{"id":7859,"date":"2023-02-03T13:59:10","date_gmt":"2023-02-03T06:59:10","guid":{"rendered":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/?p=7859"},"modified":"2024-09-12T09:54:21","modified_gmt":"2024-09-12T02:54:21","slug":"morfologi-bunga-kelapa-sawit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/morfologi-bunga-kelapa-sawit\/","title":{"rendered":"Morfologi Bunga Kelapa Sawit: Identifikasi Bunga Sawit Normal dan Abnormal"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di Indonesia, perkebunan kelapa sawit banyak Anda jumpai, kelapa sawit sendiri merupakan tanaman yang berasal dari Afrika dan Amerika Selatan. Namun, karena Indonesia <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">merupakan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">daerah tropis<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">,<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> membuatnya tumbuh dengan baik. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">B<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">erbicara kelapa sawit, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">bunga kelapa sawit<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">sangat <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">menarik untuk kita bahas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak yang belum mengetahui bahwa kelapa sawit ini juga memiliki bunga. Dari <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">bunga kelapa sawit<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> tersebut, Anda bisa mengetahui apakah tumbuhan masuk dalam kategori normal atau abnormal. Untuk itu, simak penjelasan berikut ini untuk lebih memahami morfologi tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><b>Abnormalitas dari Bunga Kelapa Sawit\u00a0<\/b><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Banyaknya perkembangan sektor perkebunan kelapa sawit membuat para petani ingin mendapatkan <\/span><a href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/cara-untuk-memilih-bibit-kelapa-sawit-unggul\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">bibit kelapa sawit unggul<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Untuk itulah banyak orang yang melakukan cara penyerbukan silang dengan maksud agar benih yang nantinya diperoleh ini menjadi lebih <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">baik <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">dan unggul dibandingkan benih sebelumnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh sebab itu, banyak yang akhirnya melakukan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">teknik kultur jaringan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> demi mendapatkan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">benih kelapa sawit unggul<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Hal ini sejalan dengan kebutuhan kelapa sawit yang tinggi<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">,<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> sehingga dengan menggunakan alternatif ini<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, bisa menemukan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">solusi untuk mendapatkan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">pohon sawit <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">yang berkualitas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika terjadi kultur jaringan ini, berdasarkan peneitian embrio somatiknya menjadi berbeda. Jika dilihat stamen <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">bunga kelapa sawit<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> jantan menunjukkan fenotip varian staminode dan untuk bunga betinanya berubah menjadi bentuk seperti karpel.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Inilah yang disebut dengan abnormalitas pada <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">bunga kelapa sawit<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Selain itu, bunga yang abnormal juga bisa dilihat dari bunga jantan dan bunga mantel di klon yang sama. Abnormalitas pembungaan atau <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">bunga mantel<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> merupakan peristiwa pada bunga kelapa sawit yang dari stamen menjadi struktur daun semu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini dapat terjadi akibat dari kultur jaringan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">sehingga apabila skalanya menjadi besar, ini bisa menghasilkan keragaman somaklonal yang dapat mengarah pada abnormal dan produksi kelapa sawit menjadi lebih menurun. Dengan demikian, penting mengetahui normal dan keabnormalan dari <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">bunga kelapa sawit<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> ini untuk mengetahui apa penyebab dari abnormal.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><b>Karakteristik Bunga Kelapa Sawit Normal dan Abnormal\u00a0<\/b><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah mengetahui pentingnya <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">identifikasi bunga kelapa sawit<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, berikut adalah ciri bunga normal dan abnormal. Ciri tersebut bisa dilihat dari morfologinya atau bentuk penampilan fisik dari bunga tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><b>1. Dari Jumlah Cuping Bunga\u00a0<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">bunga normal betina<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, bisa dilihat dari mahkota bunganya yang terdiri dari 3 cuping. Sedangkan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">,<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk mengetahui bunga betina yang abnormal mahkota bunganya lebih dari 3 cuping dan maksimalnya sampai 7 cuping.