{"id":4657,"date":"2022-04-11T15:33:15","date_gmt":"2022-04-11T08:33:15","guid":{"rendered":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/?p=4657"},"modified":"2025-04-28T12:37:16","modified_gmt":"2025-04-28T05:37:16","slug":"pengendalian-hama-kumbang-tanduk-di-perkebunan-kelapa-sawit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-kumbang-tanduk-di-perkebunan-kelapa-sawit\/","title":{"rendered":"Pengendalian Hama Kumbang Tanduk di Perkebunan Kelapa Sawit"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Hama kumbang tanduk<span style=\"font-weight: 400;\"> merupakan salah satu penghambat pertumbuhan kelapa sawit di Indonesia. Padahal, perkembangan kelapa sawit di Indonesia telah meningkat drastis selama dua dekade terakhir, dengan Riau yang merupakan kawasan kelapa sawit terbesar, yaitu seluas kurang lebih 2.103.175 hektare (ha).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun telah menjadi negara penghasil minyak sawit terbesar, tak jarang para pekebun mengaku kesulitan dalam melakukan peningkatan luas areal perkebunan kelapa sawit, karena selain terbatasnya lahan yang tersedia, permasalahan seperti hadirnya wabah organisme perusak tanaman, termasuk hama juga menjadi tantangan yang cukup besar. Artikel ini akan memberi penjelasan salah satu jenis hama yang paling umum menyerang tanaman sawit, yakni kumbang tanduk.<\/span><\/p>\n<h5 style=\"text-align: justify;\"><b>Apa Itu <\/b><b>Hama Kumbang Tanduk<\/b><b>?<\/b><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kumbang_tanduk\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kumbang tanduk<\/a> memiliki nama latin <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Oryctes rhinoceros <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">L<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Sebagai hama yang merusak kelapa sawit, kumbang tanduk kerap diberi julukan bor pucuk tumbuhan kelapa sawit. Biasanya, kumbang tanduk menyerang kelapa sawit yang ditanamkan di lahan sejak umur 1-3 tahun.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kumbang ini merusak tanaman kelapa sawit dengan cara menyerang titik tumbuh dan merusak daun muda, termasuk kecambah. Wabah hama ini juga dapat menyebabkan kematian tanaman jika menyerang titik tumbuh kelapa sawit.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"1\">\n<h6><b>Ciri-ciri <\/b><b>Hama Kumbang Tanduk<\/b><b>\u00a0<\/b><\/h6>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kumbang tanduk sangat umum ditemukan di kawasan perkebunan Asia Tenggara, dengan ukurannya yang tergolong sebagai salah satu kumbang terbesar di dunia. Aktif di malam hari, berikut ciri-ciri yang dapat terlihat dari fisik dan cara hidup kumbang tanduk.<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Secara fisik, tubuh kumbang terbagi menjadi tiga bagian, yakni bagian kepala, bagian dada, dan terakhir bagian perut.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tubuhnya berwarna coklat tua sampai hitam mengkilap.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Panjang tubuhnya dapat mencapai 35-50 mm, dengan lebar 20-33 mm.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sesuai dengan namanya, pada bagian kepala terdapat tanduk yang menjulang ke atas.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memiliki 6 kaki dan 2 pasang sayap. .<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jarak terbang kumbang tanduk diperkirakan sejauh 400 meter.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika hujan tiba, kumbang tanduk dipastikan bisa terbang walaupun tidak selincah biasanya.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kumbang tanduk jantan memiliki tanduk yang lebih panjang dibandingkan kumbang betina.\u00a0\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain panjang tanduk, kumbang tanduk jantan dan betina dapat dibedakan dengan melihat bagian tepi perutnya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kumbang tanduk betina bertelur dan berkembang biak di berbagai lokasi, bahkan di tempat kotor seperti tempat sampah.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"1\">\n<h6><b>Jenis-jenis <\/b><b>Hama Kumbang Tanduk<\/b><b>\u00a0<\/b><\/h6>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perlu dipahami bahwa <\/span>hama kumbang tanduk<span style=\"font-weight: 400;\"> yang menyerang kelapa sawit terbagi menjadi dua jenis. Kedua jenis tersebut sama-sama harus diwaspadai oleh para petani agar pohon kelapa sawit yang ditanam bisa tumbuh dengan baik. Berikut adalah jenis <a href=\"https:\/\/pkt-group.com\/serangga\/\">hama kumbang kelapa sawit<\/a>.\u00a0<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Oryctes rhinoceros <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">merupakan jenis kumbang tanduk yang paling sering dijumpai di berbagai daerah perkebunan kelapa sawit.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Xylotrupes gideon, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">kumbang tanduk jenis ini biasanya hanya ditemukan di beberapa daerah di Indonesia, salah satunya adalah Jawa Barat.