{"id":6112,"date":"2022-06-27T17:03:34","date_gmt":"2022-06-27T10:03:34","guid":{"rendered":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/?p=6112"},"modified":"2024-12-24T15:12:37","modified_gmt":"2024-12-24T08:12:37","slug":"jenis-jenis-hama-dan-penyakit-pada-tanaman-kelapa-sawit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/jenis-jenis-hama-dan-penyakit-pada-tanaman-kelapa-sawit\/","title":{"rendered":"Jenis-Jenis Hama dan Penyakit pada Tanaman Kelapa Sawit"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis hama dan <a href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/penyakit-yang-sering-terjadi-pada-tanaman-kelapa-sawit\/\">penyakit kelapa sawit<\/a> juga harus dipahami dengan baik oleh para petani atau orang-orang yang bergerak dalam sektor budidaya tanaman tersebut. Ada banyak jenis hama dan penyakit yang bisa mengganggu produktivitas tanaman kelapa sawit. Setiap jenis hama dan penyakit terseb<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ut punya cara penanganan yang berbeda-beda.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kelapa sawit atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Elaeis guineensis<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> banyak<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> dibudidayakan di Indonesia. Indonesia juga tergolong sebagai negara pengekspor minyak sawit terbesar. Berdasarkan data <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Kementerian Pertanian Republik Indonesia, pada bulan Agustus 2021 saja. <\/span><a href=\"https:\/\/www.pertanian.go.id\/home\/?show=news&amp;act=view&amp;id=1663\"><span style=\"font-weight: 400;\">Indonesia telah mengekspor 4,27 juta ton minyak sawit dengan total pendapatan mencapai US$ 4,42 miliar<\/span><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Meningkatnya komoditi minyak sawit ini membuat banyak orang berlomba-lomba untuk membudidayakan tanaman kelapa sawit. Pemerintah Indonesia pun juga terus berupaya mendorong pengembangan ekspor minyak sawit.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, potensi budidaya sawit yang besar tersebut bisa terancam jika tidak ada edukasi mengenai jenis hama dan penyakit kelapa sawit. Seiring dengan meningkatnya budidaya kelapa sawit, petani juga kerap menghadapi serangan hama dan penyakit yang mengancam produktivitas tanaman.<\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><b>Jenis Hama pada Tanaman Kelapa Sawit<\/b><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ada beberapa jenis hama yang sering mengganggu produktivitas kelapa sawit. Berikut jenis hama tersebut:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b>Tungau<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tungau yang kerap menyerang kelapa sawit adalah jenis tungau merah atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Oligonychus litchii<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Hal tersebut memiliki ukuran 0,5 mm dan sering menyerang bagian daun. Biasanya, mereka hidup di bagian batang daun untuk menghisap klorofil sehingga warna daun menjadi kecoklatan. Selain menyebabkan kerusakan daun, hama ini juga bisa merusak bibit yang disemai. Biasanya, tungau merah muncul saat musim kemarau.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mengendalikan hama ini, Anda bisa menggunakan air sabun. Caranya dengan mencampurkan sabun cuci piring dan air lalu menyemprotkannya ke tanaman yang terserang hama.<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b>Ulat api<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ulat api juga merusak tanaman dengan mengikis lapisan daun hingga mati seperti terbakar. Hal ini bisa membuat tanaman kelapa sawit sulit berfotosintesis. <a href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ciri-dan-jenis-ulat-api-yang-menyerang-kelapa-sawit\/\">Serangan ulat api<\/a> bisa menurunkan produktivitas kelapa sawit hingga 69%.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mengendalikannya, Anda bisa<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> melakukan sensus secara rutin dengan mengambil sampel daun yang paling tengah. Kemudian, penanaman tanaman inang ulat api, dengan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">membuat plot tanaman di pinggir jalan kebun dengan ukuran bervariasi (sesuai kondisi areal), namun umumnya ukuran plot antara 3 \u2013 4 meter, dengan populasi tanaman inang 300 \u2013 400 bibit.<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">Terakhir, melakukan pengendalian secara mekanis dengan cara mengambil dan membunuh ulat api secara langsung hama ulat api dan pengendalian hayati dengan menggunakan teknologi <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">CHIPS<\/span><sup>\u00ae <\/sup><span style=\"font-weight: 400;\">3.1 dari PKT (Propadu Konair Tarahubun\/<em>Plantation Key Technology<\/em>).