{"id":7826,"date":"2023-02-03T10:41:17","date_gmt":"2023-02-03T03:41:17","guid":{"rendered":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/?p=7826"},"modified":"2024-06-25T10:08:20","modified_gmt":"2024-06-25T03:08:20","slug":"penyakit-bercak-daun-bibit-sawit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/penyakit-bercak-daun-bibit-sawit\/","title":{"rendered":"Mengenal Penyakit Bercak Daun pada Bibit Sawit dan Cara Mengendalikannya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Anda sedang melakukan penanaman pada bibit kelapa sawit? Namun, tiba-tiba bibit sawit mengalami penyakit? Pada artikel ini kita akan membahas mengenai <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">bercak daun kelapa sawit<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> dan cara mengendalikan yang bisa Anda lakukan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai komoditas terbesar di Indonesia, Anda harus menjaga dan melakukan <\/span><a href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/urutan-pemupukan-kelapa-sawit-yang-benar-agar-berbuah-banyak\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">perawatan sawit<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> agar tidak terkena <\/span><a href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/penyakit-yang-sering-terjadi-pada-tanaman-kelapa-sawit\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">penyakit kelapa sawit<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Namun, jika masih terkena penyakit, Anda bisa mengendalikannya atau mengatasi <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">bercak daun kelapa sawit<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum bibit sawit benar-benar mengalami penyakit, Anda juga bisa mempelajari gejalanya untuk menanggulanginya. Dengan begitu, bibit kelapa sawit Anda tidak akan mengalami kematian karena penyakit tersebut.<\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><b>Penyakit Bercak Daun<\/b><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyakit bercak daun atau <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">penyakit <em>C<\/em><\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">urvularia <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sp.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> pada kelapa sawit<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah penyakit yang kerap kali terjadi pada pembibitan sawit karena serangan dari <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">patogen C<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">urvularia <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sp.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Penyakit ini menyerang daun termuda sehingga terlihat bercak bulat kecil dan berwarna kuning tembus cahaya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">bercak daun kelapa sawit<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> membesar dan pusat berwarna cokelat muda, lalu melekuk. Sekeliling bercak ini memiliki warna jingga kekuningan. Penyakit ini dapat menghambat pertumbuhan bibit karena mudah menyebar sehingga menimbulkan kematian pada bibit sawit.<\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><b>Penyebab dari Penyakit Bercak Daun<\/b><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyebab penyakit bercak daun pada bibit kelapa sawit adalah<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> karena spesies jamur, seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">C<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">urvularia <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sp, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">C<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">urvularia eragrostidis<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Cochliobolus<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">C<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">ochliobolus carbonum<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pestalotiopsis <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sp.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian, jamur-jamur tersebut menyebarkan spora melalui percikan air atau embusan angin yang terkena bercak. Biasanya, penyakit ini bersamaan dengan penyakit antraknosa, busuk daun, dan lain sebagainya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pertanyaan selanjutnya, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">kenapa muncul bercak putih<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> pada kelapa sawit? Kemunculan bercak putih merupakan gejala lanjutan dari penyakit bercak daun. Jadi, Anda harus segera menangani penyakit ini agar tidak menyebar ke kelapa sawit lainnya.<\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><b>Gejala Penyakit Bercak Daun<\/b><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut beberapa <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">gejala penyakit bercak daun kelapa sawit<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> yang bisa Anda ketahui, di antaranya:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ada gejala awal penyakit bercak daun, yaitu muncul bercak yang berwarna coklat kehitaman.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Adapun gejala lanjutan dari penyakit bercak daun, yaitu bercak nekrotik pada kelapa sawit berwarna coklat tua atau keputihan pada bagian tengahnya dan tepiannya berwarna kekuningan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk gejala yang lebih parah, ditandai dengan bercak yang menyatu sehingga menyebabkan jaringan daun menjadi mati dan mengering.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><b>Faktor Pemicu Perkembangan Penyakit Bercak Daun<\/b><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah mengetahui gejalanya di atas, mungkin Anda juga bertanya-tanya apa saja faktor pemicu perkembangan penyakit bercak daun pada kelapa sawit? :<\/span><\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><strong>1. Ketersediaan Patogen<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Faktor pertama yang menjadi pemicu perkembangan dari penyakit bercak daun adalah ketersediaan patogen atau sumber inokulum. Ketersediaan patogen di lapangan berkaitan erat dengan munculnya infeksi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">C<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">urvularia <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sp<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">B<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">otryodiplodia <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">spp<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pada bibit kelapa sawit.