{"id":4411,"date":"2022-02-24T15:32:06","date_gmt":"2022-02-24T08:32:06","guid":{"rendered":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/?p=4411"},"modified":"2025-03-18T08:59:38","modified_gmt":"2025-03-18T01:59:38","slug":"mengenal-praktik-jangka-benah-pemulih-kerusakan-hutan-akibat-sawit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-praktik-jangka-benah-pemulih-kerusakan-hutan-akibat-sawit\/","title":{"rendered":"Mengenal Praktik Jangka Benah Pemulih Kerusakan Hutan Akibat Sawit"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><b>Sawit Notif &#8211; <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Indonesia masih menghadapi permasalahan tata kelola perkebunan kelapa sawit, termasuk persoalan tumpang tindih kebun sawit dengan kawasan hutan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada 2019, data dari lembaga nirlaba yang fokus pada pelestarian lingkungan, Yayasan Kehati, mengemukakan ada <a href=\"https:\/\/sposindonesia.org\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/Buku-Hutan-Kita-Bersawit.pdf\">3,4 juta hektare (ha)<\/a> kebun sawit dalam kawasan hutan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Upaya pembenahan tata kelola sawit tak bisa dilakukan dengan cara yang koersif atau kaku. Misalnya, dengan pendekatan pidana ataupun dengan pembongkaran tanaman sawit yang terlanjur merambah kawasan hutan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain tak efektif, pendekatan-pendekatan tersebut tak menjamin pemulihan hutan yang kualitasnya terlanjur rusak atau menurun akibat kebun sawit. Pendekatan yang koersif juga amat berisiko pada kesejahteraan petani, dan rawan menimbulkan konflik.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Guna menyelesaikan persoalan ini, sejak 2018, tim dari Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada, bersama Universitas Jambi, Universitas Palangka Raya, dan Yayasan Kehati melalui program Strengthening Palm Oil Sustainability (SPOS) Indonesia merumuskan solusi untuk memperbaiki kondisi hutan yang telah digunakan untuk kebun sawit sejenis (monokultur), sekaligus menjaga kesinambungan pendapatan petani.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Solusi ini bernama <a href=\"https:\/\/jangkabenah.org\/definisi\/\">strategi jangka benah<\/a>, yakni penambahan jumlah tanaman berkayu pada kebun sawit monokultur melalui teknik <a href=\"https:\/\/www.fao.org\/forestry\/agroforestry\/80338\/en\/\">agroforestri (wanatani)<\/a> selama jangka waktu tertentu. Ini bertujuan untuk menambah keberagaman jenis tanaman dengan manfaat lingkungan dan manfaat ekonomi yang tinggi pada kebun sawit yang berada dalam kawasan hutan.<\/span><\/p>\n<p><strong>Bagaimana praktik jangka benah dapat memulihkan lingkungan? <\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Strategi jangka benah bertumpu pada petani sebagai aktor kunci untuk memulihkan lingkungan. Petani dapat memulainya dengan memilih jenis tanaman yang tepat untuk tumbuh bersama sawit di kebunnya.<\/span><\/p>\n<p>Berdasarkan hasil analisis, pemilihan tanaman dapat mempertimbangkan beberapa kriteria seperti:<\/p>\n<ul>\n<li>jenis asli atau endemik setempat<\/li>\n<li>multiguna (<em>multi purpose tree species<\/em>, atau MPTS); menghasilkan batang, kulit, buah, biji, daun getah atau akar yang bernilai ekonomi tinggi<\/li>\n<li>teknik budi daya yang cukup dikenal masyarakat<\/li>\n<li>berumur panjang<\/li>\n<li>memiliki perakaran yang dalam<\/li>\n<li>tersedia bahan tanaman dalam jumlah cukup<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kriteria tersebut dibutuhkan untuk memastikan agar tanaman bisa membantu meningkatkan jumlah mikroorganisme dalam tanah, sekaligus memperbaiki kemampuan tanah dalam menyimpan air yang terganggu akibat kebun sawit monokultur.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, tanaman juga mesti memiliki kemampuan untuk menyerap karbon yang tinggi agar bisa berkontribusi menahan laju emisi gas rumah kaca, serta memperbaiki iklim di sekitar kebun tersebut. Keberagaman tanaman juga dibutuhkan untuk meningkatkan keanekaragaman satwa di dalam kebun sawit.