<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>\n<h3><b> Nematoda <\/b><b><i>Rhadinaphelenchus cocophilus<\/i><\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nematoda <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Rhadinaphelenchus cocophilus<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah hama pada kelapa sawit yang menyerang akar tanaman. Hama ini bisa menimbulkan gejala berupa daun muda yang tergulung lalu menguning dan mengering. Hama ini juga bisa membuat tanda bunga membusuk dan tidak bisa menghasilkan buah. Untuk mengendalikannya, Anda bisa memberikan natrium arsenit pada tanaman yang diserang hama. Anda juga perlu memberantas sumber infeksi dengan membakar tanaman yang telah mati.<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b>Kumbang<\/b><b><i> Oryctes rhinoceros<\/i><\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Serangan <a href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/waspada-serangan-hama-kumbang-tanduk-oryctes-rhinoceros-pada-kelapa-sawit-anda\/\">kumbang Oryctes Rhinoceros<\/a><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0bisa membuat tanaman muda membusuk dan mati. Untuk mengendalikan hama ini Anda harus melakukan pengendalian kultur teknis dengan cara sanitasi yang merupakan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">metode pengendalian efektif untuk memutus siklus hidup kumbang tanduk. Kemudian, pengendalian mekanik dengan melakukan pengendalian secara kontak langsung dengan cara memungut larva yang terdapat pada batang yang sudah melapuk. Satu batang yang lapuk biasanya terdapat 12-42 larva. Teknik ini tidak begitu efektif untuk kebun yang luas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terakhir melakukan pengendalian hayati dengan menggunakan teknologi CHIPS<\/span><sup>\u00ae <\/sup><span style=\"font-weight: 400;\">3.1 dari <\/span><a style=\"background-color: white; font-size: 1rem;\" href=\"https:\/\/bit.ly\/2ONNvbr\"><b>PKT (Plantation Key Technology)<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Keistimewaan <\/span><a style=\"background-color: white; font-size: 1rem;\" href=\"https:\/\/bit.ly\/2ONNvbr\"><b>teknologi CHIPS<\/b><b><\/b><\/a><sup>\u00ae<\/sup><a style=\"background-color: white; font-size: 1rem;\" href=\"https:\/\/bit.ly\/2ONNvbr\"><b> 3.1<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> yang diformulasikan khusus untuk pengendalian hama <\/span><i style=\"font-size: 1rem;\">Oryctes<\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> secara sistemik. Sistemik yang berarti ketika kumbang tanduk terpapar dengan bahan aktif CHIPS<\/span><sup>\u00ae <\/sup><span style=\"font-weight: 400;\">3.1 ini secara tidak langsung dan tidak sadar hama <\/span><i style=\"font-size: 1rem;\">Oryctes<\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tersebut akan membawa penyakit kembali ke habitatnya. Kumbang tersebut tidak mati ditempat secara langsung, melainkan akan menginfeksi kumbang ataupun larva lainnya yang berada di sarangnya. Tersebarnya bahan aktif CHIPS<\/span><sup>\u00ae <\/sup><span style=\"font-size: 1rem;\">3.1 tersebut akan menekan laju pertumbuhan telur, larva dan kumbang dewasa lainnya, sehingga dapat menghemat waktu, tenaga kerja, dan biaya aplikasi.<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b>Ngengat<\/b><b><i> Tirathaba mundella<\/i><\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hama ngengat<\/span> <i><span style=\"font-weight: 400;\">Tirathaba mundella<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> a<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">tau <a href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-penggerek-buah-sawit\/\">penggerek tandan buah<\/a> bisa membuat buah kelapa sawit berlubang. Hama ini biasanya menyerang kelapa sawit yang berusia 3 hingga 4 tahunan namun tanaman berusia tua juga bisa terinfeksi hama ini.<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b>Larva <\/b><b><i>Tirathaba mundella<\/i><\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hama ini biasanya menyerang bagian bunga. Akibatnya, bunga akan gugur dan gagal membentuk buah yang bagus. Untuk mengendalikan hama ini, Anda bisa menggunakan insektisida sistemik dan melakukan pengendalian gulma.