{"id":3632,"date":"2021-07-15T14:49:19","date_gmt":"2021-07-15T07:49:19","guid":{"rendered":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/?p=3632"},"modified":"2022-06-03T14:01:25","modified_gmt":"2022-06-03T07:01:25","slug":"lika-liku-menuju-sawit-berkelanjutan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/lika-liku-menuju-sawit-berkelanjutan\/","title":{"rendered":"Lika Liku Menuju Sawit Berkelanjutan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><b>Jakarta, Mongabay Indonesia &#8211; <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Pengembangan perkebunan sawit berlangsung begitu cepat dalam dua dekade terakhir. Data Kementerian Pertanian pada 2019, kebun sawit di Indonesia mencapai 16 juta hektar lebih. Pemerintah perlu serius menekan risiko dari kehadiran industri sawit baik ekologi, sosial dan ekonomi dengan implementasi standar wajib sawit berkelanjutan Indonesia (Indonesia Sustainable Palm Oil\/ISPO). Tata kelola perkebunan sawit yang baik bisa meminimalkan dampak lingkungan dan memberikan kehidupan lebih baik.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sampai 2020, implementasi tata kelola sawit berkelanjutan masih rendah, baik yang bersifat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">market driven <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">maupun <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">state driven<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Dari 16,38 juta hektar perkebunan sawit di Indonesia, sertifikasi yang bersifat sukarela seperti melalui Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) baru 19% atau 3,2 juta hektar. Secara mandatori ada 32% atau 5,1 juta hektar.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sekitar 40% luasan kebun sawit di Indonesia, dari skala kecil. Pekebun skala kecil atau petani mengalami banyak tantangan dalam membenahi tata kelola.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Studi berjudul <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Problems of Acceptance of Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) in International Market and its Complexity on the Ground<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> menyebutkan, implementasi ISPO rendah karena memiliki tantangan dari berbagai level, baik lokal, nasional maupun internasional.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPada level lokal ada praktik-praktik ekspansi yang bersifat senyap dan informalitas agrarian atau banyak lahan yang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">open acess,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d kata Rizka Amalia, peneliti studi ini dari Institut Pertanian Bogor.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kondisi ini menyebabkan kesulitan dalam pemenuhan prinsip dan kriteria ISPO maupun ketidaksiapan serta ketidaktundukan petani pada ISPO.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada level nasional, ada perbedaan kepentingan dan persepsi yang saling bertentangan antar aktor. DI level internasional, ada isu keberterimaan ISPO.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Studi ini mengevaluasi bagaimana kompleksitas implementasi ISPO ini karena rezim perizinan berbeda, mulai dari surat tanda daftar budidaya (STDB), surat pernyataan pengelolaan lingkungan (SPPL), sertifikat hak milik (SHM) dan lain-lain. Tiap jenis dokumen ini, katanya, memiliki kebijakan berbeda pada tingkat tapak.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dia contohkan, banyak lahan petani tidak memiliki sertifikat lahan karena ada di kawasan hutan. Pemerintah ada program perhutanan sosial dan tanah untuk obyek agraria (TORA). Pemerintah berupaya cari cara dengan pakai jalur kebijakan ini.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangnya, kata Rizka, kebijakan itu tak efektif menyelesaikan masalah di tingkat tapak karena aturan itu memiliki prasyarat tertentu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cJadi bisa mempertanyakan kredibilitas sawit Indonesia.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kompleksitas implementasi ISPO juga berdampak pada ketidakefektifan standar ini dalam menciptakan sawit berkelanjutan. Efeknya, terjadi ketidaktertaturan dalam ekspansi perkebunan sawit tingkat lokal.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Studi lain, yang publis di <\/span><a href=\"https:\/\/iopscience.iop.org\/article\/10.1088\/1748-9326\/abc279\"><span style=\"font-weight: 400;\">Environmental Research Letters<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> menyoroti sertifikasi RSPO. Studi ini mengevaluasi bagaimana pembangunan dan dampak lingkungan dengan RSPO pada masyarakat lokal di Sumatra dan Kalimantan, dua pulau yang mengalami deforestasi tertinggi karena ekspansi sawit. Penelitian ini dengan data 2003-2014, mencakup atas 7.983 desa (Sumatra) dan 3.545 desa (Kalimantan).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut penelitian ini, sertifikasi RSPO ini dapat melestarikan lebih banyak hutan primer tersisa di desa-desa Sumatra dan mengurangi pencemaran tanah desa-desa di Kalimantan sebesar 21%. Namun, kecil dalam mengurangi deforestasi pada tingkat desa, yakni 0,05% di Sumatra dan 1% di Kalimantan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Janice Ser Huay Lee, ilmuwan pertanahan dari Nanyang Technological University of Singapure juga salah satu peneliti studi ini mengatakan, manfaat lingkungan seperti itu mungkin karena kriteria perlindungan lingkungan tambahan relatif terhadap UU di Indonesia dan skema sertifikasi wajib negara, ISPO.