{"id":4330,"date":"2022-01-26T15:00:33","date_gmt":"2022-01-26T08:00:33","guid":{"rendered":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/?p=4330"},"modified":"2023-08-30T16:00:59","modified_gmt":"2023-08-30T09:00:59","slug":"ini-4-risiko-transisi-iklim-bagi-industri-kelapa-sawit-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ini-4-risiko-transisi-iklim-bagi-industri-kelapa-sawit-indonesia\/","title":{"rendered":"Ini 4 Risiko Transisi Iklim Bagi Industri Kelapa Sawit Indonesia"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><b>Sawit Notif &#8211; <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Iklim yang kian bertransisi semakin terlihat dengan beragam fenomena alam yang terjadi di berbagai belahan dunia. Kondisi ini patut dipertimbangkan untuk dapat diketahui risiko-risiko yang berpotensi timbul, terutama kepada sektor dan negara penghasil emisi tinggi seperti Indonesia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan data <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Global Forest Watch, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dalam dua dekade terakhir Indonesia telah kehilangan 17 persen tutupan pohonnya. Angka ini setara dengan emisi karbon 19 giga ton CO<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">2<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">e. Faktor pendorong dari angka tersebut tidak lain akibat dari deforestasi yang dimanfaatkan untuk budidaya komoditas. Hal inilah yang membuat kelapa sawit menjadi salah satu komoditas yang rentan dalam upaya pengurangan emisi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terlebih dengan penobatan Indonesia sebagai salah satu negara penghasil kelapa sawit terbesar di dunia, dengan produksi mencapai lebih dari 52 juta ton pada tahun 2019, atau 58 persen dari pasokan global, mengacu pada data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pencegahan deforestasi dan degradasi hutan belakangan ini telah menjadi fokus pemerintah dan beberapa NGO sebagai tindak lanjut respon transisi iklim. Upaya ini, mengutip <em><b><a href=\"https:\/\/katadata.co.id\/jeany\/ekonomi-hijau\/61ef659a51af5\/risiko-transisi-iklim-dorong-industri-sawit-ambil-tindakan\">Katadata.co.id<\/a><\/b><\/em>, dapat meningkatkan risiko transisi iklim bagi industri kelapa sawit Indonesia.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Task Force on Climate Related Financial Disclosures<\/em> <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">(TCFD), yang merupakan gugus tugas dengan cakupan 32 anggota G20, telah mengelompokkan risiko transisi iklim dalam empat kategori berikut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><b>Risiko kebijakan dan peraturan,<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> mencakup litigasi lingkungan sampai kebijakan pemerintah dalam membantu pencapaian komitmen iklim internasional. Kebijakan yang dimaksud mulai dari konservasi hutan sampai mekanisme penetapan harga karbon.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh terbaru terjadi di Konferensi Tingkat Tinggi terkait Iklim (COP 26) di Glasgow, 26 November 2021 lalu. Lebih dari 100 pemimpin dunia mengikrarkan janji mengakhiri deforestasi dan mengembalikan fungsi hutan pada 2030. Presiden Joko Widodo menjadi salah seorang pemimpin yang menandatangani perjanjian nol deforestasi tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain komitmen para pemimpin dunia, pemerintah dari 28 negara juga menyatakan keseriusannya untuk menghapus deforestasi dari perdagangan global makanan dan produk pertanian lain seperti minyak kelapa sawit, kedelai, dan kakao.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">COP26 juga mempertegas Pasal 6 Perjanjian Paris terkait perdagangan karbon dan peningkatan momentum penetapan harga karbon internasional. <a href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/industri-kelapa-sawit-indonesia-menghadapi-challenging\/\">Industri kelapa sawit<\/a> Indonesia dihadapkan dengan risiko sekaligus peluang dari penetapan harga karbon ini.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pajak karbon akan meningkatkan biaya operasi bagi produsen yang getol menghasilkan emisi namun tidak berinvestasi dalam teknologi pengurangan emisi. Di sisi lain, pasar kredit karbon akan menawarkan sumber pendapatan tambahan bagi perusahaan yang melestarikan hutan yang ada ataupun mereboisasi lahan yang terdegradasi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Praktik penetapan harga karbon di Indonesia memang belum berjalan, namun terbitnya Peraturan Presiden Nomor 98\/2021 tentang Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon, menjadi lampu kuning untuk industri yang menghasilkan emisi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apalagi, berdasarkan riset<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Trove Research<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> bersama dengan<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> University College London <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(UCL), tengah tahun 2021 lalu, harga kredit karbon diperkirakan akan melonjak antara US$ 20-50 per metrik ton CO2e pada 2030. Kenaikan ini lebih tinggi dari kondisi di negara maju saat ini yang menerapkan harga rata-rata US$ 3-5 per metrik ton CO2e.