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, infeksi tersebut yang terjadi secara terus-menerus juga disebabkan oleh keberadaan gulma atau inang alternatif yang berlimpah. Dengan adanya gulma yang berlimpah atau tidak terkendali, tentunya akan berisiko terkena penyakit bercak daun.<\/span><\/p>\n<h3><strong>2. Umur dan Kebugaran Bibit<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Biasanya, perkembangan dari penyakit bercak daun rentan di usia 2 hingga 4 bulan. Setelahnya, respon ketahanan terhadap penyakit bercak daun ini akan meningkat. Tetapi tetap tergantung dengan kebugaran bibit kelapa sawit.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi bibit yang lemah akibat kekeringan dan kekurangan unsur hara maupun bibit yang stres akibat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">transplanting<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400;\">shock<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, biasanya rentan dengan penyakit bercak daun ini.<\/span><\/p>\n<h3><strong>3. Kondisi Lingkungan<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perkembangan dari penyakit bercak daun biasanya cepat ketika di musim penghujan. Hal ini karena adanya penurunan suhu dan peningkatan kelembaban sehingga rentan terinfeksi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">C<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">urvularia <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sp<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">B<\/span><\/i><i><span style=\"font-weight: 400;\">otryodiplodia <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">spp<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">pada bibit kelapa sawit.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Percikan dari air hujan juga dapat memindahkan spora dari daun yang sakit ke daun yang sehat. Selain itu, spora pun bisa berpindah melalui udara sehingga bibit kelapa sawit yang berada di lingkungan berangin memiliki resiko tinggi dalam terkena infeksi <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">bercak daun kelapa sawit<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><b>Cara Mengendalikan Penyakit Bercak Daun<\/b><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah mengetahui faktor yang membuat perkembangan penyakit bercak daun pada kelapa sawit, Anda pun mulai mencari cara mengendalikan atau mengatasi <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">bercak daun kelapa sawit<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> agar terhindar dari penyakit yang cukup dikhawatirkan ini?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mengetahui lebih lanjut, simak pembahasan berikut ini mengenai <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">cara mengatasi bercak daun pada bibit sawit<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> yang bisa Anda lakukan, di antaranya:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Letaklah bibit kelapa sawit dengan jarak lebih dari 90 cm dengan bibit kelapa sawit lainnya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Saat musim penghujan, kurangi volume siraman untuk sementara waktu.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lakukan penyiraman secara manual menggunakan gembor dan sebaiknya saat penyiraman di arahkan ke tanah yang ada di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">polybag <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">bukan ke daun.<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gunakan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">fungisida <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">bercak daun bibit sawit<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> atau <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">bio<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">fungisida untuk bercak daun sawit<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> seperti <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">CHIPS<sup>\u00ae<\/sup><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0dari <\/span><a href=\"https:\/\/pkt-group.com\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">PKT<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><b>Solusi dari Penyakit Bercak Daun Kelapa Sawit<\/b><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Saat menanam sawit, ternyata kelapa sawit Anda mengalami penyakit bercak daun? Anda bisa menggunakan <\/span><a href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/fungisida-kelapa-sawit\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">fungisida <em>Ganoderma<\/em> <\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">dari PKT (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Plantation Key Technology<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">), yaitu <\/span><a href=\"https:\/\/pkt-group.com\/product\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">CHIPS<sup>\u00ae<\/sup><\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain menawarkan <\/span><a href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-chips-sebagai-salah-satu-pengendali-hayati-untuk-membasmi-jamur-ganoderma-boninense\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">CHIPS<sup>\u00ae<\/sup><\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0sebagai solusi dari penyakit <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">bercak daun kelapa sawit<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, perusahaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">research &amp; solution <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">ini juga menawarkan dokter pribadi untuk tanaman kelapa sawit Anda yang sudah memiliki gejala penyakit bercak daun.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tak hanya itu, sebelum menanam sawit, Anda juga bisa meminta penyuluhan melalui PKT. Jadi, Anda bisa mengikuti sesuai aturan yang sudah diberikan oleh PKT agar tanaman kelapa sawit Anda berhasil tumbuh dengan baik dan terhindar dari risiko penyakit.<\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><b>Sudah Tahu Cara Mengendalikan Penyakit Bercak Daun Pada Bibit Kelapa Sawit?<\/b><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain membuat bibit kelapa sawit yang unggul maupun merawat kelapa sawit, Anda harus mengetahui bahwa di setiap tanaman tidak menutup kemungkinan akan terkena penyakit yang berasal dari hama maupun jamur. Sama seperti halnya tanaman kelapa sawit.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyakit berupa <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">bercak daun kelapa sawit<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> ini memang penyakit pada daun kelapa sawit yang kerap kali terjadi. Untuk itulah, pembahasan di atas pun diharapkan berguna dan menambah pengetahuan bagi Anda yang sedang menanam kelapa sawit.