{"id":4642,"date":"2022-04-09T13:52:38","date_gmt":"2022-04-09T06:52:38","guid":{"rendered":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/?p=4642"},"modified":"2023-12-12T10:33:17","modified_gmt":"2023-12-12T03:33:17","slug":"cara-mencegah-hama-babi-hutan-pada-kelapa-sawit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/cara-mencegah-hama-babi-hutan-pada-kelapa-sawit\/","title":{"rendered":"Cara Mencegah Hama Babi Hutan Pada Kelapa Sawit"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memerangi <\/span>hama babi hutan<span style=\"font-weight: 400;\"> tidaklah mudah. Untuk <a href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/cara-efektif-untuk-mencegah-hama-dan-penyakit-pada-kelapa-sawit\/\">mencegah hama<\/a> berciri khas hidung panjang dan kuat ini, ternyata jauh lebih sulit daripada berurusan dengan hama tikus dan landak. Bahkan, pada serangan di level yang sulit, mengatasi babi hutan membutuhkan biaya yang tidak sedikit.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ukuran tubuh babi hutan yang relatif besar menjadikannya memiliki kekuatan yang sangat kuat. Babi hutan juga terkenal dengan kemampuan penggalian tanah yang sangat luar biasa. Satu ekor babi hutan bahkan mampu mencabut pohon seukuran paha orang dewasa hanya dengan menggali tanah tempat pohon tumbuh. Namun meskipun sulit, bukan berarti hama babi hutan sama sekali tidak bisa diatasi. Mari mengenal lebih jauh tentang seluk beluk babi hutan hingga cara mengatasinya.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><b>Apa Itu <\/b><b>Hama Babi Hutan<\/b><b>?<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Babi hutan bernama latin<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Sus scrofa<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Sesuai namanya, babi hutan sangat mudah ditemui di kawasan seluruh Indonesia. Babi hutan adalah hewan omnivora yang dapat memakan tumbuhan, serangga, dan bangkai hewan. Adapun ciri-cirinya sebagai berikut:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Babi hutan memiliki berat antara 50-300 kg.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Panjang tubuh babi hutan berkisar antara 90-200 cm.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Babi hutan hidup di daerah yang dikelilingi oleh hutan, semak belukar, hutan sekunder dan hutan primer air payau.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain di hutan, babi jenis ini juga sering ditemui di area perkebunan, salah satunya adalah perkebunan kelapa sawit. Di mana, brondolan sawit adalah target utamanya untuk dijadikan santapan. Babi hutan termasuk sebagai hama tanaman sawit karena di samping memakan brondolan, babi hutan juga gemar memakan batang pohon dan buah kelapa sawit.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kehadirannya babi hutan kian meresahkan karena sering menyerang para pekerja lapangan dan masyarakat yang bermukim di sekitar perkebunan.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><b>Jenis Babi Hutan yang Sering Dijumpai<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Babi hutan memiliki beberapa jenis dengan nama latin yang berbeda pula. Berikut diantaranya:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"1\">\n<h5><b><i>Sus scrofa vittatus<\/i><\/b><\/h5>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Babi hutan jenis ini biasa disebut Celeng. Jenis <\/span>hama babi hutan<span style=\"font-weight: 400;\"> ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Moncongnya memiliki garis-garis putih\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Anak-anak babi hutan memiliki garis-garis coklat cerah yang seiring bertambah usia akan semakin memudar.\u00a0\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis babi ini hidup liar di daerah Semenanjung Taimalai dan beberapa pulau di Indonesia seperti Jawa, Sumatera, Kepulauan Sunda Kecil dan Pulau Komodo.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"1\">\n<h5><b><i>Sus scrofa barbatus<\/i><\/b><\/h5>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Sus barbatus<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau yang biasa disebut sebagai babi jenggot adalah jenis babi hutan yang banyak ditemukan di Semenanjung Malaya, Kalimantan, Sumatera, hingga Kepulauan Sulu. Babi jenis ini cukup besar dengan ciri-ciri sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Babi jenggot berkelamin jantan dapat memiliki tubuh sepanjang 1520 mm. Sedangkan betinanya berukuran sedikit lebih kecil.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tinggi bahu babi jenggot mencapai 90 cm.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berat tubuh babi jenggot terbesar dapat mencapai hingga 120 kg. Namun sebagian besar memiliki berat 57-83 kg.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Babi jenggot berusia muda berwarna hitam, dewasa berwarna pucat, kuning keabu-abuan, sampai putih.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sesuai dengan namanya, babi berkepala panjang ini memiliki rambut keras layaknya jenggot di sepanjang rahang bawah.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain jenggot, terdapat pula dua pasang tonjolan berdaging dan berkutil di kedua sisi mulut, dan ditutupi dengan rambut panjang keputihan yang keras.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"1\">\n<h5><b><i>Sus scrofa verrucosus<\/i><\/b><\/h5>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Babi jenis ini dikenal dengan beberapa nama, yakni babi kutil, babi jawa, dan babi bagong. Tak seperti jenis babi lainnya, penyebaran babi kutil terbatas, hanya bisa ditemui di Pulau Jawa dan Bawean. Sebelumnya, babi jenis ini juga bisa ditemukan di Pulau Madura. Spesies ini adalah hewan yang masuk ke dalam keluarga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Suidae. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut ciri-cirinya:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terdapat rambut atau surai yang memanjang dari ujung kepala sampai ekor di sepanjang tulang belakang.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti namanya, babi jenis ini memiliki tiga pasang kutil yang mengeras di sekitar hidung.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"2\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di alam liar, babi kutil diketahui melakukan perkawinan dengan babi celeng.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><b>Gejala yang Diakibatkan <\/b><b>Hama Babi Hutan<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tanda-tanda kerusakan akibat serangan babi hutan pada setiap tumbuhan tidaklah sama. Setiap pohon memiliki tanda serta gejalanya masing-masing. Berikut adalah beberapa contoh gejala yang ditimbulkan saat babi hutan melakukan penyerangan terhadap pohon.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada pohon karet muda, babi hutan gemar merusak tanaman dengan menggali tanah di sekitar pohon, lalu memotong akarnya.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada kelapa muda, bagian batang tanaman yang rusak dapat terputus dari batangnya dan terkadang jatuh ke pohon hingga menyebabkan tanaman itu mati.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada tanaman kelapa sawit, kerusakan ada pada perakaran, terutama akar makan (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">feeding roots) <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">di sekitar piringan atau cakram pohon. Hal ini pun bisa mengganggu proses penyerapan air dan nutrisi dari tanah dan menyebabkan timbulnya penyakit akar.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><b>Cara Mengatasi <\/b><b>Hama Babi Hutan<\/b><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Saat ini, pelaku bisnis kelapa sawit menggunakan banyak cara untuk menghindari serangan babi hutan. Perburuan menggunakan anjing pemburu umum dilakukan untuk memusnahkan babi di sekitar perkebunan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, selain cara itu, terdapat beberapa cara lain yang bisa digunakan untuk menjaga tanaman kelapa sawit dari babi hutan. Berikut beberapa diantaranya:<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><b>Metode Langsung<\/b><\/h4>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"2\">\n<h5><b>Pemasangan Jerat<\/b><\/h5>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Babi hutan dewasa biasanya lebih berhati-hati dan sulit dijebak. Sehingga yang paling memungkinkan untuk lebih mudah ditangkap adalah babi hutan jantan ataupun babi yang masih muda.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk babi hutan betina, disarankan pemasangan jerat dilakukan ketika babi hutan mulai berhenti menyusui anaknya, dan jebakan yang digunakan pun harus lebih kuat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Alat jerat dapat terbuat dari bahan tali baja yang sangat kuat. Jerat di pasang di sekitar tanaman dengan target menjerat kaki babi hutan hingga babi terikat dan tidak dapat melarikan diri. Metode ini memiliki kelemahan, yakni satu alat hanya dapat menangkap satu ekor babi dengan peluang keberhasilan yang rendah.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"2\">\n<h5><b>Racun<\/b><\/h5>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cara ini paling banyak digunakan oleh\u00a0 petani dan sejauh ini terbukti efektif. Memanfaatkan sifat babi hutan yang tidak pernah puas dan selalu lapar, maka racun yang diperoleh dari toko pertanian dapat dibubuhkan pada umpan berupa buah-buahan segar seperti pisang, apel, dan pepaya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian, racun babi dipasang di berbagai sudut perkebunan dalam waktu yang sama. Cara ini agar peracunan lebih efektif.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"2\">\n<h5><b>Berburu<\/b><\/h5>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perburuan ini bisa dilakukan secara massal ataupun individu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam perburuan massal, selain masyarakat, para petani ataupun tentara juga dapat diajak bekerja sama berburu babi di siang hari. Hewan pemburu seperti anjing pemburu juga mampu melacak keberadaan babi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perburuan di malam hari bisa dilakukan, caranya termudahnya dengan meletakkan umpan buah di titik-titik strategis, kemudian tunggu hingga babi datang dan pemburu dapat langsung menembaknya.<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"2\">\n<h5><b>Lubang Parit<\/b><\/h5>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk lubang parit termasuk bagian dari metode penjebakan babi. Lubang parit dibuat dengan cara dibor hingga kedalaman 1,5-2 m. Di bagian dalam lubang dapat diisikan dengan lumpur lunak sebagai penjerat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Babi yang masuk ke dalam lubang parit biasanya masih hidup. Selain dibunuh secara langsung, babi juga bisa diserahkan kepada pengelola suaka margasatwa untuk dikembangbiakkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><b>Metode Tidak Langsung<\/b><\/h4>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"2\">\n<h5><b>Pemagaran<\/b><\/h5>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Metode pemagaran terbagi menjadi tiga yang diantaranya sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"3\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pagar di sekeliling batang tanaman kelapa sawit yang dibuat dengan tinggi 40 cm. Biasanya, pagar ini dibuat ketika tumbuhan sudah berusia 2 tahun.