{"id":7856,"date":"2023-02-03T13:48:36","date_gmt":"2023-02-03T06:48:36","guid":{"rendered":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/?p=7856"},"modified":"2024-05-20T15:03:41","modified_gmt":"2024-05-20T08:03:41","slug":"siklus-hidup-kumbang-tanduk","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/siklus-hidup-kumbang-tanduk\/","title":{"rendered":"Siklus Hidup Kumbang Tanduk pada Tanaman Kelapa Sawit"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tanaman kelapa sawit di Indonesia sering mengalami hambatan dalam perkembangannya<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">,<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> sehingga <\/span><a href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/urutan-pemupukan-kelapa-sawit-yang-benar-agar-berbuah-banyak\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">perawatan sawit<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> mencegah hama perlu dilakukan.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Salah satu <\/span><a href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ciri-dan-jenis-hama-yang-menyerang-pembibitan-kelapa-sawit\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">hama kelapa sawit<\/span><\/a> <span style=\"font-weight: 400;\">yang juga perlu diwaspadai<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> yaitu kumbang tanduk. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, sebelumnya<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Anda perlu mengetahui <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">siklus hidup kumbang tanduk<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kumbang tanduk memiliki ciri khas yang unik yaitu kumbang yang memiliki tanduk dan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">dikategorikan sebagai <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">jenis kumbang terbesar di dunia. Hewan ini biasa bersembunyi di batang pohon seperti kelapa sawit.<\/span><\/p>\n<h5 style=\"text-align: justify;\"><b>Ciri Kumbang Tanduk\u00a0<\/b><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kumbang tanduk memiliki ciri khas yang <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">dapat <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">membedakannya dengan kumbang lainnya. Hewan ini termasuk hewan nokturnal yang aktif di malam hari. Jika sudah siang, mereka akan bersembunyi di batang sebuah pohon.\u00a0 Info menarik dari hewan ini\u00a0 yaitu termasuk hewan terkuat di dunia karena mampu mengangkat bobot dengan 850 kali lebih besar dibandingkan berat badannya sendiri. Jadi, meski ukurannya yang kecil, kumbang ini terbilang lebih menarik untuk ditelaah lebih lanjut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, tidak semua kumbang tanduk ini memiliki tanduk. Tanduk tersebut hanya dimiliki untuk <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">kumbang jantan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> saja. Anda bisa dengan mudah melihat keunggulan dari kumbang tersebut berdasarkan ukuran tanduknya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tanduk yang besar menunjukkan bahwa fisiknya kuat dan memiliki kesehatan yang baik. Biasanya, tanduk tersebut dimanfaatkan oleh kumbang jantan untuk bertarung memperebutkan makanan maupun\u00a0 daerah tempat tinggal.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan adanya pertarungan ini juga berguna untuk menarik perhatian dari kumbang betina. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Fungsi tanduk kumbang jantan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> ini juga untuk menggali tanah dan masuk ke dalamnya saat ingin bersembunyi dari ancaman. Kumbang ini juga memiliki sayap <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">yang berguna<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk terbang.\u00a0<\/span><\/p>\n<h5 style=\"text-align: justify;\"><b>Habitat Kumbang Tanduk\u00a0<\/b><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kumbang tanduk disebut juga dengan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">kumbang badak<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> karena dari penampilan fisiknya yang kuat seperti badak. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Tempat tinggal kumbang tanduk<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> biasa ada di hutan hujan atau bisa juga ada di batang pohon kelapa sawit yang mati untuk dijadikan sarang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, batang pohon tersebut merupakan sumber makanan untuk larva. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Kumbang tanduk ini juga bersarang di kayu lapuk, kompos, tandan kosong, batang kelapa dan batang kelapa sawit busuk yang lembab.