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kondisi harga karbon internasional menjadi relevan dalam pengambilan keputusan strategis produsen kelapa sawit, karena terdapat<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> opportunity cost <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dari konversi lahan dan produksi. Dengan kondisi saat ini, harga US$ 15 per metrik ton CO2e, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Orbitas<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> memperkirakan konsesi kelapa sawit yang tidak ditanam dapat menghasilkan pendapatan tahunan hingga US$ 12,8 miliar untuk industri kelapa sawit Indonesia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><b>Risiko Pasar,<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> mengacu ke perubahan preferensi konsumen atau penurunan akses pasar sebagai akibat keterlibatan dalam deforestasi dan degradasi hutan.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya, jika perusahaan di sepanjang rantai pasok kelapa sawit mewajibkan adopsi kebijakan Nol Deforestasi, Nol Gambut, Nol Eksploitasi (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">No Deforestation, No Peat, No Exploitation<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\/NDPE) ke sumber pemasok mereka, hanya produsen yang patuh yang dapat mengakses pasar tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Temuan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Chain Reaction Research <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">menyebutkan, per April 2020, 83 persen kapasitas pemrosesan minyak sawit Malaysia dan Indonesia memenuhi standar NDPE. Kondisi ini akan sangat membatasi akses pasar bagi produsen yang belum bisa mengikuti standar tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><b>Risiko teknologi,<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> muncul dalam terobosan inovasi yang dapat menciptakan keunggulan kompetitif.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Prediksi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Orbitas,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> biaya pembebasan lahan akan naik sampai 52 persen pada 2050, sehingga produsen kelapa sawit yang bergantung dengan ekspansi untuk meningkatkan produksi akan sangat rentan mengalami pembengkakan biaya. Alternatifnya lewat peningkatan produktivitas di lahan. Hal ini dapat membuat produsen tetap bersaing.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Orbitas<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> merekomendasikan penggunaan teknik agroforestri yang sedang berkembang dan teknologi pengurangan emisi. Seperti penangkapan metana biogas untuk meningkatkan hasil, mendiversifikasi pendapatan, dan mengurangi biaya emisi di masa depan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><b>Risiko reputasi<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, kemungkinan akan timbul bagi citra perusahaan dan dapat mengakibatkan pembiayaan yang lebih sulit dan penurunan permintaan konsumen.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Beragam laporan dan pantauan dari berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) menyangkut aktivitas industri sawit Indonesia menjadi salah satu faktor kerentanan risiko reputasi ini. Dalam kasus yang serius, pemegang saham atau penyedia modal melakukan divestasi atau melakukan pendekatan kasus dengan perusahaan yang reputasinya terganggu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada November 2021, lebih dari 30 lembaga keuangan\u2013dengan aset kelolaan senilai US$8,7 triliun\u2013berkomitmen untuk mengakhiri investasi dalam kegiatan terkait deforestasi. Tindakan ini menjadi contoh peningkatan risiko divestasi bagi produsen yang terlibat dalam produksi CPO.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><b>Sumber: <a href=\"https:\/\/katadata.co.id\/jeany\/ekonomi-hijau\/61ef659a51af5\/risiko-transisi-iklim-dorong-industri-sawit-ambil-tindakan\">Katadata.co.id<\/a><\/b><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sawit Notif &#8211; Beragam laporan dan pantauan dari berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) menyangkut aktivitas industri sawit Indonesia menjadi salah satu faktor kerentanan risiko reputasi ini. Dalam kasus yang serius, pemegang saham atau penyedia modal melakukan divestasi atau melakukan pendekatan kasus dengan perusahaan yang reputasinya terganggu.\u00a0<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":4331,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[45,765,649,287,373,520],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Ini 4 Risiko Transisi Iklim Bagi Industri Kelapa Sawit Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kondisi transisi iklim patut dipertimbangkan untuk dapat mengetahui risiko-risiko yang berpotensi timbul, terutama bagi industri kelapa sawit.