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, mungkin kontribusi pada pengurangan deforestasi di desa karena tekanan rantai pasokan sawit ekspor yang mendapat tekanan organisasi masyarakat sipil.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di Sumatra, katanya, mereka mendeteksi penurunan kepadatan penduduk. Dia juga tidak bisa mengesampingkan kemungkinan dampak positif lingkungan karena tekanan penduduk menurun.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSementara studi kami, adalah upaya pertama yang penting, penelitian lebih lanjut diperlukan tentang migrasi dan saluran di mana intervensi berbasis pasar sukarela seperti RSPO berdampak.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Minim<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara di tingkat tapak, informasi mengenai standar sawit berkelanjutan seperti ISPO kepada petani masih minim. Doli, petani sawit Desa Tambusai Barat, Rokan Hulu, Riau mengatakan, petani di Tambusai banyak tak tahu soal ISPO.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSosialisasi di tingkat petani itu minim sekali,\u201d katanya kepada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mongabay<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mayoritas petani swadaya menanam sawit secara otodidak dengan informasi dari mulut ke mulut, merawat dan memanen seadanya. Dia bilang, tak ada penyuluhan apalagi upaya mendapatkan sertifikasi. \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tau <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">ISPO itu saja tidak.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Doli baru mengetahui ISPO setelah beberapa lembaga swadaya masyarakat melakukan pendampingan untuk mendapatkan standar RSPO. Kebun dia akan mendapatkan standar dari RSPO tahun ini lewat pendampingan organisasi masyarakat sipil.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dia bilang, kalau pemerintah berharap sertifikasi ISPO tumbuh dari kemauan kalangan petani itu tidak akan sulit. \u201cSudah habis waktu kita untuk mengurus kebun.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Doli, satu dari banyak petani swadaya sawit yang tidak mengetahui pasti terkait kewajiban sertifikasi ISPO. \u201cKita <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sih <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">tidak munafik, kendala ISPO pada biaya dan juga kurangnya sosialisasi, mengapa harus sertifikasi dan keuntungannya.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada tingkat tapak, studi yang dilakukan Rizka tadi ini juga menunjukkan bagaimana petani di Kalimantan mengalami permasalahan sama. Sosialisasi, pendampingan dan dukungan baik finansial maupun sumber daya manusia begitu minim. Keadaan ini menyebabkan petani masih sulit ikuti norma keberlanjutan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Begitu juga pada level daerah dan nasional, ISPO makin kompleks dengan tak ada koordinasi antar lembaga. \u201cRendahnya kemauan politik dan komitmen daerah pada ISPO dan keterlambatan kebijakan regional dalam mendukung ISPO,\u201d ujar Rizka.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perbedaan ketertarikan, kepentingan dan persepsi antara petani, perusahaan dan pemerintah terkait makna keberlanjutan juga jadi kendala. Apalagi, ketidakjelasan insentif, sosialisasi dan ketiadaan dukungan finansial membuat sertifikasi ISPO masih jauh dari petani swadaya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPada tingkat tapak, ada praktik yang berpotensi merusak sistem ISPO dengan ada institusi informal, antara lain, tengkulak yang ada dalam sistem bisnis industri sawit.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Narno, Ketua Forum Petani Sawit Berkelanjutan Indonesia mengatakan, partisipasi petani rendah juga karena ISPO berbiaya tinggi. Mulai dari pemetaan, legalitas, kelembagaan, pelatihan, audit internal, audit eksternal, maintenance sertifikat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSelain itu, standar ISPO belum menjadi program prioritas dalam rencana program jangka menengah daerah.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>***<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mushalifah Machmud, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian mengatakan, perlu ada sistem pengelolaan sawit lebih efektif, efisien, adil dan berkelanjutan guna mendukung pembangunan ekonomi nasional.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dia bilang, penting memastikan usaha sawit dari hulu hingga hilir layak dikelola dengan memperhatikan aspek sosial, ekonomi dan lingkungan sesuai aturan berlaku.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pemerintah, katanya, tengah menyiapkan peraturan Menteri Perindustrian soal ISPO aspek hilir industri sawit. \u201cKita perlu bangun <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">supply chain<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400;\">traceability<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">,\u201d katanya, dalam webinar Kesiapan Implementasi Sertifikasi ISPO bagi Pekebun.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penguatan regulasi ISPO ini, katanya, dipandang penting demi keberlanjutan sawit Indonesia. Antara lain, dengan menjawab beberapa isu seperti perbaikan tata kelola dengan membuka ruang partisipasi, akuntabilitas dan transparansi dan menyempurnakan prinsip dan kriteria ISPO.