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Adapun kriteria multiguna dibutuhkan agar pohon juga dapat dimanfaatkan oleh petani.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kami mencatat sejumlah pohon yang memenuhi kriteria tersebut. Beberapa di antaranya adalah jengkol, cempedak, petai, durian, ataupun meranti.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain pemilihan tanaman, pola tanam pun patut diperhatikan dalam penerapan praktik jangka benah. Kami merekomendasikan <a href=\"https:\/\/jangkabenah.org\/pemilihan-jenis-dan-pola-tanam\/\">lima pola tanam<\/a> yang bisa dijadikan opsi oleh petani untuk memastikan pertumbuhan tanaman tidak mengganggu keberlangsungan sawit.<\/span><\/p>\n<figure class=\"align-center \"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone\" src=\"https:\/\/images.theconversation.com\/files\/446969\/original\/file-20220217-2552-1in2yp9.jpeg?ixlib=rb-1.1.0&amp;q=45&amp;auto=format&amp;w=754&amp;fit=clip\" sizes=\"(min-width: 1466px) 754px, (max-width: 599px) 100vw, (min-width: 600px) 600px, 237px\" srcset=\"https:\/\/images.theconversation.com\/files\/446969\/original\/file-20220217-2552-1in2yp9.jpeg?ixlib=rb-1.1.0&amp;q=45&amp;auto=format&amp;w=600&amp;h=351&amp;fit=crop&amp;dpr=1 600w, https:\/\/images.theconversation.com\/files\/446969\/original\/file-20220217-2552-1in2yp9.jpeg?ixlib=rb-1.1.0&amp;q=30&amp;auto=format&amp;w=600&amp;h=351&amp;fit=crop&amp;dpr=2 1200w, https:\/\/images.theconversation.com\/files\/446969\/original\/file-20220217-2552-1in2yp9.jpeg?ixlib=rb-1.1.0&amp;q=15&amp;auto=format&amp;w=600&amp;h=351&amp;fit=crop&amp;dpr=3 1800w, https:\/\/images.theconversation.com\/files\/446969\/original\/file-20220217-2552-1in2yp9.jpeg?ixlib=rb-1.1.0&amp;q=45&amp;auto=format&amp;w=754&amp;h=441&amp;fit=crop&amp;dpr=1 754w, https:\/\/images.theconversation.com\/files\/446969\/original\/file-20220217-2552-1in2yp9.jpeg?ixlib=rb-1.1.0&amp;q=30&amp;auto=format&amp;w=754&amp;h=441&amp;fit=crop&amp;dpr=2 1508w, https:\/\/images.theconversation.com\/files\/446969\/original\/file-20220217-2552-1in2yp9.jpeg?ixlib=rb-1.1.0&amp;q=15&amp;auto=format&amp;w=754&amp;h=441&amp;fit=crop&amp;dpr=3 2262w\" alt=\"Sistem agroforestri sawit campur dengan pola alternate rows\" width=\"600\" height=\"351\" \/><figcaption><span class=\"caption\">Sistem agroforestri sawit campur dengan pola <em>alternate rows<\/em>. Warna sawit abu-abu adalah sawit yang akan dijarangi, sedangkan sawit warna hijau adalah yang akan dipertahankan dalam periode jangka benah. <\/span><span class=\"attribution\"><span class=\"source\">(Jangkabenah.org)<\/span><\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p>Kami mengusulkan praktik jangka benah diterapkan selama 25 tahun. Umur tersebut mengacu pada masa produktif kelapa sawit. Harapannya, setelah tahun tersebut, petani melakukan penggantian tanaman (rotasi) sawit dengan tanaman kayu lainnya yang bermanfaat bagi lingkungan serta menambah pendapatan mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Saat ini sudah terbangun lahan percontohan (<em>demonstration plot<\/em>, atau demplot) untuk praktik jangka benah seluas 160 hektare di Desa Sungai Jernih di Provinsi Jambi, dan Desa Karangsari dan Kelurahan Pangkut yang berada di Kalimantan Tengah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengelolaan demplot ini melibatkan sekitar 90 petani dari 10 Kelompok Tani Hutan (KTH) pemegang izin Perhutanan Sosial. Lahan percontohan ini memang masih terlalu \u2018muda\u2019 untuk dievaluasi. Namun, berkaca dari <a href=\"https:\/\/www.sciencedirect.com\/science\/article\/abs\/pii\/S0167880919301720?via%3Dihub\">studi<\/a> yang pernah dilakukan di Jambi, kami optimistis praktik ini dapat menuai hasil positif bagi lingkungan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terkait aspek ekonomi, <a href=\"https:\/\/journal.unhas.ac.id\/index.php\/fs\/article\/view\/10375\">riset<\/a> telah menaksir praktik agroforestri dapat meningkatkan pendapatan petani hingga Rp 3,8 juta per ha per bulan. Angka ini jauh lebih banyak ketimbang petani yang hanya mengandalkan pendapatan dari sawit dari kawasan hutan, yaitu sebesar Rp 1 juta per ha per bulan.