<\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><b>Penyakit Pada Tanaman Kelapa Sawit<\/b><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain hama, produktivitas kelapa sawit juga bisa terganggu karena serangan penyakit. Berikut penyakit yang kerap menyerang kelapa sawit:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b>Penyakit akar<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyakit akar at<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">au <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">blast disease<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> bisa membuat tanaman tumbuh tak normal, daun berubah warna menjadi kekuningan, dan tanaman melemah. Penyakit akar disebabkan oleh infeksi jamur<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Phytium sp <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Rhizoctonia lamellifera<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mencegahnya, Anda harus melakukan pembudidayaan yang efisien dan membuat persemaian yang baik agar bibit tetap sehat dan kuat. Selain itu, Anda juga perlu memperhatikan dosis pemberian air, terutama saat musim kemarau.<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b>Busuk Pangkal Batang<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyakit <a href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/busuk-pangkal-batang-pada-tanaman-kelapa-sawit\/\">busuk pangkal batang<\/a> bisa membuat perubahan pada fisik daun seperti memiliki warna daun yang terlihat hijau kekuningan, kusam, dan pelepah layu. Kemudian, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">daun tombak tidak membuka dan seiring waktu, batang tanaman bisa patah, membusuk dan mati. Penyebab penyakit ini adalah jamur <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-jamur-ganoderma-gejala-dan-cara-penyebaran-jamur-ganoderma\/\">Ganoderma boninense<\/a>, Ganoderma applanatum<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ganoderma pseudoferrum<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cara mencegahnya, Anda dapat mengaplikasikan <a href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/fungisida-kelapa-sawit\/\">fungisida <em>Ganoderma <\/em><\/a><\/span><b>CHIP<\/b><strong>S<sup>\u00ae<\/sup><\/strong><b><\/b><b>\u00a0<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">guna mendukung pertumbuhan tanaman dan akar. Maka, disarankan untuk menggunakan pupuk formulasi khusus seperti <\/span><b>MOAF<\/b><b><\/b><strong><sup>\u00ae <\/sup><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\">yang dibutuhkan oleh kebun sawit. Sehingga penyerapan lebih efesien dan dapat digunakan oleh tanaman secara efektif yang tidak menyebabkan kerusakan tanah.\u00a0<\/span><br \/>\n<b><\/b><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b>Busuk kuncup<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyakit busuk pucuk merupakan salah satu faktor penghambat dalam usaha meningkatkan produksi kelapa sawit. Penyakit ini dapat menyebabkan pertumbuhan yang tidak normal, menghambat proses pembentukan bunga dan buah sehingga mengalami kerugian hasil hingga mencapai 80%, juga dapat mengakibatkan kematian tanaman, terutama tanaman pada usia produktif.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyakit Busuk Pucuk yang disebabkan oleh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Phytophthora palmivora<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, menjadi salah satu penyakit penting tanaman kelapa sawit. Tanaman yang terserang menginfeksi bagian titik tumbuh tanaman. Penularan penyakit melalui spora dari tanaman sakit dengan perantaraan air hujan, angin, atau serangga. Ada beberapa cara pengendalian penyakit busuk pucuk yaitu dengan melakukan kultur teknis, sanitasi, pengendalian vektor, dan pengendalian hayati yang menggunakan CHIPS<\/span><sup>\u00ae <\/sup><span style=\"font-size: 1rem;\">formulasi khusus.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Pengendalian hayati dilakukan dengan cara memotong kuncup yang terinfeksi kemudian menaburkan CHIPS<\/span><sup>\u00ae <\/sup><span style=\"font-weight: 400;\">pada bagian yang telah dipotong, serta perlu diikuti dengan aplikasi pupuk MOAF<\/span><sup>\u00ae <\/sup><span style=\"font-size: 1rem;\">yang dapat membantu memperbaiki pertumbuhan tanaman agar normal kembali.<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b>Garis kuning<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyakit ini menyerang bagian daun, dimana akan membuat daun mengering dan gugur. Penyebab penyakit garis kuning adalah<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> jamur Fusarium oxysporum<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Untuk mencegahnya, Anda bisa melakukan inokulasi\u00a0 atau pemindahan jamur penyebab penyakit pada bibit dan tanaman muda.