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><b>2. Dari Perhiasan Bunga dan Organ Reproduksinya\u00a0<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selanjutnya, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">perbedaan bunga kelapa sawit normal dan abnormal<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> juga dapat dilihat dari sepal (kelopak), petal, seludang, stamen, dan karpel. Sepal dan petal ini merupakan bagian mahkota bunga sedangkan untuk stamen dan karpel termasuk dalam organ reproduksinya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sepal ini memiliki fungsi untuk melindungi bunga ketika masih belum mekar. Namun, saat bunga tersebut sudah mekar, bentuk sepal ini hanya merupakan elemen kecil dan terletak di bagian paling dasar dari bunga.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sedangkan yang dimaksud dengan petal adalah mahkota bunga yang memiliki warna yang menarik dan paling indah dibandingkan dengan bagian lainnya. Petal ini yang berfungsi untuk menarik serangga agar terjadi penyerbukan. Sedangkan yang dimaksud dengan karpel adalah putik yang merupakan organ reproduksi betina. Lalu, stamen ini adalah benang sari yang merupakan alat kelamin jantan pada tumbuhan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><b>A. Karakteristik Bunga Normal Kelapa Sawit\u00a0<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah mengetahui bahwa perhiasan bunga dan organ reproduksi bisa melihat perbedaan bunga normal dan abnormal, maka berikut ini beberapa hal yang menyebut bahwa bunga tersebut termasuk normal. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bunga normal yang mekar sempurna dapat dilihat dari seludangnya. Jika bunga sedang mekar, maka seludang bagian dalamnya pecah dan kuncup bunga bisa terlihat ada putik dan benang sari.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika bunga tersebut memiliki bentuk bunga sawit biasa maka dikatakan bunga tersebut normal.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bunga jantan yang mekar dapat dilihat dari pangkal spikeletnya dan memiliki bentuk spiral seperti tongkol. Aroma yang dikeluarkan juga khas dan terjadi pelepasan serbuk sari.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bunga betina normal yang mekar bisa dilihat dari bentuknya yang agak oval. Lalu, ujung kelopaknya sedikit rata dan terdapat garis tengah yang mekar.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bunga betina muncul dengan kepala putik yang memiliki 3 cuping. Selanjutnya, karpel atau putik ini berwarna putih dan terdapat 3 lokul di ovarinya.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><b>B. Karakteristik Bunga Abnormal Kelapa Sawit\u00a0<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah mengetahui <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ciri bunga sawit normal<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, berikut ini adalah karakteristik untuk bunga abnormal yang dilihat dari organ reproduksi dan perhiasan bunganya:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bunga jantan abnormal bisa dilihat dari spikeletnya. Sebenarnya, penampilan spikeletnya hampir sama dengan yang normal, akan tetapi punya ukuran yang lebih besar di tengah dan ujungnya.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut penelitian, bunga jantan yang tidak normal lebih banyak ditemui dibandingkan yang normal.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dari segi ukuran, bunga jantan yang abnormal punya ukuran lebih kecil daripada yang normal.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bunga betina abnormal memiliki seludang yang tumbuh di dekat pelepah daun. Selain itu, seludangnya punya dua lapisan yaitu di bagian dalam dan luar.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ada karpel tambahan untuk bunga betina yang abnormal. Karpel ini punya kepala putik yang terdiri dari 3 sampai 7 cuping.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam satu tandan bunga tidak semua bunga betina abnormal, tetapi ada juga yang normal.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika masa reseptifnya sudah lewat, maka bunga betina yang abnormal memiliki warna mahkota yang berubah menjadi ungu kemerahan.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><b>Fungsi Pentingnya Morfologi Bunga Sawit\u00a0<\/b><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan mengetahui morfologi ini membuat Anda bisa mengetahui klon kultur jaringannya apakah ada abnormalitas pada tumbuhan kelapa sawit. Abnormalitas yang berbentuk primordial stamen bisa berkembang menjadi berbagai jenis abnormal.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Contohnya adalah karpel, mantel, sampai dengan bunga jantan mandul. Identifikasi yang dilakukan ini bisa menghasilkan pengetahuan tentang banyaknya keabnormalitasan di dalam perkembangan kultur jaringan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika terlalu banyak ketidaknormalan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">,<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> membuat proses pembuatan tanaman bibit unggul menjadi terhambat. Dengan demikian, ini akan mengganggu proses produksi kelapa sawit yang lebih baik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan, dampak negatif adanya abnormalitas bisa berakibat pada pertumbuhan buah yang terhambat. Ada juga yang sampai tidak berbuah sama sekali karena terlalu banyaknya bunga jantan di satu pohon.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dapat juga terjadi karena banyaknya buah bermantel berat yang mengakibatkan hilangnya produksi kelapa sawit baru. Ini terjadi karena tidak adanya penyerbukan ke kepala putik sehingga sulit menghasilkan keturunan kelapa sawit.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Morfologi adalah salah satu cara untuk melihat bunga normal atau abnormal. Penelitian lainnya bisa menggunakan mikroskopis agar lebih diketahui cirinya secara tidak kasat mata.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><b>Penutup\u00a0<\/b><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Demikian penjelasan tentang <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">morfologi bunga kelapa sawit<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> yang dapat dilihat untuk menentukan pertumbuhan bunganya normal atau tidak normal. Dengan informasi ini akan mempermudah Anda untuk mengetahui <\/span><a href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/cara-menanam-kelapa-sawit-yang-baik-dan-benar\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">cara menanam kelapa sawit<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> yang benar dan upaya mengatasinya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagi perusahaan perkebunan yang memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai tanaman kelapa sawit. Kunjungi website kami <strong>www.pkt-group.com<\/strong>\u00a0atau menghubungi whatsapp kami\u00a0<strong>0821-2000-6888<\/strong>.