<\/span><\/p>\n<p><strong>Perhutanan Sosial menjadi alas legalitas<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak 2019, kami melakukan sosialisasi strategi jangka benah ke banyak daerah. Saat itu, banyak petani yang masih ragu menerapkan praktik ini karena khawatir akan \u2018digusur\u2019 sewaktu-waktu oleh aparat, terutama bagi kebun sawit yang berada di dalam kawasan hutan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kini keraguan itu bisa dipupus karena <a href=\"https:\/\/www.jogloabang.com\/lingkungan\/permen-lhk-9-2021-pengelolaan-perhutanan-sosial#:%7E:text=2021%20%2F%200%20Comments-,Permen%20LHK%209%20tahun%202021%20tentang%20Pengelolaan%20Perhutanan%20Sosial,Tahun%202021%20tentang%20Penyelenggaraan%20Kehutanan.&amp;text=percepatan%20Pengelolaan%20Perhutanan%20Sosial%3B%20dan,sanksi%20administratif.\">pemerintah membolehkan<\/a> masyarakat mengelola kebun sawit tersebut dengan syarat menerapkan praktik jangka benah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum memulai praktik ini, petani diwajibkan mengurus izin Perhutanan Sosial sebagai dasar hukum pengelolaannya. Perhutanan Sosial adalah pemberian izin pengelolaan hutan berkelanjutan dari negara kepada masyarakat (desa, masyarakat adat, ataupun kelompok tani).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Melalui Perhutanan sosial, produk petani sawit berpeluang untuk masuk ke dalam rantai pasok industri sawit yang sebelumnya terlarang buat mereka. Selain itu, produk sawit di kawasan hutan juga berpotensi mendapatkan akses untuk memperoleh sertifikasi perkebunan sawit berkelanjutan. Sebelumnya, petani kesulitan mendapatkan sertifikasi tersebut karena kebunnya yang berada di dalam kawasan hutan berstatus ilegal.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kendati begitu, opsi ini harus dijalankan dengan keinginan politik yang kuat dari semua pihak. Misalnya, pemerintah pusat dan daerah dapat mempercepat perizinan perhutanan sosial bagi masyarakat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pemerintah juga dapat mengusahakan agar strategi jangka benah masuk dalam pengelolaan sawit berkelanjutan dalam versi asosiasi sertifikasi sawit <a href=\"https:\/\/rspo.org\/\">Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO)<\/a>, maupun <a href=\"https:\/\/www.tuv-nord.com\/id\/en\/our-services\/energy-and-sustainability\/ispo\/#:%7E:text=Indonesian%20Sustainable%20Palm%20Oil%20System%20(ISPO)%20is%20a%20policy%20taken,of%20Indonesia's%20commitment%20to%20reduce\">Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO)<\/a>.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Koordinasi antar-kementerian juga diperlukan agar petani yang menerapkan praktik jangka benah bisa mendapatkan insentif. Harapannya, praktik jangka benah dapat diterapkan lebih luas lagi.<\/span><\/p>\n<p><strong>Partisipasi korporasi sawit sangat diperlukan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penerapan praktik jangka benah bukan hanya tanggung jawab petani skala kecil, tapi juga korporasi sawit maupun pemilik kebun lainnya. Data Yayasan Kehati menampilkan, sebagian besar kebun sawit di kawasan hutan (sekitar 2,7 juta ha) berada dalam izin perusahaan besar ataupun pemilik kebun individu dengan kapasitas finansial yang besar.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Guna menyelesaikan persoalan ini, korporasi harus memenuhi <a href=\"https:\/\/peraturan.bpk.go.id\/Home\/Details\/161854\/pp-no-24-tahun-2021\">kewajiban untuk membayar denda<\/a> atas kawasan hutan yang terlanjur dirambah. Pemenuhan kewajiban juga perlu diikuti dengan penerapan praktik jangka benah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perusahaan harus melihat praktik jangka benah sebagai investasi sekaligus kontribusi bagi lingkungan. Jika praktik ini hanya dianggap sebagai sanksi dari pemerintah, maka penyelesaian persoalan tumpang tindih akan sulit berjalan lancar.