u00ae<\/sup><\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Plantation Key Technology<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (PKT) memiliki harga yang terjangkau, ramah lingkungan dan kaya akan manfaat bagi tanaman sawit.\u00a0<\/span><\/p>\n<h5 style=\"text-align: justify;\"><strong>Jenis-Jenis Pupuk Hayati<\/strong><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pupuk dengan mikroorganisme tunggal hanya mengandung satu jenis mikroba dan satu fungsi saja. Sementara mikroorganisme majemuk memiliki lebih dari tiga jenis mikroba. Pupuk juga terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan fungsinya. Berikut penjelasan dari masing-masing jenis pupuk hayati yang perlu Anda ketahui:<\/span><\/p>\n<h6 style=\"text-align: justify;\"><strong>1. Pupuk Penambat Nitrogen<\/strong><\/h6>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Biofertilizer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">penambat nitrogen mengandung mikroba yang mampu mengikat senyawa nitrogen yang berasal dari udara. Nantinya, senyawa ini akan diproses secara biologis di dalam tanah dan bisa digunakan untuk tanaman. Mekanisme penambatan setiap mikrobanya jelas berbeda-beda.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bergantung pada sifat mikrobanya sendiri. Ada bakteri yang bersimbiosis dengan tanaman (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ahizobium <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Azospirillum<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">), ada juga bakteri yang tidak bersimbiosis (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Azotobacter chrococcum <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bacillus megaterium<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Saat ini, memang banyak jenis <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">biofertilizer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang dikembangkan dengan non simbiosis. Karena penggunaannya yang lebih luas dan tidak terbatas dengan jenis komoditas. Mikroba penambat nitrogen ini mampu menambat nitrogen sebesar 25-40 kg N\/hektar per tahunnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h6 style=\"text-align: justify;\"><strong>2. Pupuk Peluruh Bahan Organik<\/strong><\/h6>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pupuk hayati<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">jenis ini mengandung mikroba yang mampu memecahkan senyawa organik komplek dalam tanah menjadi senyawa yang lebih sederhana.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, senyawa ini nantinya juga akan membentuk senyawa lain. Fungsi lain dari pupuk jenis ini adalah sebagai pembenah tanah, menjadikan tanah agregat yang stabil, hingga mengubah kondisi fisik tanah.\u00a0<\/span><\/p>\n<h6 style=\"text-align: justify;\"><strong>3. Pupuk Pelarut Fosfat<\/strong><\/h6>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis pupuk pelarut fosfat ini mengandung mikroba yang memiliki kekuatan untuk meluruhkan unsur fosfat terikat dalam tanah sebagai senyawa organik. Unsur fosfat yang sudah hancur ini akan lebih mudah terserap oleh tanaman. Namun, setiap mikroba memiliki cara peluruhan yang berbeda-beda.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Umumnya, mikroba ini akan mengeluarkan senyawa asam organik dan melepaskan ikatan fosfat. Sehingga, mikroba ini akan dengan mudah terserap oleh tanaman. Berdasarkan data hasil penelitian dari pupuk hayati ini, inokulan mikroba bisa menyumbang sekitar 20-25 persen kebutuhan fosfat bagi tanaman.\u00a0<\/span><\/p>\n<h6 style=\"text-align: justify;\"><strong>4. Pupuk Pemacu Pertumbuhan dan Pengendali Penyakit<\/strong><\/h6>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis pupuk ini mengandung mikroba yang mampu menstimulasi pertumbuhan tanaman. Selain itu, jenis pupuk ini juga bisa melindungi sistem perakaran tanaman serta meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan penyakit.\u00a0<\/span><\/p>\n<h5 style=\"text-align: justify;\"><strong>Mengenal Pupuk Hayati MOAF<sup>\u00ae<\/sup> dan Pengendali Hayati CHIPS<sup>\u00ae<\/sup> untuk Tanaman Sawit<\/strong><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah Anda memahami apa itu pupuk hayati dan jenis-jenisnya, maka sekarang Anda juga perlu mengenal MOAF<sup>\u00ae<\/sup><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">yaitu <\/span><a href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/manfaat-pupuk-organik-untuk-tanaman-kelapa-sawit\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">pupuk kelapa sawit<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> yang sangat bermanfaat. Pertama, Anda harus memahami bahwa, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ganoderma <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">bisa menyebabkan penyakit <a href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/busuk-pangkal-batang-pada-tanaman-kelapa-sawit\/\">busuk pangkal batang<\/a> sawit.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyakit ini adalah yang paling serius dan destruktif bagi perkebunan kelapa sawit Indonesia. Penyakit <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ganoderma <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">pada tanaman sawit disebabkan oleh adanya serangan jamur <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ganoderma boninense <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">pada pohon sawit. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan menerapkan <a href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/fungisida-kelapa-sawit\/\">fungisida Ganoderma<\/a>.