<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">Maka itu<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, kumbang <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">tanduk dikategorikan sebagai<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> hama tanaman kelapa sawit. Untuk mengatasi hama tersebut, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Plantation Key Technology<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (<\/span><a href=\"https:\/\/pkt-group.com\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">PKT<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">) <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">memiliki cara yang tepat. Salah satunya adalah dengan pengendalian secraa hayati dengan menggunakan teknologi CHIPS<sup>\u00ae<\/sup><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Keistimewaan <\/span><a href=\"https:\/\/bit.ly\/2ONNvbr\"><b>teknologi <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">CHIPS<sup>\u00ae<\/sup><\/span><\/a>\u00a0<span style=\"font-weight: 400;\">yang diformulasikan khusus oleh PKT untuk pengendalian hama <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Oryctes<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah secara sistemik. Sistemik yang berarti ketika kumbang tanduk terpapar dengan bahan aktif CHIPS<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><sup>\u00ae<\/sup><\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> ini secara tidak langsung dan tidak sadar hama <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Oryctes<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tersebut akan membawa penyakit kembali ke habitatnya. Kumbang tersebut tidak mati ditempat secara langsung, melainkan akan menginfeksi kumbang ataupun larva lainnya yang berada di sarangnya. Tersebarnya bahan aktif CHIPS<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><sup>\u00ae<\/sup><\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> tersebut juga akan menekan laju pertumbuhan telur, larva dan kumbang dewasa lainnya, sehingga dapat menghemat waktu, tenaga kerja, dan biaya aplikasi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kumbang tanduk juga berkembang biak dengan baik di hampir semua benua. Contohnya adalah Amerika, Eropa, Australia, sampai dengan Asia karena mampu beradaptasi dengan baik. Namun, jika dilihat dari rantai makanannya, predator dari kumbang ini yaitu tikus, burung, dan rakun.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan demikian, adanya kumbang tanduk yang banyak di suatu lahan kebun kelapa sawit menandakan bahwa banyak pula tikus, burung, dan hewan lainnya <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">yang dapat <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">merusak tanaman lebih banyak.\u00a0 Oleh sebab itu, penting untuk menyingkirkannya agar tumbuhan kelapa sawit <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">dapat <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">berkembang dengan baik.\u00a0<\/span><\/p>\n<h5 style=\"text-align: justify;\"><b>Siklus Hidup Kumbang Tanduk\u00a0<\/b><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah mengetahui apa itu kumbang tanduk dan habitatnya, maka penting memahami <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">siklus hidup kumbang tanduk<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Dengan demikian, Anda bisa mengatasi pertumbuhan kumbang ini secara berlebihan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Siklus hidup kumbang tanduk<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> termasuk <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">metamorfosis sempurna<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> yang terdiri dari 4 proses yaitu telur, larva, kepompong, dan imago. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">P<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">roses metamorfosis ini bisa berbeda-beda waktunya tergantung dari kondisi tempat tinggalnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk lebih jelasnya, berikut adalah penjelasan tahapan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">metamorfosis kumbang badak<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> mulai dari telur hingga menjadi imago.\u00a0<\/span><\/p>\n<h6 style=\"text-align: justify;\"><b>1. Telur\u00a0<\/b><\/h6>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tahap pertama dalam perkembangan kumbang yaitu adalah telur yang berasal dari perkawinan antara induk kumbang jantan dan betina. Umumnya, telur yang dihasilkan sangat banyak yaitu\u00a0 berjumlah 50 butir.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Telur ini akan diletakkan di tempat yang aman seperti batang pohon dan ada juga yang meletakkannya di dalam tanah. Adapun penampakan dari telurnya yaitu berwarna putih. Sedangkan ukuran diameternya hanya 3 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">sampai 4 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">mm. Selanjutnya, telur ini akan menetas setelah 2 minggu dan menjadi larva.\u00a0<\/span><\/p>\n<h6 style=\"text-align: justify;\"><b>2. Larva<\/b><\/h6>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Siklus hidup kumbang tanduk<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> selanjutnya adalah larva yang disebut juga dengan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">uret.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Uret ini pada saat baru menetas akan berwarna putih dan menjadi semakin besar. Larva kumbang tanduk ini akan berganti kulit sebanyak dua kali sebelum akhirnya menjadi kepompong.