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah pembahasan artikel di atas mengenai <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">bercak daun kelapa sawit<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, penyebab penyakit bercak daun, penyebab, faktor pemicu, cara mengendalikan, hingga solusinya yang bisa Anda ketahui.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana, kini Anda sudah lebih mengerti bukan? Jadi, Anda tak perlu bingung lagi ketika tanaman kelapa sawit terkena bercak daun. Semoga pembahasan dari artikel di atas menambah wawasan ya!<\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><b>FAQ<\/b><\/h2>\n<h3>1.Apa penyebab bibit kelapa sawit daunnya kuning-kuning?<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyebab bibit sawit daunnya kuning-kuning karena kelapa sawit yang memiliki kekurangan unsur magnesium. Jadi, untuk mengatasinya, Anda bisa menggunakan kieserite atau dolomit.<\/span><\/p>\n<h3>2. Apa penyebab daun sawit berkarat?<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ternyata, daun kelapa sawit memiliki penyakit yang membuatnya berkarat. Penyebab daun sawit berkarat karena ganggang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Cephaleuros virescens.<\/span><\/i><\/p>\n<h3>3. Penyakit apakah yang sering ada pada pohon sawit?<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut ini ada beberapa penyakit yang sering terjadi pada pohon sawit, di antaranya:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyakit Akar atau Busuk Akar Sawit (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">blast disease<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) menyerang perakaran pada kelapa sawit di dalam tanah sehingga menyebabkan akar pada pohon sawit membusuk.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyakit <a href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/busuk-pangkal-batang-pada-tanaman-kelapa-sawit\/\">Busuk Pangkal Batang<\/a> (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">basal stem rot<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau <\/span><a href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-jamur-ganoderma-gejala-dan-cara-penyebaran-jamur-ganoderma\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ganoderma<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">) menyerang pangkal batang dari pohon sawit.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyakit Busuk Kuncup (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">spear rot<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) menyerang kuncup dari pohon sawit.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyakit Garis Kuning (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">patch yellow<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) menyerang daun pohon sawit mulai dari yang termuda.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyakit <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">anthracnose <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">menyerang tulang daun maupun daun.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyakit Tajuk (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">crown disease<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) menyerang gen keturunan dari tanaman induk.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi perusahaan perkebunan yang memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai cara mengendalikan hama dan penyakit tanaman kelapa sawit. Kunjungi website kami <strong>www.pkt-group.com<\/strong> atau menghubungi whatsapp kami <strong>0821-2000-6888<\/strong>.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Anda sedang menanam bibit kelapa sawit? Namun, sudahkah Anda mengetahui tentang bercak daun kelapa sawit? Yuk cari tahu selengkapnya di sini!<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":7827,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[83],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Penyakit Bercak Daun Bibit Sawit dan Cara Mengendalikannya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Penyakit bercak daun pada bibit sawit disebabkan patogen Curvularia sp. kenali penyakit bercak daun dan cara mengendalikannya pada bibit sawit\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/penyakit-bercak-daun-bibit-sawit\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Penyakit Bercak Daun Bibit Sawit dan Cara Mengendalikannya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Penyakit bercak daun pada bibit sawit disebabkan patogen Curvularia sp. kenali penyakit bercak daun dan cara mengendalikannya pada bibit sawit\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/penyakit-bercak-daun-bibit-sawit\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-02-03T03:41:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-06-25T03:08:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/03103737\/02-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"735\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Writer04\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Writer04\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/penyakit-bercak-daun-bibit-sawit\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/penyakit-bercak-daun-bibit-sawit\/\"},\"author\":{\"name\":\"Writer04\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/d996ef615537d0b84d853d1ea534370a\"},\"headline\":\"Mengenal Penyakit Bercak Daun pada Bibit Sawit dan Cara Mengendalikannya\",\"datePublished\":\"2023-02-03T03:41:17+00:00\",\"dateModified\":\"2024-06-25T03:08:20+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/penyakit-bercak-daun-bibit-sawit\/\"},\"wordCount\":1113,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/penyakit-bercak-daun-bibit-sawit\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/03103737\/02-1.jpg\",\"articleSection\":[\"Hama &amp; Penyakit\"],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/penyakit-bercak-daun-bibit-sawit\/\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/penyakit-bercak-daun-bibit-sawit\/\",\"name\":\"Penyakit Bercak Daun Bibit Sawit dan Cara Mengendalikannya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/penyakit-bercak-daun-bibit-sawit\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/penyakit-bercak-daun-bibit-sawit\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/03103737\/02-1.jpg\",\"datePublished\":\"2023-02-03T03:41:17+00:00\",\"dateModified\":\"2024-06-25T03:08:20+00:00\",\"description\":\"Penyakit bercak daun pada bibit sawit disebabkan patogen Curvularia sp. kenali penyakit bercak daun dan cara mengendalikannya pada bibit