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengendali hayati ini bisa Anda gunakan untuk memberantas <\/span><a href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-jamur-ganoderma-gejala-dan-cara-penyebaran-jamur-ganoderma\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ganoderma<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sawit <\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">dengan baik. Salah satu contohnya adalah dengan menggunakan teknologi CHIPS<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><sup>\u00ae<\/sup><\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> setelah pengaplikasian pupuk hayati MOAF<sup>\u00ae<\/sup><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">CHIPS<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><sup>\u00ae<\/sup><\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> sendiri merupakan vaksin <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ganoderma <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">ramah lingkungan yang berfungsi untuk menekan laju perkembangan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ganoderma <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang ada pada pohon. Teknologi CHIPS<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><sup>\u00ae<\/sup><\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> juga berfungsi sebagai <\/span><a href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/cegah-jamur-ganoderma-boninense-dengan-pengendalian-secara-hayati\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">pengendalian<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Ganoderma <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">secara hayati<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Sehingga industri perkebunan sawit pun bisa mencegah kerugian besar akan resiko tumbangnya pohon sawit.\u00a0\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Serta, sawit akan tetap sehat dan berproduksi secara maksimal. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">CHIPS<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><sup>\u00ae<\/sup><\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> yang merupakan pengendali hayati ini juga memiliki kandungan berupa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Trichoderma koningii <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">spp. dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Trichoderma harzianum, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">serta jenis mikroorganisme dengan beragam fungsi. Formulasi organik dan gabungan dari beberapa jenis dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">strain <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">mikroorganisme ini memiliki estimasi jumlah 6 x 10 pangkat 7 sampai dengan 2 x 10 pangkat 8 CFU yang ampuh basmi penyakit <a href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/penyakit-busuk-pangkal-batang-pada-sawit\/\">busuk batang sawit<\/a>.\u00a0<\/span><\/p>\n<h5 style=\"text-align: justify;\"><strong>Sudah Mengenal Apa itu Pupuk Hayati?<\/strong><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah hal-hal yang perlu Anda ketahui mengenai penggunaan pupuk hayati untuk tanaman kelapa sawit. Jika Anda ingin menggunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">biofertilizer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">untuk perkebunan kelapa sawit, maka Anda dapat mengunjungi website kami <\/span><a href=\"https:\/\/bit.ly\/3wIJgRj\"><b>www.pkt-group.com <\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">atau menghubungi whatsapp<\/span> <a href=\"https:\/\/wa.me\/6282120006888?text=Silahkan%20tuliskan%20pertanyaan%20anda\"><b>+62 821 2000 6888<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Semoga membantu!<\/span><\/p>\n<h5 style=\"text-align: justify;\">FAQ<\/h5>\n<h5 style=\"text-align: justify;\"><b style=\"font-size: 1rem;\">1. Jenis apa saja yang termasuk dalam pupuk hayati?<\/b><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pupuk MOAF<sup>\u00ae<\/sup><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, pupuk penambat nitrogen, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Biofertilizer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">peluruh fosfat, pupuk peluruh bahan organik, serta <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Biofertilizer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">pemacu pertumbuhan dan pengendali penyakit. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b style=\"font-size: 1rem;\">2. Apakah pupuk organik bisa untuk kelapa sawit?<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perlu Anda ketahui, bahwa pupuk MOAF<sup>\u00ae<\/sup><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">sangat baik untuk pertumbuhan dan produktivitas tanaman kelapa sawit. Karena pupuk organik diformulasi khusus guna meningkatkan produksi yang cukup signifikan, menjaga kesehatan tanah, meminimalisir serangan hama dan penyakit dengan pemberian dosis pupuk yang tepat sesuai umur tanaman kelapa sawit dan kondisi lahan. Sehingga <a href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/manfaat-pupuk-organik-untuk-tanaman-kelapa-sawit\/\">manfaat pupuk organik pada sawit<\/a> bisa lebih signifikan<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b style=\"font-size: 1rem;\">3. Bagaimana cara menggunakan teknologi CHIPS<\/b><b style=\"font-size: 1rem;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><sup>\u00ae<\/sup><\/span><\/b><b style=\"font-size: 1rem;\">?