<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b><i>Anthrac<\/i><\/b><b><i>nose<\/i><\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyakit ini juga menyerang bagian daun, tepatnya di bagian ujung dan tepinya. Saat terserang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Anthracnose<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, bagian daun akan muncul bercak coklat dan hitam. Lambat laun, daun akan kering dan mati.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyakit ini terjadi karena infeksi jamur <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Melanconium <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sp, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Glomerella cingulata<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Botryodiplodia palmarum<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Untuk<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> mencegahnya, Anda harus mengatur jarak antar tanaman, melakukan pemupukan dengan rutin dan dosis tepat, serta melakukan pemindaian persemaian.<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"1\">\n<h3><b>Penyakit tajuk (<\/b><b><i>Crown disease<\/i><\/b><b>)<\/b><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/penyakit-yang-sering-terjadi-pada-tanaman-kelapa-sawit\/\">Penyakit kelapa sawit<\/a> ini bisa membuat ujung pelepah tanaman sobek dan tumbuh kecil. Penyakit tajuk bisa membuat pelepah bengkok dan gagal tumbuh helai. Kondisi ini bisa terjadi karena faktor genetis dari tanaman induk. Untuk mencegahnya, Anda perlu menyingkirkan gen tanaman induk pembawa risiko.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah penjelasan ringkas mengenai jenis-jenis hama dan penyakit yang bisa menyerang tanaman kelapa sawit. Ada banyak jenis hama dan penyakit yang bisa mengganggu produktivitas tanaman sawit. Setiap jenis hama dan penyakit memiliki gejala dan cara penanganannya sendiri. Karena itu, setiap orang yang terlibat dalam budidaya kelapa sawit harus memahaminya dengan benar. Kita tidak bisa hanya mengandalkan pestisida, pemupukan, dan pemberian air.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perlu langkah tersendiri dalam mengatasi setiap jenis hama atau penyakit yang menyerang tanaman kelapa sawit. Sebisa mungkin, kita juga perlu melakukan pemeriksaan rutin, seperti pemeriksaan kondisi tanah, kondisi daun, batang, dan sejenisnya, untuk mencegah hama dan penyakit yang berpotensi mengganggu produktivitas tanaman sawit. Sebab, pencegahan dini akan membantu meminimalisir kerusakan tanaman dan kerugian. Dengan begitu, hasil budidaya dan keuntungan yang Anda raih pun akan selalu optimal.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perusahaan Perkebunan yang ingin menuntaskan masalah hama dan penyakit pada tanaman kelapa sawit dapat segera menghubungi ahlinya PKT ( Plantation Key Technology) melalui nomor telepon atau Whatsapp<\/span> <a href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send?phone=6282120006888&amp;text=Silahkan%20tuliskan%20pertanyaan%20anda&amp;source=&amp;data=&amp;app_absent=\"><b>+62 821 2000 6888<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> atau kunjungi website <\/span><a href=\"https:\/\/www.pkt-group.com\/\"><b>www.pkt-group.com<\/b><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jenis hama dan penyakit kelapa sawit juga harus dipahami dengan baik oleh para petani atau orang-orang yang bergerak dalam sektor budidaya tanaman tersebut. Ada banyak jenis hama dan penyakit yang bisa mengganggu produktivitas tanaman kelapa sawit. Setiap jenis hama dan penyakit tersebut punya cara penanganan yang berbeda-beda.<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":10934,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[83],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Jenis-Jenis Hama dan Penyakit pada Tanaman Kelapa Sawit<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Potensi budidaya sawit yang besar tersebut bisa terancam jika tidak ada edukasi mengenai jenis hama dan penyakit kelapa sawit\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/jenis-jenis-hama-dan-penyakit-pada-tanaman-kelapa-sawit\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Jenis-Jenis Hama dan Penyakit pada Tanaman Kelapa Sawit\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Potensi budidaya sawit yang besar tersebut bisa terancam jika tidak ada edukasi mengenai jenis hama dan penyakit kelapa sawit\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/jenis-jenis-hama-dan-penyakit-pada-tanaman-kelapa-sawit\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-06-27T10:03:34+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-12-24T08:12:37+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/2024\/12\/24150432\/Jenis-Jenis-Hama-dan-Penyakit-Kelapa-Sawit.