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><b>FAQ<\/b><\/h2>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><b>1. Apakah kelapa sawit memiliki bunga?\u00a0<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jawab: Ya, kelapa sawit memiliki bunga yang terdiri dari bunga betina dan bunga jantan yang ada di dalam satu pohon. Dari bunga ini akan menghasilkan perkawinan yang dibantu oleh penyerbukan yang dilakukan serangga.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><b>2. Bunga kelapa sawit berwarna apa?\u00a0<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jawab: Bunga jantan dan betina memiliki warna yang berbeda. Untuk bunga jantannya, warna dari kelapa sawitnya adalah berwarna kuning dengan aroma yang harum. Fungsinya adalah untuk menarik serangga untuk datang. Sedangkan untuk bunga betinanya memiliki warna putih kekuningan serta juga mengeluarkan aroma yang khas.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><b>3. Berapa lama bunga sawit menjadi buah?\u00a0<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jawab: Untuk menghasilkan buah, bunga kelapa sawit membutuhkan waktu yang lama yaitu sekitar 4 tahun untuk memenuhi kualifikasi buah yang bisa dipanen. Selanjutnya, kelapa sawit akan terus menghasilkan buahnya sampai berusia 30 tahun.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><b>4. Kenapa bunga kelapa sawit tidak jadi berbuah?\u00a0<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jawab: Terkadang, bunga kelapa sawit ini tidak menghasilkan buah meski sudah menghasilkan bunga. Penyebab utamanya bisa disebabkan karena serangan dari hama <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">jenis penggerek yang senang merusak bunga,<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> d<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">an kebutuhan zat hara dan mineral yang tidak tercukupi saat pembungaan sampai pembuahan, juga dapat mengakibatkan tanaman sawit mengalami kemandulan. Selain itu, pemberian pupuk yang kurang tepat membuat pertumbuhan bunga terhambat.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><b>5. Bunga kelapa sawit termasuk bunga apa?\u00a0<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jawab: Seperti yang sudah dijelaskan, bunga sawit terdiri dari dua organ kelamin yang terpisah yaitu ada bunga jantan dan bunga betina. Namun, bunga yang terpisah ini masih ada di dalam satu spikelet sehingga bunga ini termasuk dengan bunga majemuk.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banyak yang belum mengetahui bahwa kelapa sawit ini juga memiliki bunga. Dari bunga kelapa sawit tersebut, Anda bisa mengetahui apakah tumbuhan masuk dalam kategori normal atau abnormal. Untuk itu, simak penjelasan berikut ini untuk lebih memahami morfologi tersebut.\u00a0<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":7861,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Morfologi Bunga Kelapa Sawit Normal dan Abnormal<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Bunga kelapa sawit bisa normal dan abnormal, para petani harus melihat perbedaanya dari morfologi bunga tersebut. Selengkapnya cek di sini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/morfologi-bunga-kelapa-sawit\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Morfologi Bunga Kelapa Sawit Normal dan Abnormal\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bunga kelapa sawit bisa normal dan abnormal, para petani harus melihat perbedaanya dari morfologi bunga tersebut. Selengkapnya cek di sini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/morfologi-bunga-kelapa-sawit\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-02-03T06:59:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-09-12T02:54:21+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/03135805\/09-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"735\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Writer04\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Writer04\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/morfologi-bunga-kelapa-sawit\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/morfologi-bunga-kelapa-sawit\/\"},\"author\":{\"name\":\"Writer04\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/d996ef615537d0b84d853d1ea534370a\"},\"headline\":\"Morfologi Bunga Kelapa Sawit: Identifikasi Bunga Sawit Normal dan Abnormal\",\"datePublished\":\"2023-02-03T06:59:10+00:00\",\"dateModified\":\"2024-09-12T02:54:21+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/morfologi-bunga-kelapa-sawit\/\"},\"wordCount\":1254,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/morfologi-bunga-kelapa-sawit\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/03135805\/09-1.jpg\",\"articleSection\":[\"Kelapa Sawit\"],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/morfologi-bunga-kelapa-sawit\/\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/morfologi-bunga-kelapa-sawit\/\",\"name\":\"Morfologi Bunga Kelapa Sawit Normal dan Abnormal\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/morfologi-bunga-kelapa-sawit\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/morfologi-bunga-kelapa-sawit\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/03135805\/09-1.jpg\",\"datePublished\":\"2023-02-03T06:59:10+00:00\",\"dateModified\":\"2024-09-12T02:54:21+00:00\",\"description\":\"Bunga kelapa sawit bisa normal dan abnormal, para petani harus melihat perbedaanya dari morfologi bunga tersebut. Selengkapnya cek di sini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/morfologi-bunga-kelapa-sawit\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/morfologi-bunga-kelapa-sawit\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/morfologi-bunga-kelapa-sawit\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/03135805\/09-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/03135805\/09-1.jpg\",\"width\":735,\"height\":400,\"caption\":\"Morfologi