<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terkait dengan cara penggunaan teknologi CHIPS<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><sup>\u00ae<\/sup><\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> akan didampingi langsung oleh perusahaan PKT dan pengaplikasiannya cukup mudah. Apabila Anda ingin mengetahuinya lebih lanjut terkait cara menggunakan teknologi CHIPS<sup>\u00ae<\/sup><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0dapat mengunjungi website <\/span><a href=\"https:\/\/bit.ly\/355L5dQ\"><b>www.pkt-group.com<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> atau menghubungi whatsapp <\/span><a href=\"https:\/\/wa.me\/6282120006888?text=Silahkan%20tuliskan%20pertanyaan%20anda\"><b>+62 821 2000 6888<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b style=\"font-size: 1rem;\">4. Bagaimana cara kerja pupuk hayati MOAF<\/b><b style=\"font-size: 1rem;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><sup>\u00ae<\/sup><\/span><\/b><b style=\"font-size: 1rem;\">?<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pupuk MOAF<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><sup>\u00ae<\/sup><\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> akan memberikan nutrisi tambahan sangat penting bagi pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman kelapa sawit. Cara kerja pupuk MOAF<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><sup>\u00ae<\/sup><\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> dilakukan dengan tidak merusak jaringan perakaran tanaman pada saat musim kemarau. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Jika ingin mengetahui lebih lanjut dapat mengunjungi website <\/span><a href=\"https:\/\/bit.ly\/355L5dQ\"><b>www.pkt-group.com<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> atau menghubungi whatsapp <\/span><a href=\"https:\/\/wa.me\/6282120006888?text=Silahkan%20tuliskan%20pertanyaan%20anda\"><b>+62 821 2000 6888<\/b><\/a> kami<span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pupuk hayati yang memiliki nama lain biofertilizer ini sering dianggap sebagai pupuk organik. Padahal, Kementerian Pertanian mengkategorikan pupuk ini sebagai pembenah tanah. Biofertilizer ini merupakan jenis pembenah tanah organik. Secara umum, pembenah tanah ini juga bisa dalam bentuk non organik. So, mari simak penjelasan lengkap dibawah ini mengenai pupuk hayati!<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":8060,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[84],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mengenal Pupuk Hayati dan Pemanfaatannya untuk Perkebunan Sawit -<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pupuk hayati atau biofertilizer yang memiliki ini sering dianggap pupuk organik. Padahal, Kementerian Pertanian menyebutnya pembenah tanah.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pupuk-hayati\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenal Pupuk Hayati dan Pemanfaatannya untuk Perkebunan Sawit -\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pupuk hayati atau biofertilizer yang memiliki ini sering dianggap pupuk organik. Padahal, Kementerian Pertanian menyebutnya pembenah tanah.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pupuk-hayati\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-03-10T04:15:07+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-09-19T02:41:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/10111108\/03.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"735\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Writer04\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Writer04\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pupuk-hayati\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pupuk-hayati\/\"},\"author\":{\"name\":\"Writer04\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/d996ef615537d0b84d853d1ea534370a\"},\"headline\":\"Mengenal Pupuk Hayati dan Pemanfaatannya untuk Perkebunan Sawit\",\"datePublished\":\"2023-03-10T04:15:07+00:00\",\"dateModified\":\"2024-09-19T02:41:09+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pupuk-hayati\/\"},\"wordCount\":1022,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pupuk-hayati\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/10111108\/03.jpg\",\"articleSection\":[\"Pupuk\"],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pupuk-hayati\/\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pupuk-hayati\/\",\"name\":\"Mengenal Pupuk Hayati dan Pemanfaatannya untuk Perkebunan Sawit -\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pupuk-hayati\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pupuk-hayati\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/10111108\/03.jpg\",\"datePublished\":\"2023-03-10T04:15:07+00:00\",\"dateModified\":\"2024-09-19T02:41:09+00:00\",\"description\":\"Pupuk hayati atau biofertilizer yang memiliki ini sering dianggap pupuk organik. Padahal, Kementerian Pertanian menyebutnya pembenah tanah.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pupuk-hayati\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pupuk-hayati\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pupuk-hayati\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/10111108\/03.