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ini-4-risiko-transisi-iklim-bagi-industri-kelapa-sawit-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ini 4 Risiko Transisi Iklim Bagi Industri Kelapa Sawit Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kondisi transisi iklim patut dipertimbangkan untuk dapat mengetahui risiko-risiko yang berpotensi timbul, terutama bagi industri kelapa sawit.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ini-4-risiko-transisi-iklim-bagi-industri-kelapa-sawit-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-01-26T08:00:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-08-30T09:00:59+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/sawitnotif-20220126.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"735\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"writer3\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"writer3\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ini-4-risiko-transisi-iklim-bagi-industri-kelapa-sawit-indonesia\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ini-4-risiko-transisi-iklim-bagi-industri-kelapa-sawit-indonesia\/\"},\"author\":{\"name\":\"writer3\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/08b502eff6c8c000ab703c4eda6ad301\"},\"headline\":\"Ini 4 Risiko Transisi Iklim Bagi Industri Kelapa Sawit Indonesia\",\"datePublished\":\"2022-01-26T08:00:33+00:00\",\"dateModified\":\"2023-08-30T09:00:59+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ini-4-risiko-transisi-iklim-bagi-industri-kelapa-sawit-indonesia\/\"},\"wordCount\":772,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ini-4-risiko-transisi-iklim-bagi-industri-kelapa-sawit-indonesia\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/sawitnotif-20220126.jpg\",\"keywords\":[\"Berita Sawit\",\"climate crisis\",\"cop26\",\"Deforestasi\",\"Info Sawit\",\"transisi iklim\"],\"articleSection\":[\"Berita\"],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ini-4-risiko-transisi-iklim-bagi-industri-kelapa-sawit-indonesia\/\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ini-4-risiko-transisi-iklim-bagi-industri-kelapa-sawit-indonesia\/\",\"name\":\"Ini 4 Risiko Transisi Iklim Bagi Industri Kelapa Sawit Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ini-4-risiko-transisi-iklim-bagi-industri-kelapa-sawit-indonesia\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ini-4-risiko-transisi-iklim-bagi-industri-kelapa-sawit-indonesia\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/sawitnotif-20220126.jpg\",\"datePublished\":\"2022-01-26T08:00:33+00:00\",\"dateModified\":\"2023-08-30T09:00:59+00:00\",\"description\":\"Kondisi transisi iklim patut dipertimbangkan untuk dapat mengetahui risiko-risiko yang berpotensi timbul, terutama bagi industri kelapa sawit.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ini-4-risiko-transisi-iklim-bagi-industri-kelapa-sawit-indonesia\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ini-4-risiko-transisi-iklim-bagi-industri-kelapa-sawit-indonesia\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ini-4-risiko-transisi-iklim-bagi-industri-kelapa-sawit-indonesia\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/sawitnotif-20220126.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/sawitnotif-20220126.jpg\",\"width\":735,\"height\":400,\"caption\":\"Ini 4 Risiko Transisi Iklim Bagi Industri Kelapa Sawit Indonesia\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ini-4-risiko-transisi-iklim-bagi-industri-kelapa-sawit-indonesia\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ini 4 Risiko Transisi Iklim Bagi Industri Kelapa Sawit Indonesia\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\",\"name\":\"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia\",\"description\":\"Sawitnotif adalah blog informatif mengenai kelapa sawit dan jamur ganoderma yang bisa menambah pengetahuan Anda tentang kelapa sawit\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization\",\"name\":\"PT. Propadu Konair Tarahubun\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png\",\"width\":823,\"height\":563,\"caption\":\"PT. Propadu Konair Tarahubun\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/08b502eff6c8c000ab703c4eda6ad301\",\"name\":\"writer3\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7e72c17fec0ff540be2513ed68f4a768?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7e72c17fec0ff540be2513ed68f4a768?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"writer3\"},\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/author\/admin3\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ini 4 Risiko Transisi Iklim Bagi Industri Kelapa Sawit Indonesia","description":"Kondisi transisi iklim patut dipertimbangkan untuk dapat mengetahui risiko-risiko yang berpotensi timbul, terutama bagi industri kelapa sawit.