<!-- Below is The Conversation's page counter tag. Please DO NOT REMOVE. --><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" style=\"border: none !important; box-shadow: none !important; margin: 0 !important; max-height: 1px !important; max-width: 1px !important; min-height: 1px !important; min-width: 1px !important; opacity: 0 !important; outline: none !important; padding: 0 !important; text-shadow: none !important;\" src=\"https:\/\/counter.theconversation.com\/content\/177375\/count.gif?distributor=republish-lightbox-basic\" alt=\"The Conversation\" width=\"1\" height=\"1\" \/><!-- End of code. If you don't see any code above, please get new code from the Advanced tab after you click the republish button. The page counter does not collect any personal data. More info: http:\/\/theconversation.com\/republishing-guidelines --><\/span><\/p>\n<hr \/>\n<p><em><strong>Penulis:\u00a0<a href=\"https:\/\/theconversation.com\/profiles\/hero-marhaento-1312846\">Hero Marhaento<\/a>, Forest Resources Conservation Researcher,\u00a0<a href=\"https:\/\/theconversation.com\/institutions\/universitas-gadjah-mada-1558\">Universitas Gadjah Mada<\/a><\/strong><\/em><\/p>\n<p><em><strong>Sumber:\u00a0<a href=\"https:\/\/theconversation.com\/kerusakan-hutan-akibat-sawit-bisa-dipulihkan-melalui-praktik-jangka-benah-apa-itu-177375\">The Conversation<\/a><\/strong><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sawit Notif &#8211; Upaya pembenahan tata kelola sawit tak bisa dilakukan dengan cara yang koersif atau kaku. Penerapan praktik jangka benah bukan hanya tanggung jawab petani skala kecil, tapi juga korporasi sawit maupun pemilik kebun lainnya. Perusahaan harus melihat praktik jangka benah sebagai investasi sekaligus kontribusi bagi lingkungan.<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":4412,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[45,373,801,803,802],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mengenal Praktik Jangka Benah Pemulih Kerusakan Hutan Akibat Sawit<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Mengenal Praktik Jangka Benah Pemulih Kerusakan Hutan Akibat Sawit\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-praktik-jangka-benah-pemulih-kerusakan-hutan-akibat-sawit\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenal Praktik Jangka Benah Pemulih Kerusakan Hutan Akibat Sawit\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Mengenal Praktik Jangka Benah Pemulih Kerusakan Hutan Akibat Sawit\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-praktik-jangka-benah-pemulih-kerusakan-hutan-akibat-sawit\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-02-24T08:32:06+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-03-18T01:59:38+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/sawitnotif-20220224.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"735\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"writer3\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"writer3\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-praktik-jangka-benah-pemulih-kerusakan-hutan-akibat-sawit\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-praktik-jangka-benah-pemulih-kerusakan-hutan-akibat-sawit\/\"},\"author\":{\"name\":\"writer3\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/08b502eff6c8c000ab703c4eda6ad301\"},\"headline\":\"Mengenal Praktik Jangka Benah Pemulih Kerusakan Hutan Akibat Sawit\",\"datePublished\":\"2022-02-24T08:32:06+00:00\",\"dateModified\":\"2025-03-18T01:59:38+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-praktik-jangka-benah-pemulih-kerusakan-hutan-akibat-sawit\/\"},\"wordCount\":956,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-praktik-jangka-benah-pemulih-kerusakan-hutan-akibat-sawit\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/sawitnotif-20220224.jpg\",\"keywords\":[\"Berita Sawit\",\"Info Sawit\",\"jangka