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/10111108\/03.jpg\",\"width\":735,\"height\":400,\"caption\":\"Mengenal Pupuk Hayati dan Pemanfaatannya untuk Perkebunan Sawit\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pupuk-hayati\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengenal Pupuk Hayati dan Pemanfaatannya untuk Perkebunan Sawit\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\",\"name\":\"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia\",\"description\":\"Sawitnotif adalah blog informatif mengenai kelapa sawit dan jamur ganoderma yang bisa menambah pengetahuan Anda tentang kelapa sawit\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization\",\"name\":\"PT. Propadu Konair Tarahubun\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png\",\"width\":823,\"height\":563,\"caption\":\"PT. Propadu Konair Tarahubun\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/d996ef615537d0b84d853d1ea534370a\",\"name\":\"Writer04\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4212b4b7101aa5d9a5edb7637d72ab82?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4212b4b7101aa5d9a5edb7637d72ab82?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Writer04\"},\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/author\/admin4\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengenal Pupuk Hayati dan Pemanfaatannya untuk Perkebunan Sawit -","description":"Pupuk hayati atau biofertilizer yang memiliki ini sering dianggap pupuk organik. Padahal, Kementerian Pertanian menyebutnya pembenah tanah.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pupuk-hayati\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Mengenal Pupuk Hayati dan Pemanfaatannya untuk Perkebunan Sawit -","og_description":"Pupuk hayati atau biofertilizer yang memiliki ini sering dianggap pupuk organik. Padahal, Kementerian Pertanian menyebutnya pembenah tanah.","og_url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pupuk-hayati\/","og_site_name":"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia","article_published_time":"2023-03-10T04:15:07+00:00","article_modified_time":"2024-09-19T02:41:09+00:00","og_image":[{"width":735,"height":400,"url":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/10111108\/03.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Writer04","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Writer04","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pupuk-hayati\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pupuk-hayati\/"},"author":{"name":"Writer04","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/d996ef615537d0b84d853d1ea534370a"},"headline":"Mengenal Pupuk Hayati dan Pemanfaatannya untuk Perkebunan Sawit","datePublished":"2023-03-10T04:15:07+00:00","dateModified":"2024-09-19T02:41:09+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pupuk-hayati\/"},"wordCount":1022,"publisher":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pupuk-hayati\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/10111108\/03.jpg","articleSection":["Pupuk"],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pupuk-hayati\/","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pupuk-hayati\/","name":"Mengenal Pupuk Hayati dan Pemanfaatannya untuk Perkebunan Sawit -","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pupuk-hayati\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pupuk-hayati\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/10111108\/03.jpg","datePublished":"2023-03-10T04:15:07+00:00","dateModified":"2024-09-19T02:41:09+00:00","description":"Pupuk hayati atau biofertilizer yang memiliki ini sering dianggap pupuk organik. Padahal, Kementerian Pertanian menyebutnya pembenah tanah.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pupuk-hayati\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id-ID","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pupuk-hayati\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pupuk-hayati\/#primaryimage","url":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/10111108\/03.jpg","contentUrl":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/10111108\/03.jpg","width":735,"height":400,"caption":"Mengenal Pupuk Hayati dan Pemanfaatannya untuk Perkebunan Sawit"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pupuk-hayati\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengenal Pupuk Hayati dan Pemanfaatannya untuk Perkebunan Sawit"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/","name":"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia","description":"Sawitnotif adalah blog informatif mengenai kelapa sawit dan jamur ganoderma yang bisa menambah pengetahuan Anda tentang kelapa sawit","publisher":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization","name":"PT. Propadu Konair Tarahubun","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png","contentUrl":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png","width":823,"height":563,"caption":"PT. Propadu Konair Tarahubun"},"image":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/d996ef615537d0b84d853d1ea534370a","name":"Writer04","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4212b4b7101aa5d9a5edb7637d72ab82?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4212b4b7101aa5d9a5edb7637d72ab82?s=96&d=mm&r=g","caption":"Writer04"},"url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/author\/admin4\/"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/10111108\/03.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8059"}],"collection":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8059"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8059\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10315,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8059\/revisions\/10315"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8060"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8059"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8059"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8059"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}