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika larvanya sudah besar, maka warna ulat tersebut berubah menjadi agak kekuningan. Di bagian kepala berwarna merah kecoklatan sedangkan untuk ekornya warna gelap. Jika sudah besar, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">panjang larva <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ini <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">memiliki panjang<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> yaitu <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">60-100 mm<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sedangkan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">,<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> di bagian permukaan tubuhnya ada bulu-bulu halus sehingga terlihat sangat menjijikan jika dilihat dari dekat. Larva ini akan tumbuh sampai sekitar <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">82-207 hari<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> sebelum berubah menjadi kepompong.\u00a0<\/span><\/p>\n<h6 style=\"text-align: justify;\"><b>3. Kepompong<\/b><\/h6>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tahapan selanjutnya adalah berbentuk kepompong. Ukuran kepompong yang dihasilkannya ini lebih kecil dibandingkan larvanya yaitu hanya mencapai 5-8 cm. Selanjutnya, fase kepompong ini terdiri dari dua tahapan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Yang pertama adalah fase dengan waktu 1 bulan dimana proses terjadinya perubahan uret ini menjadi kepompong atau pupa. Kemudian, pada tahapan kedua ini adalah proses perubahan kepompong menjadi kumbang tanduk dewasa yang berjalan dengan waktu sekitar 3 minggu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Saat menjadi kepompong, Anda bisa melihat ciri khas warna pupanya yang berwarna merah dan bentuknya lama-kelamaan akan seperti kumbang tanduk dewasa yang terbungkus. Dari bentuk kepompong ini, Anda bisa melihat jenis kelamin yang ada di dalam pupa tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kondisi <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ini karena kumbang tanduk betina tidak punya tanduk sedangkan jantan memilikinya. Oleh sebab itu, apabila kepompongnya terlihat ada bentuk tanduk yang muncul, itu artinya jenis kumbang tersebut termasuk kumbang tanduk jantan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebaliknya, jika tidak ada tanduknya, maka bisa disimpulkan kepompong tersebut adalah kumbang tanduk betina.\u00a0<\/span><\/p>\n<h6 style=\"text-align: justify;\"><b>4. Imago\u00a0<\/b><\/h6>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah masa kepompong berakhir, maka <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">siklus hidup kumbang tanduk<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> terakhir yaitu menjadi imago atau kumbang tanduk dewasa. Waktu hidup kumbang ini biasanya berumur pendek yaitu tidak lebih dari satu tahun.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Adapun <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">makanan kumbang tanduk<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah pucuk umbut kelapa, getah pohon, sampai dengan buah yang manis. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa kumbang tanduk ini merupakan hama yang menyerang kepala sawit dan pohon palem.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini karena kumbang tersebut akan menghisap pucuk pohon kelapa sawit sehingga pertumbuhan tanaman ini menjadi terganggu. Tentu ini akan membahayakan karena bisa membuat tanaman kelapa sawit menjadi mati.\u00a0<\/span><\/p>\n<h5 style=\"text-align: justify;\"><b>Hindari Kumbang Tanduk!\u00a0<\/b><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Siklus hidup kumbang tanduk<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> termasuk metamorfosis sempurna yang terdiri dari telur, larva, kepompong, dan imago. Anda perlu membasmi hama tanaman kelapa sawit ini apabila mengganggu dan berjumlah banyak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mengatasi hama tersebut, silahkan kunjungi website pkt-group.com. Anda juga bisa berkonsultasi terlebih dahulu sebelum melakukan pemesanan.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h5 style=\"text-align: justify;\"><b>FAQ\u00a0<\/b><\/h5>\n<h6 style=\"text-align: justify;\"><b>1. Apa metamorfosis kumbang tanduk?\u00a0<\/b><\/h6>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jawab: Metamorfosis pada kumbang tanduk disebut sebagai metamorfosis sempurna karena ada 4 tahapan dalam perkembangannya. Tahapan tersebut dimulai dari telur, larva, kepompong dan imago. Sedangkan untuk lama waktu perkembangannya bisa bervariasi tergantung dari lingkungan dan habitat tempat tinggalnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h6 style=\"text-align: justify;\"><b>2. Berapa lama kumbang bisa hidup?\u00a0<\/b><\/h6>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jawab: Setelah kumbang tanduk sudah menjadi imago, maka masa hidupnya terbilang singkat yaitu sekitar 6-9 bulan saja. Meski begitu, dari perkembangannya kelapa sawit <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">dapat <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">dirugikan, sehingga perlu <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">penanganan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">yang tepat<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<h6 style=\"text-align: justify;\"><b>3. Kumbang tanduk makan apa?\u00a0<\/b><\/h6>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jawab: Kumbang tanduk hidup di alam bebas dan biasanya menempel di tumbuhan. Hal ini karena makanannya yaitu batang yang membusuk kelapa sawit.