benah\",\"kerusakan hutan akibat sawit\",\"legalitas lahan sawit\"],\"articleSection\":[\"Berita\"],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-praktik-jangka-benah-pemulih-kerusakan-hutan-akibat-sawit\/\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-praktik-jangka-benah-pemulih-kerusakan-hutan-akibat-sawit\/\",\"name\":\"Mengenal Praktik Jangka Benah Pemulih Kerusakan Hutan Akibat Sawit\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-praktik-jangka-benah-pemulih-kerusakan-hutan-akibat-sawit\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-praktik-jangka-benah-pemulih-kerusakan-hutan-akibat-sawit\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/sawitnotif-20220224.jpg\",\"datePublished\":\"2022-02-24T08:32:06+00:00\",\"dateModified\":\"2025-03-18T01:59:38+00:00\",\"description\":\"Mengenal Praktik Jangka Benah Pemulih Kerusakan Hutan Akibat Sawit\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-praktik-jangka-benah-pemulih-kerusakan-hutan-akibat-sawit\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-praktik-jangka-benah-pemulih-kerusakan-hutan-akibat-sawit\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-praktik-jangka-benah-pemulih-kerusakan-hutan-akibat-sawit\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/sawitnotif-20220224.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/sawitnotif-20220224.jpg\",\"width\":735,\"height\":400,\"caption\":\"Mengenal Praktik Jangka Benah Pemulih Kerusakan Hutan Akibat Sawit\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-praktik-jangka-benah-pemulih-kerusakan-hutan-akibat-sawit\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengenal Praktik Jangka Benah Pemulih Kerusakan Hutan Akibat Sawit\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\",\"name\":\"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia\",\"description\":\"Sawitnotif adalah blog informatif mengenai kelapa sawit dan jamur ganoderma yang bisa menambah pengetahuan Anda tentang kelapa sawit\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization\",\"name\":\"PT. Propadu Konair Tarahubun\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png\",\"width\":823,\"height\":563,\"caption\":\"PT. Propadu Konair Tarahubun\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/08b502eff6c8c000ab703c4eda6ad301\",\"name\":\"writer3\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7e72c17fec0ff540be2513ed68f4a768?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7e72c17fec0ff540be2513ed68f4a768?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"writer3\"},\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/author\/admin3\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengenal Praktik Jangka Benah Pemulih Kerusakan Hutan Akibat Sawit","description":"Mengenal Praktik Jangka Benah Pemulih Kerusakan Hutan Akibat Sawit","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-praktik-jangka-benah-pemulih-kerusakan-hutan-akibat-sawit\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Mengenal Praktik Jangka Benah Pemulih Kerusakan Hutan Akibat Sawit","og_description":"Mengenal Praktik Jangka Benah Pemulih Kerusakan Hutan Akibat Sawit","og_url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-praktik-jangka-benah-pemulih-kerusakan-hutan-akibat-sawit\/","og_site_name":"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia","article_published_time":"2022-02-24T08:32:06+00:00","article_modified_time":"2025-03-18T01:59:38+00:00","og_image":[{"width":735,"height":400,"url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/sawitnotif-20220224.