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h5 style=\"text-align: justify;\"><b>Gejala yang Ditimbulkan<\/b><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ada beberapa gejala yang dapat ditimbulkan oleh <\/span>hama kumbang tanduk<span style=\"font-weight: 400;\">, baik yang berkelamin jantan maupun betina. Maka dari itu, penting untuk memahami gejala-gejala tersebut agar pohon kelapa sawit tetap berdiri tegak. Berikut ini adalah contoh gejalanya:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terdapat bekas potongan atau guntingan berbentuk huruf \u201cV\u201d pada daun kelapa sawit yang baru tumbuh terbuka, pelepah melintir atau tumbuh ke samping, dan matinya pupus atau titik tumbuh.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bila titik tumbuh terserang, maka pohon kelapa sawit akan cepat mati karena titik tumbuh tidak dapat membentuk daun dengan baik.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ditemukannya larva dan imago hama <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Oryctes rhinoceros <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">di sekitar tanaman kelapa sawit yang terserang dan pada tumpukan cacahan batang kelapa sawit tua <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">(chipping). <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Larva tersebut berasal dari telur yang diletakkan oleh kumbang betina selama beberapa kali, terdiri dari beberapa stadia.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kumbang tanduk ini dapat menyebabkan banyak masalah, baik di area tanaman baru maupun tanaman lama.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pohon kelapa sawit yang sudah mati dan membusuk, atau pohon yang terletak di dekat kotoran sapi adalah tempat berkembang biak yang baik untuk kumbang tanduk.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h5 style=\"text-align: justify;\"><b>Cara Menanggulangi <\/b><b>Hama Kumbang Tanduk<\/b><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengendalian hama kumbang tanduk harus dilakukan dengan sistem terpadu untuk mendapat hasil pengendalian yang terbaik, serta pengurangan populasi dalam waktu yang relatif singkat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Adapun prasyarat sistem terpadu, yakni menerapkan berbagai metode <a href=\"https:\/\/pkt-group.com\/serangga\/\">pengendalian kumbang tanduk<\/a> secara bersamaan di setiap area perkebunan kelapa sawit. Berikut ini adalah salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengendalikan kumbang tanduk di perkebunan kelapa sawit.\u00a0<\/span><\/p>\n<h6 style=\"text-align: justify;\"><b>1. Pengendalian Kultur Teknis<\/b><\/h6>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sanitasi merupakan metode pengendalian yang efektif untuk memutus siklus hidup kumbang tanduk. Sanitasi lahan harus diperhatikan. kumbang betina mempunyai kebiasaan untuk meletakkan telur pada batang kelapa sawit yang membusuk merupakan habitat yang cocok untuk kumbang tanduk. Batang yang masih tegak di robohkan kemudian dicacah. Batang yang membusuk dibelah sehingga terpapar sinar matahari. Larva kumbang tanduk tidak tahan terhadap suhu yang tinggi.<\/span><\/p>\n<h6 style=\"text-align: justify;\"><b>2. Pengendalian Mekanik<\/b><\/h6>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Metode pengendalian secara langsung kontak dengan hama sasaran dengan cara memungut larva yang terdapat pada batang yang sudah melapuk. Satu batang yang melapuk biasanya terdapat 12-42 larva. Teknik ini tidak begitu efektif untuk kebun yang luas.<\/span><\/p>\n<h6 style=\"text-align: justify;\"><b>3. Pengendalian Hayati<\/b><\/h6>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengendalian <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Oryctes<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> secara kultur teknis dan mekanik seperti diatas dapat dilakukan, namun hasilnya tidak efisien karena akan memakan waktu yang cukup lama dan pastinya tidak tuntas secara keseluruhan. Pengendalian hama <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Oryctes<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> akan efisien jika dilakukan secara hayati dengan menggunakan teknologi CHIPS<sup>\u00ae <\/sup> 3.1 dari <\/span><a href=\"https:\/\/bit.ly\/2ONNvbr\"><b>PKT (Plantation Key Technology)<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Keistimewaan <\/span><a href=\"https:\/\/bit.ly\/2ONNvbr\"><b>teknologi <span style=\"font-weight: 400;\">CHIPS<sup>\u00ae<\/sup><\/span> 3.1<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> yang diformulasikan khusus untuk pengendalian hama <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Oryctes<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> secara sistemik. Sistemik yang berarti ketika kumbang tanduk terpapar dengan bahan aktif CHIPS<sup>\u00ae<\/sup> 3.1 ini secara tidak langsung dan tidak sadar hama <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Oryctes<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tersebut akan membawa penyakit kembali ke habitatnya. Kumbang tersebut tidak mati ditempat secara langsung, melainkan akan menginfeksi kumbang ataupun larva lainnya yang berada di sarangnya. Tersebarnya bahan aktif CHIPS<sup>\u00ae<\/sup> 3.1 tersebut akan menekan laju pertumbuhan telur, larva dan kumbang dewasa lainnya, sehingga dapat menghemat waktu, tenaga kerja, dan biaya aplikasi.