\u00a0<\/span><\/p>\n<h6 style=\"text-align: justify;\"><b>4. Kumbang tanduk menyerang tanaman apa?\u00a0<\/b><\/h6>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jawab: Kumbang tanduk biasa menyerang tanaman kelapa sawit. Tanaman yang diserangnya ini ketika sawit sedang baru berkembang yaitu memasuki usia 2,5 tahun. Sedangkan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">kelapa sawit yang sudah tua umumnya jarang dihinggapi oleh kumbang ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<h6 style=\"text-align: justify;\"><b>5. Apa ciri<\/b><b>&#8211;<\/b><b>ciri kumbang tanduk?\u00a0<\/b><\/h6>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jawab: Kumbang tanduk dewasa jantan memiliki tanduk di bagian kepalanya. Umumnya, ukuran dari kumbang ini warna coklat kehitaman dengan ukuran antara 40 sampai 50 mm. Khusus untuk kumbang tanduk betina memiliki bulu halus sedangkan untuk yang jantan tidak memilikinya. <\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tanaman kelapa sawit di Indonesia sering mengalami hambatan dalam perkembangannya, sehingga perawatan sawit mencegah hama perlu dilakukan. Salah satu hama kelapa sawit yang juga perlu diwaspadai yaitu kumbang tanduk. Namun, sebelumnya Anda perlu mengetahui siklus hidup kumbang tanduk.<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":7857,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[83],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Siklus Hidup Kumbang Tanduk pada Tanaman Kelapa Sawit<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kumbang tanduk termasuk hama bagi kelapa sawit sehingga perlu dibasmi. Ketahui siklus hidup kumbang tanduk untuk tahu cara penanganannya di sini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/siklus-hidup-kumbang-tanduk\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Siklus Hidup Kumbang Tanduk pada Tanaman Kelapa Sawit\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kumbang tanduk termasuk hama bagi kelapa sawit sehingga perlu dibasmi. Ketahui siklus hidup kumbang tanduk untuk tahu cara penanganannya di sini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/siklus-hidup-kumbang-tanduk\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-02-03T06:48:36+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-05-20T08:03:41+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/03134800\/08-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"735\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Writer04\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Writer04\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/siklus-hidup-kumbang-tanduk\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/siklus-hidup-kumbang-tanduk\/\"},\"author\":{\"name\":\"Writer04\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/d996ef615537d0b84d853d1ea534370a\"},\"headline\":\"Siklus Hidup Kumbang Tanduk pada Tanaman Kelapa Sawit\",\"datePublished\":\"2023-02-03T06:48:36+00:00\",\"dateModified\":\"2024-05-20T08:03:41+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/siklus-hidup-kumbang-tanduk\/\"},\"wordCount\":1230,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/siklus-hidup-kumbang-tanduk\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/03134800\/08-1.jpg\",\"articleSection\":[\"Hama &amp; Penyakit\"],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/siklus-hidup-kumbang-tanduk\/\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/siklus-hidup-kumbang-tanduk\/\",\"name\":\"Siklus Hidup Kumbang Tanduk pada Tanaman Kelapa Sawit\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/siklus-hidup-kumbang-tanduk\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/siklus-hidup-kumbang-tanduk\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/03134800\/08-1.jpg\",\"datePublished\":\"2023-02-03T06:48:36+00:00\",\"dateModified\":\"2024-05-20T08:03:41+00:00\",\"description\":\"Kumbang tanduk termasuk hama bagi kelapa sawit sehingga perlu dibasmi. Ketahui siklus hidup kumbang tanduk untuk tahu cara penanganannya di sini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/siklus-hidup-kumbang-tanduk\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/siklus-hidup-kumbang-tanduk\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/siklus-hidup-kumbang-tanduk\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/03134800\/08-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/03134800\/08-1.jpg\",\"width\":735,\"height\":400,\"caption\":\"Siklus Hidup Kumbang Tanduk pada Tanaman Kelapa Sawit\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/siklus-hidup-kumbang-tanduk\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Siklus Hidup Kumbang Tanduk pada Tanaman Kelapa Sawit\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\",\"name\":\"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia\",\"description\":\"Sawitnotif adalah blog informatif mengenai kelapa sawit dan jamur ganoderma yang bisa menambah pengetahuan Anda tentang kelapa sawit\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization\",\"name\":\"PT. Propadu Konair Tarahubun\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png\",\"width\":823,\"height\":563,\"caption\":\"PT. Propadu Konair Tarahubun\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/d996ef615537d0b84d853d1ea534370a\",\"name\":\"Writer04\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4212b4b7101aa5d9a5edb7637d72ab82?