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"640\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"427\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Writer04\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Writer04\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/jenis-jenis-hama-dan-penyakit-pada-tanaman-kelapa-sawit\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/jenis-jenis-hama-dan-penyakit-pada-tanaman-kelapa-sawit\/\"},\"author\":{\"name\":\"Writer04\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/d996ef615537d0b84d853d1ea534370a\"},\"headline\":\"Jenis-Jenis Hama dan Penyakit pada Tanaman Kelapa Sawit\",\"datePublished\":\"2022-06-27T10:03:34+00:00\",\"dateModified\":\"2024-12-24T08:12:37+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/jenis-jenis-hama-dan-penyakit-pada-tanaman-kelapa-sawit\/\"},\"wordCount\":1310,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/jenis-jenis-hama-dan-penyakit-pada-tanaman-kelapa-sawit\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/2024\/12\/24150432\/Jenis-Jenis-Hama-dan-Penyakit-Kelapa-Sawit.jpg\",\"articleSection\":[\"Hama &amp; Penyakit\"],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/jenis-jenis-hama-dan-penyakit-pada-tanaman-kelapa-sawit\/\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/jenis-jenis-hama-dan-penyakit-pada-tanaman-kelapa-sawit\/\",\"name\":\"Jenis-Jenis Hama dan Penyakit pada Tanaman Kelapa Sawit\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/jenis-jenis-hama-dan-penyakit-pada-tanaman-kelapa-sawit\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/jenis-jenis-hama-dan-penyakit-pada-tanaman-kelapa-sawit\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/2024\/12\/24150432\/Jenis-Jenis-Hama-dan-Penyakit-Kelapa-Sawit.jpg\",\"datePublished\":\"2022-06-27T10:03:34+00:00\",\"dateModified\":\"2024-12-24T08:12:37+00:00\",\"description\":\"Potensi budidaya sawit yang besar tersebut bisa terancam jika tidak ada edukasi mengenai jenis hama dan penyakit kelapa sawit\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/jenis-jenis-hama-dan-penyakit-pada-tanaman-kelapa-sawit\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/jenis-jenis-hama-dan-penyakit-pada-tanaman-kelapa-sawit\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/jenis-jenis-hama-dan-penyakit-pada-tanaman-kelapa-sawit\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/2024\/12\/24150432\/Jenis-Jenis-Hama-dan-Penyakit-Kelapa-Sawit.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/2024\/12\/24150432\/Jenis-Jenis-Hama-dan-Penyakit-Kelapa-Sawit.jpg\",\"width\":640,\"height\":427,\"caption\":\"Jenis Hama dan Penyakit Kelapa Sawit\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/jenis-jenis-hama-dan-penyakit-pada-tanaman-kelapa-sawit\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Jenis-Jenis Hama dan Penyakit pada Tanaman Kelapa Sawit\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\",\"name\":\"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia\",\"description\":\"Sawitnotif adalah blog informatif mengenai kelapa sawit dan jamur ganoderma yang bisa menambah pengetahuan Anda tentang kelapa sawit\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization\",\"name\":\"PT. Propadu Konair Tarahubun\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png\",\"width\":823,\"height\":563,\"caption\":\"PT. Propadu Konair Tarahubun\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/d996ef615537d0b84d853d1ea534370a\",\"name\":\"Writer04\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4212b4b7101aa5d9a5edb7637d72ab82?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4212b4b7101aa5d9a5edb7637d72ab82?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Writer04\"},\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/author\/admin4\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Jenis-Jenis Hama dan Penyakit pada Tanaman Kelapa Sawit","description":"Potensi budidaya sawit yang besar tersebut bisa terancam jika tidak ada edukasi mengenai jenis hama dan penyakit kelapa sawit","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/jenis-jenis-hama-dan-penyakit-pada-tanaman-kelapa-sawit\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Jenis-Jenis Hama dan Penyakit pada Tanaman Kelapa Sawit","og_description":"Potensi budidaya sawit yang besar tersebut bisa terancam jika tidak ada edukasi mengenai jenis hama dan penyakit kelapa sawit","og_url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/jenis-jenis-hama-dan-penyakit-pada-tanaman-kelapa-sawit\/","og_site_name":"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia","article_published_time":"2022-06-27T10:03:34+00:00","article_modified_time":"2024-12-24T08:12:37+00:00","og_image":[{"width":640,"height":427,"url":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/2024\/12\/24150432\/Jenis-Jenis-Hama-dan-Penyakit-Kelapa-Sawit.