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Rizka, penting dibentuk Badan Sawit Berkelanjutan untuk menjembatani kesenjangan pada tingkat lokal, regional dan nasional. \u201cPerlu ada sertifikasi tiap mata rantai tiap bisnis, termasuk tengkulak dan perlu juga ada insentif ekonomi.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mansuetus Darto, Sekretaris Jenderal Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) mengatakan, ISPO penting memiliki pemetaan yang mampu memberikan gambaran lokasi yang terbagi dalam peta indikatif <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">low, medium, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">high risk.<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Low risk <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">adalah daerah\u00a0 yang memungkinkan untuk menyelenggarakan sertifikasi. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Medium risk<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang mungkin 50% tidak tumpang tindih dengan kawasan hutan tetapi\u00a0 sebagian legal dan dapat dilakukan sertfikasi. Kemudian, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">high risk<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini sulit sertifikasi karena daerah itu masih perlu proses terlebih dahulu.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><strong>sumber : <a href=\"https:\/\/www.mongabay.co.id\/2021\/06\/04\/lika-liku-menuju-sawit-berkelanjutan\/\">mongobay.co.id<\/a><\/strong><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengembangan perkebunan sawit berlangsung begitu cepat dalam dua dekade terakhir. Data Kementerian Pertanian pada 2019, kebun sawit di Indonesia mencapai 16 juta hektar lebih. Pemerintah perlu serius menekan risiko dari kehadiran industri sawit baik ekologi, sosial dan ekonomi dengan implementasi standar wajib sawit berkelanjutan Indonesia (Indonesia Sustainable Palm Oil\/ISPO). Tata kelola perkebunan sawit yang baik bisa meminimalkan dampak lingkungan dan memberikan kehidupan lebih baik.<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":3633,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v22.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Lika Liku Menuju Sawit Berkelanjutan<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Lika Liku Menuju Sawit Berkelanjutan\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/lika-liku-menuju-sawit-berkelanjutan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Lika Liku Menuju Sawit Berkelanjutan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Lika Liku Menuju Sawit Berkelanjutan\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/lika-liku-menuju-sawit-berkelanjutan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-07-15T07:49:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-06-03T07:01:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/22Untitled-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"735\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Writer01\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Writer01\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/lika-liku-menuju-sawit-berkelanjutan\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/lika-liku-menuju-sawit-berkelanjutan\/\"},\"author\":{\"name\":\"Writer01\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/66aa699f86bec3b3790325e1f177e325\"},\"headline\":\"Lika Liku Menuju Sawit Berkelanjutan\",\"datePublished\":\"2021-07-15T07:49:19+00:00\",\"dateModified\":\"2022-06-03T07:01:25+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/lika-liku-menuju-sawit-berkelanjutan\/\"},\"wordCount\":1099,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/lika-liku-menuju-sawit-berkelanjutan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/22Untitled-1.jpg\",\"articleSection\":[\"Berita\"],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/lika-liku-menuju-sawit-berkelanjutan\/\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/lika-liku-menuju-sawit-berkelanjutan\/\",\"name\":\"Lika Liku Menuju Sawit Berkelanjutan\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/lika-liku-menuju-sawit-berkelanjutan\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/lika-liku-menuju-sawit-berkelanjutan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/22Untitled-1.jpg\",\"datePublished\":\"2021-07-15T07:49:19+00:00\",\"dateModified\":\"2022-06-03T07:01:25+00:00\",\"description\":\"Lika Liku Menuju Sawit Berkelanjutan\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/lika-liku-menuju-sawit-berkelanjutan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/lika-liku-menuju-sawit-berkelanjutan\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/lika-liku-menuju-sawit-berkelanjutan\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/22Untitled-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/22Untitled-1.jpg\",\"width\":735,\"height\":400,\"caption\":\"Lika Liku Menuju Sawit Berkelanjutan\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/lika-liku-menuju-sawit-berkelanjutan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Lika Liku Menuju Sawit Berkelanjutan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\",\"name\":\"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia\",\"description\":\"Sawitnotif adalah blog informatif mengenai kelapa sawit dan jamur ganoderma yang bisa menambah pengetahuan Anda tentang kelapa sawit\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization\",\"name\":\"PT. Propadu Konair Tarahubun\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png\",\"width\":823,\"height\":563,\"caption\":\"PT. Propadu Konair Tarahubun\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/66aa699f86bec3b3790325e1f177e325\",\"name\":\"Writer01\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/68ede7b43fa96146d67f58981c42143b?