<\/span><\/p>\n<p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/manfaat-metarhizium-anisopliae-yang-efektif-dalam-mengendalikan-serangan-oryctes-rhinoceros\/\">Manfaat Metarhizium anisopliae Yang Efektif dalam Mengendalikan Serangan Oryctes rhinoceros<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah penjelasan singkat tentang <\/span>hama kumbang tanduk<b>, <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">disertai dengan cara mengatasinya agar kebun kelapa sawit dapat terhindar dari kerusakan. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan bisa diterapkan dengan baik.\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hama kumbang tanduk merupakan salah satu penghambat pertumbuhan kelapa sawit di Indonesia. Kumbang tanduk memiliki nama latin Oryctes rhinoceros L. Sebagai hama yang merusak kelapa sawit, kumbang tanduk kerap diberi julukan bor pucuk tumbuhan kelapa sawit. Pengendalian hama kumbang tanduk harus dilakukan dengan sistem terpadu untuk mendapat hasil pengendalian yang terbaik.<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":4658,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[83],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pengendalian Hama Kumbang Tanduk di Perkebunan Kelapa Sawit<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pengendalian hama kumbang tanduk harus dilakukan dengan sistem terpadu untuk mendapat hasil pengendalian yang terbaik. Baca selengkapnya\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-kumbang-tanduk-di-perkebunan-kelapa-sawit\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengendalian Hama Kumbang Tanduk di Perkebunan Kelapa Sawit\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pengendalian hama kumbang tanduk harus dilakukan dengan sistem terpadu untuk mendapat hasil pengendalian yang terbaik. Baca selengkapnya\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-kumbang-tanduk-di-perkebunan-kelapa-sawit\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-04-11T08:33:15+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-04-28T05:37:16+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Hama-Kumbang-Tanduk.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"730\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Writer04\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Writer04\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-kumbang-tanduk-di-perkebunan-kelapa-sawit\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-kumbang-tanduk-di-perkebunan-kelapa-sawit\/\"},\"author\":{\"name\":\"Writer04\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/d996ef615537d0b84d853d1ea534370a\"},\"headline\":\"Pengendalian Hama Kumbang Tanduk di Perkebunan Kelapa Sawit\",\"datePublished\":\"2022-04-11T08:33:15+00:00\",\"dateModified\":\"2025-04-28T05:37:16+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-kumbang-tanduk-di-perkebunan-kelapa-sawit\/\"},\"wordCount\":920,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-kumbang-tanduk-di-perkebunan-kelapa-sawit\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Hama-Kumbang-Tanduk.jpg\",\"articleSection\":[\"Hama &amp; Penyakit\"],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-kumbang-tanduk-di-perkebunan-kelapa-sawit\/\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-kumbang-tanduk-di-perkebunan-kelapa-sawit\/\",\"name\":\"Pengendalian Hama Kumbang Tanduk di Perkebunan Kelapa Sawit\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-kumbang-tanduk-di-perkebunan-kelapa-sawit\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-kumbang-tanduk-di-perkebunan-kelapa-sawit\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Hama-Kumbang-Tanduk.jpg\",\"datePublished\":\"2022-04-11T08:33:15+00:00\",\"dateModified\":\"2025-04-28T05:37:16+00:00\",\"description\":\"Pengendalian hama kumbang tanduk harus dilakukan dengan sistem terpadu untuk mendapat hasil pengendalian yang terbaik. Baca selengkapnya\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-kumbang-tanduk-di-perkebunan-kelapa-sawit\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-kumbang-tanduk-di-perkebunan-kelapa-sawit\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-kumbang-tanduk-di-perkebunan-kelapa-sawit\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Hama-Kumbang-Tanduk.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Hama-Kumbang-Tanduk.jpg\",\"width\":730,\"height\":400,\"caption\":\"Pengendalian Hama Kumbang Tanduk di Perkebunan Kelapa Sawit\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-kumbang-tanduk-di-perkebunan-kelapa-sawit\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pengendalian Hama Kumbang Tanduk di Perkebunan Kelapa Sawit\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\",\"name\":\"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia\",\"description\":\"Sawitnotif adalah blog informatif mengenai kelapa sawit dan jamur ganoderma yang bisa menambah pengetahuan Anda tentang kelapa sawit\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization\",\"name\":\"PT. Propadu Konair Tarahubun\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png\",\"width\":823,\"height\":563,\"caption\":\"PT. Propadu Konair Tarahubun\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/d996ef615537d0b84d853d1ea534370a\",\"name\":\"Writer04\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4212b4b7101aa5d9a5edb7637d72ab82?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4212b4b7101aa5d9a5edb7637d72ab82?