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"3\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di sekeliling buah kelapa sawit juga bisa ditambahkan pagar besi berduri. Biasanya, pagar ini dibuat setinggi 60 cm, utamanya di masa awal pertumbuhan tanaman sawit.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"3\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menggunakan pagar kayu silang berbentuk segitiga dengan ukuran tinggi 60 cm. Sama seperti pagar kawat duri, pagar jenis ini bisa dipasang saat awal tumbuh.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li aria-level=\"2\">\n<h5><b>Penjagaan Malam Hari<\/b><\/h5>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kegiatan penjagaan malam hari dikenal penting untuk dilakukan, daripada hanya memasang orang-orangan sawah di tengah perkebunan yang ternyata tidak efektif. Hal ini dikarenakan babi hutan dapat dengan cepat mengidentifikasi orang-orangan yang dibuat tersebut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pemberantasan <\/span>hama babi hutan<span style=\"font-weight: 400;\"> harus melihat kondisi serta dan lingkungan sekitar kebun kelapa sawit. Membiarkan hama ataupun penyakit terus menerus menyerang tanaman hanya akan menimbulkan kerugian yang terus menerus bertambah.\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Memerangi hama babi hutan tidaklah mudah. Untuk mencegah hama berciri khas hidung panjang dan kuat ini, ternyata jauh lebih sulit daripada berurusan dengan hama tikus dan landak. Ukuran tubuh babi hutan yang relatif besar menjadikannya memiliki kekuatan yang sangat kuat. Babi hutan juga terkenal dengan kemampuan penggalian tanah yang sangat luar biasa.<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":4643,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[83],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara Mencegah Hama Babi Hutan Pada Kelapa Sawit<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Memerangi hama babi hutan tidaklah mudah. Mari mengenal lebih jauh tentang seluk beluk babi hutan hingga cara mengatasinya dari artikel ini\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/cara-mencegah-hama-babi-hutan-pada-kelapa-sawit\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara Mencegah Hama Babi Hutan Pada Kelapa Sawit\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Memerangi hama babi hutan tidaklah mudah. Mari mengenal lebih jauh tentang seluk beluk babi hutan hingga cara mengatasinya dari artikel ini\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/cara-mencegah-hama-babi-hutan-pada-kelapa-sawit\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-04-09T06:52:38+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-12-12T03:33:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Hama-Babi-Hutan.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"675\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Writer04\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Writer04\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/cara-mencegah-hama-babi-hutan-pada-kelapa-sawit\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/cara-mencegah-hama-babi-hutan-pada-kelapa-sawit\/\"},\"author\":{\"name\":\"Writer04\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/d996ef615537d0b84d853d1ea534370a\"},\"headline\":\"Cara Mencegah Hama Babi Hutan Pada Kelapa Sawit\",\"datePublished\":\"2022-04-09T06:52:38+00:00\",\"dateModified\":\"2023-12-12T03:33:17+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/cara-mencegah-hama-babi-hutan-pada-kelapa-sawit\/\"},\"wordCount\":1156,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/cara-mencegah-hama-babi-hutan-pada-kelapa-sawit\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Hama-Babi-Hutan.jpg\",\"articleSection\":[\"Hama &amp; Penyakit\"],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/cara-mencegah-hama-babi-hutan-pada-kelapa-sawit\/\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/cara-mencegah-hama-babi-hutan-pada-kelapa-sawit\/\",\"name\":\"Cara Mencegah Hama Babi Hutan Pada Kelapa Sawit\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/cara-mencegah-hama-babi-hutan-pada-kelapa-sawit\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/cara-mencegah-hama-babi-hutan-pada-kelapa-sawit\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Hama-Babi-Hutan.jpg\",\"datePublished\":\"2022-04-09T06:52:38+00:00\",\"dateModified\":\"2023-12-12T03:33:17+00:00\",\"description\":\"Memerangi hama babi hutan tidaklah mudah. Mari mengenal lebih jauh tentang seluk beluk babi hutan hingga cara mengatasinya dari artikel ini\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/cara-mencegah-hama-babi-hutan-pada-kelapa-sawit\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/cara-mencegah-hama-babi-hutan-pada-kelapa-sawit\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/cara-mencegah-hama-babi-hutan-pada-kelapa-sawit\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Hama-Babi-Hutan.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Hama-Babi-Hutan.jpg\",\"width\":1200,\"height\":675,\"caption\":\"Cara Mencegah Hama Babi Hutan Pada Kelapa Sawit\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/cara-mencegah-hama-babi-hutan-pada-kelapa-sawit\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara Mencegah Hama Babi Hutan Pada Kelapa Sawit\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\",\"name\":\"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia\",\"description\":\"Sawitnotif adalah blog informatif mengenai kelapa sawit dan jamur ganoderma yang bisa menambah pengetahuan Anda tentang kelapa sawit\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization\",\"name\":\"PT. Propadu Konair Tarahubun\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png\",\"width\":823,\"height\":563,\"caption\":\"PT. Propadu Konair Tarahubun\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/d996ef615537d0b84d853d1ea534370a\",\"name\":\"Writer04\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4212b4b7101aa5d9a5edb7637d72ab82?