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"writer3","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"writer3","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-praktik-jangka-benah-pemulih-kerusakan-hutan-akibat-sawit\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-praktik-jangka-benah-pemulih-kerusakan-hutan-akibat-sawit\/"},"author":{"name":"writer3","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/08b502eff6c8c000ab703c4eda6ad301"},"headline":"Mengenal Praktik Jangka Benah Pemulih Kerusakan Hutan Akibat Sawit","datePublished":"2022-02-24T08:32:06+00:00","dateModified":"2025-03-18T01:59:38+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-praktik-jangka-benah-pemulih-kerusakan-hutan-akibat-sawit\/"},"wordCount":956,"publisher":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-praktik-jangka-benah-pemulih-kerusakan-hutan-akibat-sawit\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/sawitnotif-20220224.jpg","keywords":["Berita Sawit","Info Sawit","jangka benah","kerusakan hutan akibat sawit","legalitas lahan sawit"],"articleSection":["Berita"],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-praktik-jangka-benah-pemulih-kerusakan-hutan-akibat-sawit\/","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-praktik-jangka-benah-pemulih-kerusakan-hutan-akibat-sawit\/","name":"Mengenal Praktik Jangka Benah Pemulih Kerusakan Hutan Akibat Sawit","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-praktik-jangka-benah-pemulih-kerusakan-hutan-akibat-sawit\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-praktik-jangka-benah-pemulih-kerusakan-hutan-akibat-sawit\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/sawitnotif-20220224.jpg","datePublished":"2022-02-24T08:32:06+00:00","dateModified":"2025-03-18T01:59:38+00:00","description":"Mengenal Praktik Jangka Benah Pemulih Kerusakan Hutan Akibat Sawit","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-praktik-jangka-benah-pemulih-kerusakan-hutan-akibat-sawit\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id-ID","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-praktik-jangka-benah-pemulih-kerusakan-hutan-akibat-sawit\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-praktik-jangka-benah-pemulih-kerusakan-hutan-akibat-sawit\/#primaryimage","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/sawitnotif-20220224.jpg","contentUrl":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/sawitnotif-20220224.jpg","width":735,"height":400,"caption":"Mengenal Praktik Jangka Benah Pemulih Kerusakan Hutan Akibat Sawit"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/mengenal-praktik-jangka-benah-pemulih-kerusakan-hutan-akibat-sawit\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengenal Praktik Jangka Benah Pemulih Kerusakan Hutan Akibat Sawit"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/","name":"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia","description":"Sawitnotif adalah blog informatif mengenai kelapa sawit dan jamur ganoderma yang bisa menambah pengetahuan Anda tentang kelapa sawit","publisher":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization","name":"PT. Propadu Konair Tarahubun","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png","contentUrl":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png","width":823,"height":563,"caption":"PT. Propadu Konair Tarahubun"},"image":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/08b502eff6c8c000ab703c4eda6ad301","name":"writer3","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7e72c17fec0ff540be2513ed68f4a768?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7e72c17fec0ff540be2513ed68f4a768?s=96&d=mm&r=g","caption":"writer3"},"url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/author\/admin3\/"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/sawitnotif-20220224.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4411"}],"collection":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4411"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4411\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11464,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4411\/revisions\/11464"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4412"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4411"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4411"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4411"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}