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4212b4b7101aa5d9a5edb7637d72ab82?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Writer04\"},\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/author\/admin4\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Siklus Hidup Kumbang Tanduk pada Tanaman Kelapa Sawit","description":"Kumbang tanduk termasuk hama bagi kelapa sawit sehingga perlu dibasmi. Ketahui siklus hidup kumbang tanduk untuk tahu cara penanganannya di sini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/siklus-hidup-kumbang-tanduk\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Siklus Hidup Kumbang Tanduk pada Tanaman Kelapa Sawit","og_description":"Kumbang tanduk termasuk hama bagi kelapa sawit sehingga perlu dibasmi. Ketahui siklus hidup kumbang tanduk untuk tahu cara penanganannya di sini!","og_url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/siklus-hidup-kumbang-tanduk\/","og_site_name":"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia","article_published_time":"2023-02-03T06:48:36+00:00","article_modified_time":"2024-05-20T08:03:41+00:00","og_image":[{"width":735,"height":400,"url":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/03134800\/08-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Writer04","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Writer04","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/siklus-hidup-kumbang-tanduk\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/siklus-hidup-kumbang-tanduk\/"},"author":{"name":"Writer04","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/d996ef615537d0b84d853d1ea534370a"},"headline":"Siklus Hidup Kumbang Tanduk pada Tanaman Kelapa Sawit","datePublished":"2023-02-03T06:48:36+00:00","dateModified":"2024-05-20T08:03:41+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/siklus-hidup-kumbang-tanduk\/"},"wordCount":1230,"publisher":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/siklus-hidup-kumbang-tanduk\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/03134800\/08-1.jpg","articleSection":["Hama &amp; Penyakit"],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/siklus-hidup-kumbang-tanduk\/","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/siklus-hidup-kumbang-tanduk\/","name":"Siklus Hidup Kumbang Tanduk pada Tanaman Kelapa Sawit","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/siklus-hidup-kumbang-tanduk\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/siklus-hidup-kumbang-tanduk\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/03134800\/08-1.jpg","datePublished":"2023-02-03T06:48:36+00:00","dateModified":"2024-05-20T08:03:41+00:00","description":"Kumbang tanduk termasuk hama bagi kelapa sawit sehingga perlu dibasmi. Ketahui siklus hidup kumbang tanduk untuk tahu cara penanganannya di sini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/siklus-hidup-kumbang-tanduk\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id-ID","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/siklus-hidup-kumbang-tanduk\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/siklus-hidup-kumbang-tanduk\/#primaryimage","url":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/03134800\/08-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/03134800\/08-1.jpg","width":735,"height":400,"caption":"Siklus Hidup Kumbang Tanduk pada Tanaman Kelapa Sawit"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/siklus-hidup-kumbang-tanduk\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Siklus Hidup Kumbang Tanduk pada Tanaman Kelapa Sawit"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/","name":"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia","description":"Sawitnotif adalah blog informatif mengenai kelapa sawit dan jamur ganoderma yang bisa menambah pengetahuan Anda tentang kelapa sawit","publisher":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization","name":"PT. Propadu Konair Tarahubun","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png","contentUrl":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png","width":823,"height":563,"caption":"PT. Propadu Konair Tarahubun"},"image":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/d996ef615537d0b84d853d1ea534370a","name":"Writer04","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4212b4b7101aa5d9a5edb7637d72ab82?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4212b4b7101aa5d9a5edb7637d72ab82?s=96&d=mm&r=g","caption":"Writer04"},"url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/author\/admin4\/"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/03134800\/08-1.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7856"}],"collection":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7856"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7856\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9859,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7856\/revisions\/9859"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7857"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7856"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7856"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7856"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}