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/68ede7b43fa96146d67f58981c42143b?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Writer01\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/\"],\"url\":\"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/author\/oryctes\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Lika Liku Menuju Sawit Berkelanjutan","description":"Lika Liku Menuju Sawit Berkelanjutan","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/lika-liku-menuju-sawit-berkelanjutan\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Lika Liku Menuju Sawit Berkelanjutan","og_description":"Lika Liku Menuju Sawit Berkelanjutan","og_url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/lika-liku-menuju-sawit-berkelanjutan\/","og_site_name":"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia","article_published_time":"2021-07-15T07:49:19+00:00","article_modified_time":"2022-06-03T07:01:25+00:00","og_image":[{"width":735,"height":400,"url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/22Untitled-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Writer01","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Writer01","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/lika-liku-menuju-sawit-berkelanjutan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/lika-liku-menuju-sawit-berkelanjutan\/"},"author":{"name":"Writer01","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/66aa699f86bec3b3790325e1f177e325"},"headline":"Lika Liku Menuju Sawit Berkelanjutan","datePublished":"2021-07-15T07:49:19+00:00","dateModified":"2022-06-03T07:01:25+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/lika-liku-menuju-sawit-berkelanjutan\/"},"wordCount":1099,"publisher":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/lika-liku-menuju-sawit-berkelanjutan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/22Untitled-1.jpg","articleSection":["Berita"],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/lika-liku-menuju-sawit-berkelanjutan\/","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/lika-liku-menuju-sawit-berkelanjutan\/","name":"Lika Liku Menuju Sawit Berkelanjutan","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/lika-liku-menuju-sawit-berkelanjutan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/lika-liku-menuju-sawit-berkelanjutan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/22Untitled-1.jpg","datePublished":"2021-07-15T07:49:19+00:00","dateModified":"2022-06-03T07:01:25+00:00","description":"Lika Liku Menuju Sawit Berkelanjutan","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/lika-liku-menuju-sawit-berkelanjutan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id-ID","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/lika-liku-menuju-sawit-berkelanjutan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/lika-liku-menuju-sawit-berkelanjutan\/#primaryimage","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/22Untitled-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/22Untitled-1.jpg","width":735,"height":400,"caption":"Lika Liku Menuju Sawit Berkelanjutan"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/lika-liku-menuju-sawit-berkelanjutan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Lika Liku Menuju Sawit Berkelanjutan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#website","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/","name":"Sawitnotif by PKT Group - Media Sawit Indonesia","description":"Sawitnotif adalah blog informatif mengenai kelapa sawit dan jamur ganoderma yang bisa menambah pengetahuan Anda tentang kelapa sawit","publisher":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#organization","name":"PT. Propadu Konair Tarahubun","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png","contentUrl":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/PT.-Propadu-Konair-Tarahubun.png","width":823,"height":563,"caption":"PT. Propadu Konair Tarahubun"},"image":{"@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/66aa699f86bec3b3790325e1f177e325","name":"Writer01","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/68ede7b43fa96146d67f58981c42143b?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/68ede7b43fa96146d67f58981c42143b?s=96&d=mm&r=g","caption":"Writer01"},"sameAs":["https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/"],"url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/author\/oryctes\/"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/22Untitled-1.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3632"}],"collection":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3632"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3632\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5359,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3632\/revisions\/5359"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3633"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3632"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3632"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pkt-group.com\/sawitnotif\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3632"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}