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Writer04","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Writer04","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/jenis-jenis-hama-dan-penyakit-pada-tanaman-kelapa-sawit\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/jenis-jenis-hama-dan-penyakit-pada-tanaman-kelapa-sawit\/"},"author":{"name":"Writer04","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/d996ef615537d0b84d853d1ea534370a"},"headline":"Jenis-Jenis Hama dan Penyakit pada Tanaman Kelapa Sawit","datePublished":"2022-06-27T10:03:34+00:00","dateModified":"2024-12-24T08:12:37+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/jenis-jenis-hama-dan-penyakit-pada-tanaman-kelapa-sawit\/"},"wordCount":1310,"publisher":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/jenis-jenis-hama-dan-penyakit-pada-tanaman-kelapa-sawit\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/2024\/12\/24150432\/Jenis-Jenis-Hama-dan-Penyakit-Kelapa-Sawit.jpg","articleSection":["Hama &amp; Penyakit"],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/jenis-jenis-hama-dan-penyakit-pada-tanaman-kelapa-sawit\/","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/jenis-jenis-hama-dan-penyakit-pada-tanaman-kelapa-sawit\/","name":"Jenis-Jenis Hama dan Penyakit pada Tanaman Kelapa Sawit","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/jenis-jenis-hama-dan-penyakit-pada-tanaman-kelapa-sawit\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/jenis-jenis-hama-dan-penyakit-pada-tanaman-kelapa-sawit\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/2024\/12\/24150432\/Jenis-Jenis-Hama-dan-Penyakit-Kelapa-Sawit.jpg","datePublished":"2022-06-27T10:03:34+00:00","dateModified":"2024-12-24T08:12:37+00:00","description":"Potensi budidaya sawit yang besar tersebut bisa terancam jika tidak ada edukasi mengenai jenis hama dan penyakit kelapa sawit","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/jenis-jenis-hama-dan-penyakit-pada-tanaman-kelapa-sawit\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id-ID","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/jenis-jenis-hama-dan-penyakit-pada-tanaman-kelapa-sawit\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/jenis-jenis-hama-dan-penyakit-pada-tanaman-kelapa-sawit\/#primaryimage","url":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/2024\/12\/24150432\/Jenis-Jenis-Hama-dan-Penyakit-Kelapa-Sawit.jpg","contentUrl":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/2024\/12\/24150432\/Jenis-Jenis-Hama-dan-Penyakit-Kelapa-Sawit.jpg","width":640,"height":427,"caption":"Jenis Hama dan Penyakit Kelapa Sawit"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/jenis-jenis-hama-dan-penyakit-pada-tanaman-kelapa-sawit\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Jenis-Jenis Hama dan Penyakit pada Tanaman Kelapa Sawit"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/","name":"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia","description":"Sawitnotif adalah blog informatif mengenai kelapa sawit dan jamur ganoderma yang bisa menambah pengetahuan Anda tentang kelapa sawit","publisher":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization","name":"PT. Propadu Konair Tarahubun","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png","contentUrl":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png","width":823,"height":563,"caption":"PT. Propadu Konair Tarahubun"},"image":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/d996ef615537d0b84d853d1ea534370a","name":"Writer04","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4212b4b7101aa5d9a5edb7637d72ab82?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4212b4b7101aa5d9a5edb7637d72ab82?s=96&d=mm&r=g","caption":"Writer04"},"url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/author\/admin4\/"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/sawit-notif.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/2024\/12\/24150432\/Jenis-Jenis-Hama-dan-Penyakit-Kelapa-Sawit.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6112"}],"collection":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6112"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6112\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10017,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6112\/revisions\/10017"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10934"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6112"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6112"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6112"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}