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ini-4-risiko-transisi-iklim-bagi-industri-kelapa-sawit-indonesia\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Ini 4 Risiko Transisi Iklim Bagi Industri Kelapa Sawit Indonesia","og_description":"Kondisi transisi iklim patut dipertimbangkan untuk dapat mengetahui risiko-risiko yang berpotensi timbul, terutama bagi industri kelapa sawit.","og_url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ini-4-risiko-transisi-iklim-bagi-industri-kelapa-sawit-indonesia\/","og_site_name":"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia","article_published_time":"2022-01-26T08:00:33+00:00","article_modified_time":"2023-08-30T09:00:59+00:00","og_image":[{"width":735,"height":400,"url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/sawitnotif-20220126.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"writer3","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"writer3","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ini-4-risiko-transisi-iklim-bagi-industri-kelapa-sawit-indonesia\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ini-4-risiko-transisi-iklim-bagi-industri-kelapa-sawit-indonesia\/"},"author":{"name":"writer3","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/08b502eff6c8c000ab703c4eda6ad301"},"headline":"Ini 4 Risiko Transisi Iklim Bagi Industri Kelapa Sawit Indonesia","datePublished":"2022-01-26T08:00:33+00:00","dateModified":"2023-08-30T09:00:59+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ini-4-risiko-transisi-iklim-bagi-industri-kelapa-sawit-indonesia\/"},"wordCount":772,"publisher":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ini-4-risiko-transisi-iklim-bagi-industri-kelapa-sawit-indonesia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/sawitnotif-20220126.jpg","keywords":["Berita Sawit","climate crisis","cop26","Deforestasi","Info Sawit","transisi iklim"],"articleSection":["Berita"],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ini-4-risiko-transisi-iklim-bagi-industri-kelapa-sawit-indonesia\/","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ini-4-risiko-transisi-iklim-bagi-industri-kelapa-sawit-indonesia\/","name":"Ini 4 Risiko Transisi Iklim Bagi Industri Kelapa Sawit Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ini-4-risiko-transisi-iklim-bagi-industri-kelapa-sawit-indonesia\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ini-4-risiko-transisi-iklim-bagi-industri-kelapa-sawit-indonesia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/sawitnotif-20220126.jpg","datePublished":"2022-01-26T08:00:33+00:00","dateModified":"2023-08-30T09:00:59+00:00","description":"Kondisi transisi iklim patut dipertimbangkan untuk dapat mengetahui risiko-risiko yang berpotensi timbul, terutama bagi industri kelapa sawit.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ini-4-risiko-transisi-iklim-bagi-industri-kelapa-sawit-indonesia\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id-ID","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ini-4-risiko-transisi-iklim-bagi-industri-kelapa-sawit-indonesia\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ini-4-risiko-transisi-iklim-bagi-industri-kelapa-sawit-indonesia\/#primaryimage","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/sawitnotif-20220126.jpg","contentUrl":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/sawitnotif-20220126.jpg","width":735,"height":400,"caption":"Ini 4 Risiko Transisi Iklim Bagi Industri Kelapa Sawit Indonesia"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/ini-4-risiko-transisi-iklim-bagi-industri-kelapa-sawit-indonesia\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ini 4 Risiko Transisi Iklim Bagi Industri Kelapa Sawit Indonesia"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/","name":"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia","description":"Sawitnotif adalah blog informatif mengenai kelapa sawit dan jamur ganoderma yang bisa menambah pengetahuan Anda tentang kelapa sawit","publisher":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization","name":"PT. Propadu Konair Tarahubun","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png","contentUrl":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png","width":823,"height":563,"caption":"PT. Propadu Konair Tarahubun"},"image":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/08b502eff6c8c000ab703c4eda6ad301","name":"writer3","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7e72c17fec0ff540be2513ed68f4a768?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7e72c17fec0ff540be2513ed68f4a768?s=96&d=mm&r=g","caption":"writer3"},"url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/author\/admin3\/"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/sawitnotif-20220126.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4330"}],"collection":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4330"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4330\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4964,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4330\/revisions\/4964"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4331"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4330"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4330"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4330"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}