sawit\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/penyakit-bercak-daun-bibit-sawit\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/penyakit-bercak-daun-bibit-sawit\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/penyakit-bercak-daun-bibit-sawit\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/03103737\/02-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/03103737\/02-1.jpg\",\"width\":735,\"height\":400,\"caption\":\"Mengenal Penyakit Bercak Daun pada Bibit Sawit dan Cara Mengendalikannya\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/penyakit-bercak-daun-bibit-sawit\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengenal Penyakit Bercak Daun pada Bibit Sawit dan Cara Mengendalikannya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\",\"name\":\"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia\",\"description\":\"Sawitnotif adalah blog informatif mengenai kelapa sawit dan jamur ganoderma yang bisa menambah pengetahuan Anda tentang kelapa sawit\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization\",\"name\":\"PT. Propadu Konair Tarahubun\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png\",\"width\":823,\"height\":563,\"caption\":\"PT. Propadu Konair Tarahubun\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/d996ef615537d0b84d853d1ea534370a\",\"name\":\"Writer04\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4212b4b7101aa5d9a5edb7637d72ab82?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4212b4b7101aa5d9a5edb7637d72ab82?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Writer04\"},\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/author\/admin4\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Penyakit Bercak Daun Bibit Sawit dan Cara Mengendalikannya","description":"Penyakit bercak daun pada bibit sawit disebabkan patogen Curvularia sp. kenali penyakit bercak daun dan cara mengendalikannya pada bibit sawit","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/penyakit-bercak-daun-bibit-sawit\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Penyakit Bercak Daun Bibit Sawit dan Cara Mengendalikannya","og_description":"Penyakit bercak daun pada bibit sawit disebabkan patogen Curvularia sp. kenali penyakit bercak daun dan cara mengendalikannya pada bibit sawit","og_url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/penyakit-bercak-daun-bibit-sawit\/","og_site_name":"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia","article_published_time":"2023-02-03T03:41:17+00:00","article_modified_time":"2024-06-25T03:08:20+00:00","og_image":[{"width":735,"height":400,"url":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/03103737\/02-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Writer04","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Writer04","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/penyakit-bercak-daun-bibit-sawit\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/penyakit-bercak-daun-bibit-sawit\/"},"author":{"name":"Writer04","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/d996ef615537d0b84d853d1ea534370a"},"headline":"Mengenal Penyakit Bercak Daun pada Bibit Sawit dan Cara Mengendalikannya","datePublished":"2023-02-03T03:41:17+00:00","dateModified":"2024-06-25T03:08:20+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/penyakit-bercak-daun-bibit-sawit\/"},"wordCount":1113,"publisher":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/penyakit-bercak-daun-bibit-sawit\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/03103737\/02-1.jpg","articleSection":["Hama &amp; Penyakit"],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/penyakit-bercak-daun-bibit-sawit\/","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/penyakit-bercak-daun-bibit-sawit\/","name":"Penyakit Bercak Daun Bibit Sawit dan Cara Mengendalikannya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/penyakit-bercak-daun-bibit-sawit\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/penyakit-bercak-daun-bibit-sawit\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/03103737\/02-1.jpg","datePublished":"2023-02-03T03:41:17+00:00","dateModified":"2024-06-25T03:08:20+00:00","description":"Penyakit bercak daun pada bibit sawit disebabkan patogen Curvularia sp. kenali penyakit bercak daun dan cara mengendalikannya pada bibit sawit","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/penyakit-bercak-daun-bibit-sawit\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id-ID","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/penyakit-bercak-daun-bibit-sawit\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/penyakit-bercak-daun-bibit-sawit\/#primaryimage","url":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/03103737\/02-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/03103737\/02-1.jpg","width":735,"height":400,"caption":"Mengenal Penyakit Bercak Daun pada Bibit Sawit dan Cara Mengendalikannya"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/penyakit-bercak-daun-bibit-sawit\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengenal Penyakit Bercak Daun pada Bibit Sawit dan Cara Mengendalikannya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/","name":"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia","description":"Sawitnotif adalah blog informatif mengenai kelapa sawit dan jamur ganoderma yang bisa menambah pengetahuan Anda tentang kelapa sawit","publisher":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization","name":"PT. Propadu Konair Tarahubun","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png","contentUrl":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png","width":823,"height":563,"caption":"PT. Propadu Konair Tarahubun"},"image":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/d996ef615537d0b84d853d1ea534370a","name":"Writer04","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4212b4b7101aa5d9a5edb7637d72ab82?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4212b4b7101aa5d9a5edb7637d72ab82?s=96&d=mm&r=g","caption":"Writer04"},"url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/author\/admin4\/"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/03103737\/02-1.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7826"}],"collection":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7826"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7826\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9915,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7826\/revisions\/9915"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7827"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7826"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7826"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7826"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}