Bunga Kelapa Sawit: Identifikasi Bunga Sawit Normal dan Abnormal\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/morfologi-bunga-kelapa-sawit\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Morfologi Bunga Kelapa Sawit: Identifikasi Bunga Sawit Normal dan Abnormal\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\",\"name\":\"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia\",\"description\":\"Sawitnotif adalah blog informatif mengenai kelapa sawit dan jamur ganoderma yang bisa menambah pengetahuan Anda tentang kelapa sawit\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization\",\"name\":\"PT. Propadu Konair Tarahubun\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png\",\"width\":823,\"height\":563,\"caption\":\"PT. Propadu Konair Tarahubun\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/d996ef615537d0b84d853d1ea534370a\",\"name\":\"Writer04\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4212b4b7101aa5d9a5edb7637d72ab82?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4212b4b7101aa5d9a5edb7637d72ab82?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Writer04\"},\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/author\/admin4\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Morfologi Bunga Kelapa Sawit Normal dan Abnormal","description":"Bunga kelapa sawit bisa normal dan abnormal, para petani harus melihat perbedaanya dari morfologi bunga tersebut. Selengkapnya cek di sini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/morfologi-bunga-kelapa-sawit\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Morfologi Bunga Kelapa Sawit Normal dan Abnormal","og_description":"Bunga kelapa sawit bisa normal dan abnormal, para petani harus melihat perbedaanya dari morfologi bunga tersebut. Selengkapnya cek di sini!","og_url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/morfologi-bunga-kelapa-sawit\/","og_site_name":"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia","article_published_time":"2023-02-03T06:59:10+00:00","article_modified_time":"2024-09-12T02:54:21+00:00","og_image":[{"width":735,"height":400,"url":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/03135805\/09-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Writer04","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Writer04","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/morfologi-bunga-kelapa-sawit\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/morfologi-bunga-kelapa-sawit\/"},"author":{"name":"Writer04","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/d996ef615537d0b84d853d1ea534370a"},"headline":"Morfologi Bunga Kelapa Sawit: Identifikasi Bunga Sawit Normal dan Abnormal","datePublished":"2023-02-03T06:59:10+00:00","dateModified":"2024-09-12T02:54:21+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/morfologi-bunga-kelapa-sawit\/"},"wordCount":1254,"publisher":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/morfologi-bunga-kelapa-sawit\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/03135805\/09-1.jpg","articleSection":["Kelapa Sawit"],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/morfologi-bunga-kelapa-sawit\/","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/morfologi-bunga-kelapa-sawit\/","name":"Morfologi Bunga Kelapa Sawit Normal dan Abnormal","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/morfologi-bunga-kelapa-sawit\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/morfologi-bunga-kelapa-sawit\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/03135805\/09-1.jpg","datePublished":"2023-02-03T06:59:10+00:00","dateModified":"2024-09-12T02:54:21+00:00","description":"Bunga kelapa sawit bisa normal dan abnormal, para petani harus melihat perbedaanya dari morfologi bunga tersebut. Selengkapnya cek di sini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/morfologi-bunga-kelapa-sawit\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id-ID","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/morfologi-bunga-kelapa-sawit\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/morfologi-bunga-kelapa-sawit\/#primaryimage","url":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/03135805\/09-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/03135805\/09-1.jpg","width":735,"height":400,"caption":"Morfologi Bunga Kelapa Sawit: Identifikasi Bunga Sawit Normal dan Abnormal"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/morfologi-bunga-kelapa-sawit\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Morfologi Bunga Kelapa Sawit: Identifikasi Bunga Sawit Normal dan Abnormal"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/","name":"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia","description":"Sawitnotif adalah blog informatif mengenai kelapa sawit dan jamur ganoderma yang bisa menambah pengetahuan Anda tentang kelapa sawit","publisher":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization","name":"PT. Propadu Konair Tarahubun","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png","contentUrl":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png","width":823,"height":563,"caption":"PT. Propadu Konair Tarahubun"},"image":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/d996ef615537d0b84d853d1ea534370a","name":"Writer04","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4212b4b7101aa5d9a5edb7637d72ab82?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4212b4b7101aa5d9a5edb7637d72ab82?s=96&d=mm&r=g","caption":"Writer04"},"url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/author\/admin4\/"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/03135805\/09-1.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7859"}],"collection":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7859"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7859\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10289,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7859\/revisions\/10289"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7861"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7859"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7859"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7859"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}