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4212b4b7101aa5d9a5edb7637d72ab82?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Writer04\"},\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/author\/admin4\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara Mencegah Hama Babi Hutan Pada Kelapa Sawit","description":"Memerangi hama babi hutan tidaklah mudah. Mari mengenal lebih jauh tentang seluk beluk babi hutan hingga cara mengatasinya dari artikel ini","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/cara-mencegah-hama-babi-hutan-pada-kelapa-sawit\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara Mencegah Hama Babi Hutan Pada Kelapa Sawit","og_description":"Memerangi hama babi hutan tidaklah mudah. Mari mengenal lebih jauh tentang seluk beluk babi hutan hingga cara mengatasinya dari artikel ini","og_url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/cara-mencegah-hama-babi-hutan-pada-kelapa-sawit\/","og_site_name":"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia","article_published_time":"2022-04-09T06:52:38+00:00","article_modified_time":"2023-12-12T03:33:17+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":675,"url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Hama-Babi-Hutan.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Writer04","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Writer04","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/cara-mencegah-hama-babi-hutan-pada-kelapa-sawit\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/cara-mencegah-hama-babi-hutan-pada-kelapa-sawit\/"},"author":{"name":"Writer04","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/d996ef615537d0b84d853d1ea534370a"},"headline":"Cara Mencegah Hama Babi Hutan Pada Kelapa Sawit","datePublished":"2022-04-09T06:52:38+00:00","dateModified":"2023-12-12T03:33:17+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/cara-mencegah-hama-babi-hutan-pada-kelapa-sawit\/"},"wordCount":1156,"publisher":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/cara-mencegah-hama-babi-hutan-pada-kelapa-sawit\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Hama-Babi-Hutan.jpg","articleSection":["Hama &amp; Penyakit"],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/cara-mencegah-hama-babi-hutan-pada-kelapa-sawit\/","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/cara-mencegah-hama-babi-hutan-pada-kelapa-sawit\/","name":"Cara Mencegah Hama Babi Hutan Pada Kelapa Sawit","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/cara-mencegah-hama-babi-hutan-pada-kelapa-sawit\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/cara-mencegah-hama-babi-hutan-pada-kelapa-sawit\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Hama-Babi-Hutan.jpg","datePublished":"2022-04-09T06:52:38+00:00","dateModified":"2023-12-12T03:33:17+00:00","description":"Memerangi hama babi hutan tidaklah mudah. Mari mengenal lebih jauh tentang seluk beluk babi hutan hingga cara mengatasinya dari artikel ini","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/cara-mencegah-hama-babi-hutan-pada-kelapa-sawit\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id-ID","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/cara-mencegah-hama-babi-hutan-pada-kelapa-sawit\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/cara-mencegah-hama-babi-hutan-pada-kelapa-sawit\/#primaryimage","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Hama-Babi-Hutan.jpg","contentUrl":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Hama-Babi-Hutan.jpg","width":1200,"height":675,"caption":"Cara Mencegah Hama Babi Hutan Pada Kelapa Sawit"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/cara-mencegah-hama-babi-hutan-pada-kelapa-sawit\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara Mencegah Hama Babi Hutan Pada Kelapa Sawit"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/","name":"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia","description":"Sawitnotif adalah blog informatif mengenai kelapa sawit dan jamur ganoderma yang bisa menambah pengetahuan Anda tentang kelapa sawit","publisher":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization","name":"PT. Propadu Konair Tarahubun","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png","contentUrl":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png","width":823,"height":563,"caption":"PT. Propadu Konair Tarahubun"},"image":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/d996ef615537d0b84d853d1ea534370a","name":"Writer04","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4212b4b7101aa5d9a5edb7637d72ab82?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4212b4b7101aa5d9a5edb7637d72ab82?s=96&d=mm&r=g","caption":"Writer04"},"url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/author\/admin4\/"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Hama-Babi-Hutan.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4642"}],"collection":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4642"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4642\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4862,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4642\/revisions\/4862"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4643"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4642"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4642"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4642"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}