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Writer04\"},\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/author\/admin4\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengendalian Hama Kumbang Tanduk di Perkebunan Kelapa Sawit","description":"Pengendalian hama kumbang tanduk harus dilakukan dengan sistem terpadu untuk mendapat hasil pengendalian yang terbaik. Baca selengkapnya","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-kumbang-tanduk-di-perkebunan-kelapa-sawit\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Pengendalian Hama Kumbang Tanduk di Perkebunan Kelapa Sawit","og_description":"Pengendalian hama kumbang tanduk harus dilakukan dengan sistem terpadu untuk mendapat hasil pengendalian yang terbaik. Baca selengkapnya","og_url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-kumbang-tanduk-di-perkebunan-kelapa-sawit\/","og_site_name":"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia","article_published_time":"2022-04-11T08:33:15+00:00","article_modified_time":"2025-04-28T05:37:16+00:00","og_image":[{"width":730,"height":400,"url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Hama-Kumbang-Tanduk.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Writer04","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Writer04","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-kumbang-tanduk-di-perkebunan-kelapa-sawit\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-kumbang-tanduk-di-perkebunan-kelapa-sawit\/"},"author":{"name":"Writer04","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/d996ef615537d0b84d853d1ea534370a"},"headline":"Pengendalian Hama Kumbang Tanduk di Perkebunan Kelapa Sawit","datePublished":"2022-04-11T08:33:15+00:00","dateModified":"2025-04-28T05:37:16+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-kumbang-tanduk-di-perkebunan-kelapa-sawit\/"},"wordCount":920,"publisher":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-kumbang-tanduk-di-perkebunan-kelapa-sawit\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Hama-Kumbang-Tanduk.jpg","articleSection":["Hama &amp; Penyakit"],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-kumbang-tanduk-di-perkebunan-kelapa-sawit\/","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-kumbang-tanduk-di-perkebunan-kelapa-sawit\/","name":"Pengendalian Hama Kumbang Tanduk di Perkebunan Kelapa Sawit","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-kumbang-tanduk-di-perkebunan-kelapa-sawit\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-kumbang-tanduk-di-perkebunan-kelapa-sawit\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Hama-Kumbang-Tanduk.jpg","datePublished":"2022-04-11T08:33:15+00:00","dateModified":"2025-04-28T05:37:16+00:00","description":"Pengendalian hama kumbang tanduk harus dilakukan dengan sistem terpadu untuk mendapat hasil pengendalian yang terbaik. Baca selengkapnya","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-kumbang-tanduk-di-perkebunan-kelapa-sawit\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id-ID","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-kumbang-tanduk-di-perkebunan-kelapa-sawit\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-kumbang-tanduk-di-perkebunan-kelapa-sawit\/#primaryimage","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Hama-Kumbang-Tanduk.jpg","contentUrl":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Hama-Kumbang-Tanduk.jpg","width":730,"height":400,"caption":"Pengendalian Hama Kumbang Tanduk di Perkebunan Kelapa Sawit"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/pengendalian-hama-kumbang-tanduk-di-perkebunan-kelapa-sawit\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pengendalian Hama Kumbang Tanduk di Perkebunan Kelapa Sawit"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/","name":"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia","description":"Sawitnotif adalah blog informatif mengenai kelapa sawit dan jamur ganoderma yang bisa menambah pengetahuan Anda tentang kelapa sawit","publisher":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization","name":"PT. Propadu Konair Tarahubun","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png","contentUrl":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png","width":823,"height":563,"caption":"PT. Propadu Konair Tarahubun"},"image":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/d996ef615537d0b84d853d1ea534370a","name":"Writer04","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4212b4b7101aa5d9a5edb7637d72ab82?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4212b4b7101aa5d9a5edb7637d72ab82?s=96&d=mm&r=g","caption":"Writer04"},"url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/author\/admin4\/"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Hama-Kumbang-Tanduk.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4657"}],"collection":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4657"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4657\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11638,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4657\/revisions\/11638"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4658"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4657"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4657"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4657"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}